Buku Petunjuk Praktikum Fix

download Buku Petunjuk Praktikum Fix

of 16

  • date post

    10-Jul-2016
  • Category

    Documents

  • view

    228
  • download

    0

Embed Size (px)

description

Practicum Manual

Transcript of Buku Petunjuk Praktikum Fix

  • BUKU PETUNJUK PRAKTIKUM

    UJI MATERIAL

    SEMESTER GENAP TAHUN AKADEMIK 2015 / 2016

    LABORATORIUM PENGUJIAN BAHAN

    JURUSAN MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA

    MALANG 2016

  • KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI

    FAKULTAS TEKNIK JURUSAN MESIN UNIVERSITAS BRAWIJAYA

    Jl. Mayjen Haryono 167 Telp. 553286 Pes. 214 Malang 65145

    LABORATORIUM PENGUJIAN BAHAN

    PANDUAN PRAKTIKUM

    PENGUJIAN KEKERASAN

    Pengujian yang dilakukan adalah dengan metode rockwell dan mikroskop logam.

    Tujuan :

    1. Mengetahui angka kekerasan suatu bahan.

    2. Mengetahui pengaruh perlakuan panas terhadap kekerasan bahan.

    3. Mengetahui salah satu cara pengukuran kekerasan.

    4. Mengetahui perubahan struktur pada setiap perlakuan.

    Spesimen : Baja Bohler Special K

    Alat dan Bahan yang Digunakan :

    Untuk Uji Kekerasan

    1. Rockwell Type Hardness Tester

    Digunakan untuk mengukur kekerasan pada spesimen.

    Merk : CV 600A

    Indentor bola Rockwell : 1/16"

    Indentor intan : 120

    Buatan : Jerman

    Skala pembebanan : HRA = 588 N

    HRB = 980 N

    HRC = 1471 N

  • KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI

    FAKULTAS TEKNIK JURUSAN MESIN UNIVERSITAS BRAWIJAYA

    Jl. Mayjen Haryono 167 Telp. 553286 Pes. 214 Malang 65145

    LABORATORIUM PENGUJIAN BAHAN

    2. Centrifugal Sand Paper Machine

    Digunakan untuk menghaluskan benda kerja.

    Merk : Saphir 330

    Buatan : Jerman

    Diameter : 15 cm

    Putaran : 120 rpm

    Daya : 0.55 kW

    Tegangan : 220

    3. Dapur Listrik

    Dapur ini digunakan untuk proses pemanasan (heating), penahanan (holding), dan

    pendinginan (cooling) dalam dapur.

    Spesifikasi dapur listrik yang digunakan adalah :

    Merk : OPENBAU HOFMANN

    Tipe : E / 90

    Voltage : 220 volt

    Daya : 3,3 kW

    Suhu max : 1100oC

    Buatan : Austria

  • KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI

    FAKULTAS TEKNIK JURUSAN MESIN UNIVERSITAS BRAWIJAYA

    Jl. Mayjen Haryono 167 Telp. 553286 Pes. 214 Malang 65145

    LABORATORIUM PENGUJIAN BAHAN

    4. Tang penjepit

    Digunakan untuk mengambil benda uji dari dapur listrik pada proses perlakuan panas.

    5. Bak pendingin

    Digunakan sebagai tempat media pendingin spesimen pada perlakuan panas

    6. Stopwatch

    Digunakan untuk mengukur waktu holding

    7. Kertas Gosok

    Digunakan untuk membersihkan spesimen dari terak dan kotoran.

  • KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI

    FAKULTAS TEKNIK JURUSAN MESIN UNIVERSITAS BRAWIJAYA

    Jl. Mayjen Haryono 167 Telp. 553286 Pes. 214 Malang 65145

    LABORATORIUM PENGUJIAN BAHAN

    8. Jangka Sorong

    Digunakan untuk mengukur dimensi spesimen

    9. Penggaris

    Digunakan untuk mengukur dimensi spesimen

    Untuk Mikrostruktur

    1. Mikroskop Logam

    Digunakan untuk melihat mikrostruktur specimen, Dalam pengujian ini digunakan

    pembesaran 450 kali.

    Spesifikasi mikroskop logam yang digunakan :

    Merk : Nikon

    Buatan : Jepang

  • KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI

    FAKULTAS TEKNIK JURUSAN MESIN UNIVERSITAS BRAWIJAYA

    Jl. Mayjen Haryono 167 Telp. 553286 Pes. 214 Malang 65145

    LABORATORIUM PENGUJIAN BAHAN

    2. Kamera

    3. Etsa

    Digunakan untuk memperjelas penampakan struktur mikro spesimen. Etsa berupa

    cairan kimia yang akan bereaksi dengan atom tertentu pada logam, terutama atom

    atom yang tidak stabil, misalnya atom pada batas butir. Etsa yang digunakan pada

    pengujian ini adalah nital, yang merupakan campuran 1 5 ml white nitric acid dalam

    100 ml ethyl / methyl alcohol 95 100 %. Nital akan menggelapkan perlit,

    menampakkan batas butir cementite.

    4. Metal polish

    Digunakan untuk menghaluskan dan mengkilapkan permukaan spesimen.

    5. Kain flanel

    Digunakan untuk menghaluskan dan membersihkan spesimen dari metal polish yang

    tersisa.

  • KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI

    FAKULTAS TEKNIK JURUSAN MESIN UNIVERSITAS BRAWIJAYA

    Jl. Mayjen Haryono 167 Telp. 553286 Pes. 214 Malang 65145

    LABORATORIUM PENGUJIAN BAHAN

    Prosedur pengujian adalah :

    Uji Kekerasan

    1. Permukaan benda uji dibersihkan dari kotoran dan terak dengan kertas gosok.

    2. Spesimen dipanaskan dan di-holding dengan suhu dan waktu tertentu.

    3. Spesimen dipindahkan dari dapur listrik ke bejana pendingin untuk proses pendinginan

    pada media tertentu

    4. Siapkan permukaan benda kerja:

    a. Ratakan kedua permukaan benda kerja menggunakan amplas kasar, sehingga kedua

    bidang permukaan tersebut sejajar.

    b. Haluskan permukaan benda kerja menggunakan centrifugal sand paper machine

    sampai betul betul rata dan halus dan siap diuji.

    5. Siapkan perangkat uji kekerasan Rockwell C pada Universal Hardness Tester:

    a. Memasang bandul beban (1471 N).

    b. Memasang indentor intan.

    c. Memasang benda kerja pada landasan

    d. Atur tuas pada posisi Unloading

    4. Putar turn wheel searah jarum jam secara perlahan hingga benda kerja menyentuh

    indentor tanpa mengalami impact, sampai jarum besar berputar sebanyak tiga kali pada

    skala C dan jarum kecil bergerak dari titik hitam menunju pada titik merah.

    5. Dorong tuas pembebanan ke arah loading secara perlahan lahan. Tunggu hingga

    jarum besar pada skala berhenti dengan sendirinya.

    6. Tunggu selama 10 detik dari saat berhentinya jarum, kemudian gerakkan tuas ke

    unloading secara perlahan-lahan sampai maksimal. Dengan naiknya tuas, jarum ikut

    berputar searah putaran jarum jam sampai akhirnya berhenti.

    7. Baca harga kekerasan HRC pada saat jarum telah berhenti. Bacalah pada skala C yang

    berwarna hitam.

    8. Ulangi langkah 5 7 sampai didapatkan 10 nilai kekerasan dari spesimen tersebut.

    Uji Mikrostruktur

    1. Permukaan spesimen yang akan difoto diratakan dan haluskan dengan centrifugal sand

    paper machine.

    2. Permukaan spesimen dihaluskan dengan metal polish dan digosok dengan kain flanel

    samapi benar benar mengkilap dan halus.

    3. Permukaan spesimen yang sudah mengkilap dibersihkan dengan alkohol, kemudian

    ditetesi cairan etsa.

    4. Spesimen diletakkan pada mikroskop logam, kemudian fokus diatur sampai didapatkan

    gambar yang jelas dengan pembesaran 450 kali.

    5. Dilakukan pemotretan dengan kamera, kemudian hasilnya dicetak.

  • KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI

    FAKULTAS TEKNIK JURUSAN MESIN UNIVERSITAS BRAWIJAYA

    Jl. Mayjen Haryono 167 Telp. 553286 Pes. 214 Malang 65145

    LABORATORIUM PENGUJIAN BAHAN

    PENGUJIAN KEKUATAN KEJUT

    Tujuan :

    1. Mengetahui daya tahan suatu logam terhadap beban kejut yang menyebabkan

    terjadinya patahan.

    2. Mengetahui bentuk patahan.

    3. Mengetahui pengaruh perlakuan panas terhadap kekuatan kejut logam.

    4. Mengetahui cara pengujian kekuatan kejut.

    Spesimen : Baja Bohler Special K

    Bentuk dan dimensi sesuai standar ASTM A 370 V-notch.

    Alat dan Bahan yang Digunakan :

    1. Charpy Impact testing Machine.

    Digunakan untuk mengukur kekuatan kejut.

    Berat pendulum : 24 Kgf

    Radius lengan : 60 cm

    Sudut lengan : 90

    Keterangan Gambar:

    1. Pendulum.

    2. Lengan pengikat

    3. Jarum penunjuk derajat

    4. Pemutar lengan

    5. Tuas sabuk rem

    6. Sabuk rem

    7. Tombol pengunci

  • KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI

    FAKULTAS TEKNIK JURUSAN MESIN UNIVERSITAS BRAWIJAYA

    Jl. Mayjen Haryono 167 Telp. 553286 Pes. 214 Malang 65145

    LABORATORIUM PENGUJIAN BAHAN

    2. Dapur Listrik

    Dapur ini digunakan untuk proses pemanasan (heating), penahanan (holding), dan

    pendinginan (cooling) dalam dapur.

    3. Tang penjepit

    Digunakan untuk mengambil benda uji dari dapur listrik pada proses perlakuan panas.

    4. Bak pendingin

    Digunakan sebagai tempat media pendingin spesimen pada perlakuan panas.

    5. Stopwatch

    Digunakan untuk mengukur waktu holding.

    6. Jangka Sorong

    Digunakan untuk mengukur dimensi spesimen.

    7. Kertas Gosok

    Digunakan untuk membersihkan spesimen dari terak dan kotoran.

    8. Penggaris

    Digunakan untuk mengukur dimensi spesimen.

    Prosedur pengujian adalah :

    1. Permukaan benda uji dibersihkan dari kotoran dan terak dengan kertas gosok.

    2. Spesimen dipanaskan dan di-holding dengan suhu dan waktu tertentu.

    3. Spesimen dipindahkan dari dapur listrik untuk proses pendinginan pada media tertentu

    4. Spesimen dibersihkan dari kotoran dan terak.

    5. Dilakukan dry run test sebagai berikut:

    Pendulum alat uji Charpy diatur agar benar benar menggantung bebas dan dalam

    keadaan diam.

    Kedua jarum penunjuk diatur pada posisi vertikal.

    Lengan pengikat diturunkan dengan roda pemutar.

    Tombol pengunci ditekan selanjutnya jika kedudukan lengan pengikat sudah tepat

    terhadap pendulum, pengunci dapat dilepas tanpa menggesar kedudukan pendulum.

    Pendulum beserta lengannya diangkat dengan roda pemutar sehingga jarum luar

    menunjukkan skala yang sesuai dengan kedudukan pendulum dalam posisi