Laporan Praktikum Biologi Oral II Fix

download Laporan Praktikum Biologi Oral II Fix

If you can't read please download the document

  • date post

    21-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    26
  • download

    5

Embed Size (px)

Transcript of Laporan Praktikum Biologi Oral II Fix

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI ORAL II

TOPIK

: EFEKTIVITAS ANTIBIOTIKA PADA KUMAN RONGGA MULUT

KELOMPOK

: A2

HARI, TANGGAL: Selasa,24 Maret 2015

NAMA : Asarizka bena

021311133005Melissa soliman

021311133020Putih S perdani

021311133045Asyharul huda

021311133042Rr. Dwi listyorini

021311133016Sigit ahmad indarto 021311133030Novia setyowati

021311133041M burhannudin

021311133013Retno kanthiningsih 021311133034Irjinia putri N.

021311133040

Khamila gayatri anjani 021311133007

Frida fardanila asmoro 021311133019

Sylviani the wirianto 021311133036

Gusti ayu mega A 021311133043Fevy syendra liyadi 021311133014

Widjaja,Olivia Vivian 021311133012

Yanti meylitha

021311133032Rahmad rifqi fahreza 021311133018

Yovita yonas

021311133038

M genadi askandar 021311133011Sesy ayu lestari

021311133035

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI

UNIVERSITAS AIRLANGGA

SURABAYA

2014KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat dan hidayahNya makalah Tugas laporan praktikum Biologi Oral II dengan judul Efektivitas Antibiotika pada Kuman Rongga Mulut ini dapat terselesaikan.

Ucapan terimakasih penulis sampaikan kepada Dr. Ira arundina drg., M.si selaku dosen pembimbing, ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada orangtua dan teman-teman.Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan pemikiran bagi pembaca, khususnya mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih terdapat banyak kekurangan, maka dari itu saran dan kritik yang membangun sangat penulis harapkan.

Surabaya,29 maret 2015

Penyusun DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

1

KATA PENGANTAR

2

DAFTAR ISI

3

Judul praktikum

3

Tujuan

4Manfaat

4Landasan teori

4Alat dan bahan

4Cara kerja

5Hasil

6Pembahasan dan analisis hasil

7

Bakteri dalam rongga mulut

7

Jenis-jenis bakteri dalam rongga mulut

8

Jenis antibiotik yang digunakan

10Analisa hasil

16Kesimpulan

17Daftar pustaka

19

1. Judul Praktikum : Efektivitas Antibiotika pada Kuman Rongga Mulut

2. Tujuan Praktikum:

1. Mengukur zona hambatan pada kultur kuman rongga mulut 2. Membandingkan berbagai macm antibiotika pada kuman rongga mulut 3. Manfaat

: 1. Dapat mengukur zona hambatan pada kultur kuman rongga mulut

2. Dapat membandingkan berbagai macam antibiotika pada kuman rongga mulut4. Landasan Teori:

Rongga mulut manusia mengandung berbagai macam mikroorganisme. Namun, tidak semua mikroorganisme berpotensi patogen pada manusia. Beberapa jenis bakteri yang berhubungan dengan peradangan oral antara lain bakteri kokus, basil, organisme gram positif dan gram negatif, aerob dan anaerob.Rongga mulut dapat memberikan kontribusi yang cukup berarti dalam menimbulkan bakteremia. Pada keadaan penurunan imunitas, bakteri rongga mulut yang semula komensal dapat berubah menjadi pathogen sehingga dapat menyebabkan bakteremia dan infeksi sistemik.Untuk itu, kita harus dapat mencegah kuman rongga mulut agar tidak berubah menjadi patogen. Kita membutuhkan antibiotika dalam hal ini. Pada dasarnya, antibiotik diresepkan berdasarkan pengalaman dengan kata lain dokter gigi tidak mengetahui mikroorganisme apa yang menyebabkan terjadinya peradangan, karena kultur pus (nanah) atau eksudat tidak umum dibuat. Oleh karena itu, antibiotik spektrum luas yang umum diresepkan.

5. Alat dan Bahan :1. Kultur kuman rongga mulut

2. Antibiotika :

i. Amoksisilin

ii. Amoksisilin + asam klavulanat

iii. Eritromisin

iv. Klindamisin

3. Blood agar

4. Jangka sorong

5. Cawan petri

6. Burner

7. Mikropipet

8. Tabung reaksi6. Cara Kerja 1. Kuman yang diambil dari penderita di klinik FKG unair,kemudian dikultur dalam blood agar dan diinkubasi dalam 24 jam.

2. Media kuman pada cawan petri dibagi menjadi 4 zona untuk kelompok antibiotika

3. Masing-masing zona diberi paperdish yang telah diisi antibiotika.

4. Setelah diinkubasi selama 24 jam,Kemudian diukur zona hambatan yang ada dengan menggunakan jangka sorong.7. Hasil Efektifitas antibiotik terhadap penghambatan pertumbuhan bakteri dapat diamati melalui besarnya zona hambat. Zona hambat didapatkan dari pengukuran rata-rata diameter lingkaran pada agar yang tidak ditumbuhi bakteri. Setelah dilakukan pengukuran terhadap zona hambat antibiotik terhadap pertumbuhan bakteri kemudian data dicatat dan hasilnya adalah sebagai berikut :

No.AntibiotikZona Hambat (cm)

1Amoksisilin2,1

2Amoksisilin + asam klavunamat1,6

3Eritromisin2,4

4Klindamisin3,6

Gambar pertumbuhan bakteri beserta zona hambatannya

Tabel di atas merupakan tabel berisikan hasil pengukuran zona hambat dari 4 jenis antibiotik berbeda. Dapat kita lihat rata-rata zona hambat dari Amoxicilin berdiamter 2,1 cm, paduan Amoxicilin dan Asam Klavulanat sebesar 1,6 cm, Eritromisin 24 cm dan Klindamisin 3,6 m. Dengan ini dapat disimpulkan bahwa Klindamisin memiliki zona hambat terbesar, di ikuti Eritromisin, Amoxicilin dan yang paling kecil adalah Amoksisilin + asam klavunamat. Semakin besar zona hambat dari suatu antibiotik berarti semakin besar pula efektivitas dari suatu antibiotik dalam membunuh mikroorganisme.

8. Pembahasan dan Analisa Hasil :

Bakteri dalam Rongga MulutBakteri adalah organisme bersel tunggal (sendiri) yang hidup bebas dan mampu bereproduksi sendiri tetapi menggunakan hewan sebagai pejamu untuk mendapatkan makanan. Bakteri tidak memiliki inti sel. Bakteri terdiri atas sitoplasma yang dikelilingi oleh sebuah dinding sel yang kaku yang terbuat dari suatu zat khusus yang disebut peptidoglikan. Didalam setoplasma terdapat materi genetic, baik DNA maupun RNA, dan struktur intra sel yang diperlukan untuk metabolism energi. Bakteri bereproduksi secara aseksual melalui replikasi DNA dan pembelahan sel sederhana. Sebagian bakteri membentuk kapsul yang mengelilingi dinding sel sehingga bakteri tersebut lebih tahan terhadap serangan system imun pejamu. Bakteri lain mengsekresi protein yang menurunkan kerentanan terhadap antibiotic standar. Bakteri dapat bersifat aerob atau anairob. Seringkali bakteri mengeluarkan toksin yang secara spesifik merusak pejamu.Bakteri diklasifikasikan sebagai gram negative atau positif. Bakteri gram positif mengeluarkan toksin (eksotoksin) yang merusak sel-sel pejamu. Bakteri gram negative mengandung protein di dinding selnya yang merangsang respon peradangan atau endotoksin. Bakteri gram negative juga mengsekresi eksotoksin.Adapun contoh jenis-jenis bakteri yang sering terdapat didalam mulut adalah:

a)Staphylococcus epidermitisb)Staphylococcus aureusc)Streplococcus mitis dan streptokokus a-hemolitik laiinnyad)Streptococcus salivariuse)Peptostreptokokusf)Actinomyces israeliig)Haemophilus influenza,

h)Bacterioides fragilisi)Bacterioides oralisj)Fusobacterium nucleatumk)Bacterioides melaninogenicusl)Lactobacillusm)Veillonella alcalescenJenis-Jenis Bakteridalam Rongga MulutA.Gram-Positive Coccia.StaphylococcusBerukuran 0, 8 m, berbentuk bulat, tidak membentuk spora dan memproduksi enzim katalase, fakultatif anaerob serta membentuk asam dari glukosa dalam suasana aerobik dan anaerobik. Yang membedakan micrococcus dengan yang lain adalah dalam kemampuan melakukan oxidasi glukosa. Staphylococcus dapat hidup dan tumbuh dalam air garam dengan kepekatan 7,5 % sampai 15 %, sifat ini digunakan untuk memisahkannya dari spesimen dan merupakan vegetative bacteria.b.StreptococcusGenus dari Streptococcus terdiri dari banyak dan bermacam-macam grup biologis dari kuman gram positif. Berbentuk bulat atau lonjong dan terdapat berpasangan atau berbentuk rantai, panjang rantai tergantung kondisi lingkungan dimana dia hidup. Rantai yang panjang dijumpai pada cocci yang hidup dalam cairan atau semifluid media.

c.PeptostreptococcusPeptostreptococcus bersifat anaerob, gram-positif, bulat sampai oval dengan ukuran 0, 7 1 m. Pada pewarnaan ditemukan berpasangan dan rantai pendek atau panjang, tidak bergerak dan tidak membentuk spora. Reaksi katalis negatif. Kebanyakan spesies menyebabkan fermentasi karbohidrat sehigga terbentuk berbagai asam organik dan gas.

B.Gram Negative Coccia.Neisseria dan Branhamella Gram-negativeTidak bergerak, tidak membentuk spora, berbentuk coffee bean/diplococci, aerobik, membentuk enzyme cytochrome oxidase yang merupakan bakteri yang terdapat pada mucous membrane dari rongga mulut dan saluran nafas bagian atas

b.VeillonellaMempunyai diameter 5m tidak bergerak, gram-negatif, oxidase-negatif, anaerob diplococci, tidak memfermentasi karbohidrat, memanfaatkan lactic, succinic dan asam-asam lain sebagai sumber energi. C.Gram Positive Rods dan Filamentsa.Actinomyces, Arachnia, Bifidobacterium, Bacterionema dan RothiaActinomycetaceae adalah gram-positif, umumnya diphtheroid atau club-shaped rods dimana cendrung membentuk cabang-cabang filament di jaringan infeksi atau pada kultur invitro. Bentuk diphtheroid atau coccoid terbentuk kita terjadi fragment dai filament. Bersifat tidak bergerak, tidak membentuk endospora, dan not acid-fast. Pada umumnya fakultatif anaerob, tapi ada satu spesies hidup dengan baik pada kondisi aerobic. Dapat membentuk atau tidak membentuk enzyme catalase.b.Eubacterium dan PropionibacteriumEubacterium adalah gram-positif, tidak membentuk spora, uniform atau poleomorphic rods, dapat atau tidak dapat bergerak, seluruh spesies adalah anaerob, selalu