Modul Praktikum Fix

download Modul Praktikum Fix

of 22

  • date post

    09-Jul-2016
  • Category

    Documents

  • view

    226
  • download

    3

Embed Size (px)

Transcript of Modul Praktikum Fix

MODUL PRAKTIKUM EKOLOGI PERTANIAN

Prof.Dr.Ir. Kurniatun HairiahDr.Ir.Nurul Aini,MSDr.Ir. Toto Himawan, MSWiwin Sumiya Dwi Y, SP.MP

UNIVERSITAS BRAWIJAYA FAKULTAS PERTANIAN MALANG2012MODUL PRAKTIKUM EKOLOGI PERTANIAN 2012Page 5

JADUAL KEGIATAN PRAKTIKUM EKOLOGI PERTANIANSEMESTER GANJIL 2012 - 2013

NoKegiatanSEPTOKTOBERNOPDESSasaranKeterangan

IIIIIIVIIIIIIIVIIIIIIIVIIIIIIIV

1Rekruitmen asistenPraktikan

2Briefing AsistenAsisten

3Faktor Abiotik (Suhu udara, Radiasi Matahari) dan Analisis VegetasiPraktikan

4Faktor Abiotik (Tanah) dan Biomassa PohonPraktikan

5Faktor Biotik (Keragaman Antropoda pada Agroekosistem)Praktikan

6Pengamatan Lapang (Cangar, Karangploso dan Jatikerto)PraktikanGel 1 (22 okt), Gel 2 (23 okt), Gel 3 (30 okt)

7Identifikasi Antropoda di Laboratorium PraktikanGel 1 & 2 (24-28 okt), Gel 3 (14-19 nop)

8UTSPraktikan

9Identifikasi vegetasi di LaboratoriumPraktikanGel 1 & 2 (14-19 nop), Gel 3 (21-26 nop)

10Presentasi Hasil Praktikum Praktikan

11AsistensiPraktikan

12Ujian Akhir Praktikum (UAP)Praktikan

13Rekapitulasi nilai akhir praktikumAsisten

PERATURAN PRAKTIKUM EKOLOGI PERTANIAN

1. Praktikum Ekologi Pertanian me miliki bobot 1 sks2. Praktikum Ekologi Pertanian merupakan kegiatan praktikum integrasi dari jurusan BP, Tanah, dan HPT3. Nilai praktikum Ekologi Pertanian memberikan kontribusi 25% untuk nilai akhir MK Ekologi Pertanian4. Praktikum dimulai tepat waktu yang telah ditentukan. Keterlambatan 15 menit nilai kehadiran dikurangi 50%5. Presensi kehadiran peserta praktikum minimal 80% (dilampirkan surat dokter jika ijin/sakit)6. Absensi dilakukan 1 kali untuk praktikum kelas, sedangkan pada saat praktikum lapang absensi dilakukan 2 kali, yaitu: sebelum dan sesudah praktikum7. Pada waktu pelaksanaan praktikum assisten menilai kemampuan mahasiswa secara kelompok dan individu8. Penilaian selama praktikum ada 2 macam, yaitu kelompok dan individu. Unsur-unsur penilaian meliputi: kognitif, psikomotorik, dan afektif dengan rincian sbb: kehadiran 10% penguasaan materi praktikum (pre/post test) 10% kerjasama kelompok/individu 10% presentasi hasil praktikum 15% assistensi 10 % tugas 5 % laporan 20% ujian akhir 20%

1. Mengapa anda belajar ekologi pertanian? Tumbuhan memerlukan sinar matahari, gas asam arang (CO2) yang diserap dari udara serta air dan hara yang diserap dari dalam tanah untuk kelangsungan hidupnya. Melalui proses fotosintesis, CO2 di udara diserap oleh tanaman dan diubah menjadi karbohidrat, kemudian disebarkan keseluruh tubuh tanaman dan akhirnya ditimbun dalam tubuh tanaman berupa daun, batang, ranting, bunga dan buah. Bagian-bagian tanaman tersebut akan gugur, masuk ke dalam tanah, dilapuk dan akan menjadi bagian dari tanah. Tanah akan menyediakan energi bagi organisma baik yang hidup di atas tanah dan di dalam tanah. Interaksi antar komponen penyusun kehidupan dengan lingkungannya dipelajari banyak dalam ekologi. Pengetahuan dasar dalam ekologi tersebut sangat bermanfaat untuk pemahaman lebih lanjut dalam ekologi pertanian. Apa yang dimaksud dengan ekologi pertanian?Ekologi pertanian atau Agroekologi merupakan bidang ilmu yang mengaplikasikan prinsip-prinsip ekologi untuk merancang, mengelola, dan mengevaluasi sistem pertanian yang produktif dan lestari. Anda diwajibkan mengikuti praktikum ekologi pertanian untuk mempelajari interaksi antara komponen biofisik, teknik dan sosioekonomik dalam satu sistem pertanian. Hal tersebut terutama berhubungan dengan siklus hara, transformasi energi, proses-proses biologi dan kondisi sosial ekonomi. Jadi ekologi pertanian lebih menekankan pada hubungan timbal balik antar komponen agro-ekosistem dan dinamika proses-proses ekologi. ---- Apa yang dinamakan Agroekosistem?Agroekosistem adalah komunitas tanaman dan hewan yang berhubungan dengan lingkungannya (baik fisik maupun kimia) yang telah diubah oleh manusia untuk menghasilkan pangan, pakan, serat, kayu bakar dan produk-produk lainnya yang dibutuhkan oleh manusia. Jadi fokus utama dari ekologi pertanian adalah mempertahankan produksi pertanian yang berkelanjutan dengan jalan mengoptimallkan penggunaan sumber daya lokal untuk meminimalkan dampak yang merugikan dari sistem pertanian modern.

Sebelum anda mengikuti praktikum cobalah jawab beberapa pertanyaan berikut ini. Coba cari jawabannya dari pustaka yang tersedia atau dari internet (tulis pula sumber pustakanya). Apa yang dimaksud dengan: (1) Sistem pertanian yang berkelanjutan (sustainable agriculture), (2) Sistem pertanian modern, (3) Sistem pertanian tradisional, (4) Sistem pertanian sehat.

Penggunaan lahan pertanian yang beragam berpengaruh terhadap kondisi lingkungan, karena jenis tanaman yang ditanam berbeda dan jumlah serta pengaturan tanamnyapun berbeda. Kondisi tersebut akan mengubah kondisi iklim mikro, kandungan bahan organik tanah, dan kehidupan organisma tanah maupun di atas tanah. Organisma mempunyai fungsi penting di dalam ekosistem dan kehidupan. Diagram alur hubungan manusia dalam menggunakan lahan dengan tanaman dan tanah ditunjukkan pada Gambar 1.

Gambar 1. Diagram alur hubungan manusia dalam menggunakan lahan dengan tanaman dan tanah2. Tempat dan waktu praktikumLokasi praktikum yand dipilih ada pewakil dari zona ekologi dataran tinggi, dataran medium dan dataran rendah, yaitu Kebun Percobaan UB di Cangar (dataran tinggi), Karangploso (dataran medium) dan kebun Jatikerto (dataran rendah). Praktikum dimulai pada awal Bulan September 2012. Guna mengefisiensikan waktu dan biaya pelaksanaan setiap praktikum lapangan dilakukan DUA KALI PENGAMATAN LAPANG. Ada dua macam sistem pertanian yang akan dipelajari : Berbasis Pepohonana. Monokulturb. Agroforestri Berbasis Non Pohon (Tanaman Semusim)a. Monokultur b. Tumpangsari

3. Macam Kegiatan PraktikumGuna meningkatkan pemahaman mahasiswa akan hubungan antara organisme dengan lingkungan dalam sistem pertanian, maka ada 2 topik kegiatan yang dipilih:Topik Praktikum 1. Studi kondisi lingkungan mikro pada sistem pertanianTopik Praktikum 2. Studi asosiasi serangga, makro arthropoda dan tumbuhan liar Topik praktikum 1: Studi kondisi Lingkungan Mikro pada sistem pertanianTujuan dari praktikum ini adalah untuk menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan kondisi di 3 jenis lahan yang diuji, yaitu:1. Ada berapa jenis tanaman yang ditanam pada masing-masing lahan yang diuji? Berapa luas lahan yang akan anda amati?2. Berapa jumlah masing-masing jenis tanaman per lahan? Dan apa manfaatnya bagi petani?3. Berapa luasan lahan yang tertutup oleh tanaman?4. Berapa biomasa pohon yang tumbuh pada lahan agroforestri dan perkebunan?5. Seberapa tebal lapisan seresah yang terdapat di permukaan tanah? Coba perhatikan keragaman jenis dan ukuran seresah. Bagaimana warna, kegemburan dan kelembaban tanahnya? Mengapa kondisi tanah tersebut berbeda pada antar lahan?6. Berapa suhu udara dan suhu tanah dari masing-masing lahan dan berapa suhu pada lahan terbuka? Pada lokasi yang manakah yang lebih panas? Jelaskan mengapa?

Box 1. Alat-alat yang dibutuhkan untuk praktikuma. Pita ukur (meteran) berukuran panjang 50 mb. Tali rafia berukuran panjang 100 m dan 20 m atau 20 m dan 5 m tergantung ukuran plot yang akan dibuatc. Tongkat kayu/bambu sepanjang 2.5 m untuk mengukur lebar SUB PLOT ke sebelah kiri dan kanan dari garis tengah, atau 10 m untuk PLOT BESAR d. Tongkat kayu/bambu sepanjang 1.3 m untuk memberi tanda pada pohon yang akan diukur diameternya e. Tongkat kayu sepanjang 1 m untuk tanda apabila plot tersebut akan dijadikan plot permanen. f. Pita ukur (meteran) berukuran minimal 5 m untuk mengukur lilit batang atau atau jangka sorong untuk mengukur diameter pohon ukuran kecil. g. Parang atau gunting tanamanh. Spidol warna biru atau hitami. Blangko pengamatan j. Termometer

Pelaksanaan Praktikum1. Bagilah peserta praktikan ke dalam kelompok-kelompok kecil2. Kunjungilah masing-masing lahan yang akan diuji3. Siapkanlah blangko pengamatan yang tersedia dan mulailah dengan pengukuran yang relevan dengan pertanyaan yang dibuat

Langkah 1Ada berapa jenis tanaman yang ditanam pada masing-masing lahan yang diuji? Berapa jumlah masing-masing jenis tanaman per lahan?Untuk menjawab pertanyaan tersebut anda harus membuat plot contoh pengukuran dengan luasan tertentu, plot tersebut akan digunakan untuk semua pengukuran.

Membuat plot contoh pengukuranBuatlah plot contoh pengukuran pada setiap hektar sistem penggunaan lahan yang dipilih, dengan langkah sebagai berikut:a. Untuk lahan hutan, buatlah plot berukuran 5 m x 40 m = 200 m2 (disebut SUB PLOT). Untuk sistem agroforestri atau perkebunan yang memiliki jarak tanam antar pohon cukup lebar, buatlah SUB PLOT BESAR ukuran 20 m x 100 m = 2000 m2 (lihat Gambar 1). b. Perbesar ukuran SUB PLOT bila dalam lahan yang diamati terdapat pohon besar (diameter batang > 30 cm) menjadi 20 m x 100 m = 2000 m2 (disebut PLOT BESAR). c. Pilihlah SUB PLOT pada lokasi yang kondisi vegetasinya seragam. Hindari tempat-tempat yang terlalu rapat atau terlalu jarang vegetasinya.

Gambar 1. SUB-PLOT contoh untuk pengukuran biomasa dan nekromasa

d. Buatlah SUB PLOT lebih dari satu bila kondisi lahan tidak seragam (misalnya kondisi vegetasi dan tanahnya beragam), satu SUB PLOT mewakili satu kondisi. Buatlah SUB PLOT lebih dari satu bila kondisi tanahnya berlereng, buatlah satu SUB PLOT di setiap bagian lereng (atas, tengah dan lereng bawah). Beri tanda dengan tali dan ikatkan pada patok pada keempat sudut SUB PLOTe. Amatilah ada berapa jenis pohon yang tumbuh dalam satu satu plot, dan berapa jumlahnya. Catat dalam lembar yang disediakan.Langkah 3 Seberapa tebal lapisan seresah yang terdapat di permukaan tanah? Coba perhatikan keragaman jenis dan ukuran seresah. Bagaimana warna, kegemburan dan kelembaban tanahnya? Mengapa kondisi tanah tersebu