Biologi - Kolon

download Biologi - Kolon

of 19

  • date post

    18-Aug-2015
  • Category

    Education

  • view

    25
  • download

    7

Embed Size (px)

Transcript of Biologi - Kolon

  1. 1. Kolon Aulia Nurnovika Lidya Widura Muhammad Ikhsan H. Sarwan Hardi Wida Azalia A.
  2. 2. Item 6 Jaringan Penyusun Usus Bagian-Bagian Kolon Feses Fungsi Kolon Lapisan-Lapisan Kolon Item 2 Item 3 Item 4 Item 5 AnatomiItem 1 Item 7 Penyaki-Penyakit
  3. 3. Anatomi Usus besar atau kolon dalam anatomi adalah bagian usus antara usus buntu dan rektum. Usus besar hanya 1 meter panjangnya, yaitu sekitar seperlima dari panjang saluran usus. Usus besar terdiri dari sekum, kolon asendens, kolon transversum, kolon desendens, kolon sigmoid dan rektum.
  4. 4. Bagian-Bagian Usus Besar
  5. 5. Usus memiliki empat lapisan utama, yaitu lapisan serosa, otot, lapisan submukosa dan lapisan mukosa. Lapisan serosa terdiri atas jaringan ikat longgar dan jaringan epitel pipih. Lapisan otot tersusun atas jaringan otot polos yang di dalamnya terdapat pembuluh darah limfa dan saraf. Lapisan submukosa tersusun oleh pembuluh darah limfa, saraf, dan jaringan ikat longgar. Sedangkan, lapisan mukosa tersusun atas jaringan epitel, jaringan ikat longgar, dan jaringan otot polos. Berbagai jaringan penyusun organ pencernaan (usus) menjalankan fungsi yang sama, yaitu mencerna dan menyerap makanan. Jaringan Penyusun Usus Pada sekum, kolon dan rektum, tidak membentuk vili. Tetapi secara umum mengandung kripta lieberkuhn. Epitel usus besar berbentuk silinder dan mengandung jauh lebih banyak sel goblet daripada usus halus.
  6. 6. Lapisan submukosa berisi pembuluh darah dan saraf pleksus Meissner. Muskularis propria berisi otot sirkularis interna, otot longitudinal externa dan pleksus nervus myenteric (Auerbach). Taenia coli dibentuk oleh otot-otot longitudinal externa. Lapisan serosa dari kolon adalah peritoneum viseral. Lapisan-Lapisan Kolon Kolon memiliki 4 lapisan yang sama yang terdapat di sebagian besar saluran pencernaan: mukosa, submukosa, muskularis propria, dan serosa. Mukosa termasuk epitel kolumnar dengan sejumlah besar mukus sel goblet (vili, yang terdapat di usus kecil, yang tidak terdapat dalam usus), lamina propria, dan mukosa muskularis.
  7. 7. Fungsi Usus Besar 1. Menyimpan eliminasi sisa makanan 2. Menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, dengan cara menyerap air 3. Mendegradasi bakteri 4. Mengeluarkan logam berat (Fe dan Ca), yang dibuang bersama feces 5. Tempat pembentukanVitamin K, yang dibantu oleh bakteri E. Coli 6. Menampung sisa pencernaan dalam pembusukan oleh E. Coli, sehingga menjadi feces 7. Membuang kelebihan protein dan vitamin
  8. 8. Feses Setelah melewati usus besar, sisa makanan akan masuk ke usus besar dan mengalami pembusukan. Proses pembusukan ini dibantu oleh bakteri escherichia coli. Setelah itu, sisa makanan dikeluarkan melalui anus dalam bentuk tinja/feses. Feses umumnya berwarna Kuning di karenakan Bilirubin (sel darah merah yang mati, yang juga merupakan zat pemberi warna pada feses dan urin). Bilirubin adalah pigmen kuning yang dihasilkan oleh pemecahan hemoglobin (Hb) di dalam hati (liver). Bilirubin dikeluarkan melalui empedu dan dibuang melalui feses. Fungsinya untuk memberikan warna kuning kecoklatan pada feses. Selain itu warna dari feses ini juga dapat dipengaruhi oleh kondisi medis, makanan serta minuman yang dikonsumsi, karena itu sangat mungkin warna feses berubah sesuai dengan makanan yang dikonsumsi.
  9. 9. Penyakit-Penyakit pada Kolon Kolitis Kanker Kolon Konstipasi Diare Wasir Diverkuli sitis Fissura Anal Corhn
  10. 10. Konstipasi Konstipasi/sembelit merupakan; dimana terjadi penurunan motilitas (pergerakan) usus, yang ditandai dengan kesulitan buang air besar (BAB). Beberapa gejala konstipasi yaitu; Buang air besar lebih sedikit dari tiga kali seminggu, sulit buang air besar, tekanan pada perut yang menyiksa saat terjadinya pergerakan pada usus. Konstipasi dapat disebabkan oleh; Kekurangan cairan atau dehidrasi, kekurangan serat pada makanan, dll. Cara mencegah dan mengobati konstipasi yang paling sederhana yaitu; Makan makanan kaya serat, minum yang cukup, dan tidak menunda ketika ingin buang air besar, serta berhati- hati dalam memilih obat pencahar.
  11. 11. Wasir Wasir atau ambeien adalah kondisi patologis membengkak atau meradangnya Hemorrhoid, struktur vaskular dalam saluran anus yang membantu kontrol buang air besar. Sejumlah faktor dipercaya turut berperan termasuk: kebiasaan buang air besar yang tidak teratur, kurang olah raga, faktor nutrisi (diet rendah serat), genetik; tidak adanya katup di dalam pembuluh- pembuluh hemoroid, dan usia lanjut. Pengobatannya sendiri bisa dengan operasi. Atau dengan ligasi gelang karet, skleroterapi dan metode kauterisasi.
  12. 12. Kolitis Kolitis berasal dari kata kolon (usus besar) dan itis (peradangan). Kolitis adalah penyakit berupa peradangan usus besar yang menyebabkan gejala nyeri, meradang, diare dan perdarahan anus. Kolitis dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri atau parasit. Infeksi ini disebabkan makanan, minuman atau tangan yang kotor. Bakteri penyebab yang umum adalah Shigella, E. Coli, Salmonella dan Campylobacter. Pengobatan kolitis bisa dengan beberapa cara yaitu; pemberian cairan adekuat secara intravena, tranfusi darah jika diperlukan, diet cair tanpa serat: dimana dapat mengistirahatkan usus besar karena tidak menghasilkan ampas/sisa, dengan obat- obatan: antibiotik, antinyeri, antiradang, imunosupresan, penghenti diare, serta dengan terapi bedah.
  13. 13. Fissura Anal Fissura Anus atau fissure ani merupakan robekan di dinding lubang dubur.( dr Budi Setyadi SpB, Spesialis bedah RS Surabaya International). Tanda & gejala: Sakit yang parah akibat pergerakan usus, Pendarahan selama atau setelah BAB, Anus robek, Sembelit, Gatal-gatal dan Terdapat nanah dalam anus. Pengobatan bisa dengan pemberian obat atau perbaikan pola hidup.
  14. 14. Diare Diare adalah sebuah penyakit di mana feses berubah menjadi lembek atau cair, yang biasanya terjadi paling sedikit tiga kali dalam 24 jam. Gejala yang biasanya ditemukan adalah buang air besar terus menerus disertai dengan rasa mulas yang berkepanjangan, dehidrasi, mual dan muntah. Tetapi gejala lainnya yang dapat timbul antara lain pegal pada punggung,dan perut sering berbunyi. Diare kebanyakan disebabkan oleh beberapa infeksi virus tetapi juga seringkali akibat dari racun bakteri. Perawatan untuk diare dapat dilakukan dengan mengonsumsi sejumlah air yang mencukupi untuk menggantikan air yang hilang, lebih baik bila dicampur dengan elektrolit untuk menyediakan garam yang dibutuhkan dan sejumlah nutrisi, contoh: oralit.
  15. 15. Divertikulitis Diverticulitis adalah penyakit pencernaan yang umum terutama ditemukan di usus besar. Diverticulitis berkembang dari diverticulosis, yang melibatkan pembentukan kantong (diverticula) di luar usus besar. Diverticulitis hasil jika salah satu divertikula ini menjadi meradang. Tanda paling umum adalah nyeri di sisi kiri perut bagian bawah. Dalam beberapa kasus, pembedahan mungkin diperlukan untuk menghapus area dari usus besar dengan diverticula tersebut. Pasien yang menderita serangan pertama mereka divertikulitis biasanya tidak dianjurkan untuk menjalani operasi, kecuali kasus yang sangat parah.
  16. 16. Kanker Kolon Kanker Kolon ( kanker usus besar ) merupakan pertumbuhan abnormal sel-sel atau pembentukan tumor di usus besar dan rektum. Sel-sel ini dapat menyebar (bermetastasis) dan merusak jaringan lain atau organ dalam tubuh, dengan demikian, disebut sebagai sel-sel kanker. Kanker kolon ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu obesitas, zat besi yang berlebihan, kontak dengan zat-zat kimia tertentu seperti logam berat, toksin, dan ototoksin serta gelombang elektromagnetik, minuman beralkohol, bekerja sambil duduk seharian, maupun pola makan yang buruk. Seperti kanker pada umumnya, kanker kolon bisa diobati dengan cara operasi pengangkatan maupun kemoterapi.
  17. 17. Corhn Penyakit Corhn adalah penyakit inflamasi usus seumur hidup dimana bagian dari sistem pencernaan dapat membengkak dan luka yang mendalam yang disebut ulkus. Biasa ditemukan di bagian pertama usus besar. Gejala utamanya perut nyeri dan diare. Pengobatanya bisa dengan pemberian obat- obatan, maupun pembedahan.
  18. 18. Pengobatan yang dikenal dengan sebutan ligasi gelang karet ini digunakan untuk memblokir suplai darah dari tonjolan wasir. Dengan menggunakan gelang karet, wasir akan diikat di bagian bawah. Akibatnya, suplai darah ke wasir secara perlahan akan terhenti. Pada waktunya, ukuran wasir tersebut akan mulai mengecil dan akhirnya hilang. Dari sini Anda tidak akan menemukan pendarahan dari pembuluh darah. Prosedur ini merupakan prosedur yang sangat mudah bagi sebagian besar pasien. Ligasi Karet
  19. 19. THANKS FOR YOUR ATTENTION