Referat Karsinoma Kolon

download Referat Karsinoma Kolon

of 21

  • date post

    12-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    1.810
  • download

    0

Embed Size (px)

description

Referat ini memuat tentang anatomi kolon, etiologi, gejala klinis serta gambaran radiologi dari Karsinoma Kolon

Transcript of Referat Karsinoma Kolon

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Transfusi darah merupakan salah satu bagian penting pelayanan kesehatan modern. Bila digunakan dengan benar, transfusi dapat menyelamatkan jiwa pasien dan meningkatkan derajat kesehatan. Indikasi tepat transfusi darah dan komponen darah adalah untuk mengatasi kondisi yang menyebabkan morbiditas dan mortalitas bermakna yang tidak dapat diatasi dengan cara lain.(1) WHO Global Database on Blood Safety melaporkan bahwa 20% populasi dunia berada di negara maju dan sebanyak 80% telah memakai darah donor yang aman, sedangkan 80% populasi dunia yang berada di negara berkembang hanya 20% memakai darah donor yang aman.(2) WHO telah mengembangkan strategi untuk transfusi darah yang aman dan meminimalkan risiko tranfusi. Strategi tersebut terdiri dari pelayanan transfusi darah yang terkoordinasi secara nasional, pengumpulan darah hanya dari donor sukarela dari populasi risiko rendah, pelaksanaan skrining terhadap semua darah donor dari penyebab infeksi, antara lain HIV, virus hepatitis, sifilis dan lainnya, serta pelayanan laboratorium yang baik di semua aspek, termasuk golongan darah, uji kompatibilitas, persiapan komponen, penyimpanan dan transportasi darah/komponen darah, mengurangi transfusi darah yang tidak perlu dengan penentuan indikasi transfusi darah dan komponen darah yang tepat, dan indikasi cara alternatif transfusi.(2) Faktor keamanan dan keefektifan transfusi bergantung pada 2 hal yaitu (1) tersedianya darah dan komponen darah yang aman, mudah didapat, harga terjangkau, dan jumlahnya cukup memenuhi kebutuhan nasional; (2) indikasi transfusi darah dan komponen darah yang tepat.(3)

Di Amerika Serikat dan Kanada, sekitar 4,5 juta orang membutuhkan transfusi darah setiap tahun. Kurang lebih satu dari tujuh orang yang dirawat di rumah sakit membutuhkan transfusi darah. Setiap dua detik dibutuhkan satu transfusi darah.(4) Di Indonesia, tidak diperoleh angka pasti berapa sebenarnya kebutuhan darah setiap tahunnya. Namun, menurut data Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (PMI), diperkirakan setiap tahun berhasil dikumpulkan 1,3 juta kantong darah. Sebanyak 80 persen sumbangan darah itu berasal dari donor sukarela dan sisanya dari donor pengganti. Jumlah pendonor di negeri tercinta ini kurang lebih 310 ribu orang. Idealnya, jumlah pendonor darah di negeri kita ini lebih dari satu juta orang. Diperkirakan rasio penyumbangan darah itu baru terjadi pada tingkat enam orang per 1.000 penduduk Indonesia.(4) B. Tujuan Penulisan Untuk mengetahui definisi, indikasi, ...tranfusi darah.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Definisi Transfusi Darah adalah pemindahan darah atau suatu komponen darah dari seseorang (donor) kepada orang lain (resipien).(5)

Literatur lain menyebutkan transfusi darah adalah ketika darah yang disumbangkan diberikan kepada Anda secara intravena, langsung ke dalam aliran darah Anda.(10)

B. Tujuan Transfusi Tujuan dari transfusi darah antara lain:(5,6) Memelihara dan mempertahankan kesehatan donor. Memelihara keadaan biologis darah atau komponen komponennya agar tetap bermanfaat. Memelihara dan mempertahankan volume darah yang normal pada peredaran darah (stabilitas peredaran darah). Mengganti kekurangan komponen seluler atau kimia darah. Meningkatkan oksigenasi jaringan. Memperbaiki fungsi Hemostatis. Memperbaiki kekebalan. Memperbaiki masalah pembekuan. C. Kehilangan Darah Kehilangan darah dapat dihitung menggunakan rumus berikut:(7) EBV = weight (kg) x average blood volume Dengan rata-rata nilai volume darah adalah sebagai berikut:(7) Average blood volumes** Age Premature Neonates Full Term Neonates Infants Adult Men Adult Women Blood volume 95 mL/kg 85 mL/kg 80 mL/kg 75 mL/kg 65 mL/kg

Adapun penggantian kehilangan darah tiap mililiternya dapat menggunakan cairan maupun darah dengan ketentuan berikut:(7) Bila kehilangan darah < 10% maka cukup digantikan dengan cairan kristaloid dengan angka perbandingan kehilangan darah dan kristaloid adalah 1 : 3. Sedangkan bila kehilangan darah mencapai 10% - 20% maka dapat digantikan dengan cairan koloid dengan angka perbandingan kehilangan darah dan koloid adalah 1 : 1. Adapun bila kehilangan darah > 20% maka harus digantikan dengan transfusi darah baik Whole Blood maupun Packed Red Blood Cell dengan angka perbandingan kehilangan darah dan darah sebesar 1 : 1. D. Komponen Darah Darah lengkap (whole blood) dapat dipisahkan komponen-komponennya dengan sentrifugasi. Kekuatan gravitasi yang tinggi pada sentrifugator akan menyebabkan darah terpisah menjadi plasma dan elemen seluler.(9) Langkah pertama adalah pengumpulan darah lengkap ke dalam kantong berisi antikoagulan yang memiliki dua kantong satelit, satu berisi larutan aditif dan lainnya kosong. Darah lengkap (500 ml) disentrifugasi dengan putaran rendah selama 3 menit menghasilakan PRC (250 ml) dan plasma kaya trombosit (250 ml) yang dipindahkan ke kantong kosong.. Plasma kaya trombosit disentrifugasi dengan putaran tinggi selama 5 menit menghasilkan konsentrat trombosit (50 ml), dan plasma (200 ml). Plasma dibekukan menjadi Fresh Frozen plasma (FFP). Bila Fresh Frozen Plasma dilelehkan pada suhu 40C akan menghasilkan kriopresipitat. FFP yang dikumpulkan dapat diolah lagi menjadi konsentrat faktor VIII, faktor IX, albumin, imunoglobulin, dan sejumlah produk lainnya.(9)

E. Indikasi Transfusi Komponen Darah 1. Whole Blood (Darah Lengkap)

Whole blood (darah lengkap) biasanya disediakan hanya untuk transfusi pada perdarahan masif yang kehilangan darah lebih dari 20%. Pada bayi transfusi sudah harus diberikan bila kehilangan 10 % EBV. Whole blood biasa diberikan untuk perdarahan akut, shock hipovolemik serta bedah mayor dengan perdarahan > 1500 ml. Whole blood akan meningkatkan kapasitas pengangkutan oksigen dan peningkatan volume darah. Transfusi satu unit whole blood akan meningkatkan hemoglobin 1 g/dl.(6,8) Darah lengkap ada 3 macam, yaitu: (11) Darah segar Yaitu darah yang baru diambil dari donor sampai 6 jam sesudah pengambilan. Keuntungan pemakaian darah segar ialah faktor

pembekuannya masih lengkap termasuk faktor labil (V dan VIII) dan fungsi eritrosit masih relatif baik. Kerugiannya sulit diperoleh dalam waktu yang tepat karena untuk pemeriksaan golongan, reaksi silang dan transportasi diperlukan waktu lebih dari 4 jam dan resiko penularan penyakit relatif banyak. Darah Baru Yaitu darah yang disimpan antara 6 jam sampai 6 hari sesudah diambil dari donor. Faktor pembekuan disini sudah hampir habis, dan juga dapat terjadi peningkatan kadar kalium, amonia, dan asam laktat. Darah Simpan Yaitu darah yang disimpan lebih dari 6 hari. Keuntungannya mudah tersedia setiap saat, bahaya penularan lues dan sitomegalovirus hilang. Sedang kerugiaannya ialah faktor pembekuan terutama faktor V dan VIII

sudah habis. Kemampuan transportasi oksigen oleh eritrosit menurun yang disebabkan karena afinitas Hb terhadap oksigen yang tinggi, sehingga oksigen sukar dilepas ke jaringan. Hal ini disebabkan oleh penurunan kadar 2,3 DPG. Kadar kalium, amonia, dan asam laktat tinggi. 2. Packed Red Blood Cell PRC berasal dari darah lengkap yang disedimentasikan selama penyimpanan, atau dengan sentrifugasi putaran tinggi. Sebagian besar (2/3) dari plasma dibuang sehingga kadar hematokrit PRBC lebih tinggi dibanding dengan whole blood akan tetapi kandungan hemoglobin tetap sama dengan whole blood. Satu unit PRC dari 500 ml darah lengkap volumenya 200-250 ml dengan kadar hematokrit 70-80%, volume plasma 15-25 ml, dan volume antikoagulan 10-15 ml. Saat hendak digunakan, PRBC perlu dihangatkan terlebih dahulu hingga sama dengan suhu tubuh (37C). bila tidak dihangatkan, akan menyulitkan terjadinya perpindahan oksigen dari darah ke organ tubuh. PRBC mempunyai daya pembawa oksigen dua kali lebih besar dari satu unit darah lengkap. Waktu penyimpanan sama dengan darah lengkap(8,12)

Secara umum pemakaian PRC ini dipakai pada pasien anemia yang tidak disertai penurunan volume darah atau pada pasien dengan perdarahan lambat, misalnya pasien dengan anemia hemolitik, anemia hipoplastik kronik, leukemia akut, leukemia kronik, penyakit keganasan, talasemia, gagal ginjal kronis, dan perdarahan-perdarahan kronis yang ada tanda oksigen need (rasa sesak, mata berkunang, palpitasi, pusing, dan gelisah). PRC diberikan sampai tanda oksigen need hilang. (12) Untuk menaikkan kadar Hb sebanyak 1 gr/dl diperlukan PRC 4 ml/kgBB atau 1 unit dapat menaikkan kadar hematokrit 3-5 %. (12)

Berdasarkan US Agency for Health Care Policy and Research dari berbagai hasil penelitian maka didapatkan rekomendasi indikasi transfusi PRBC adalah sebagai berikut : (1) Transfusi sel darah merah hampir selalu diindikasikan pada kadar Hemoglobin (Hb)