Pemicu 2 Kel 11 Pleno

download Pemicu 2 Kel 11 Pleno

of 113

  • date post

    16-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    18
  • download

    0

Embed Size (px)

description

pleno

Transcript of Pemicu 2 Kel 11 Pleno

  • Kelompok 11Kamis, 15 April 2010Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

    Pemicu 2

  • Daftar Nama KelompokTutor: dr. Julius Ch. Yapri, M. Kes

  • SkenarioNy. Aminah, 25 tahun, G1P0A0, datang ke rumah sakit pada tangal 7 April 2010 dengan keluhan mules-mules sejak 3 jam yang lalu. Mules-mules dirasakan tiap 15 menit dan keluar lendir bercampur darah dari kemaluan.Pemeriksaan fisik : tensi 125/85 mmHg, nadi 96 x/menit, pernafasan 18 x/menit, suhu aksilla 370C.Pemeriksaan obstetri:Luar:Kontraksi reguler setiap 15 menit dengan intensitas 10-20 detik.Leopold I: tinggi fundus uteri 38 cm, teraba lunak. Leopold II: letak punggung kiri, Leopold III: presentasi kepala, Leopold IV: 3/5, DJJ 148x/menit. Vulva uretra normal.Pemeriksaan dalam:Cervix pembukaan 3 cm, 40% pendataran, ketuban -, penurunan hodge 1, presentasi belakang kepala, ubun2 kecil kiri.Apa yang dapat dipelajari dari kasus diatas?

  • Learning ObjectiveMenjelaskan faal dan mekanisme persalinan normalMenjelaskan penyulit persalinanMenjelaskan pemeriksaan untuk persalinanMenjelaskan persalinan patologisMenjelaskan perdarahan post partumMenjelaskan penanganan pasca persalinan

  • persalinan

  • Kekuatan yang Mendorong Janin KeluarHISKontraksi otot otot perutKontraksi diafragmaAksi dari ligamen

  • HIS (kontraksi uterus)Kontraksi otot rahim menguncup tebal dan lebih pendekKavum uteri lebih kecil mendorong janin dan kantung amnion ke arah segmen bawah rahim & serviksPace maker pusat koordinasi HIS pada uterus di sudut tuba dimana gelombang his berasal

  • Sifat HISInvoluntirIntermitenTerasa sakitTerkoordinasi dan simetrisKadang dapat dipengaruhi dari luar (fisik, kimia, psikis)

  • Catatan status HISFrequensi (his/menit atau his/10menit)Amplitudo/ intensitas (kekuatan HIS mmHg)Aktivitas HIS (frequensi x amplitudo)Durasi HIS (lamanya setiap HIS detik)Datangnya HIS (sering, teratur)Interval (masa relaksasi)

  • Perubahan akibat HISPada uterus dan serviks :uterus teraba keras/ padat, tekanan hidrostatis air ketuban dan tekanan intrauterin naik, serviks effacement dan dilatasiPada ibu: nyeri, kenaikan nadi, kenaikan tekanan darahPada janin: hipoksia janin (kalo lama gawat janin),iskemia fisiologis

  • Pembagian HISHIS pendahuluan:His tdk kuat & tdk teratur. Menyebabkan showHIS pembukaan (KALA I):His pembukaan serviks pembukaan lengkap (10cm)Mulai kuat, teratur, dan sakitHIS pengeluaran (KALA II):Sangat kuat, teratur, simetrris, terkoordinasi, dan lamaUntuk mengeluarkan janin. Berkoordinasi dengan kontraksi otot perut, diafragma, dan ligamenHIS pelepasan (KALA III):Kontraksi sedang untuk melepaskan & mengeluarkan plasentaHIS pengiring ( KALA IV):Kontraksi lemah, sedikit nyeri (merian), pengecilan rahim dlm beberapa hari/jam

  • persalinanNormal (partus spontan) proses lahirnya bayi pada LBK dengan tenaga ibu sendiri tanpa bantuan alat alat serta tidak melukai ibu ataupun bayi, umumnya berlangsung kurang dari 24 jamAbnormal persalinan pervaginam dengan bantuan alat atau melalui dinding perut dengan operasi caesarea

  • Persalinan (Partus)Proses pengeluaran produk konsepsi yang viable melalui jalan lahir biasa4 kala pada persalinan:Kala I pembukaan serviks sampai pembukaan lengkap (10cm)Kala II pengeluaran janinKala III waktu untuk pelepasan dan pengeluaran uriKala IV mulai dari pengeluaran uri selama 1-2jam

  • KALA I (KALA PEMBUKAAN)Ditandai dengan keluarnya lendir bercampur darah (blood show)Dibagi 2 fase:Fase laten: sampai 3cm, berlangsung 7-8 jamFase aktif: 6jam, dibagi 3 subfase:Periode akselerasi: 2 jam pembukaan 4cmPeriode dilatasi maksimal: 2jam pembukaan 9cmPeriode deselerasi: 2jam pembukaan 10cm (lengkap)

  • KALA II (KALA PENGELUARAN JANIN)His terkoordinir, kuat, cepat, dan lebih lama.Kepala janin telah turun masuk ke ruang panggul tekanan pada otot dasar panggul his kepala janin terlihat, vulva membuka, & perinium merenggang lahir kepala & seluruh janinPada primi: 1,5 2 jamPada multi : 0,5 1 jam

  • KALA III (KALA PENGELUARAN URI)Biasanya berlangsung 5 30 menit setelah bayi lahirSetelah bayi lahir kontraksi rahim beristirahat teraba uterus keras dengan fundus uteri setinggi pusat (berisi plasenta yang menjadi tebal 2x) his pelepasan plasenta terlepas & terdorong ke vagina lahir

  • KALA IVKala pengawasan selama 1 jam setelah bayi dan uri lahir untuk mengamati keadaan ibu terutama terhadap perdarahan postpartum

  • TAHAPPERISTIWAA. Kepala terfiksir pada AP (engagement)1. SinklitismusB. Turun (decent)2.1. Asinklistismus posterior (litzman)c. Fleksi2.2 Asiniditismus anterior (naegele)d. Fleksi maksila3. Sinklitismuse. Rotasi internal4. Putar pakai dalam di dasar panggul. Terjadi:Moulage kepala janinEksternalHipomochillon: uuk dibawah simfisisf. Eksternalg. Ekspulsi kepala janin5. Berturut turut lahirlah:UubDahiMukaDaguh. Rotasi eksterna6. Putar paksi luar (restitusi)i. Ekspulsi total7. Cara melahirkan:Bahu depanBahu belakangSeluruh badan dan ekstremitas

  • Mekanisme Persalinan Normal KALA II Saat pembukaan lengkap seiring dengan adanya his ibu ingin meneran, perineum menonjol, vulva dan anus membuka. Maka ibu dipimpin mengejan sambil mendukung/memuji usaha ibu. Apabila tidak ada his ibu dianjurkan istirahat. Apabila ketuban belum pecah maka lakukan amniotomi pada saat tidak ada his. Pada saat kepala janin kelihatan di vulva dengan diameter 5-6 cm, handuk bersih dipasang diatas perut ibu untuk mengeringkan janin. Melekkan kain bersih dilipat 1/3 bagian di bawah bokong ibu. Saat subocciput tampak di bawah symphisis, tangan kanan menahan perineum untuk menjaga supaya tidak terjadi rupture dan tangan kiri menahan puncak kepala supaya tidak terjadi defleksi terlalu cepat. Setelah kepala lahir kita tunggu sampai kepala janin melakukan putar paksi luar secara spontan. Setelah kepala janin menghadap salah satu paha ibu, tangan kanan berada diatas dan tangan kiri berada dibawah kepala janin, kepala kita pegang secara biparietal kemudian dielevasi kebawah sampai bahu depan lahir kemudian elevasi keatas sampai bahu belakang lahir. Setelah itu tangan kanan pindah menyangga kepala, leher dan bahu sedangkan tangan kiri menelusuri punggung, bokonng sampai menjepit kedua tungkai janin, maka lahirlah seluruh tubuh janin. Setelah itu kita nilai secara sepintas gerak, tangis dan warna kulit. Kemudian kita klem tali pusat dengan jarak 3 cm dari umbilicus, kemudian kita urut kearah maternal lalu kita klem dengan jarak 2cm dari klem I. kemudian tali pusat kita potong dengan tangan kiri melindingi tubuh bayi dari gunting. Setelah itu kita ikat tali pusat dengan jarak 1 cm dari umbilical.

  • Penyulit persalinan

  • Ketuban Pecah Dini

  • Penilaian KlinikTentukan pecahnya selaput ketuban tes lakmus (Nitrazin Test) merah menjadi biruMenentukan jumlah cairan ketubanUsia kehamilanKelainan janinTentukan usia kehamilanTentukan ada tidaknya infeksiSuhu ibu 38CAir ketuban keruh dan berbauTentukan tanda2 in partuAdanya kontraksi yang teraturPemeriksaan dalam

  • PenangananKonservatifRawat di Rumah SakitBerikan antibiotika (ampisilin 4 x 500 mg atau eritromisin) dan metronidazol 2 x 500 mg selama 7 hariJika kehamilan < 32 34 minggu, dirawat selama air ketuban masih keluar, atau sampai air ketuban tidak keluar lagiJika kehamilan 32 37 minggu,belum in partu, tidak ada infeksi, tes busa negatif Beri deksametason, Observasi tanda2 infeksi, dan Kesejahteraan janin. Terminasi pd kehamilan 37 mingguJika kehamilan 32 37 minggu, sudah in partu, tidak ada infeksi berikan tokolitik (salbutamol), deksametason, dan induksi setelah 24 jamJika kehamilan 32 37 minggu, ada infeksi beri antibiotik dan lakukan induksiNilai tanda tanda infeksi (suhu, leukosit, tanda2 infeksi intaruterin)

  • PenangananAktifKehamilan > 37 minggu, induksi dengan oksitosin, bila gagal seksio sesarea.Bila ada tanda2 infeksi berikan antibiotik dosis tinggiBila skor pelvik < 5, lakukan pematangan serviks, kemudian induksi. Jika gagal seksio sesareaBila skor pelvik > 5, induksi persalinan, partus pervaginam

  • Penatalaksanaan ketuban Pecah Dini

    KETUBAN PECAH DINI< 37 MINGGU> 37 MINGGUInfeksiTidak Ada InfeksiInfeksiTidak Ada InfeksiBerikan penisilin, gentaminisin dan metronidazol

    Lahirkan bayiAmoksisilin + eritromisin untuk 7 hari

    Steroid untuk pematangan paruBerikan penisilin, gentaminisin dan metronidazol

    Lahirkan bayiLahirkan bayi

    Berikan pemisilin dan ampisilinANTIBIOTIKA SETELAH PERSALINANProfilaksisInfeksiTidak Ada InfeksiStop antibiotikLanjutkan untuk 24 48 jam setelah bebas panasTidak perlu antibiotik

  • Prolapsus FunikuliProlapsus Funikuli adalah keluarnya Tali Pusat sebelum bayi dilahirkan

    Hal ini terjadi apabila selaput ketuban pecah disertai dengan keluarnya tali pusat mengikuti aliran cairan ketuban sementara bayi masih berada di dalam kandungan

    Keselamatan bayi sangat terancam akibat terjadinya hambatan pasokan oksigen ke janin, hipoksia, kerusakan susunan syaraf pusat atau lahir mati

    Morbiditas atau mortalitas bayi hanya dapat dicegah apabila pasokan oksigen dapat diperbaiki dan bayi segera dilahirkan

  • Faktor PredisposisiKetuban Pecah Dini/Sebelum Waktu PolihidramnionMalpresentasi dan Kelainan Letak (kepala-0,24%, bokong (3,5%), dan letak lintang-9,6%)Tali Pusat TerkemukaKehamilan Prematur Hambatan terhadap penurunan bagian terbawah janin

  • Prolapsus Funikuli pada Presentasi Kepala dan BokongTali Pusat terjulur keluar melewati bagian terbawah janin sebelum bayi dilahirkan

  • Penekanan Tali Pusat oleh Kepala Janin

  • Jenis Prolapsus FunikuliProlapsus NyataKeluarnya tali pusat melalui kanalis servikalis melewati bagian terbawah janin dan