Soal Gastrointestinal

download Soal Gastrointestinal

of 25

  • date post

    17-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    154
  • download

    13

Embed Size (px)

description

SUMATIPP

Transcript of Soal Gastrointestinal

Mikrobiologi1. Seorang yang terlalu sering mengkonsumsi antasida,dikhawatirkan dapat mempengaruhi sistem pertahanan imun spesifik, yaitu;a. Aktivitas lisozim dalam mulutb. Jumlah flora normal di lambungc. Keadaan asam basa lambungd. Gerakan peristaltic ususe. Pengeluaran IgA sekretorik dari ususKasus untuk soal 2-3Ny.A , 30 tahun, dating ke poliklinik penyakit dalam dikarenakan keluhan nyeri perut setiap selesai makan. Berdasarkan penjelasan Ny.A maka dokter menyarankan untuk melakukan endoskopi untuk melihat dengan jelas kondisi lambung dan usus Ny.A. Berdasarkan hasil endoskopi didapatkan terdapat ulkus pada lambungnya.2. Berdasarkan kondisi di atas, bakteri tersering yang menjadi penyebab ulkus gaster adalaha. H.pylorib. E.collic. Salmonela typhid. Shigella flexnerie. Clostridium deficile3. Senyawa yang dimiliki bakteri tersebut di atas yang dapat menetralisir asam labung adalaha. Mucinaseb. Ureasec. Proteased. Pepsine. AmylaseKasus untuk soal 4-5Seorang anak berusia 4 tahun di bawa ibunya ke IGD dikarenakan buang air besar cair lebih dari 4 kali/hari. Berdasarkan anamnesis, BAB cair tidak bercampur darah. Hal ini berlangsung selama 2 hari. Anak tidak mau makan ataupun minum. Saat dating kondisi anak terlihat lemah. Dokter jaga IGD meminta dilakukan pemeriksaan feses anak untuk mengetahui penyebabnya. Pada pewarnaan gram di laporkan hasil batang, gram negative. Kemudian dilakukan pembiakan pada agar endo , yang menunjukan hasil koloni berwarna pink.4. Berdasarkan hasil pemeriksaan feses, maka dugaan bakteri yang menginfeksia. Shigella flexnerib. Salmonella typhic. Vibrio cholerad. Ee.collie. Clostridium deficile5. Bakteri di atas akan memberikan hasil negative pada pemeriksaana. Motilityb. Voges proskauerc. Indoled. Methyl rede. TSIAKasus 6-76. Seorang laki-laki,26 tahun, dating ke IGD dibawa keluarga dengan keluhan BAB cair berulang kali. Pasien terlihat sangat lemah. Berdasarkan keterangan keluarganya BAB cair hingga 8 kali/hari. BAB cair seperti cucian air beras.a. Shigella flexnerib. Salmonella typhic. Vibrio cholerad. E.collie. Clostridium deficile7. Mekanisme enterotoksin bakteri tersebuta. Menurunkan cAMPb. Menstimulus adenilate cyclasec. Menonaktifkan ion chaneld. Menghambat keluarnya ione. Menghambat keluarnya cairanKasus 8-9Seorang pasien dibawa ke IGD dengan keluhan kelemahan pada motoriknya. Dari anamnesis, diktehui bahwa pasien sebelumnya memakan makanan kaleng. Pasien diduga mengalami keracunan makanan.8. Berdasarkan kasus di atas, keluahn pasien disebabkan oleha. E.collib. Shigella flexneric. Clostridium botulinumd. Clostridium perfringerse. Bacillus cereus9. Mekanisme kerja toksin bakteri tersebut adalaha. Menghambat pengeluaran asetilkolinb. Meningkatkan pengeluaran asetilkolinc. Menghambat produksi cAMPd. Meningkatkan produksi cAMPe. Meningkatkan produksi cGMPKasus 10Di suatu daerah ditemukan satu kasus penyakit dengan keluhan BAB seperti cucian air beras. Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke dinas kesehatan daerah tersebut.10. Berdasarkan gejala khas di atas, kemungkinan penyebab bakteri di atas adalaha. Vibrio cholerab. E.collic. Clostridium botulinumd. Clostridium perfringerse. ShigellaRehabilitasi MedikKasus 11-12Susi seorang mahasiswa 18 tahun. BAru-baru mengalami kecelakaan dan mengalami fraktur pada os tibia kanan. Setelah dibawa berobat ke dokter spesialis ortopedi, oleh dokter, Susi hanya dilakukan pemasangan gips pada os tibia kanan yang mengalami fraktur. Akhir-akhir ini Susi mengeluhkan sering mengompol di tempat tidur. Dia merasa malu terhadap ibu dan adiknya. Selama sakit kebiasaan susi menum es the manis yang berlebihan sering dilakukan.11. Jenis inkontinensia urin yang diderita adalaha. Stress inkontinensiab. Urge inkontinensiac. Overflow inkontinensiad. Fungsional inkontinensiae. Mixed inkontinensia12. Program rehabilitasi yang sesuai diberikan pada kasus inkontinensia Susi adalah1) Bladder training2) Kegel exercise3) Bladder diary4) PampersKasus 13-14Ibu Aminah (67) . Menderita diabetes mellitus sudah sejak 10 tahun lalu. Selama sakit ibu Aminah jarang konsul ke dokter dengan teratur , menjadi kebiasaan membeli obat-obatan sendiri untuk mengobati DM-nya. Akhir-akhir ini ibu Aminah mengeluhkan saat minum obat sering kesulitan , harus menelan beberapa kali baru obat dapat ditelan. Juga sehabis minum air suaranya menjadi serak. Untuk keluhan tersebut yang bersangkutan pergi ke dokter. 13. Ibu Aminah mengalami kondisi yang disebuta. Dysatriab. Dysphasiac. Orofaringeal dysphagiad. Afasiae. Oesophageal dysphagia14. Program rehabilitasi medic yang sesuai dengan kasus1) Latihan otot-otot menelan2) Dilatasi esophagus3) Teknik menelan yang efektif4) Operasi15. Saran yang perlu diberikan pad pasien agar tidak mengalami pneumonia aspirasi adalah1) Saat proses menelan kepala disarankan menunduk2) Saat makan atau minum dalam posisi tegak3) Banyak minum air4) Modifikasi diet menjadi setengah padat16. Yang menjadi indicator keberhasilan suatu program rehabilitasi medic adalah1) Pemulihan kondisi fisik2) Pravokasional3) Pemulihan kondisi psikologik4) Resosialisasi17. Saraf spinal yang mempersarafi fungsi bladder adalaha. L2-L4b. L4-L5c. S2-S4d. S4-s5e. S1-S418. Electroda Electrostimulasi pada kasus Inkontinensia Urin dapat diletakan pada daerah-daerah sebagai berikut1) Vagina2) Rectum3) Sacral4) Inguinal19. Berikut ini adalah pernyataan yang benar tentang fungsi Bladder Diary:1) Mengetahui frekuensi miksi2) Mengetahui cara melakukan miksi3) Mengukur balance cairan4) Mengetahui jenis minuman yang diminum20. Penatalaksanaan kasus inkotinensia Alvi dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut:1) Kegel exercise2) Electrostimulasi3) Biofeedback4) Banyak minum air dan makanan yang berseratFARMAKOLOGIKasus untuk soal nomor 21-23Maha dan Mahi, sedang berdiskusi tentang penggunaan obat di saluran cerna. Maha bercerita bahwa ibunya telah didiagnosa menderita tukak lambung berdasarkan hasil endoskopi.21. Standar terapi untuk kasus tersebut adalah...a. Amoksisilinb. Penghambat pompa protonc. Metronidazoled. A dan B benare. A,B, dan C benar22. Mekanisme kerja dari penghambat pompa proton adalah...a. Menghambat pembentukan PGI2b. Melindungi mukosa lambungc. Menetralisir HCl lambungd. Menghambat enzim metabolisme CYP P450e. Mengurangi sekresi asam lambung23. Peresepan rasional yang sesuai untuk kasus tersebut adalah...a. R/ omeprazole capsule 20 mg No. XS 1 dd caps 1b. R/ omeprazole tablet 20 mg no. XS 2 dd tab 1c. R/ omeprazole syrup no. XS 1 dd C 1d. R/ omeprazole capsule 20 mg no. XS 2 dd caps 1e. R/ omeprazole cream no. XS.u.e24. Pernyataan berikut yang tidak sesuai dengan misprostol adalah...a. Efek peningkatan aliran darah memberikan efek penghambatan sekresi asam lambungb. Mampu berikatan dengan reseptor EP3 sel parietalc. Antagonis dengan NSAIDd. Kontraindikasi pada kehamilane. ES diareKasus untuk soal nomor 25-27Gastri, 20 tahun, sering mengalami keluhan nyeri ulu hati sedah semenjak 2 hari yang lalu. Ia mengeluhkan keluhan yang sama. Biasanya ia mengkonsumsi tablet antasida yang mengandung Mg(OH)2 dan Al(OH)3.25. Mekanisme kerja dari antasida tersebut adalaha. Mengambat pembentukan PGI2b. Melindungi mukosa lambungc. Menetralisir HC lambungd. Menghambat enzim metabolisme CYP P450e. Mengurangi sekresi asam lambung26. Kandungan Mg(OH)2 dan Al(OH)3 pada antasida tersebut sesuai dengan hal berikut, kecuali...a. Kandungan Al3+ menyebabkan terjadinya diareb. Kandungan Mg2+ menyebabkan terjadinya peningkatan motilitas ususc. Dapat diberikan peroral setelah makand. Mempunyai kemampuan tinggi dalam menetralisir asam lambunge. BSSD27. Peresepan rasional yang sesuai untuk kasus tersebut adalah...a. R/ antasida tablet no. XS 1 dd tab 1 p.cb. R/ antasida tablet no. XS 2 dd tab 1 p.cc. R/ antasida syrup no. XS 1 dd C 1d. R/ antasida tablet no. XS 2 dd caps 1e. R/ antasida tablet no. XS.u.eKasus untuk soal nomor 28-29Ny. Konsta, 65 tahun, mengalami konstipasi sejak 3 hari yang lalu. Ia sudah mengkonsumsi puding28. Mekanisme terjadinya konstipasi pada kasus tersebut adalaha. Peningkatan motilitas ususb. Relaksasi otot polosc. Terjadinya peningkatan sekresi CO2d. Hambatan pompa proton sel parietale. BSSD29. Pernyataan berikut yang sesuai dengan puding yang dimakan oleh pasien adalah...a. Mengandung serat yang data diabsorpsib. Meningkatkan absorpsi air di fecesc. Serat dapat dicerna oleh tubuhd. Meningkatkan peristaltik ususe. Meningkatkan tekanan osmotik GIT30. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses absorpsi obat antara lain, kecuali...a. Kelarutan dalam lipidb. Luas permukaan tempat absorpsi c. Kemampuan obat mencapai peredaran darahd. Derajat ionisasie. Kelarutan dalam air31. Obat-obat yang dapat diabsorpsi adalah...a. Dalam bentuk non ionb. Derajat ionisasinya tinggic. Kelarutan dalam lemak kurangd. Dalam bentuk ione. Hanya dapat diabsorpsi pada pH tinggi32. Karakteristik pasien yang mempengaruhi absorpsi obat adalah...a. Kecepatan pengosongan lambungb. Motilitas ususc. Adanya penyakit pada saluran cernad. Formulasi obate. Penyakit hati33. Obat A merupakan obat golongan penisilin, yang dalam keadaan suasana asam mudah didegradasi di lambung jika diberikan secara peroral. Obat B adalah metoclopramide yang bekerja mempercepat pengosongan pada lambung. Bagaimana absorpsi dari obat A jika diberikan bersama-sama dengan obat B?a. Absorpsi obat A akan meningkatb. Absorpsi obat A akan menurunc. Absoprsi obat A = obat Bd. Obat A akan mengalami absorpsi yang lengkap di ususe. Obat B akan didegradasi di usus halus34. Obat A merupakan suatu antibiotik diminum oleh pasien bersama-sama dengan makanan. Bagaimana absorpsi antibiotik tersebut?a. Absorpsi obat A akan menurunb. Absorpsi obat A akan meningkatc. Obat A akan mempercepat pengosongan di lambungd. Makanan akan mempercepat absorpsi obat A di lambunge. Bukan salah satu di atas35. Fenilbutazon (obat asam, penggeser ikatan protein) diberikan bersama-sama dengan tolbutamid (terikat kuat pada albumin) . yang tejadi jika kedua obat tersebut diberikan adalah.