Modul Praktikum Ipt Fix

download Modul Praktikum Ipt Fix

of 23

  • date post

    19-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    47
  • download

    19

Embed Size (px)

description

Modul Praktikum IPT FP UB 2015

Transcript of Modul Praktikum Ipt Fix

  • MODUL PRAKTIKUM

    ILMU PENYAKIT TUMBUHAN (IPT)

    TIM ASISTEN

    HAMA PENYAKIT TUMBUHAN

    PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI

    FAKULTAS PERTANIAN

    UNIVERSITAS BRAWIJAYA

    2015

  • Disusun Oleh: Tim Asisten Ilmu Penyakit Tumbuhan Dibawah Dosen Pengampu: Bapak Fery Page 1

    MODUL I. PENGENALAN TENTANG PENYAKIT

    Ilmu penyakit tumbuhan (Fitopatologi) mempelajari makhluk hidup dan

    keadaan lingkungan yang menyebabkan penyakit pada tumbuhan, bagaimana

    mekanisme fakto-faktor tersebut menyebabkan penyakit pada tumbuhan, interaksi

    antara agensia penyebab penyakit dan tumbuhan sakit, metode untuk mencegah

    atau mengendalikan penyakit serta mengurangi kerusakan yang ditimbulkannya

    (Agrios, 2005).

    Ilmu penyakit tumbuhan menggunakan pengetahuan dan teknik dasar

    botani, mikologi, bakteriologi, virologi, nematologi, genetika, anatomi tumbuhan,

    fisiologi tumbuhan, biologi molekuler, rekayasa genetik,ilmu kehutanan,

    meteorologi, biokimia, hortikultura, kimia,kultur jaringan, ilmu tanah dan fisika

    (Agrios, 2005).

    1.1 Konsep Penyakit Pada Tumbuhan

    Tumbuhan dikatakan sehat atau normal, apabila tumbuhan tersebut dapat

    melaksanakan fungsi-fungsi fisiologisnya sesuai dengan potensial genetik terbaik

    yang dimilikinya (Agrios, 2005).

    Definisi penyakit terjadi perubahan fungsi-fungsi sel dan jaringan inang

    sebagai akibat gangguan yang terus-menerus oleh agensia-agensia patogen atau

    faktor lingkungan dan menyebabkan perkembangan gejalanya (Agrios, 2005).

    Fungsi-fungsi tersebut adalah pembelahan, difarensiasi air dan mineral dari tanah

    dan mentraslokasikannya ke seluruh bagian tumbuhan, fotosintesis dan translokasi

    hasil-hasil fotosintesis ke tempat-tempat penggunaan dan penyimpanannya,

    metabolisme senyawa-senyawa yang disintesis, reproduksi, dan penyimpanan

    persediaan makanan untuk reproduksi dan kebutuhan setelah berakhirnya musim

    dingin (Agrios, 2005).

    Mekanisme penyakit pada mulanya tumbuhan bereaksi terhadap agensia

    penyebab penyakit pada bagian terserang. Reaksi tersebut berupa reaksi biokimia

    alami yang tidak dapat dilihat. Akan tetapi, reaksinya dengan cepat menyebar dan

    menjadi perubahan. Perubahan pada jaringan yang dengan sendirinya menjelma

    menjadi makrokopis dan membentuk gejala panyakit. Sel dan jaringan yang

    dirusak dari tumbuhan skit biasanya menjadi lemah atau hancur oleh agensia

  • Disusun Oleh: Tim Asisten Ilmu Penyakit Tumbuhan Dibawah Dosen Pengampu: Bapak Fery Page 2

    penyebab penyakit. Kemampuan sel dan jaringan tersebut melaksanakan fungi-

    fungsi fisiologisnya yang normal menjadi menurun atau terhenti sama sekali dan

    sebagai akibatnya pertumbuhan terganggu atau tumbuhan mati (Agrios, 2005).

    Patogen menyebabkan penyakit pada tumbuhan dengan melemahkan inang

    dengan cara menyerap makanan secara terus-menerus dari sel-sel inang untuk

    kebutuhannya. Menghentikan atau mengganggu metabolisme sel inang dengan

    toksin, enzim atau zat pengatur tumbuhan yang disekresinya. Menghambat

    transportasi makanan, hara mineral dan air melalui jaringan pengangkut.

    Mengkonsumsi kandungan sel inang setelah terjadi kontak (Agrios, 2005).

    1.2 Klasifikasi Penyakit Tumbuhan

    Penyakit tumbuhan dikelompokan berdasarkan gejala yang ditimbulkan,

    menurut organ tumbuhan yang dipengaruhinya, menurut jenis tumbuhan yang

    dipengaruhinya, dan berdasarkan jenis patogen penyebab penyakit (Agrios, 2005).

    Penyakit tumbuhan dapat diklasifikasikan yaitu penyakit tumbuhan yang bersifat

    infeksi atau biotik (jamur, prokariota: bakteri dan mikoplasma, tumbuhan tingkat

    tinggi parasit, virus dan viroid, nematoda, dan protozoa), dan penyakit non-

    infektif atau abiotik (suhu yang terlalu tinggi/rendah, kekurangan/kelebihan

    kelembapan tanah, kekurangan/kelebihan cahaya, kekurangan oksigen, populasi

    udara, defisiensi hara, keracunan hara, kemasaman/ salinitas, toksisitas pestisida,

    dan kultur teknis yang salah (Agrios, 2005).

    1.3 Sejarah Ilmu Penyakit Tumbuhan

    Ilmu Penyakit Tumbuhan sudah dikenal sejak sebelum masehi. Sejarah

    Ilmu Penyakit Tumbuhan dibedakan menjadi lima era yaitu Era Purba, Era Gelap,

    Era Pre-Modern atau Autogenetic, Era Modern atau Pathogenetic, dan terakhir

    adalah Era sekarang. Pada Era Purba, Theophrastus Father of Botany (tahun

    371-287 sebelum Masehi), murid dari Plato dan Aristotle dalam karyanya

    Historia plantarum dan De causis plantarum sudah menyebutkan referensi

    mengenai penyakit tanaman. Theophrastus menyebutkan beberapa contoh

    penyakit tanaman misalnya : tanaman zaitun selain mempunyai ulat, juga

    menunjukkan tonjolan melepuh seperti hangus oleh sinar matahari, tanaman ara

  • Disusun Oleh: Tim Asisten Ilmu Penyakit Tumbuhan Dibawah Dosen Pengampu: Bapak Fery Page 3

    cenderung berkudis dan busuk. Disebut busuk ketika akarnya menghitam, dan

    disebut krados atau kladoi ketika yang menghitam adalah cabangnya.. Lebih

    lanjut juga dijelaskan bahwa kudis pada tanaman ara muncul ketika tidak banyak

    hujan diawal musim panas, kemudian ketika hujan sudah banyak turun penyakit

    kudis akan tercuci, hal ini menunjukkan adanya pengaruh lingkungan terhadap

    munculnya penyakit. Sekitar 300 tahun kemudian Caius Plinius Secundus (23-79

    AD) dalam bukunya Historius Naturalis beliau lebih memperhatikan pengendalian

    penyakit tanaman, dan dikatakan bahwa festival Robigalia yang diadakan setiap

    tgl 25 April adalah untuk meredakan dewa jamur karat gandum Robigus agar

    pertanaman sereal mereka tidak terserang penyebab penyakit (Anonymous, 2014).

    Pada Era Gelap Ilmu Penyakit Tumbuhan sangat lambat berkembang, namun

    demikian seorang Arab. Ibnal Awan mendiskripsikan berbagai gejala penyakit

    tumbuhan dan cara pengendaliannya. Basil (tahun 330-370) diduga pertama

    kalinya mengidentifikasi infeksi penyakit sereal oleh Uredinales, Tiletia caries

    (Anonymous, 2014).

    Pada Era Pre-modern (1600 1850 an), Robert Hooke (1665) sebagai

    Father of Cell Theory membuat mikroskop untuk mengamati jaringan

    tanaman dan menemukan bahwa jaringan tanaman tersusun oleh unit-unit yang

    sangat kecil disebut sel. Selanjutnya disusul oleh Anton Van Leeuwenhoek 1676

    mendiskripsisel-sel protozoa dan bakteri.. Micheli Father of Founder of

    Mycology pada tahun 1729 mengilustrasikan beberapa morfologi jamur

    termasuk gambar teleosporanya dan dikatakan bahwa jamur berasal dari spora.

    Tahun 1743 John Needam melaporkan nematode parasit pada tumor gandum.

    Tillet tahun 1955 membuktikan bahwa penyakit bunt pada gandum bersifat

    infeksius dan dapat dikendalikan dengan perlakuan benih.. Diakhor era pre-

    modern dipahami bahwa jamur sangat dekat hubungannya dengan penyakit

    tanaman. Tahun 1845 epidemik penyakit hawar kentang yang disebabkan oleh

    Phytophthora infestan di Irlandia mengakibatkan kematian sejuta penduduknya

    dan 1,5 juta berimigrasi (Anonymous, 2014).

    Era Modern dimulai th 1853 hingga 1906. Era ini dimulai dengan

    dibuktikannya bahwa Phytophthora infestan sebagai penyebab penyakit kentang

    oleh Anton de Barry (1853) yang dinobatkan sebagai Founder or Father of

  • Disusun Oleh: Tim Asisten Ilmu Penyakit Tumbuhan Dibawah Dosen Pengampu: Bapak Fery Page 4

    Plant Pathology. Berikutnya adalah penemuan dan pembuktian penyakit

    tanaman yang disebabkan oleh bakteri yaitu penyakit hawar api pada apel dan pir

    oleh TJ Burril 1873 yang disusul oleh Robert Koch dengan teori KOCHS

    POSTULATESuntuk pembuktian suatu jasad sebagai penyebab penyakit.

    Selanjutnya E.F Smith (1890) ditetapkan sebagai Father of

    phytobacterilogy dengan penelitiannya terhadap penyakit layu bakteri pada

    Cucurbitaceae dan tumor leher akar. Tobacco Mosaic Virus (TMV) dibuktikan

    oleh Ivanovsky (1892) mampu menerobos filter untuk menyaring bakteri sehingga

    ditemukannya penyebab penyakit tanaman lain selain bakteri (Anonymous, 2014).

    Awal abad ke 19 merupakan awal penemuan-penemuan yang sangat berharga

    untuk kemajuan di bidang Ilmu Penyakit Tumbuhan. Tahun 1905 ditandai dengan

    pionir di bidang genetika resistensi terhadap penyakit tumbuhan oleh Biffen yang

    menemukan bahwa ketahanan gandum terhadap Puccinia glumorum dilatar

    belakangi oleh faktor gen resesif tunggal. Selanjutnya penelitian-penelitin untuk

    pencarian gen-gen resistan dan perkembangan IPT sangat didukung oleh

    perkembangan Biologi Molekuler (Anonymous, 2014).

    Agrios GN. 2005. Ilmu Penyakit Tumbuhan. Gadjah Mada University Press.

    Yogyakarta.

    DAFTAR PUSTAKA

    Anonymous. 2014. DASAR-DASAR ILMU PENYAKIT TUMBUHAN (DIPT).

    http://xa.yimg.com/kq/groups/16796683/790108609/name/Bahan+Ajar+DI

    PT-Perkembangan+IPT-Tisub.docx. (Diakses 8 Maret 2014).

  • Disusun Oleh: Tim Asisten Ilmu Penyakit Tumbuhan Dibawah Dosen Pengampu: Bapak Fery Page 5

    MODUL II. MEKANISME TERJADINYA PENYAKIT

    Tumbuhan menjadi sakit apabila tumbuhan tersebut diserang oleh patogen

    (parasit) atau dipengaruhi oleh agensia abiotik (fisiapath). Oleh karena itu, untuk

    tejadinya penyakit tumbuhan sedikitnya harus terjadi kontak dan terjadi interansi

    antara dua komponen (tumbuhan dan patogen). Untuk mendukung perkembangan

    penyakit maka harus adanya interaksi adanya tiga komponen yaitu patogen yang

    virulen, tanaman yang rentan dan lingkungan yang mendukung seperti pada

    gambar di bawah