Fix Laporan Praktikum Ekoper 67

download Fix Laporan Praktikum Ekoper 67

of 64

  • date post

    05-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    225
  • download

    6

Embed Size (px)

description

Ekonomi Pertanian

Transcript of Fix Laporan Praktikum Ekoper 67

58

I. PENDAHULUANA. Latar BelakangEkonomi pertanian merupakan gabungan dari ilmu ekonomi dengan ilmu pertanian yang memberikan arti suatu ilmu yang mempelajari dan membahas serta menganalisis pertanian secara ekonomi, atau ilmu ekonomi yang diterapkan pada pertanian (Daniel 2004). Berdasarkan pengertian ekonomi pertanian yang demikian, ilmu pertanian bukan hanya mempelajari tentang bercocok tanam tetapi suatu ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang pertanian, baik mengenai subsektor tanaman pangan dan hortikultura, subsektor perkebunan, subsektor peternakan, maupun subsektor perikanan. Ilmu ekonomi pertanian sangat berkembang di Indonesia. Perkembangan ilmu ekonomi pertanian di Indonesia nyaris paralel dengan era perubahan teknologi pertanian dan Revolusi Hijau, yang membawa peningkatan produksi pangan secara gemilang. Sebagaimana diduga, fokus utama kajian ekonomi pertanian pada waktu itu adalah upaya peningkatan produksi pangan karena Indonesia yang baru lepas dari penjajahan, masih menghadapi persoalan kelaparan yang sangat mengkhawatirkan. Salah satu ciri khas perkembangan ilmu ekonomi pertanian di Indonesia adalah kedekatannya dengan teori-teori pembangunan pertanian, yang kebetulan dibawa oleh para ilmuwan Amerika Serikat, seperti David H. Penny, Arthur T. Mosher dan lain-lain. Mosber bahkan dianggap sebagai salah satu ikon pembangunan pertanian di Indonesia ketika karyanya tentang Getting Agriculture Moving atau lebih dikenal dalam Bahasa Indonesia dengan judul Menggerakkan Sektor Pertanian (Fauzi 2003).

1 Sektor pertanian merupakan sektor yang berperan penting dalam perekonomian Indonesia. Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk yang sangat besar yang memiliki sumber daya alam yang beragam dan potensial. Sumber daya alam ini meliputi hutan, tanah dan air yang merupakan kekayaan alam yang perlu dimanfaatkan, dan diolah sebaik baiknya sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat. Oleh karena itu, sebagian besar penduduk Indonesia bekerja di sektor pertanian. Pertanian di Indonesia sangat menunjang perekonomian bangsa. Kekayaan alam yang melimpah dan jumlah penduduk yang banyak merupakan potensi dalam perkembangan pertanian di Indonesia. Tetapi pada kenyataannya Indonesia sampai saat ini belum mampu memanfaatkan potensi tersebut secara optimal. Salah satu faktor yang menyebabkan kurang majunya pertanian di Indonesia adalah petani yang belum mengenal berbagai terobosan teknologi baru di bidang pertanian yang dapat meningkatkan produktifitas usahatani dan pendapatan petani. Kehidupan masyarakat pedesaan memang masih sangat sederhana, baik dari segi sosial maupun budayanya. Dengan mengandalkan pendapatan yang berasal dari usahatani, mereka berusaha mencukupi kebutuhan hidupnya, baik untuk konsumsi makanan, konsumsi bukan makanan, pakaian, perumahan, dan lain sebagainya. Oleh karena itu Program Studi Agribisnis, Ilmu Tanah, PKP dan Agroteknologi Fakultas Pertanian UNS Surakarta, melaksanakan praktikum Ekonomi Pertanian di Desa Demangan, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah, sebagai daerah pedesaan yang menjadi objek praktikum. Dari kegiatan ini, diharapkan agar mahasiswa dapat mengkaji informasi mengenai karakteristik perekonomian di pedesaan dan dapat memberikan kontribusinya dalam sektor pertanian Indonesia agar dapat lebih maju dan berkembang.

B. Perumusan Masalah Desa Demangan merupakan salah satu desa di Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali. Dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:1. Bagaimanakah karakteristik Desa Demangan, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali?2. Bagaimanakah karakteristik rumah tangga petani di Desa Demangan, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali?3. Berapa besar pendapatan dan konsumsi rumah tangga petani di Bagaimanakah karakteristik rumah tangga petani di Desa Demangan, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali? C. Tujuan Praktikum Ekonomi Pertanian 1. Melatih mahasiswa untuk mengenal kehidupan rumah tangga petani di pedesaan serta mengharapkan mahasiswa mengetahui secara nyata tentang karakteristik rumah tangga petani di pedesaan.2. Melatih mahasiswa menganalisis secara ekonomi mengenai pendapatan rumah tangga petani baik dari usahatani maupun dari luar usahatani.3. Melatih mahasiswa menganalisis konsumsi, tabungan, serta investasi oleh rumah tangga petani.D. Kegunaan Praktikum Ekonomi Pertanian 1. Bagi Pemerintah Kabupaten , hasil praktikum ini diharapkan dapat menjadi sumbangan pemikiran dari mahasiswa mengenai kondisi dan karakteristik pedesaan serta kehidupan rumah tangga di Kabupaten Boyolali.2. Bagi Fakultas Pertanian UNS, hasil praktikum diharapkan dapat mendukung kelengkapan dalam penerapan kurikulum pendidikan pertanian.3. Bagi Mahasiswa, sebagai persyaratan dalam menempuh mata kuliah Ekonomi Pertanian yang ditempuh pada semester satu. II. TINJAUAN PUSTAKAA. Karakter Pedesaan Desa adalah istilah pengertian yang beraneka ragam. Pembagian administratif negara kita atas wilayah provinsi, kabupaten, kecamatan dan desa sering menimbulkan kekaburan dalam pengertian masyarakat desa. Pengertian desa dari sudut pandang sosiologi di Jawa berbeda sekali dengan apa yang disebut dengan nama yang sama di Bali, Ambon atau Sulawesi. Besarnya, susunan dan hubungan sosialnya berbeda-beda, walaupun terdapat beberapa ciri yang sama seperti keakraban, tolong-menolong dan keterkaitan pada tempat pemukiman yang sama (Luthfifatah 2008). Karakteristik pedesaan hingga saat ini masih sangat lekat dengan kondisi rendahnya tingkat produktivitas tenaga kerja, tingginya tingkat kemiskinan, dan rendahnya kualitas lingkungan pemukiman. Kondisi tersebut sulit diperbaiki karena fokus pembangunan yang kurang berorientasi pada pedesaan sehingga dorongan untuk pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan sosial masih sangat lemah. Sementara kita tahu bahwa sebagian besar penduduk Indonesia (63,41%) hidup di pedesaan dan jumlah ini akan terus meningkat dengan bertambahnya penduduk Indonesia dan semakin sempitnya lahan di perkotaan (Ferdy 2007).

4Angka Beban Tanggungan tersebut berpengaruh terhadap perkembangan ekonomi di suatu daerah khususnya di bidang pertanian. Apabila ABT-nya dari tahun ke tahun menurun artinya setiap tahun beban yang ditanggung (usia non-produkti/tidak bekerja) semakin sedikit sehingga menyebabkan perkembangan ekonomi khususnya bidang pertanian akan meningkat dengan cepeat. Dibanding dengan ABT yang dari tahun ke tahun yang meningkat, maka perkembangan ekonominya akan sangat lambat sehingga kemajuan desa tersebut akan terhambat (Suryana et al. 2003).Tingkat pendidikan pada suatu daerah dapat digunakan untuk menentukan maju atau tidaknya pada daerah tersebut. Jika tingkat pendidikan pada daerah tersebut tinggi maka daerah tersebut akan menjadi maju, dan sebaliknya jika tingkat pendidikan pada daerah tersebut rendah maka daerah tersebut akan menjadi mundur (Marwan D, 2009). Salah satu karakter pedesaan adalah kurang dinamis, sulit melakukan perubahan dan lebih bersifat defensif terhadap modernitas. Hal inilah yang menyebabkan masyarakat desa biasanya lebih tertinggal dari masyarakat kota (Bagas 2010).B. Pendapatan dan Produktivitas Usaha Tani Produktivitas usahatani yang dicapai, dipengaruhi oleh kualitas lahan garapan petani. Pada tingkat teknologi yang sama, baik dalam jenis varietas yang digunakan maupun kualitas usahatani yang diterapkan pada produktivitas usahatani dapat bervariasi antar daerah akibat perbedaan kualitas lahan. Oleh karena itu, produktivitas usahatani sangatlah menentukan hasil pertanian (Maulana 2004). Secara umum sumber pendapatan petani bersumber dari dua macam, yaitu dari pertanian dan non-pertanian. Pendapatan dari pertanian terdiri dari hasil usahatani sendiri dan dari hasil berburuh tani. Sumber pendapatan dari usahatani sendiri adalah dari hasil pertanian yang meliputi komoditas pangan, hortikultura, perkebunan, ternak dan perikanan. Sedangkan pendapatan dari hasil berburuh tani dari luar kegiatan usahatani sendiri. Pendapatan dari luar usahatani adalah pendapatan yang berasal dari bukan usaha pertanian. Kelompok pendapatan ini secara garis besar dibagi lima sub sumber pendapatan, yaitu dari hasil perdagangan, menjual jasa (jasa transportasi, jasa kesehatan, jasa alat pertanian, dll) dan kegiatan industri dari kegiatan berburuh di antaranya adalah dari pertukangan, buruh industri dan buruh di luar pertanian lainnya (Sudana et al. 2003).Rendahnya penerapan teknologi budidaya tampak dari besarnya kesenjangan potensi produksi dari hasil penelitian dengan hasil di lapangan yang diperoleh oleh petani. Hal ini disebabkan karena pemahaman dan penguasaan penerapan paket teknologi baru yang kurang dapat dipahami oleh petani secara utuh sehingga penerapan teknologinya sepotong-sepotong. Seperti penggunaan pupuk yang tidak tepat, bibit unggul dan cara pemeliharaan yang belum optimal diterapkan petani belum optimal karena lemahnya sosialisasi teknologi, sistem pembinaan serta lemahnya modal usaha petani itu sendiri. Selain itu juga karena cara budidaya petani yang menerapkan budidaya konvensional dan kurang inovatif seperti kecenderungan menggunakan input pupuk kimia yang terus menerus, tidak menggunakan pergiliran tanaman, kehilangan pasca panen yang masih tinggi 15-20% dan memakai air irigasi yang tidak efisien (Luky 2008). Pertanian adalah proses menghasilkan bahan pangan, ternak serta produk-produk agroindustri dengan cara memanfaatkan sumber daya alam. Usaha tani (farm) adalah organisasi dari alam, tenaga kerja, dan modal yang ditujukan kepada produksi di lapangan pertanian. Organisasi berdiri sendiri dan sengaja diusahakan oleh seseorang/ perorangan ataupun sekumpulan orang/kelompok sebagai pengelola(Firdaus 2007).Secara konseptual, pengukuran produktivitas suatu usaha ekonomi dapat dibedakan menjadi dua jenisyaitu produktivitas parsial atau single factor productivity dan produktivitas faktor total atau multi factor productivity. Prodiktivitas parsial adalah produksi rata rata dari s