A-7 Pleno Pakar Pemicu 4 Blok Muskuloskeletal System

download A-7 Pleno Pakar Pemicu 4 Blok Muskuloskeletal System

of 51

  • date post

    29-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    227
  • download

    1

Embed Size (px)

description

mmmmmmmmmm

Transcript of A-7 Pleno Pakar Pemicu 4 Blok Muskuloskeletal System

  • Tutorial A-7Pemicu 2Blok Muskuloskeletal System

  • PemicuLembaran 1Seorang wanita, Ny. R, umur 65 tahun, datang berobat ke sebuah rumah sakit di Medan dengan keluhan nyeri pada lutut kanannya serta sulit digerakkan sejak 1 bulan yg lalu. Keluhan ini semakin memberat dalam waktu 1 minggu terakhir ini dan disertai dengan bengkak terutama setelah melakukan aktivitas fisik yang berlebihan

  • Lembaran 2Berdasarkan pemeriksaan fisik diperoleh: berat badan 80 kg, TB 150 cm, TD 140/80 mmHg. Pemeriksaan lutut kiri dijumpai adanya krepitasi, lutut kanan dijumpai bengkak, pitting edema dan kemerahan.

  • Lembaran 3Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium:Darah dan urin lengkap dalam batas normal, asam urat 4,5 mg%,m alkali phophatase dan serum kalsium masih dalam batas normal. Permeriksaan Rheumatoid Factor (RF) negatif.Dari hasil pemeriksaan foto rontgent pada articulatio genu dekstra: dijumpai penyempitan pada celah sendi, adanya osteofit (Kellgren-Lawrence II-III)

  • SENDI LUTUT

  • Anatomi

  • Histologi

  • Tekanan (+)

    air keluarMatrix cartilage cairan sinovia

    daya kenyal cartilage

    daya tolak elektrostatik- nutrisi- pertukarancabang2 GAG terpisah O2 dan CO2

    terdapat ruang utk airTekanan (-)air masuk ke celah2 tsb

  • PATOGENESIS INFLAMASIRubor peningkatan aliran darah ke daerah yang meradangNyeri peregangan saraf ec edema dan rangsangan ujung-ujung saraf oleh mediator inflamasiTumor peningkatan permeabilitas kapiler sehingga protein plasma dan eksudat masuk ke ruang interstisium

  • FAKTOR RESIKO NYERI LUTUTUMUR Umur mempengaruhi resiko nyeri lutut, umur diatas 60 thn lebih sering mengalami nyeri lutut daripada umur dibawah 40 thnJENIS KELAMIN Nyeri lutut dapat terjadi pada wanita dan pria, namun lebih beresiko pada wanita GENETIK Faktor herediter juga berperan, di mana ibu dng anak wanitanya. Anak wanitanya memeliki resiko lebih besar

  • BERAT BADAN berat badan yang berlebih sulit untuk menopang beban tubuh yang berkaitan dengan sendi lututTRAUMA adanya cedera pada sendi beresiko menimbulkan nyeri lututKELAINAN PERTUMBUHAN pada penyakit Perthes dan dislokasi congenital paha, beresiko nyeri lutut tetapi lebih berkaitan dengan timbulnya OA pada usia muda

  • FAKTOR PREDISPOSISI NYERI LUTUT

    Masih belum jelasAktifitas yang berlebihanCedera spt. Robeknya meniscus, ketidakstabilan ligamenFaktor lain, spt hipertensi, merokok, kulit putih, psikologis yang tidak baik

  • DD NYERI LUTUTTrauma and overuse:Periarticular problems:Anterior knee pain or medial knee painInternal derangements - meniscal tears or cruciate ligament tearsOsteoarthritisInflammatory arthritis:Acute monarthritis:Gout, pseudogout, Reiter's disease or septic arthritis

  • Pauciarticular (< 4 joints):Seronegative spondyloarthropathy or atypical rheumatoid arthritisPolyarticular:Rheumatoid arthritisPopliteal (Baker's) cyst/ruptured cystOsteochondritis dissecansHypermobility syndromeReferred from hip joint

  • OSTEOARTHRITIS

  • DefinisiKelainan sendi non inflamasi yang mengenai sendi yang dapat di gerakkan terutama sendi penumpu berat badan dengan gambaran berupa memburuknya rawan sendi sbg hasil akhir dari perubahan biokimiawi, metabolisme, fisiologis & patologis secara serentak pada jaringan rawan hialin, jaringan subkondrial dan jaringan yang membentuk persendian.

  • Etiologi1. OsteoArthitis Primer : tidak di ketahui penyebabnya.

    2. OsteoArthritis Sekunder: kelainan kogenital, penyakit metabolik, inflamasi, trauma, penyakit endokrin, degenerasi

  • Faktor ResikoUmur: kebanyakan terjadi pada usia 50 thn keatas.Jenis Kelamin: lebih sering pada wanita dari pada laki2KegemukanTraumaGenetikPenyakit EndokrinDeposit pd Rawan Sendi

  • Patogenesis

  • PatofisiologiSetelah OA, pasien akan mengalami :Kekakuan tulang subkondral, infark, dan kista subkondralUpaya perbaikan tulang dapat menyebabkan sclerosis subkondral dan osteofit di margin sendiSinovium meradang dan menebalPeriarticular tendon dan ligament menjadi stressKurang pergerakan menyebabkan otot menjdi hipotropi dan menipisStenosis tulang belakang

  • Gejala dan tanda-tanda: (tanda2 termasuk yg diatas)Nyeri, kaku < 30 menit, krepitus, Heberdens nodesMyelopathy atau radiculopathy pada spinal servikal dan lumbal OAHip OAErosi sinovitis dan kista di tangan

  • Differential Diagnosis

  • Artritis ReumatoidSuatu penyakit inflamasi kronis yang menyebabkan degenerasi jaringan penyambungAgen pemicu (bakteri, mikoplasma, virus) menginfeksi sendi IgG yang sebenarnya berhasil menghancurkan mikroorganisme. Individu dengan RA membentuk antibodi lain (IgG atau IgM) terhadap antibodi awal faktor reumatoid menetap di kapsul sendi inflamasi kronis dan kerusakan jaringan

  • Artritis ReumatoidGambaran Klinis:Gajala umum inflamasiNyeri tekan dan kekakuan sendiLebih parah pada pagi hariBilateralEpisode inflamasi diselingi periode remisiNodulus reumatoid ekstrasinovial pada 20% RA

  • Artritis ReumatoidDiagnostik:Peningkatan RF serum pada 80% kasusPerubahan radiograf mencakup dekalsifikasi tulang sendiAspirasi cairan sinovial dapat memperlihatkan adanya sel darah putih dalam kultur yang steril

  • Artritis ReumatoidPenatalaksanaan:Istirahatkan sendiIstirahat setiap hariKompres panas-dingin bergantianAspirin, NSAID lainnya, atau steroid sistemikObat anti-TNF: untuk menghambat inflamasi yang diperantarai sitokinPembedahan: untuk mengangkat membran sinovial atau memperbaiki deformitas

  • -Reaksi inflamasi terhadap pembentukan kristal monosodium urat.- Sering pada pria dewasa dan wanita menopause.-Bersifat intermiten, biasanya monoartikuler pada ibu jari kaki, pergelangan kaki dan lutut-Remisi komplit, kambuh kembali denganfrekuensi yang makin sering -Dapat berkembang menjadi oligo ataupoliartikuler-Cenderung untuk menyalahgunakan NSAID dan steroid-Dapat dicetuskan oleh stres, seperti operasi, transfusi darahArtritis Gout

  • Perjalanan artritis gout ada 3 tahap yaitu:gout akut intermiten, hiperurikemia asimptomatik, dan gout kronik tofaseous Artritis gout akutnyeri yang sangat hebat, monoartikuler Muncul pada dinihari dan mencapai puncaknya dalam waktu beberapa jam Sendi yg sering : MTP1 (podagra)Kulit berwarna kemerahan dan panas, tubuh subfebril, leukositosis, LED dan CRP meningkatAnalisa cairan sendi gunakan mikroskop polarisasi dapat bedakan gout dengan infeksi / pseudogout.

  • Hiperurekemia asimptomatik- tidak ada radang akut, tetapi ditemukan kristal urat-rekuren 1/lebih pertahun-penanganan yang tidak baik AG kronik

    AG kronik-karena self medication-terdapat tofi, banyak, poliartikular, sering pecah, sulit sembuh dan infeksi sekunder-lokasi yg paling sering : cuping telinga, MTP1, olekranon, tendon aciles dan jari tangan- +/- gang. ginjal

  • podagra

  • Langkah-langkah Pendekatan Diagnosis

  • Ditemukannya 6 dari 12 fenomena klinik, laboratorik dan radiologik sbb :Lebih dari satu kali serangan artritis akutInflamasi maksimal terjadi dalam waktu 1 hariSerangan artritis monoartikulerSendi kemerahanNyeri atau bengkak pada sendi MTP 1Serangan unilateral yang melibatkan sendi MTP 1Serangan unilateral yang melibatkan sendi tarsalSuspek tofusHiperurikemiaPembengkakan tidak simetris diantara sendi (radiologik)Kista subkortikal tanpa erosi (radiologik)Kultur dari cairan sendi untuk mikroorganisme pada waktu serangan inflamasi sendi memberikan hasil negatif

  • PENGOBATAN GOUTAtasi serangan akut: kompres dingin, NSAID, kolkisin, (artrosentesis)Mengubah gaya hidupObati penyakit penyertaHindari faktor-faktor pencetus, misalnya obat-obatanPertahankan normourikemiaProflaksis untuk mencegah serangan akut

  • Prevent Complications

    1. Colchisine : 0,6 mg/h, max.7 mg/d (oral)2 mg in Saline 20cc, max.4 mg(i.v) NSAID 2. URICOSURIC : Probenecide 1-2 gr/hr, Sulfinpyrazon 200-400 mg/hr

    3. URICOSTATIC : Allupurinol (Zyloric) 300- 400 mg single dose (mulai 100 mg naikkan dosis bertahap)

  • PEMERIKSAAN PENUNJANGPada Pemeriksaan Laboratorium Darah tepi, Laju endap darah imunologi dan cairan sendi umumnya tidak ada kelainan, kecuali osteoarthritis yang disertai paeradangan.Pada Pemerikasaan RadiologiDidapatkan penyempitan rongga sendi disertai sclerosis tepi persendian. Mungkin terjadi deformitas, osteoarthritis atau pembentukan kista juksta artikular.

  • X rayXray untuk mengetahui sejauh mana sendi mengalami kerusakan. X ray dapat memperlihatkan rusaknya tulang, penyempitan rongga sendi, pembentukan osteofit (tonjolan-tonjolan kecil pada tulang), perubahan bentuk sendi, dan destruksi tulang.Pemeriksaan Artroskopi Dapat memperlihatkan destruksi tulang rawan sebelum tampak di foto polos.MRI (Magnetic Resonance Imaging)Magnetic resonance imaging dapat memberikan gambar-gambar seperti jaringan dalam tubuh dengan resolusi yang tinggi. MRI jika diduga ada penyakit dalam jaringan tubuh.

  • Penatalaksanaan

  • Farmakologis Untuk mengurangi rasa nyeri, paracetamol 4 gram per hariBila dengan paracetamol tidak berhasil,pada pasien tanpa resiko kardiovaskular dan tidak sedang mendapat terapi aspirin berikan OAINS biasa-Pada pasien tanpa kardiovaskular dan tidak sedang mendapat terapi aspirin, tetapi mempunyai resiko saluran cerna berikan OAINS plus inhibitor pompa proton

  • Terapi topikal dengan NSAIDChondroproctective Agent : Asam hialuronat, Glikosaminoglikan, kondroitin sulfat, Vit C, dan Superoxida dismutase

  • Non-farmakologisOlahraga: berenang, joggingKontrol berat badanMenjaga sendi: hindari stress berlebihan pada sendiPanas / dingin: untuk mengurangi rasa sakitPembeda