tumor kolon rektal

download tumor kolon rektal

of 38

  • date post

    14-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    12
  • download

    0

Embed Size (px)

description

tugas dr liberty

Transcript of tumor kolon rektal

211

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

Tujuan utama pembangunan nasional adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia yang dilakukan secara berkelanjutan. Indonesia sehat 2010 merupakan visi pembangunan nasional yang hendak dicapai melalui pembangunan nasional yang hendak dicapai melalui pembangunan kesehatan. Visi pembangunan gizi adalah "mewujudkan keluarga sehat sadar gizi". Pembangunan suatu bangsa bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan suatu lapisan masyarakat. Peningkatan kemajuan kesejahteraan suatu bangsa sangat tergantung pada kemampuan dan kualitas SDM. Ukuran kualitas suatu sumber daya manusia tercermin pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Sedangkan ukuran kesejahteraan manusia dapat dilihat pada tingkat kemiskinan yang tercermin pada persentase jumlah penduduk atau rumah tangga yang masih berada di bawah garis kemiskinan (Dinkes Provsu, 2006).

Pada saat ini, status kesehatan masyarakat Indonesia secara umum masih rendah dan jauh tertinggal dibandingkan dengan kesehatan masyarakat negara-negara ASEAN lainnya, yang ditandai antara lain, dengan masih tingginya angka kematian ibu melahirkan (AKI) yaitu 307 per 100.000 kelahiran hidup (Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia/SDKI 2002-2003), tingginya angka kematian bayi dan balita masih menjadi masalah besar dalam upaya membentuk generasi yang mandiri dan berkualitas (Fokus Media, 2007).

Pada bulan Desember 1992 di Roma (Italia), berlangsung Kongres Gizi Internasional yang membahas pentingnya gizi seimbang, sebagai upaya menghasilkan kualitas sumber daya manusia yang handal. Salah satu rekomendasi penting dari ini adalah anjuran kcpada sctiap negara agar menyusun Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS). Di Indonesia, PUGS dibahas pertama sekali pada Widya Karya Pangan & Gizi V, April 1993 yang hasilnya dijadikan sebagai landasan untuk menyusun program pangan dan gizi nasional.

Masalah gizi timbul akibat perilaku gizi seorang yang salah yaitu ketidakseimbangan antara konsumsi gizi dengan kecukupan gizinya. Bila konsumsi selalu kurang gizinya maka seseorang akan menderita gizi kurang, sebaliknya melebihi kecukupan gizinya maka yang bersangkutan akan menderita gizi lebih. Akibat dari masalah gizi ganda ini, penyakitpun dapat tirnbul menyertai penderita gizi lebih atau kurang. Masalah gizi ganda tidak hanya terdapat di bebcrapa negara maju tetapi gejalanya malah tampak juga di negara berkembang tennasuk Indonesia (Depkes RI Jakarta, 1998).

1.2.Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, permasalahan pada penelitian ini adalah bagaimana gambaran tingkat pengetahuan dan tindakan gizi seimbang pada ibu di Posyandu kecamatan Medan Belawan?

1.3.

Tujuan Penelitian

1.3.1.Tujuan Umum

Untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan tindakan tentang gizi seimbang pada ibu di Posyandu kecamatan Medan Belawan 2015.1.3.2. Tujuan Khusus

1. Untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu di Posyandu kecamatan Medan Belawan.2. Untuk mengetahui gambaran tindakan ibu di Posyandu kecamatan Medan Belawan.1.4.Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk:

1. Tambahan informasi kepada dinas kesehatan tentang gambaran tingkat pengetahuan dan tindakan tentang gizi seimbang pada ibu di Posyandu kecamatan Medan Belawan.2. Tambahan informasi kepada pihak Posyandu Belawan tentang gambaran tingkat pengetahuan dan tindakan tentang gizi seimbang gizi seimbang pada ibu di Posyandu kecamatan Medan Belawan.3. Tambahan wawasan kepada masyarakat tentang gambaran tingkat pengetahuan dan tindakan gizi seimbang pada ibu di Posyandu kecamatan Medan Belawan.4. Tambahan wawasan kepada masyarakat terhadap tindakan gizi seimbang yang sesuai dengan PUGS.BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengetahuan

2.1.1Pengertian Pengetahuan

Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui; kepandaian. Pengetahuan merupakan hasil dari tahu dan terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap objek tertentu. Pada umumnya, sebagian besar pengetahuan diperoleh melalui indera penglihatan dan pendengaran (Siregar, 2004;Nurhidayah, 2010; Rahadian,2012).2.1.2 Tingkat Pengetahuan

Menurut Notoatmodjo pengetahuan mempunyai 6 tingkatan yaitu :1) Tahu

Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya. Termasuk dalam pengetahuan tingkat ini adalah mengingat kembali (recall) terhadap sesuatu yang telah dipelajari atau diterima. Oleh sebab itu, tahu merupakan tahap paling rendah dari pengetahuan. 2) Memahami

Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui dan dapat menginterpretasikan secara benar. Orang yang telah paham terhadap suatu objek dapat menjelaskan, menyebutkan, menyimpulkan terhadap suatu objek yang dipelajari. 3) Aplikasi

Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi & kondisi yang sebenarnya. 4) Analisis

Analisis adalah suatu kemampuan untuk menyatakan materi atau suatu objek ke dalam komponen-komponen yang masih ada kaitannya satu sama lain. Pada tahap analisis, masyarakat mampu membedakan ciri-ciri nyamuk Aedes sp dengan nyamuk lainnya.

5) Sintesis

Sintesis merupakan suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian di dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru.

6) Evaluasi

Evaluasi yaitu kemampuaan untuk melakukan penilaian terhadap objek. Misalnya.2.1.3 Faktor- faktor yang mempengaruhi pengetahuan Pengetahuan seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

A. Faktor Internal 1) Pendidikan

Pendidikan adalah suatu usaha untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan di dalam maupun di luar sekolah dan berlangsung seumur hidup. Pengetahuan erat kaitannya dengan pendidikan. Tingkat pendidikan dapat mempengaruhi pola pikir dan daya cerna seseorang terhadap informasi yang diterima. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin tinggi pula informasi yang dapat diserap dan tingginya informasi yang diserap mempengaruhi tingkat pengetahuannya, demikian juga sebaliknya. Pendapat lainnya mengatakan bahwa pendidikan yang rendah mengakibatkan mengalami kesulitan untuk menyerap ide-ide baru dan membuat mereka lebih bersifat konservatif, karena tidak mengenal alternatif yang lebih baik. Orang yang berpendidikan tinggi memiliki kepedulian yang lebih besar terhadap masalah kesehatan.

2) Pengalaman

Pengalaman sebagai sumber pengetahuan merupakan suatu cara memperoleh kebenaran pengetahuan dengan cara mengulang kembali pengetahuan yang diperoleh dalam memecahkan permasalahan di masa lalu.3) Intelegensia

Merupakan kemampuan yang dibawa sejak lahir, yang memungkinkan seseorang berbuat sesuatu dengan cara tertentu. Tingkat intelegensia mempengaruhi seseorang dalam menerima suatu informasi. Orang yang memiliki intelegensia tinggi akan mudah menerima suatu pesan maupun informasi.

4) Usia

Usia adalah umur individu mulai saat dilahirkan. Pada umumnya, seiring bertambahnya usia, seseorang akan lebih matang dalam berpikir, bekerja dan menerima informasi. Dari segi kepercayaan masyarakat, seseorang yang lebih dewasa lebih dipercaya dibandingkan orang yang belum tinggi tingkat kedewasaannya.Namun perlu ditekankan bahwa seorang yang berumur lebih tua tidak mutlak memiliki pengetahuan yang lebih tinggi dibandingkan dengan seseorang yang lebih muda. 5) Pekerjaan

Pekerjaan merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menunjang kehidupan. Pekerjaan merupakan cara untuk mencari nafkah dan umumnya merupakan kegiatan yang menyita waktu. Pekerjaan dapat membuat seseorang memperoleh pengetahuan baik secara langsung maupun tidak langsung. Sebagai contoh, individu yang bekerja sebagai tenaga kesehatan akan mempunyai pengetahuan yang lebih mengenai sesuatu yang berhubungan dengan bidang yang dikerjakannya dibandingkan dengan orang yang bekerja di luar bidang kesehatan. B. Faktor Eksternal 1) Faktor Lingkungan

Faktor lingkungan merupakan segala sesuatu yang ada di sekitar individu dan mempengaruhi perkembangan dan perilaku seseorang. Dapat berkaitan dengan keadaan di sekitar daerah tempat tinggalnya. Tempat tinggal merupakan tempat menetap sehari-hari. Lingkungan berpengaruh terhadap proses masuknya pengetahuan ke dalam individu yang berada dalam lingkungan tersebut.

Hubungan antara lingkungan dengan pengetahuan terletak pada kemudahan mendapatkan informasi.2) Tingkat ekonomi

Tingkat ekonomi berpengaruh terhadap tingkah lakunya. Individu yang berasal dan keluarga yang berstatus tingkat ekonomi baik umumnya memiliki sikap positif dalam memandang kesehatan dan masa depannya bila dibandingkan dengan mereka yang berasal dari keluarga dengan tingkat ekonomi rendah. Faktor ekonomi berhubungan pula dengan kesempatan mendapatkan informasi.Menurut penelitian Berdasarkan riset Depkes RI (2011), diketahui bahwa kelompok dengan tingkat ekonomi rendah dan kelompok dengan pengeluaran rumah tangga per kapita yang tinggi memiliki tingkat kesadaran yang rendah dalam mengenali suatu penyakit. Ada beberapa cara yang dapat digunakan dalam menghitung tingkat ekonomi, salah satunya dengan menggunakan model tingkat konsumsi, model kesejahteraan keluarga, upah minimum kabupaten/ kota (UMK) dan sebagainya.3) Media massa

Media massa dapat memberikan informasi yang dapat memberikan pengaruh jangka pendek ,sehingga menghasilkan pengetahuan. Sebagai sarana komunikasi, berbagai bentuk media massa seperti televisi, radio, surat kabar, majalah, termasuk penyuluhan kesehatan mempunyai pengaruh terhadap pembentukan pengetahuan seseorang. Semakin banyak seseorang menerima informasi mengenai suatu penyakit maka pengetahuannya mengenai penyakit tersebut pun akan meningkat.2.2 Tindakan

2.2.1 Pengertian Tindakan

Tin