askep kanker kolon

download askep kanker kolon

of 47

  • date post

    26-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    480
  • download

    18

Embed Size (px)

description

kanker kolon rektum

Transcript of askep kanker kolon

BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangAmerican Cancer Society (2009) memperkirakan bahwa 148.810 orang akan dapat didiagnosis dengan kanker kolorektal dan 49.960 akan mati karena penyakit ini di Amerika Serikat pada tahun 2008. Pada tahun 2003, Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan bahwa sekitar 940.000 individu yang dapat didiagnosis dengan kanker kolorektal di seluruh dunia dan 429.000 meninggal pada tahun tersebut.Lebih dari 156.000 orang terdiagnosa setiap tahunnya, kira-kira setengah dari jumlah tersebut meninggal setiap tahunnya-meskipun sekitar tiga dari empat pasien dapat diselamatkan dengan diagnosis dini dan tindakan segera. Angka kelangsungan hidup dibawah 5 tahun adalah 40% sampai 50%, terutama karena terlambat dalam diagnosis dan adanya metastase. Kebanyakan orang asomtomatis dalam jangka waktu lama dan mencari bantuan kesehatan hanya bila mereka menemukan perubahan pada kebiasaan defekasi atau perdarahan rektal. (Brunner & Suddarth, 2002 : 1123)Penyebab nyata dari kanker kolon dan rektal tidak diketahui, tetapi faktor resiko telah teridentifikasi, termasuk riwayat kanker kolon atau polip dalam keluarga, dan riwayat penyakit usus inflamasi kronis. Adanya faktor- faktor gaya hidup dan populasi yang meningkat memungkinkan kanker kolorektal dimasa yang akan datang potensial meninggi dalam hal insidensi. Yang kedua adalah derajat keparahan. Seringkali kanker kolorektal tidak menunjukkan gejala, sehingga pasien baru datang setelah ada gejala yang biasanya sudah pada stadium akhir, yang menyebabkan penanganan kuratif sudah tidak dapat dilakukan lagi.

B. Rumusan MasalahRumusan masalah dari makalah ini adalah bagaimana konsep dasar penyakit serta asuhan keperawatan karsinoma kolonrektal?

C. Tujuan Penulisan1. Tujuan UmumTujuan umum dari penulisan makalah ini adalah menjelaskan dan memahami tentang konsep dasar penyakit serta asuhan keperawatan kanker kolonrektal.2. Tujuan KhususTujuan khusus dari penulisan makalah ini adalahA. Memahami konsep dasar penyakit kanker kolonrektala. Mengetahui anatomi fisiologi kolon dan rektumb. Memahami definisi karsinoma kolorektalc. Memahami etiologi atau penyebab karsinoma kolorektald. Memahami tanda dan gejala karsinoma kolorektale. Memahami patofisiologi karsinoma kolorektalf. Memahami pemeriksaan diagnostik untuk karsinoma kolorektalg. Memahami penatalaksanaan untuk karsinoma kolorektalB. Konsep dasar asuhan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan yang biasanya timbul, intervensi atau perencanaan keperawatan untuk karsinoma kolorektal

D. Manfaat PenelitianMakalah ini diharapkan dapat menambah khasanah dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan memberikan informasi tentang karsinoma kolorektal.

BAB IIPEMBAHASAN1. Konsep Dasar Penyakita. Anatomi Kolon dan Rektum

1. Kolon (usus besar)Usus besar atau kolon yang kira-kira satu setengah meter panjangnya dan lebarnya 5-6 cm adalah sumbangan dari usus halus dan mulai di katup ileokolik atau ileosekal, yaitu tempat sisa makanan lewat.Kolon terdiri atas keempat lapisan dinding yang sama seperti usus halus. Serabut longitudinal pada dinding berotot tersusun dalam tiga jalur yang memberi rupa berkerut-kerut dan berlubang-lubang. Dinding mukosa lebih halus dari yang ada pada usus halus, dan tidak memiliki vili. Di dalamnya terdapat kelenjar serupa kelenjar tubuler dalam usus dan dilapisi oleh epitilium silinder yang memuat sel cangkir.(Evelyn C. Pearce, 1995 : 196)Sekum terletak di daerah iliaka kanan dan menempel pada otot iliopsoas. Dari sini kolon naik melalui daerah sebelah kanan lumbal, panjangnya kurang lebih 13 cm, membujur keatas dari ileum ke bawah hati dan disebut kolon asendens. Di bawah hati melengkung ke kiri, lengkungan ini di sebut fleksura hepatika, dilanjutkan sebagai kolon transversum. Kolon transversum panjangnya 38 cm, membujur dari kolon asendens sampai ke kolon desendens, di bawah limpa kolon transversum membelok sebagai flexura sinistra atau flexura lienalis dan kemudian berjalan melalui daerah kanan lumbal sebagai kolon desendens yang panjangnya 25 cm. Di daerah kanan iliaka terdapat belokan yang disebut flexura sigmoid dan dibentuk kolon sigmoideus atau kolon pelvis, dan kemudian masuk pelvis besar dan menjadi rektum.Di bawah sekum terdapat apendiks vermiformis yang berbentuk seperti cacing sehingga disebut juga umbai cacing, panjangnya 6 cm. Selain iti, terdpat apendiks (usus buntu) yang muncul seperti corong dari ujung sekum, mempunyai pintu keluar yang sangat sempit tetapi masih memungkinkan dapat dilewati oleh beberapa isi usus.Berdasarkan fungsinya usus besar tidak ikut serta dalam pencernaan atau absorbsi makanan. Bila usus halus mencapai sekum maka semua zat makanan telah diabsorbsi dan isinya cair. Selama perjalanan di dalam kolon isinya menjadi makin padat karena air di absorbsi dan ketika rektum dicapai maka feses bersifat padat-lunak. Peristaltik di dalam kolon sangat lamban. Diperlukan waktu kira-kira 16-20 jam bagi isinya untuk mencpai flexura sigmoid. Fungsi kolon dapat diringkas sebagai berikut : Absorbsi air, garam dan glukosa, Sekresi musin oleh kelenjar di dalam lapisan dalam, Penyiapan selulosa yang berupa hidrat karbon di dalam tumbuh-tumbuhan, buah-buahan dan sayuran hijau dan penyiapan sisa protein yang belum dicernakan oleh kerja bakteri guna ekskresi, Defekasi (pembuangan usus besar).

2. RektumRektum ialah yang sepuluh sentimeter terbawah dari usus besar, dimulai pada kolon sigmoideus dan berakhir pada saluran anal yang kira-kira 3 cm panjangnya. Saluran ini berakhir ke dalam anus yang dijaga oleh otot internal dan external.(Evelyn C. Pearce, 1995 : 196)Struktur rektum serupa dengan kolon, tetapi dinding yang berotot lebih tebal dan membran mukosanya memuat lipatan-lipatan membujur yang disebut kolumna morgagni. Semua ini menyambung ke dalam saluran anus. Di dalam saluran anus, serabut otot sirkuler menebal untuk membentuk otot sfinkter anus interna. Sel-sel yang melapisi saluran anus berubah sifatnya, epitelium bergaris menggantikan sel-sel silinder. Sfinkter externa menjaga saluran anus dan orifisium supaya tertutup.

b. Definisi Kanker Kolon Rektum

Kanker adalah penyakit pertumbuhan sel yang bersifat ganas. Bisa mengenai organ apa saja di tubuh manusia. Kanker kolon adalah suatu keganasan yang terjadi di usus besar.Kanker rektum adalah keganasan yang terjadi pada bagian rektum. Jenis yang paling umum dari kanker rektum adalah adenokarsinoma, merupakan kanker yang timbul dari mukosa. Sel kanker juga dapat menyebar dari anus ke kelenjar getah bening dalam perjalanan mereka ke bagian lain dari tubuh.

Kanker usus besar di klasifikasikan menjadi 3 kelompok :1) Tipe menonjolSemua tumor yang massa utamanya menonjol ke dalam lumen usus termasuk tipe ini. Massa tumor besar, permukaan mudah mengalami perdarahan, infeksi, dan nekrosis. Umumnya terjadi di belahan kanan kolon. Sifat invasi rendah, prognosis agak baik.2) Tipe ulseratifSetiap tumor dengan permukaan memiliki tukak jelas yang agak dalam (kedalamannya biasanya mencapai atau melebihi tunika muskularis) termasuk tipe ini.tipe ulseratif paling sering di jumpai, menempati lebih dari separuh kanker besar. Karakteristiknya adalah pada massa terdapat tukak yang agak dalam, bentuk luar mirip kawah gunung berapi, tepinya menonjol, dasarnya tidak rata, nekrosis, derajat keganasan tinggi, metastasis limfogen lebih awal.3) Tipe infiltrativeTumor menginfiltrasi tiap lapisan dinding usus, sehingga dinding usus setempat menebal, tapi tampak dari luar seringkali tidak jelas terdapat tukak atau tonjolan. Tumor seringkali mengenai sekeliling saluran usus, disertai hyperplasia abnormal jaringan ikat, lingkaran usus jelas menyusut, dipermukaan serosa setempat sering tampak cincin konstriksi akibat traksi jaringan ikat. Oleh karena itu mudah terjadi ileus, timbul diare dan obstipasi silih berganti. Tipe ini sering ditemukan pada kolon sigmoid dan bagian atas rectum, derajat keganasan tinggi, metastasis lebih awal.

Stadium 1: melakukan penetrasi pada lapisan mukosaStadium 2: tumor menginvasi dinding kolon Stadium 3: selain menginvasi lapisan otot juga terdapat keterlibatan kelenjar getah bening regionalStadium 4: tumor sudah melakukan metastasis

c. EtiologiPenyebab pasti dari kanker kolonrektal masih belum diketahui, tetapi kondisi sindrom poliposis adenomatosa memiliki predisposisi lebih besar menjadi risiko kanker kolon. Sebagian besar kanker kolon muncul dari polip adenomatosa yang menutupi sebelah dalam usus besar. Seiring waktu, pertumbuhan abnormal ini makin memperbesar dan akhirnya berkembang menjadi adenokarsinoma. Dalam kondisi ini, banyak adenomatosa mengembangkan polip di kolon, yang pada akhirnya menyebabkan kanker usus besar.Faktor resiko yang mungkin adalah riwayat kanker pribadi, orang yang sudah pernah terkena kanker colorectal dapat terkena kanker colorectal untuk kedua kalinya. Selain itu, wanita dengan riwayat kanker di indung telur, uterus (endometrium) atau payudara mempunyai tingkat risiko yang lebih tinggi untuk terkena kanker colorectal.Riwayat kanker colorectal pada keluarga, jika mempunyai riwayat kanker colorectal pada keluarga, maka kemungkinan akan terkena penyakit ini lebih besar, riwayat penyakit usus inflamasi kronis serta diet kebiasaan makan makanan berlemak tinggi dan sumber protein hewani.Faktor predisposisi yang penting adalah faktor gaya hidup, orang yang merokok, minum minuman beralkohol atau menjalani pola makan yang tinggi lemak seperti lemak jenuh dan asam lemak omega-6 (asam linol) dan sedikit buah-buahan dan sayuran memiliki tingkat risiko yang lebih besar terkena kanker colorectal. Diet rendah serat juga menyebabkan pemekatan zat yang berpotensi karsinogenik ini dalam feses yang bervolume lebih kecil. Selain itu, massa transisi feses meningkat, akibatnya kontak zat yang berpotensi karsinogenik dengan mukosa usus bertambah lama.Selain itu, etiologi lain dari kanker kolonrektal yaitu : Kontak dengan zat-zat kim