PLENO PEMICU 3

download PLENO PEMICU 3

of 25

  • date post

    16-Mar-2016
  • Category

    Documents

  • view

    223
  • download

    0

Embed Size (px)

description

pleno

Transcript of PLENO PEMICU 3

KELOMPOK 4 BIOLOGI MOLEKULER

KELOMPOK 4BIOLOGI MOLEKULERPEMICU 3FASILITATOR : dr. Eko Rahmi NurhidayatiKetua : Juwita Intan Purnama sariSekretaris 1 : Kasandra HarahapSekretaris 2 : Dinda AuriaAnggota : Bhayu Baruna BastariSaarah AgustinSelly MarlinaFitrahTendri Ayu Putri KaharJunia ArianiNovindra Seno AjiBesta Arum Bella

KLB KoleraPeneliti dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia melaporkan bahwa telah terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) infeksi Vibrio Cholerae di Bogor. Bakteri patogen ini memilki faktor-faktor virulensi yang mampu menyebabkan diare yang dapat berujung pada kematian bila tidak ditangani secara baik. Pemeriksaaan kepekaan terhadap antibiotik memeprlihatakan bahwa bakteri tersebut sensitif terhadap antibiotik golongan makrolid, tetrasiklin dan ko-trimoksasol, namun beberapa strain telah resisten terhadap antibiotik kolistin.TerminologiVibrio Cholerae : penyebab penyakit kolera yang dibagi menjadi beberapa serogrupPatogen : setiap agen atau mikroorganisme penyebab penyakit.Virulensi : derajat patogenisitas mikroorganisme yang ditujukkan oleh beratnya penyakit yang dihasilkan dan kemampuannya untuk menginvasi jaringan hospes.Antibiotik : zat kimiawi, biasanya dihasilkan oleh suatu mikroorganisme atau secara semisintesis, yang mempunyai kemampuan untuk mmebunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme lain.Sensitif : mampu menerima atau menanggapi stimulus.Makrolid : setiap kelompok antibiotik yang mengandung cincin tersebut dan terikat pada satu gula atau ebih, dihasilkan oleh spesies Streptomyces tertentu.Tetrasiklin : kelompok antibiotik dengan spectrum luas, diisolasi dari spesies Streptomyces atau dihasilkan secar semisintesis.Ko-trimoksasol : campuran trimetoprim dan sulfametoksazol, suatu antibacterial yang terutama digunakan dalam pengobatan infeksi saluran kemih dan pneumonia pneumosistis.Strain : sekelompok organisme anggota spesies atau varietas tertentu, ditandai dengan kesamaan sejumlah ciri tertentu.Resisten : kemampuan suatu mikroorganisme untuk bertahan terhadap efek suatu obat yang mematikan terhadap sebagian besar anggota spesiesnya.Kolistin : antibiotik yang dihasilkan oleh Bacillus polymexa varian colistinus, berkaiytan dengan polimiksin dab efektif terhadap banyak bakteri gram-negatif.

KeywordInfeksi Vibrio Chorelae (KLB)Faktor-faktor virulensiSensitif terhadap golongan makrolid, tetrasiklin dan ko-trimoksasol.Resisten antibiotik kolistin.

Identifikasi MasalahVibrio Chorelae memiliki faktor-faktor virulensi yang dapat menyebabkan diare dan bakteri ini sensitif terhadap antibiotik golongan makrolid, tetrasiklin dan ko-trimoksasol serta resisten terhadap antibiotik kolistin.

Analisis Masalah

HipotesisResistensi dari Vibrio Chorelae terhadap antibiotik disebabkan karena adanya perubahan ekpresi gen.Faktor resisten antibiotik tersering adalah konsumsi atau penggunaan antibiotikyang tidak tepat.Struktur suatu bakteri mempengaruhi seberapa resisten dan sensitif terhadap antibiotik.Diare yang disebabkan oleh bakteri Vibrio Chorelae dikarenakan bakteri tersebut memilki kemampuan merusak fungsi normal pada usus.

Pertanyaan TerjaringBakteri / PatogenGram + (Jenis-jenis) Gram - ( Vibrio Chorelae)Struktur ReplikasiFaktor virulensiPatogenesisAntibiotik SensitivitasResisten Mekanisme umumMekanisme molekulerFarmakodinamik dan farmakokinetikRegulasi gen prokariotFaktor apa saja yang menyebabkan resistensi obat ?

Pembahasan Pertanyaan TerjaringBakteri / Patogen (Penyebab Diare)a. Gram Positif (Jenis-jenisnya)Kelompok bakteri ini mempunyai profil dinding sel jenis gram positif. Sel-sel biasanya, tetapi tidak selalu memberi pewarnaan gram positif. Sel-sel dapat berbentuk sferis, batang atau filamen. Bakteri yang menyebakan diare adalah Bacillus Cereus dan Staphylococcus Aureus.b. Gram Negatif (Vibrio Chorelae)StrukturOrganisme multiseluler.Prokariot (Tidak memiliki membran inti sel).Tidak memiliki profil.Memiliki ukuran tubuh yang bervariasi antara 0,12-ratusan mikron umumnyamemilki ukuran rata-rata 1-5 mikron.Memiliki tubuh bentuk basil (batang).Hidup bebas atau parasit.Yang hidup dilingkungan ekstrim seperti pada mata iar panas , kawah dinding selnya tidak mengandung peptidoglikan.Yang hidupnya kosmopolit diberbagai lingkungan dinding selnya mengandung peptidoglikan.ReplikasiReplikasi pada bakteri seluruhnya sama, yaitu pembelahan biner.Daur hidup bakteri dibagi menjadi lima, yaitu :Fase Penyesuaian (Fase Lack/Adaptasi)Fase Logaritmik (Fase Eksponensial/Sangat Cepat)Fase Pengurangan Pertumbuhan (Pertumbuhan Lambat)Fase Pertumbuhan Tetap (Statis)Fase Menuju Kematian (Mati)

Faktor VirulensiFaktor Virulensi yang Berperan dalam KolonisasiPergerakan dengan flagelPerlekatan dengan fimbriaResistensi tehadap komplemen2. Faktor Virulensi yang Merusak Inang Eksotoksin EnterotoksinSubunit A dan Subunit BPatogenesis

3. Antibiotik SensitivitasSensitivitas bakteri terhadap antibiotik tergantung kapada kemampuan antibiotik tersebut untuk menembus dinding sel bakteri. Antibiotik lebih banyak yang efektif bekerja terhadap bakteri Gram positif karena permeabilitas dinding selnya lebih tinggi dibandingkan bakteri Gram negatif.

Resistensi Mekanisme UmumSecara garis besar bakteri dapat menjadi resisten terhadap antimikroba melalui :Obat tidak dapat mencapai tempat kerjanya didalam sel mikroba.Inaktivasi obatMikroba mengubah tempat ikatan (binding site) antimikroba.2. Mekanisme MolekulerBakteri mensintesis suatu enzim inaktivator atau penghancur antibiotika.Bakteri mengubah permeabilitasnya terhadap obat.Bakteri mengembangkan suatu perubahan struktur sasaran bagi obat.Bakteri mengembangkan perubahan jalur metabolik yang langsung dihambat oleh obat .Bakteri mengembangkan perubahan enzim yang tetap dapat melakukan fungsi metabolismenya tetapi lebih sedikit dipengaruhi oleh obat daripada enzim pada kuman yang rentan.Farmakodinamik dan Farmakokinetik MakrolidFD : Biosintesis protein dihambat oleh pengikatan pada subunit SOS.FK : Entromisin diinaktivasi oleh asam lambung. Pemberian bersama makanan mengurangi bioavalibilitas sistemik.2. TetrasiklinFD : Menghambat sintesis protein bakteri pada ribosomnya.FK : 30-80% diserap lewat saluran cerna. Dimembran plasma terikat oleh protein plasma dalam jumlah yang bervariasi.3. Ko-trimoksasolTrimetoprim dan sulfametoksazol menghambat reaksi enzimatik obligat pada dua tahap yang berurutan pada mikrob, sehingga kombinasi kedua obat memberikan efek sinergi.3. Regulasi Gen ProkariotikRegulasi ekspresi gen banyak dimengerti melalui mekanisme yang dipelajari pada bakteri. Sistem regulasi yang pertama dimengerti ialah system regulasi operan laktosa pada bakteri E. coli oleh Yacob Manot. Regulasi ini berperan dalam mengatur produk si enzim -galaktosidase, ketika bakteri harus memilih menggunakan laktosa atau glukosa sebagai sumber karbonnya. Dua sistem regulasi yang paling umum yang paling umum dilakukan pada bakteri, yaitu system operan laktosa (operan lac) dan system operan triptopan (operan trp). Pada operan lac ekspresi gen diatur pada tingkat promoter dengan enzim transkriptase (pengendali transkripsi). Pada operan trp ekspresi diatur dengan cara menghentikan transkripsi bila produk transkripsi, yaitu tryptophan sudah mencapai kuantitas yang dibutuhkan.4. Faktor apa saja yang menyebabkan resistensi obat ?Perubahan genetik yang menyebabkan resistensi obat.Mutasi spontan DNA.Resistensi obat karena transfer DNA.Perubahan ekspresi protein pada oragnisme yang resisten obat.Modifikasi tempat target.Menurunnya akumulasi.Inaktivasi oleh enzim.

KesimpulanResistensi dari Vibrio Chorelae terhadap antibiotik disebabkan karena adanya perubahan ekpresi gen. (DITERIMA, penjelasan di pertanyaan terjaring nomor 4)Faktor resisten antibiotik tersering adalah konsumsi atau penggunaan antibiotikyang tidak tepat. (DITOLAK, penjelasan di pertanyaan terjaring nomor 4)Struktur suatu bakteri mempengaruhi seberapa resisten dan sensitif terhadap antibiotik. (DITERIMA, penjelasan pertanyaan terjaring nomor 1a dan 1b)Diare yang disebabkan oleh bakteri Vibrio Chorelae dikarenakan bakteri tersebut memilki kemampuan merusak fungsi normal pada usus. (Diterima, penjelasan di pertanyaan terjaring nomor 1b)

Referensi Farmakologi dan Toksikologi Edisi 3.Farmakologi UI.Mikrobiologi Kedokteran Jawetz Edisi 25.Mikrobiologi Umum Schlegel, H.G, dkk.Patologi Robbins, dkk.Biokimia dan Farmakologi Antibiotika Sumedro H, dkk.Terima Kasih Atas PerhatiannyaSemoga Bermanfaat