Ppt CA Kolon

download Ppt CA Kolon

of 61

  • date post

    09-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    224
  • download

    45

Embed Size (px)

description

ppt Ca kolon

Transcript of Ppt CA Kolon

Kanker kolon oleh : Raydista Bafri 1410029045

Kanker kolonoleh :Raydista Bafri

1410029045Tugas kepaniteraan RadiologiFakultas kedokteranUniversitas MulawarmanPembimbing Klinik :dr Dompak S Hutapea,Sp.RadPendahuluan Di Indonesia kanker kolorektal adalah keganasan yang sering terjadi baik pada pria dan wanita setelah kanker prostat dan kanker payudara. Insidensi kanker kolorektal pada pria sebanding dengan wanita dan lebih banyak terjadi pada usia produktif dan data dari Depkes didapati angka 1,8 per 100.000 penduduk dan sekitar75% dari kanker ditemukan pada kolon rektosigmoid.Tujuan :a.Mengetahui gambaran kanker kolon yang meliputi stadium dan jenisnyab.Mengetahui gambaran kanker kolon pada pemeriksaan radiologi

Anatomi

Lapisan dinding Kolon

Kanker kolon disebut juga kanker kolorektalMerupakan tumor ganas epitelial pada usus besar yang memanjang dari sekum sampai rektum.

Etiologi 1.Riwayat kanker pribadi2.Riwayat kanker kolorektal3.Riwayat penyakit usus inflamasi kronis4.Diet (kurang serat,lemak tinggi dan tinggi protein hewani)Faktor predisposisifaktor gaya hidup, orang yang merokok, atau menjalani pola makan yang tinggi lemak seperti lemak jenuh dan asam lemak omega-6 (asam linol) dan sedikit buah-buahan dan sayuran memiliki tingkat risiko yang lebih besar terkena kanker colorectal.Patofisiologi -Berasal dari polip jinak Ganas-Terjadi ketidakseimbangan pada 3 kelompok gen terlibat dari pertumbuhan sel1.Tumor supressor gen (Induksi apoptosis), 2.Protoonkogen (pengontrol pada pertumbuhan sel )3.Gen Gatekeeper (mendeteksi kesalahan genom dan meperbaikinya)Ketidakseimbangan-----penyimpangan siklus gen----pertumbuhan abnormal setiap sel

Secara histologis :1.Polip neoplastik (berpotensi menjadi maligna) 2.Polip nonplastik (tidak berpotensi menjadi maligna)Secara makroskopis terdapat tiga tipe karsinoma kolon dan rektum1.Tipe polipoid (seperti kembang kol)2.Tipe ulserativ (tukak)3.Tipe infiltratife (skirus) bentuk napkin ringGambar polip neoplastik

Jenis kanker 1.Adenokarsinoma (98%)Dari sel epitel kelenjar dinding kolon metastasis ke kelenjar getah bening 2.Karsinoid Tumor ( 97BT2N0M0IKanker mencapai muskularis80C1T3N0M0IIKanker cenderung masuk atau melewati lapisan serosa70 - 80C2TxN1M0IIIMetastasis35 - 65DTxNxM1IV< 521Diagnosa karsinoma kolorektal ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik yang meliputi pemeriksaan abdomen dan rectal, prosedur diagnostik paling penting untuk kanker kolon adalah skrening dan radiologi Metode skrening:1. Fecal Occult Bleeding Test(1 Tahun sekali)2. Fecal Immunochemical Test (FIT) Tes ini dilakukan untuk mendeteksi darah dalam tinja yang tidak dapat terlihat3. Flexible Sigmoidoscopy (FS) dapat dilakukan 5 tahun sekaliGambaran radiologi kanker kolorektal1.Penonjolan kedalam lumen(protuded lesion) : -polip bertangkai (pedunculated) -polip tidak bertangkai (sessil)

2. Kerancuan dinding kolon(colonic wall deformity) :Napkin ring (simetris) dan apple core (asimetris)

3. Kekakuan dinding kolon(rigidity colon wall) Bersifat segmental,terkadang mukosa masih baik,lumen kolon dapat atau tidak menyempit dan sukar dibedakan dengan kolitis ulseratif.Pemeriksaan RadiologisColon in Loop (Barium enema)-menilai adanya striktur,massa dan polip pada kolon-lebih sering digunakan dengan metode kontras ganda-mendeteksi polip yang berukuran >1 cmPersiapan Penderita:1.Mengubah pola makan (makanan konsistensi lunak agar tidak terjadi bongkahan feses yang keras)

2.Miunum air sebanyak-banyaknya

3.Pemberian pencahar (sebagai pelengkap saja jika persiapan 1 dan 2 tepat) Bisa digunakan magnesium sulfatTeknik pemeriksaan1.Tahap pengisian (larutan barium) sampai fleksura transversum2.Tahap pelapisan (1-2 menit untuk melapisi mukosa kolon)3.Tahap pengosongan setelah lapisan mukosa terlapisi semua,sisa larutan barium dikeluarkan dengan cara left decubitus dan menegakkan meja pemeriksaan4.Tahap pengembangan (pemompaan udara ke kolon)5.Tahap pemotretankeuntungan1.sensitivitasnya untuk mendiagnosis kanker kolorektal sebesar 65 95 %,2.Cukup aman,3.tingkat keberhasilan prosedur sangat tinggi,4.tidak memerlukan sedasi,5.telah tersedia di hampir seluruh rumah sakit.

kelemahan 1.lesi T1 (invasi tumor lapisan submukosa) sering tidak terdeteksi,2.rendahnya akurasi untuk mendiagnosis lesi di rekto-sigmoid dengan divertikulosis dan di sekum, 3.rendahnya akurasi untuk mendiagnosis lesi tipe datar,4.rendahnya sensitivitas (7095 %) di dalam mendiagnosis polip < 1 cm, 5.mendapat paparan radiasi.(5)

Barium enema normal

Bentuk polip dan apple core

Endoskopi (sigmoidoskopi rigid,sigmoidoskopi fleksible dan kolonoskopi)-Kolonoskopi adalah pemeriksaan endoskopi yang sangat efektif dan sensitif di dalam mendiagnosis karsinoma kolorektal-kolonoskopi juga dapat digunakan untuk biopsi, polipektomi, mengontrol perdarahan dan dilatasi dari striktur-Dapat menunjukkan polip dengan ukuran < 1 cm keuntungan sebagai berikut: 1.tingkat sensitivitas di dalam mendiagnosis adenokarsinoma adalah 95 %,2.kolonoskopi berfungsi sebagai alat diagnostik melalui biopsi dan terapi pada polipektomi,3.kolonoskopi dapat mengidentifikasi dan melakukan reseksi synchronous polyp,4.tidak ada paparan radiasi.

Kelemahan kolonoskopi adalah :1.pada 5 30 % pemeriksaan tidak dapat mencapai sekum2.sedasi intravena selalu diperlukan3.lokalisasi tumor dapat tidak akurat

Karsinoma kolon melalui kolonoskopi

Proses kolonoskopi

Pemeriksaan kolonoskopi dengan sigmoidoskopi

Computer Tomografi-CTscan dapat mendeteksi kedalaman dinding kolon yang diinvasi tumor dan hubungan neoplasma dengan struktur sekitarnya-CT scan berguna pada penentuan tingkat kanker pada pasien dengan Dukes stage D lesion, yang nantinya akan mengarah pada pembedahan dan manajemen pre-operati-Sensitifitas pada kelenjar getah bening cukup rendah sekitar 65%. -CT scan sulit mendeteksi kelainan kecil, juga gambarannya dapat terganggu artifak, seperti misalnya pada prosthesis panggulMetastase pada limpa dan hati

Karsinoma kolon

Mangnetic Resonancing Imaging-Mendeteksi metastasis ke kelenjar getah bening, akurasi sekitar 60%-MRI sangat bermanfaat ketika ada kecurigaan klinis yang tinggi akan adanya metastasis hati dibanding CT-scan-MRI dapat digunakan untuk melihat metastase keorgan lain seperti otak-Keakuratan dalam mendeteksi stadium nodul mencapai 81%-97%Metastase pada hasil MRI

Keuntungan penggunaan CT scan dan MRI1.Terlihat invasi ekstra-rektal dan invasi organ sekitar rektum, tetapi tidak dapat membedakan lapisan-lapisan dinding usus2.akurasi tidak setinggi ultrasonografi endoluminal untuk mendiagnosis metastasis ke kelenjar getah bening,

3. mendeteksi metastasis ke kelenjar getah bening retroperitoneal dan metastasis ke hepar

4.berguna untuk menentukan suatu tumor stadium lanjut5. mengevaluasi keadaan ureter dan buli-buli.

6.akurasi pembagian stadium dengan menggunakan CT-scan adalah 80% dibanding MRI 59%. Untuk menilai metastase kelenjar getah bening akurasi CT-scan adalah 65%, sedang MRI 39%. Spesifisitas pemeriksaan CT-scan pelvis 90%, sedang sensitivitasnya adalah 40%, dibanding MRI 13%.

Sedangkan kelemahannya adalah :1.tidak dapat mendiagnosis polip < 10 mm,2.memerlukan radiasi yang lebih tinggi,3.tidak dapat menetapkan adanya metastasis pada kelenjar getah bening apabila kelenjar getah bening tidak mengalami pembesaran,4.jumlah spesialis radiologi yang berkompeten masih terbatas,5.tidak dapat dilakukan biopsi atau polipektomi.

Ultrasonografi transrectal (TRUS)-Gambaran USG sangat susah untuk melihat suatu kanker kolorektal-Namun akhir akhir ini dapat dilakukan pemeriksaan USG transrectal dimana populer dalam staging keganasan melalui lapisan dinding kolon-membutuhkan tenaga terampil untuk mengenali adanya kanker kolorektal ini-Neoplasma kolorektal sering muncul sebagai hipoechoic(hitam) -Gambar dari TRUS muncul sebagai cincin-Lapisan terdalam di cincin muncul sebagai lapisan hyperechoic (putih). -Lapisan kedua terlihat muncul relatif hypoechoic(hitam) dan mewakili mukosa muskularis. -Lapisan ketiga hyperechoic dan mewakili submucosa. - lapisan keempat yang terlihat adalah hypoechoic dan mewakili muskularis propria. -Lapisan kelima adalah hiperechoic dan merupakan permukaan antara lemak kolon dan lapisan serosa kolonKeuntungan dari USG transrectal 1. Tingkat infiltrasi peri-rektal tumor primer: akurasi 81 96 %,2.menetapkan metastasis kelenjar getah bening peri-rektal: akurasi 60 83 %,3.dilakukan oleh spesialis bedah kolorektal (operator dependent),4.digunakan terutama pada T1 yang akan dilakukan eksisi trans-anal,5.digunakan pada T3-4 yang dipertimbangkan untuk terapi neo-adjuvan,6.digunakan apabila direncanakan reseksi trans-anal atau kemo-radioterapi

Lobus kanan hati menunjukkan hyperechoic metastasis

Penebalan dinding kolon tampak hypoechoic

metastase1.Penyebaran langsungKarsinoma tumbuh secara melingkari usus sebelum terdiagnosa, 2. Metastasis hematogenTumor terbawa melalui sistem vena porta yang menyebabkan metastasi ke hepar.3. Metastasis kelenjar getah bening regionalpenyebaran yang paling umum dan bermetastase proksimal melalui kelenjar getah bening mesorectalm iliac dan mesenterika inferior4. Metastasis transperitonealTerjadi sewaktu tumor berektensi melalui lapisan serosa dan memasuki kavitas peritoenal, memproduksi lokal implant carcinomatosis.5. Metastasis intraluminalSel ganas dari lapisan tumor dapat tersapu sepanjang usus melalui isi fesesTatalaksana Terapi kuratif (bedah)Bedah kuratif dilakukan bila tidak ditemukan gejala penyebaran baik lokal maupun jauh (metastasis).

Bedah kuratif berdasarkan posisi tumor1.tumor sekum atau kolon asendens ---hemikolektomi diperdarahi oleh arteri ileokolika,arteri kolika kanan,dan arteri kolika media termasuk