Praktikum Parasitologi Fix

download Praktikum Parasitologi Fix

of 52

  • date post

    21-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    564
  • download

    8

Embed Size (px)

description

semester 3

Transcript of Praktikum Parasitologi Fix

Pendahuluana. Tujuan Praktikum1. Praktikum Cimex spp. Mengamati morfologi Cimex spp. Mengetahui perbedaan Cimex spp. Jantan dan betina2. Praktikum Arthopoda Menentukan ciri-ciri dari masing-masing species arthopoda Mengetahui perbedaan dari masing-masing species arthopoda3. Praktikum Stadium Larva Nyamuk Aedes, Anopheles dan Culex Mengamati stadium larva dari nyamuk Aedes, Anopheles dan Culex Mengetahui perbedaan stadium larva antara nyamuk Aedes, Anopheles dan Culex Mengetahui bagian-bagian larva dari masing-masing spesies beserta fungsinya4. Praktikum Telur Nyamuk Aedes sp., Culex sp., dan Anopheles sp. Untuk menjelaskan atau mempresentasikan gambar, bentuk, dan ciri-ciri, serta perbedaan dari masing masing telur dari spesies Aedes sp, Culex sp, dan Anopheles sp.5. Praktikum Pinjal Mengetahui pinjal dan jenis-jenisnya.

Mengetahui morfologi pinjal.6. Praktikum Kepala Nyamuk Mengetahui perbedaan morfologi kepala nyamuk Aedes, Culex dan Anophelesb. Manfaat Praktikum

1. Praktikum Cimex spp. Mengetahui bentuk dan ciri-ciri dari species Cimex spp.2. Praktikum Arthopoda Mengetahui bentuk dan macam-macam species dari Arthopoda3. Praktikum Stadium Larva Nyamuk Aedes, Anopheles dan Culex Dapat mengetahui stadium larva dari nyamuk Aedes, Anopheles dan Culex Dapat mengidentifikasi perbedaan stadium larva pada nyamuk Aedes, Anopheles dan Culex4. Praktikum Telur Nyamuk Aedes sp., Culex sp., dan Anopheles sp. Dapat membedakan telur dari masing masing spesies Aedes sp, Culex sp, dan Anopheles sp. Mengetahui bentuk dan ciri ciri dari masing masing telur dari spesies Aedes sp, Culex sp, dan Anopheles sp.5. Praktikum Pinjal Dapat mengetahui jenis-jenis pinjal

Dapat mengetahui morfologi dari pinjal6. Praktikum Kepala Nyamuk Dapat mengetahui jenis nyamuk melalui identifikasi kepalanya

Dapat mengetahui perbedaan dari nyamuk tersebutDasar TeoriAthropodaNama dari filum ARTHROPODA (Artropoda) berasal dari bahasa greek ARTHROS berarti ruas atau segmen dan PODOS berarti kaki, sehingga tanda karakteristik (menciri) dari filum ini adalah memiliki kaki yang beruas-ruas atau bersegmen. Rangka luar (eksosekleton) dari Arthropoda dilapisi oleh lapisan kitin yang dibentuk oleh sekresi sel kitogenes dan tidak hanya melapisi bagian luar tubuh, juga melapisi bagian mulut dibagian anterior disebut Stomodaeum dan juga melapisi bagian anus dibagian posterior disebut Proktodaeum. Rangka luar disusun oleh lempeng (pelat, sclerites) kitin (terbanyak tersusun oleh senyawa kalsium) membentuk segmen tubuh. Segmen yang terletak disebelah atas (dorsal) disebut Tergum (tergit), dibagian bawah (ventral) disebut Sternum dan samping (lateral) yang menghubungkan antara tergum dan sternum disebut Pleuron. Tergum, Sternum dan Pleuron masing-masing segmen merupakan satu kesatuan yang elastis. Rangka luar secara periodik akan diganti oleh yang baru, setiap penggantian rangka luar disebut Ekdisis (menyilih).

Segmen dari Arthropoda berkumpul membentuk kelompok, kelompok depan membentuk kepala, tengah membentuk torak (dada) dan belakang membentuk abdomen (perut). Pada tubuh Arthropoda memiliki alat tubuh sangat khas yaitu selalu berpasangan dan tersusun oleh beberapa segmen.

Pada kepala, pada beberapa jenis ditemukan satu atau dua pasang antena yang berfungsi sensoris. Dibagian bawahnya ditemukan segme n yang mengalami modifikasi menjadi alat-alat untuk makan terdiri dari : maksila, mandibula dan pada beberapa jenis juga memiliki maksilipedes. Torak (dada) ditemukan kaki, dan pada beberapam jenis ditemukan sayap, selain itu pada Arthropoda yang hidup didalam air memiliki beberapa variasi Abdomen yang dapat dipakai untuk membantu pada saat berenang

Ciri bagian dalam yang paling menjolok dari Arthropoda adalah memiliki rongga badan bukan coelum. Didalamnya penuh dengan darah yang mengandung sel disebut Hemocele. Darah merendam semua organ didalam tubuh. Jantungnya merupakan pembuluh darah besar disebelah atas yang dapat memompa darah disebut Pericardium, darah keluar melalui ostea.

Organ pernafasan dari arthropoda juga khas, ada beberapa macam antara lain : (a) Insang (Gills, Brachiae) ditemukan pada larva, nimfa dan dewasa spesies yang hidup didalam air, (b) Trachea, merupakan tabung elastis yang tipis, disusun oleh cincin atau spiral kitin. Saluran pernafasan dibagian luar (ekterna) bermuara pada stigmata, hanya dimuliki oleh Insekta, (c) Paru-paru dan (d) Kulit (kuticula), tetutama pada laba-laba dan tungau.Saluran pencernaan berbeda pada setiap kelas, secara umum terdiri dari : Stomodaeum dilapisi oleh kitin, selanjutnya faring, proventrikulus, Mesenteron (usus bagian tengah) dan terakhir Proktodaeum juga dilapisi oleh kitin.

Organ sekresi Arthropoda sangat berbeda diantara kelasnya. Pada Krustacea memiliki sepasang nephridia yang bermuara pada dasar segmnen ke-2 dari antena. Insekta berupa tubulus yang disebut Tubulus malpigi yang terletak melingkar disekeliling saluran pencernaan dan biasanya bermuara pada ujung anterior Proktodaeum. Araknida juga memiliki Tubulus malpigi yang semuanya bermuara pada bagian ujung anterior Proktodaeum, tetapi memiliki tambahan Glandula Koksa yang bermuara pada koksa kaki.

Sistim persarafan dari arthropoda terdiri dari ganglion serebral yang terdapat pada kepala, dilanjutkan dengan syaraf yang melingkar pada commisura oesofageal dan dilanjutkan oleh sepasang saraf ventral yang ditemukan sepanjang sisi ventral tubuh. (Sunarno, 2012)

Klasifikasi, Filum arthropoda memiliki 5 kelas yang terpenting diataranya : (1) Krustacea, (2) Myriapoda, (3) Insekta, (4) Araknida dan (5) Pentastomida

1. Arachnida

Kelas Arachnida (Araknida), morfologi umumnya Stadium Dewasanya memiliki 8 buah (4 pasang kaki), berbeda dengan kelas Insekta karena stadium dewasanya hanya memiliki 6 buah (3 pasang kaki). Alat Mulut mengalami modifikasi (perubahan bentuk) yang jelas kelihatan (Kelicera, Palpus Maksilaris dan Hipostoma), yang berada diatas Basis Kapituli yang diperuntukkan untuk menghisap, tidak memiliki (Antena, Sayap, Mata Majemuk)

Segmentasi dari tubuh araknida berbeda diantara araknida lainnya. Tubuh Caplak dan Tungau dapat dibedakan berdasarkan cara membaginya, sehingga namanya beragam sesuai dengan ahlinya. Secara umum tubuh artropoda dapat dibagi menjadi 4 bagian, antara lain :

1. Kapitulum (Gnatosoma), menyerupai kepala, ditemukan alat-alat mulut antara lain : sepasang Kelisera, diantara kelisera ditemukan mulut, sepasang Palpus Maksilaris (Palpus, Pedipalpus), dengan atau tanpa cakar dan sebuah Hipostoma

2. Propodosoma, daerah pasangan kaki ke-1 dan ke-2

3. Metasoma, daerah pasangan kaki ke-3 dan ke-4 dan

4. Opistosoma, merupakan daerah posterior

Pembagian tubuh seperti diatas dalam Levine (1990) juga dapat dibedakan menjadi 4 bagian berdasarkan kelompoknya : antara lain (1) Podosoma, kelompok Propodosoma dan Metasoma, (2) Sefalotorak, kelompok Gnatosoma dan Podosoma, (3) Idiosoma, kelompok Podosoma dan Opistosoma , (4) Pada beberapa tungau seperti Trombiculidae, ditemukan lekuk yang dalam antara Propodosoma dan Metasoma, sehingga seolah-olah tubuh terbagi menjadi 2 bagian. Pada tungau bagian depan (Gtatosoma dengan Propodosoma) disebut Proterosoma dan bagain belakang (Metasoma dengan Opistosoma) disebut Histerosoma.

Larva dari Caplak dan tungau memiliki 6 buah (3 pasang) kaki, sedangkan Nimfa dan Dewasa memiliki 8 buah (4 pasang) kaki. Setiap kaki terdiri dari 6 segmen (dimulai dari tubuh) antara lain : (1) Koksa, (2). Trohanter, (3) Femur, (4). Genu (Patela), (5) Tibia dan (6) Tarsus (terdiri dari sejumlah segmen termasuk Pre-tarsus dengan sepasang cakar atau alat penghisap disebut Petunia atau Karuncula)

Siklus hidup : metamorfose tidak lengkap (sederhana), secara umum adalah sebagai berikut, Telur ditempatkan pada tempat tersembunyi, kemudian telur menetas dan keluarlah Larva berkaki 6 buah, larva mengalami ekdisis (pergantian kulit) dan berkembang menjadi Nimfa dengan 8 kaki dan sangat mirip dengan dewasa tetapi tidak mempunyai organ kelamin, Nimfa mengalami ekdisis untuk terakhir kalinya dan berkembang menjadi Dewasa.

Nomenklatur dan Klasifikasi, kelas arachnida memiliki tiga Ordo yang penting antara lain : (1) Acarina (Caplak dan Tungau), (2) Araneida (Laba-Laba) dan (3) Scorpionida (Kalajengking).

a. AcarinaOrdo Acarina adalah Caplak & Tungau, memiliki tanda yang menciri (karakteristik), Alat mulut keluar dari Basis Kapituli, yang terdiri dari sepasang Kelisera yang berguna untuk menggunting, sepasang Palpus Maksilaris (Palpus, Pedipalpus) yang berfungsi sensoris dan pada bagian tengah ada Hipostoma. Segmentasi tubuh tidak ada. Ordo Acarina memiliki 6 sub-ordo antara lain :

1. Nostostigmata (tidak parasitik)

2. Holothyroidea (tidak parasitik)

3. Mesostigmata

4. Ixodoidea

5. Trombidiformes

6. Sarcoptiformes b. Arachnoidac. Scorpionida

Scorpionida mencakup segala macam kala, antara lain; kalajengking (Heterometrus cyaneus), kala buku (Scorpio), dan labah-labah (Tarantula). Pedipalpusnya berbentuk seperti capit besar, sedangkan kalisera-kaliseranya kecil. Segmen terakhir bagian posterior mempunyai alat penyengat yang berkait untuk melepaskan racun dan berfungsi untuk melumpuhkan mangsa. Bersifat buas, oleh karena itu disebut predator. Scorpionida kebanyakan hidup di daerah tropis, yaitu tinggal di bawah batu-batu atau liang dalam tanah.

Kalajengking adalah Arachnoida bentuknya memanjang dengan pedipalpus besar yang berujungkan kuku yang kuat, suatu sepalotoraks yang ridak bersegmen dengan 4 pasang kaki, dan suatu abdomen yang memanjang. Anggota badan belakang mempunyai suatu sengat yang berkait untuk pelepasan racun.

Kalajengking aktif pada malam hari, berdiam di bawah batu, potongan kayu, atau tempat persembunyian lain yang terlindung. Hewan ini kadang-kad