Laporan praktikum fix

download Laporan praktikum fix

of 32

  • date post

    23-Jan-2015
  • Category

    Documents

  • view

    7.352
  • download

    0

Embed Size (px)

description

 

Transcript of Laporan praktikum fix

  • 1. LAPORAN PRAKTIKUMMANAJEMEN AKUAKULTUR TAWARDi susun oleh :Meezan Ardhanu Asagabaldan08/269597/PN/11331Program Studi :Budidaya Perikanan LABORATORIUM AKUAKULTURJURUSAN PERIKANANFAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADAYOGYAKARTA2011 1

2. I. PENDAHULUANA. Latar BelakangSumber daya perikanan merupakan salah satu sumber daya yang sangat penting bagi hajat hidup masyarakat dan dapat dijadikan sebagai penggerak utama (prime mover) perekonomian nasional saat ini. Hal ini didasari bahwa Indonesia memiliki keunggulan (comparative advantage) yang tinggi di sektor perikanan sebagaimana dicerminkan dari potensi sumber daya ikannya. Dengan potensi tersebut sumber daya perikanan sesungguhnya memiliki keunggulan komparatif untuk menjadi sektor unggulan. Budidaya ikan merupakan salah satu kegiatan yang sekarang ini didukung penuh oleh Menteri Kelautan dan Perikanan agar dapat meningkatkan devisa negara dari sektor perikanan.Kegiatan budidaya ikan saat ini yang sudah sering dilakukan yaitu budidaya ikan nila dan yang baru adalah ikan patin. Ikan nila merupakan jenis ikan yang memiliki resistensi relatif tinggi terhadap kualitas air dan penyakit, memiliki toleransi yang luas terhadap kondisi lingkungan, memiliki kemampuan yang efisien dalam membentuk protein kualitas tinggi dari bahan organik, limbah domestik dan pertanian, memiliki kemampuan tumbuh yang baik dan mudah tumbuh dalam sistem budidaya intensif, sehingga ikan nila mempunyai nilai ekonomis tinggi dan merupakan komoditas penting dalam bisnis ikan air tawar dunia. Ikan patin sendiri merupakan jenis ikan konsumsi air tawar. Ikan patin dikenal sebagai komoditi yang berprospek cerah, karena memiliki harga jual yang tinggi. . Hal itu disebabkan karena kandungan lemak dan protein yang tinggi serta cara budidayany yang relatif mudah. Hal inilah menyebabkan ikan patin mendapat perhatian dan diminati oleh para pengusaha untuk membudidayakannya.Pentingnya komoditas kedua ikan tersebut, mengaharuskan untuk meningkatkan kegiatan budidaya ikan nila dan patin agar pengetahuan budidaya ini terus meningkat dan juga meningkatkan produksi ikan di Indonesia. Praktikum Manajemen Akuakultur Tawar ini dilakukan agar dapat memberikan manfaat berupa pengetahuan bagaimana teknik budidaya ikan nila dan patin agar praktikan mampu mengetahui lebih dalam lagi apa saja yang harus dilakukan dalam teknis budidaya mulai dari awal sampai akhir (pasca panen). 2 3. B. Waktu dan Tempat1. Persiapan kolam dan bak pemeliharaan Hari: Selasa Tanggal : 12 Oktober 2010 Waktu : 14.00 selesai Tempat: Kolam Percobaan, Jurusan Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.2. Tebar ikan nila dan patin Hari: Jumat Tanggal : 15 Oktober 2010 Waktu : 13.30 selesai Tempat: Kolam Percobaan, Jurusan Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.3. Sharing I Hari: Jumat Tanggal : 22 Oktober 2010 Waktu : 13.30 selesai Tempat: Lab. Akuakultur, Jurusan Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta4. Sampling I Hari: Jumat Tanggal : 29 Oktober 2010 Waktu : 13.30 selesai Tempat: Kolam Percobaan, Jurusan Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.5. Sampling II Hari: Sabtu Tanggal : 20 November 2010 Waktu : 09.00 selesai Tempat: Kolam Percobaan, Jurusan Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. 3 4. 6. Sharing II Hari : Jumat Tanggal: 26 November 2010 Waktu: 13.30 selesai Tempat : Lab. Akuakultur, Jurusan Perikanan, Fakultas Pertanian,Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.7. Sampling III Hari : Jumat Tanggal: 3 Desember 2010 Waktu: 13.30 selesai Tempat : Kolam Percobaan, Jurusan Perikanan, Fakultas Pertanian,Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.8. Sharing III Hari : Jumat Tanggal: 10 Desember 2010 Waktu: 13.30 selesai Tempat : Lab. Akuakultur, Jurusan Perikanan, Fakultas Pertanian,Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.9. Panen dan simulasi pengangkutan ikan Hari : Sabtu Tanggal: 18 Desember 2010 Waktu: 06.00 selesai Tempat : Kolam Percobaan, Jurusan Perikanan, Fakultas Pertanian,Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.C. Tujuan1. Mengetahui teknis budidaya ikan nila dan patin dalam sistem polikultur.2. Mengetahui pengaruh padat tebar dan ukuran ikan nila dan patin terhadap pertumbuhan dan survival rate nya.3. Mengetahui parameter apa saja yang mempengaruhi pertumbuhan dan survival rate ikan nila dan patin dalam sistem polikultur.4. Mengetahui cara panen dan pengangkutan ikan pasca panen.5. Mengetahui cara analisis usaha budidaya ikan nila dan patin.4 5. II. METODOLOGIA. Alat dan Bahan Alat Bak fiber sebanyak 2 buah Botol oksigen Kolam ikan sebanyak 2 buah Pipet ukur Pipa paralon Pipet tetes Aerator Gelas ukur Ember Kempot Seser Erlenmeyer Timbangan Thermometer Penggaris pH meter Plastik Alat tulis Kalkulator Cangkul Tali tambang jaring Bahan Ikan nila (Oreochromis niloticus) Ikan patin ( Pangasius pangasiu) Pellet Larutan titrasi DO (MnSO4, reagen O2, H2SO4 pekat, indikator amilum, 1/88 Na2S2O3) Larutan titrasi CO2 (indicator PP, 1/44 NaOH) Larutan titrasi alkalinitas (Indikator PP, Metyl Orange, 1/50 H2SO4) Pupuk KapurB. Cara Kerja 1. Bak Bak pemeliharaan dibersihkan Isi dengan air secukupnya. Pasang aerator Menebar ikan patin dan nila dengan perbadingan 25% ikan nila + 75% ikan patinuntuk bak A, 75% ikan nila + 25% ikan patin untuk bak B. 5 6. Sampling panjang total dan berat tubuh sebanyak 15% dari total individu Menimbang pakan sebanyak 3% dari total biomassa: 3/100 x berat total = agram. Dalam 1 hari diberi 2x, maka: a gram/2 = b gram Untuk menentukan pakan pada sampling berikutnya: = rata-rata berat x jumlah ikan yang hidup x 3% Member makan sebanyak 2x sehari Mengukur parameter kualitas air pada saat sampling, yang dilakukan 2 minggusekali, meliputi kecerahan, DO, CO2, alkalinitas, pH dan diversitas plankton. Mencatat ikan yang mati pada saat pemeliharaan dan dianalisis penyebabnya. Pemeliharaan dilakukan selama 10 minggu.2. Kolam Persiapan kolam yang meliputi perbaikan pematang, perbaikan dasar kolampengapuran dan pemupukan Kolam dibiarkan selama 1 hari. Lakukan pengisisan air secukupnya. Menebar ikan patin dan nila dengan perbadingan 25% ikan nila + 75% ikan patinuntuk bak A, 75% ikan nila + 25% ikan patin untuk bak B. Sampling panjang total dan berat tubuh sebanyak 15% dari total individu Menimbang pakan sebanyak 3% dari total biomassa: 3/100 x berat total = agram. Dalam 1 hari diberi 2x, maka: a gram/2 = b gram Untuk menentukan pakan pada sampling berikutnya: = rata-rata berat x jumlah ikan yang hidup x 3% Member makan sebanyak 2x sehari Mengukur parameter kualitas air pada saat sampling, yang dilakukan 2 minggusekali, meliputi kecerahan, DO, CO2, alkalinitas, pH dan diversitas plankton. Mencatat ikan yang mati pada saat pemeliharaan dan dianalisis penyebabnya. Pemeliharaan dilakukan selama 10 minggu.6 7. 3. Pengamatan kualitas air Suhu udara Termometer Gantungkan + tunggu 5 menit Baca skala yang terlihatCatat Suhu airTermometer Rendam + tunggu 5 menitBaca skala yang terlihatCatat KecerahanSecchi disc Masukan kedalam periran Ulur tali hingga secchi disctepat tak terlihat (a)Ukur panjang tali Tarik tali hingga secchi disctepat akan terlihat (b)Ukur panjang tali Kecerahan = b a pH Sampel air Baca skala pada pH meter Catat DOSampel air Botol oksigen 7 8. 1 ml reagen oksigen1ml MnSO4 Gojog1 ml H2SO4GojogAmbil 50 ml Erlenmeyer 3-4 tetes indikator amilum(warna biru tua) Titrasi 1/80 N Na2S2O3 (warna bening) Hitung 1/80 N Na2S2O3 yang digunakan Perhitungan: 1 Ml 1/80 N Na 2 S 2 O 3 = 0,1 mg O 2 /L 1000 Kandungan O 2 terlarut x a x (f) x 0,1 mg/l50f = Faktor koreksi = 1 CO2 bebas Sampel air Botol oksigen Ambil 50 ml Erlenmeyer 3-4 tetes indikator pp(bila berwarna rose berarti tidakmengandung CO2 bebas,bila tetap bening) Titrasi dengan 1/44 N NaOH (warna rose) Hitung 1/44 N NaOH yang digunakanPerhitungan:1 ml 1/44 N NaOH = 1 mg CO 2 1000Kandungan CO 2 =x a x (f) x 1 mg/l50(f) = faktor koreksi = 1 8 9. Alkalinitas Sampel air Botol oksigen Ambil 50 ml Erlenmeyer 3-4 tetes indikator pp (bila warna rose) (bila warna bening)titrasi 1/50 N H2SO4(warna bening)Indikator MO Tetrasi 1/50 N H2SO4(warna merah jerami) Hitung 1/50 N NaOH yang digunakan Perhitungan: 1000 Kandungan CO 3 = x c x (f ) mg/l..(=x)501000 Kandungan HCO 3 =x d x (f) mg/l ...(=y) 504. Perhitungan Kepadatan Plankton Mengambil air sampel dengan ember. Menyaring air dengan plankton net, kemudian memasukan ke dalam botol film. Mengambil air pada botol film dengan pipet ukur dan memasukkannya pada SR. memberi formalin dan menutup dengan kaca secara hati-hati supaya tidak timbul gelembung udara. Melakukan pengamatan di bawah mikroskop dengan menentukan 10 bidang pandang yang berlainan. Menghitung demsitas plankton (D) dan indeks diversitas (H) dengan menggunakan rumus:Volume FlakonDax :Volume Sampel Air (ind / l )Volume SR Ni 2HNlog NiN 9 10. 5. Simulasi Pengangkutan- Menyiapkan alat dan bahan- Mengambil ikan- Mengukur DO awal- Menimbang ikan yang akan diangkut- Memasukan air dalam plastik- Memasukan ikan ke dalam plastik yang telah berisi air- Mengisi plastik yang berisi air dan ikan dengan oksigen- Mengikat plastik menggunakan karet- Meletakkan dalam ayunan- Mengayun selama 6 jam- Mengukur DO akhir setelah 6 jam III. HASIL PENGAMATAN(Terlampir)IV. PEMBAHASANA. Pembahasan Umum Berdasarkan jenis ikan yang dibudidayakan, teknik budidaya dibagi menjadi dua macam yaitu monokultur dan. Monokultur adalah metode budidaya satu spesies ikan dalam satu lahan. Polikultur merupakan metode budidaya yang digunakan untuk pemeliharaan banyak produk dalam satu lahan. Dengan sistem polikutur ini diperoleh manfaat yaitu tingkat produktifitas lahan yang tinggi. Pada prinsipnya terdapat beberapa hal yang berkaitan dengan produk yang harus diatur sehingga tidak terjadi persaingan antar produk dalam memperoleh pakannya, selain itu setiap produk diharapkan dapat saling memanfaatkan sehingga terjadi sirkulasi dalam satu