Blok Gastrointestinal Skenario 1

download Blok Gastrointestinal Skenario 1

of 26

  • date post

    27-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    407
  • download

    15

Embed Size (px)

description

yarsi

Transcript of Blok Gastrointestinal Skenario 1

BLOK GASTROINTESTINALNYERI ULU HATI

KELOMPOK A-02Ketua: Aviya Ekutami 1102011053Sekretaris: Cindy Aulia Maessy1102011066Anggota: Adroew Pasca Perdana1102011011 Aisyah Khalda1102011016 Chandra Dewi1102011064 Choirul Akbar1102010056 Eva Amanda Rahmawati1102007103 Fathia Nurafiatin1102008103Mainurtika1102011151 Maltari1102011152

Fakultas Kedokteran- Universitas YARSI2012-2013SKENARIO 1

NYERI ULU HATISeorang wanita, Ny. M 55 tahun, datang ke Poliklinik YARSI karena sering merasakan nyeri ulu hati sejal kerap menkonsumsi obat penghilang rasa sakit untuk mengatasi nyeri sendi yang ia alami sejak 2 tahun ini. Pada saat itu dokter pernah memberikan obat untuk mengatasi rasa nyeri pada lambungnya. Ia juga merasa khawatir ada masalah pada saluran cerna karena melihat buang air besar (BAB) berwarna hitam sejak 1 minggu yang lalu. Dari riwayat penyakit diketahui bahwa ia tidak perna terlambat makan. Pada pemeriksaan fisik ditemukan nyeri tekan epigastrium. Pada pemeriksaan laboratorium feses didapatkan darah samar tinja positif. Dokter kemudian merawat Ny. M, dan melakukan bilasan lambung dengan hasil cairan berwarna kemerahan dan tidak jernih.Sebelum diijinkan pulang, dokter menjelaskan mengapa Ny. M mengalami penyakit ini, serta membekalinya dengan beberapa obat.

SASARAN BELAJAR

1. Memahami dan menjelaskan Anatomi Gaster 1.1 Memahami dan menjelaskan Anatomi Makroskopis Gaster1.2 Memahami dan menjelaskan Anatomi Mikroskopis Gaster2. Memahami dan menjelaskan Fisiologi Gaster3. Memahami dan menjelaskan Biokimia Pencernaan4. Memahami dan menjelaskan Dispepsia dan Ulkus Peptikum4.1 Memahami dan menjelaskan Definisi Dispepsia dan Ulkus Peptikum4.2 Memahami dan menjelaskan Klasifikasi Dispepsia4.3 Memahami dan menjelaskan Etiologi Ulkus Peptikum4.4 Memahami dan menjelaskan Epidemiologi Dispepsia dan Ulkus Peptikum4.5 Memahami dan menjelaskan Patofisiologi dan Patogenesis Ulkus Peptikum4.6 Memahami dan menjelaskan Manifestasi Klinis Ulkus Peptikum4.7 Memahami dan menjelaskan Diagnosis Ulkus Peptikum4.8 Memahami dan menjelaskan Diagnosis Banding Ulkus Peptikum4.9 Memahami dan menjelaskan Penatalaksanaan Ulkus Peptikum4.10 Memahami dan menjelaskan Komplikasi Ulkus Peptikum4.11 Memahami dan menjelaskan Prognosis Ulkus Peptikum4.12 Memahami dan menjelaskan Pencegahan Ulkus Peptikum

1. Memahami dan menjelaskan Anatomi Gaster 1.1 Memahami dan menjelaskan Anatomi Makroskopis Gaster

Gambar 1. Anatomi Makroskopis GasterGaster terletak di bagian atas abdomen, terbentang dari permukaan bawah arcus costalis sinistra sampai regio epigastrica umbilicalis. Sebagian besar gaster terletak di bawah costae bagian bawah. Secara kasar gaster berbentuk huruf J dan mempunyai dua lubang, ostium cardiacum dan ostium pyloricum; dua curvatura, curvatura major dan curvatura minor, dan dua dinding, paries anterior dan paries posterior.Hubungan a. Ke anterior : dinding anterior abdomen, arcus costalis sinistra, pleura dan pulmo sinister, diaphragm dan lobus hepatis sinisterb. Ke posterior : bursa omentalis, diaphragma, lien, glandula suprarenalis sinistra, bagian atas ren sinister, arteria lienalis, pancreas, mesocolon transversum dan colon transversum.Gaster relatif terfiksasi pada kedua ujungnya, tetapi di antara ujung-ujung tersebut gaster sangat mudah bergerak. Gaster cenderung terletak tinggi dan tranversum pada orang pendek dan gemuk (gaster steer-horn) dan memanjang vertikal pada orang yang tinggi dan kurus (gaster berbentuk huruf J). Bentuk gaster sangat berbeda-beda pada orang yang sama dan tergantung pada isi, posisi tubuh, dan fase pernapasan.Regia-regia lambung terdiri dari bagian jantung, fundus, badan organ, dan bagian pilorus.a. Fundus Ventrikuli, bagian yang menonjol ke sisi kiri atas osteum kardium dan biasanya penuh berisi gas.b. Korpus Ventrikuli, setinggi osteum kardium, suatu lekukan pada bagian bawah kurvatura minor.c. Antrum Pilorus, bagian lambung berbentuk tabung mempunyai otot yang tebal untuk membentuk sfingter pilorus.d. Kurvatura minor, terdapat sebelah kanan lambung terbentang dari osteum kardiak sampai ke pilorus.e. Kurvatura Mayor, lebih panjang dari kurvatura minor terbentang dari sisi kiri osteum kardiakum melalui fundus ventrikuli meuju ke kanan sampai ke pilorus inferior. Ligamentum gastro lienalis terbentang dari bagian atas kurvatura mayor sampai ke limfa.f. Osteum Kardiakum, merupakan tempat dimana esofagus bagian abdomen masuk ke lambung. Pada bagian ini terdapat orifisium pilorik.Pendarahan dan Persarafan GasterArteriae berasal dari cabang truncus coeliacus. Arteria gastrica sinistra berasal dari truncus coeliacus. Arteria gastrica dextra berasal dari arteria hepatica communis. Arteria gastricae breves berasal dari arteria lienalis. Arteria gastroomentalis sinistra berasal dari arteria splenica. Arteria gastroomentalis dextra berasal dari arteria gastroduodenalis.Venae mengalirkan dari ke dalam sirkulasi portal. Vena gastrica sinistra dan dextra bermuara langsung ke vena portae hepatis. Venae gastrica breves dan vena gastroomentalis sinistra bermuara ke dalam vena lienalis. Vena gastroomentalis dextra bermuara ke dalam vena mesenterica superior.Persarafan lambung sepenuhnya otonom. Suplai saraf parasimpatis untuk lambung dan duodenum dihantarkan ke dan dari abdomen melalui nervus vagus. Trunkus vagus mempercabangkan ramus gastrik, pilorik, hepatik dan seliaka. Persarafan simpatis adalah melalui nervus splenikus major dan ganlia celiacum. Serabut-serabut aferen menghantarkan impuls nyeri yang dirangsang oleh peregangan, dan dirasakan di daerah epigastrium. Serabut-serabut aferen simpatis menghambat gerakan dan sekresi lambung. Pleksus saraf mesentrikus (auerbach) dan submukosa (meissner) membentuk persarafan intrinsik dinding lambung dan mengkordinasi aktivitas motoring dan sekresi mukosa lambung.Pembuluh LymphPembuluh-pembuluh limf mengikuti perjalanan arteria menuju ke nodi gastric sinstri dan dextri, nodi gastroomentalis sinistri dan dextri dan nodi gastric breves. Seluruh cairan limf dari gaster akhirnya berjalan melalui nodi coeliaci yang terdapat di sekitar pangkal trunkus coeliacus pada dinding posterior abdomen.

1.2 Memahami dan menjelaskan Anatomi Mikroskopis GasterA. Daerah cardiaa. Histologis sangat berbeda dengan daerah lambung lainb. Foveolae agak dangkalc. Kelenjar sangat sedikit, berbentuk tubular simpleks bercabang d. Sel kelenjar adalah sel mukosa, mirip sel mukosa pada kelenjar piloruse. Kelenjar pendek-pendek dan agak bergelungB. Daerah fundus dan corpusa. Daerah fundus dan korpus secara histologis tidak berbedab. Foveolae sempit, gastric pit pendek, dilanjutkan oleh kelenjar fundusc. Kelenjar fundus menempati 2/3 lambung berupa kelenjar tubulosa panjang lurus dan bercanggah dua (bifurcatio)d. Kelenjar terbagi atas bagian isthmus, leher dan basis

Terbentuk oleh 7 jenis sel:a. Sel epitel permukaan (sel-sel mukus)Epitel selapis silindris melapisi seluruh lambung dan meluas ke dalam sumur-sumur atau foveola. Epitel selapis silindris ini berawal di cardia, di sebelah epitel berlapis gepeng oesophagus, dan pada pylorus melanjutkan diri menjadi epitel usus (epitel selapis silindris). Pada tepian muka yang menghadap lumen, terdapat mikrovili gemuk dan pendek-pendek. Mukus glikoprotein netral yang disekresikan oleh sel-sel epitel permukaan membentuk lapisan tipis, melindungi mukosa terhadap asam. Tanpa adanya mukus ini, mukosa akan mengalami ulserasi.

b. Sel zimogen (Chief cell)i. Sel utama, terdapat dalam jumlah besar, terutama di korpus kelenjarii. Sel serosa, berwarna basofil, terdapat granula zymogen pada daerah apikal seliii. Mensintesa protein, granula berisi enzim pepsinogen dalam bentuk in aktiviv. Pada manusia menghasilkan a) pepsin (proteolitik aktiv) b) lipase (enzim lipolitikc. Sel parietal (oksintik)i. Terdapat pada setengah bagian atas kelenjar, jarang pada basisii. Tersisip antara sel-sel mukus leher, berbentuk piramid, inti sferis ditengah, berwarna eosinofiliii. Menghasilkan a) HClb) Gastric intrinsic factor, penting untuk absorbsi vit B12. Defisiensi menimbulkan anemia persinoad. d. Sel mukus isthmusi. Pada bagian atas kelenjarii. Merupakan peralihan sel gastric pit dan bagian leher kelenjariii. Sel rendah, granula mukus lebih sedikit, mensekresi mukus netraliv. Mungkin berasal dari mitosis small undifferentiated cell pada daerah leher kelenjar

e. Sel mukus leheri. Pada leher kelenjar, berupa kelompokan sel maupun tunggal diantara sel parietalii. Mensekresi mukus asam, kaya glikosaminoglikans, berbeda dengan mukus permukaan yang netraliii. Bentuk tidak teratur, inti pada basis sel, granula ovoid/sferis pada apikal seliv. Terwarna kuat dengan PAS atau mucicarmine

f. Sel Argentaffin (enterochromaffin)i. Terdapat pada dasar kelenjar, terselip diantara chief cellii. Granula padat terdapat di basal seliii. Merupakan kelenjar endokrin uniselulariv. Mensekresi serotonin (5 hiroksi triptamin / 5-Ht)

g. Sel APUDi. Amine Precursor Uptake and Decarboxyltion cellsii. Mensintesa polipeptidaiii. Dengan mikroskop elektron: granula sekresi sangat halus (100-200 nm), retikulun endoplasmik jarang dan apparatus Golgi sedikitiv. Sel APUD gastro intestinal terdapat pada fundus, antrum pilorikum, duodenum, yeyunum, ileum dan colonv. Mensekresi: gastrin, sekretin, kolesistokinin, glukagon and somatostatin like substancevi. APUD sel pada manusia:a) Sel C dan M pada hipofisis (adrenokorticotropin dan melanotropin)b) Sel A pulau Langerhans (glukagon)c) Sel non-B pulau Langerhans (insulin)d) Sel D pulau Langerhans (somatostatin)e) Sel AL lambung (glukagon)f) Sel G lambung (gastrin)g) Sel EG usus (glukagon)h) Sel S usus (sekretin)i) Sel D usus (somatostatin)j) Sel parafolikular tiroid (kalsitonin)C. Daerah Pylorusa. Merupakan 20 % dari lambung, berlanjut dengan duodenumb. Gastric pit lebih dalam, bercabang dan bergelungc. Kelenjar pilorus menyerupai kelenjar cardiad. Mensekresi enzim lisosome. Antara sel m