Makalah kanker kolon print

download Makalah kanker kolon print

of 27

  • date post

    26-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    6.710
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Makalah kanker kolon print

  • 1. DOSEN MATA KULIAH : DARLIN S.Kep,Ns,MN MATA KULIAH: KMB IIMAKALAH KANKER USUS BESAR (KANKER KOLONOREKTUM)KELOMPOK III : JULIAS MUH. ASIRAM HENDRA MUH. ARIF NURDIANA LARAUSU WD. ZULQAIDAHKELAS GIII SI KEPERAWATANSEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MANDALA WALUYA 2010

2. BAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang Tumor usus halus jarang terjadi, sebaliknya tumor usus besar dan rectum relative umum. Pada kenyataannya kanker kolon dan rectum sekarang adalah tipe paling umum kedua dari kanker internal di Amerika Serikat. Ini adalah penyakit budaya barat. Dkiperkirakan bahwa 150.000 kasus baru kanker kolorektal didiagnosis di Negara ini setiap tahunnya. Kanker kolon menyerang individu dua kali lebih besar dibangdingkan kanker rectal. Insidennya meningkat sesuai dengan usia (kebanyakan pada pasien yang berusia lebih dari 55 tahun) dan makin tinggi pada individu dengan riwayat keluarga mengalami kanker kolon, penyakit usus inflamasi kronis atau polip. Lebih dari 156.000 orang terdiagnosa setiap tahunnya,kira-kira setengah dari jumlah tersebut meninggal setiap tahunnya, meskipun sekitar tiga dari empat pasien dapat diselamatkan dengan diagnosis dini dan tindakan segera. Angka kelangsungan hidup dibawah 5 tahun adalah 40%sampai 50%, terutama karena terlambat dalam diagnosis dan adanya metastase. Kebanyakan orang asimtomatis dalam jangka waktu lama dan mencari bantuan kesehatan hanya bila mereka menemukan perubahan pada kebiasaan defekasi atau perdarahan rectal. Penyebab nyata dari kanker kolon dan rectal tidak diketahui, tetapi factor resiko telah teridentifikasi, termasuk riwayat atau riwayat kanker kolon atau polip dalam keluarga;riwayuat penyakit usus inflamasi kronis;dan diet tinggi lemak, protein, dan daging serta rendah serat.B. Tujuan 3. 1. Tujuan Umum Untuk memenuhi kegiatan belajar mengajar dari mata kuliah Keperawatan Medikal Bedah. 2. Tujuan Khusus -Memperoleh gambaran umum mengenai Karsinoma kolorektal.-Dapat memahami tentang konsep asuhan keperawatan pasien dengan gangguan Karsinoma kolorektal.C. Kegunaan Penulisan 1. Kegunaan Ilmiah -Sebagai bahan bacaan bagi mahasiswa-Sebagai salah satu tugas akademik2. Kegunaan Praktis Bermanfaat bagi tenaga perawat dalam penerapan asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan Karsinoma kolorektal. 4. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Konsep Medis A. Pengertian Kanker kolorektal adalah tumbuhnya sel-sel ganas dalam tubuh di dalam permukaan usus besar atau rektum. Kebanyakan kanker usus besar berawal dari pertumbuhan sel yang tidak ganas biasa disebut adenoma yang dalam stadium awal membentuk polip (sel yang tumbuh sangat cepat). (www.republika.co.id).Kanker kolon / usus besar adalah tumbuhnya sel kanker yang ganas di dalam permukaan usus besar atau rectum (Boyle & Langman, 2000 : 805).Kanker kolon adalah pertumbuhan sel yang bersifat ganas yang tumbuh pada kolon dan menginvasi jaringan sekitarnya (Tambayong, 2000 : 143).Dari beberapa pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kanker kolon adalah suatu pertumbuhan tumor yang bersifat ganas dan merusak sel DNA dan jaringan sehat disekitar kolon (usus besar)A. EtiologiPenyebab dari pada kanker Colon tidak diketahui. Diet dan pengurangan waktu peredaran pada usus besar (Aliran depan feces) yang meliputi faktor kausatif. Petunjuk pencegahan yang tepat dianjurkan oleh Amerika Cancer Society, The National Cancer Institute dan organisasi kanker lainnya. Makanan-makanan yang pasti di curigai mengandung zat-zat kimia yang menyebabkan kanker pada usus besar. Makanan tersebut 5. juga mengurangi waktu peredaran pada perut, yang mempercepat usus besar menyebabkan terjadinya kanker. Makanan yang tinggi lemak terutama lemak hewan dari daging merah menyebabkan sekresi asam dan bakteri anaerob menyebabkan timbulnya kanker didalam usus besar. Daging yang di goreng dan di panggang juga dapat berisi zatzat kimia yang menyebabkan kanker. Diet dengan karbohidrat murni yang mengandung serat dalam jumlah yang banyak dapat mengurangi waktu peredaran dalam usus besar. Beberapa kelompok menyarankan diet yang mengadung sedikit lemak hewan dan tinggi sayuran dan buah-buahan ( e.g Mormons,seventh Day Adventists ).B. PatofisiologiPenyebab jelas kanker usus besar belum diketahui secara pasti, namun makanan merupakan faktor yang penting dalam kejadian kankertersebut. Yaitu berkorelasidengan faktor makanan yang mengandung kolesterol dan lemak hewan tinggi, kadar serat yang rendah, serta adanya interaksi antara bakteri didalam usus besar dengan asam empedu dan makanan, selain itu dapat juga dipengaruhi oleh minuman yang beralkohol, khususnya bir.Kanker kolon dan rektum terutama berjenis histopatologis (95%) adenokarsinoma (muncul dari lapisan epitel dalam usus = endotel). Munculnya tumor biasanya dimulai sebagai polip jinak, yang kemudian dapat menjadi ganas dan menyusup serta merusak jaringan normal dan meluas ke dalam struktur sekitarnya. Tumor dapat berupa masa polipoid besar, tumbuh ke dalam lumen dan dengan cepat meluas ke sekitar usus sebagai striktura annular (mirip cincin). Lesi annular lebih sering terjadi pada bagian 6. rektosigmoid, sedangkan lesi polipoid yang datar lebih sering terjadi pada sekum dan kolon asendens.Tumor dapat menyebar melalui :1. Infiltrasi langsung ke struktur yang berdekatan seperti kedalam kandung kemih (vesika urinaria). 2. Penyebaran lewat pembuluh limfe, limfogen ke kelenjar limfe perikolon dan mesokolon. 3. Melalui aliran darah, hematogen biasanya ke hati karena kolon mengalirkan darah balik ke sistem portal.C. Gejala KlinisMula-mula gejalanya tidak jelas, seperti berat badan menurun (sebagai gejala umum keganasan) dan kelelahan yang tidak jelas sebabnya. Setelah berlangsung beberapa waktu barulah muncul gejala-gejala lain yang berhubungan dengan keberadaan tumor dalam ukuran yang bermakna di usus besar. Makin dekat lokasi tumor dengan anus biasanya gejalanya makin banyak. Bila kita berbicara tentang gejala tumor usus besar gejala tersebut terbagi yaitu gejala local dan gejala umum .Gejala lokalnya seperti :1) Perubahan kebiasaan buang air. 2) Timbulnya rasa nyeri disertai mual dan muntah saat buang air besar, terjadi akibat sumbatan saluran pembuangan kotoran oleh massa tumor. 7. 3) Adanya distensi yang mungkin dirasakan oleh penderita. 4) Timbul gejala-gejala lainnya di sekitar likasi tumor, karena kanker dapat tumbuh mengenai organ dan jaringan sekitar tumor tersebut.Gejala-gejala ini terjadi belakangan, menunjukkan semakin besar tumor dan semakin luas penyebarannya.Gejala umumnya seperti :1) Berat badan turun tanpa sebab yang jelas (ini adalah gejala yang paling umum di semua jenis keganasan). 2) Hilangnya nafsu makan. 3) Anemia, pasien tampak pucat. 4) Sering merasa lelah. 5) Kadang-kadang mengalami sensasi seperti melayang.D. Stadium Kanker Kolon1. Stadium I bila keberadaan sel-sel kanker masih sebatas pada lapisan dinding usus besar (lapisan mukosa). 2. Stadium II terjadi saat sel-sel kanker sudah masuk ke jaringan otot di bawah lapisan mukosa. 3. Pda stadium III sel kanker sudah menyebar ke sebagian kelenjar limfe yang banyak terdapat disekitar usus. 4. Stadium IV terjadi saat sel-sel kanker sudah menyerang seluruh kelenjar limfe atau bahkan keorgan-organ lain. 8. E. Pemeriksaan Penunjang1. Endoskopi. 2. Radiologi. 3. Ultrasonografi (USG). 4. Histopatologi. 5. Laboratorium. 6. Scan. 7. Biopsi. 8. Jumlah darah lengkap dengan diferensiasi dan trombosis. 9. Sinar-XF. Penatalaksanaan (Medis. Keperawatan, Diet)Penatalaksanaan MedisAdapun penatalaksanaan medis dengan penderita kanker kolon bila sudah pasti ditemukan karsinoma kolorektal, maka kemungkinan pengobatannya adalah:1. Pembedahan reseksi.Satu-satunya pengobatan definitif adalah pembedahan reseksi dan biasanya diambil sebanyak mungkin dari kolon, batas minimal adalah 5 cm di sebelah distal dan proksimal dari tempat kanker. Untuk kanker di sekum dan kolon asendens biasanya dilakukan hemikolektomi kanan dan dibuat anastomosis ileo-transversal. Untuk kanker di kolon transversal dan di pleksura lienalis, dilakukan kolektomi subtotal dan dibuat 9. anastomosisileosigmoidektomi.Dikolondesendensdansigmoiddilakukanhemikolektomi kiri dan dibuat anastomosis kolorektal transversal. Untuk kanker di rektosigmoid dan rektum atas dilakukan rektosigmoidektomi dan dibuat anastomosis. Desenden kolorektal pada kanker direktum bawah dilakukan proktokolektomi dan dibuat anastomosis kolorektal.2. Kolostomi.Kolostomi merupakan tindakan pembuatan lubang (stoma) yang dibentuk dari pengeluaran sebagian bentuk kolon(usus besar) kedinding abdomen (perut). Stoma ini dapat bersifat sementara atau permanen. Tujuan pembuatan kolostomi adalah untuk tindakan dekompresi usus besar kasus sumbatan/obstruksi usus.Jenis-jenis kolostomi berdasarkan sifatnya :a. Sementara.Indikasi untuk kolostomo sementara :1. Hirschprung disease. 2. Luka tusuk atau luka tembak. 3. Atresia Ani letak tinggi.b. Permanen.Indikasi untuk kolostomi permanent yaitu penyakit tumor ganas pada kolon yang tidak memungkinkan tindakan operasi reseksi anastomosis usus. 10. 3. RadioterapiSeyelah dilakukan tindakan pembedahan perlu dipertimbangkan untuk melakukan radiasi dengan dosis adekuat. Memberikan radiasi isoniasi pada neoplasma. Karena pengaruh yang mematikan lebih besar pada sel-sel kanker yang sedang proliferasi dan berdiferensiasi buruk dibandingkan terhadap sel-sel normal yang berada didekatnya, maka jaringan normal mungkin mengalami cidera dalam derajat yang dapat ditoleransi dan dapat diperbaiki. Sedangkan sel-sel kanker dapat dimatikan , selanjutnya dilakukan kemoterapi.4. Kemoterapi.Kemoterapi yang di berikan ialah 5-flurourasil (5-FU). Belakangan ini sering dikombinasikan dengan leukovorin yang dapat meningkatkan efektifitas terapi. Bahkan ada yang memberikan 3 macam kombinasi yaitu 5-FU, levamisol dan leuvocorin.Penatalaksanaan keperawatan1. Dukungan adaptasi dan kemandirian. 2. Meningkatkan kenyamanan. 3. Mempertahankan fungsi fisiologis optimal. 4. Mencegah komplikasi. 5. Memberikan informasi