Pemicu 2-Kelompok 18 Pleno

of 149 /149
PEMICU 2 JANGAN MAKAN OBAT SEMBARANGAN Kelompok 18 Blok Hematologi 2010

Embed Size (px)

description

hema

Transcript of Pemicu 2-Kelompok 18 Pleno

  • PEMICU 2JANGAN MAKAN OBAT SEMBARANGANKelompok 18Blok Hematologi2010

  • KELOMPOK 18Tutor : dr. Ria BuanaKetua: Stephanie S.C 405100050Sekretaris : Stepvani M 405100133Penulis : Ellen 405100163Anggota: Yessica theresia ibrahim 405090102Rima rizki M 405090203Amran cleopatra S 405090267Regina widjaja 405100038Desi natalia 405100058Paulus jonathan 405100079Suryeti 405100081 Sherly desnita S 405100108Dafid pratama 405100184Guntur A.B 405100288

  • PEMICU 2JANGAN MAKAN OBAT SEMBARANGANKesimpulan dari hasil Medical Check Up seorang pria berumur 42thn, adalah anemia dengan anjuran berkonsultasi ke dokter. Karena sibuk, pria tersebut tidak ke dokter dan hanya mengkonsumsi obat penambah darah mengandung besi yang didengar dari iklan radio. Teteapi setelah 1 bulan lamanya mengkonsumsi obat penambah darah, pria tersebut malahan merasa cepat lelah, lemas, dan sering mengantuk sehingga sukar berkonsentrasi. Setelah merasakan hal tersebut baru dia pergi ke dokter untuk berkonsultasi. Dokter menjelaskan kepadanya bahwa seseorang dengan anemia tidak boleh mengkonsumsi obat sembarangan. Karena harus dilakukan pemeriksaan lanjutan terlebih dahulu baru boleh dilakukan pengobatan. Dokter yang merawat meminta untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium kembali dan didapat hasil: Hb= 8 g/dL (N: 12-15 g/dL); VER 97 fl (N: 82-92 fl); HER 30 pg (N: 27-31 pg); KHER 35 Vol % (N: 35-37 Vol %).

  • Setelah menerima hasil laboratorium diatas dokter melakukan anamnesa kembali dengan lebih rinci pada pria tersebut dengan menanyakan mengenai kebiasaan makan, apakah ada perasaan tidak enak dalam mengecap, apakah ada rasa kesemutan atau baal, dan apakah ada merasa sering lupa.Untuk konfirmasi hasil pemeriksaan laboratorium dokter memintakan evaluasi gambaran morfologi darah tepi.Laporan hasil evaluasi morfologi darah tepi adalah sebagai berikut:Eritrosit : Normokrom normositer, anisositosis, polikromasia (+), tampak ada beberapa eritrosit membesar dengan adanya bentuk cincin plasmodium di dalamnyaLeukosit : kesan jumlah normal, tampak morfologi normal, sel muda/blast (-)Trombosit : kesan jumlah normal, morfologi normal

    Apa yang dapat dipelajari dari pemicu diatas?

  • UNFAMILIAR TERMSMedical Check Up: pemeriksaan umum secara berkala sebagai bentuk pencegahan dengan mendatangi tenaga medisBaal : mati rasaAnisositosis : ukuran eritrosit yang bervariasiPolikromasia : keadaan dimana eritrosit bersifat asidofil atau basofil yang dpat ditemukan pada penyakit retikulositosis dan eritropoiesis

  • PERUMUSAN MASALAHMengapa setelah 1 bulan mengkonsumsi obat penambah darah, pria tersebut merasa lelah, lemas dan mengantuk?Mengapa seseorang dengan anemia tidak boleh mengkonsumsi obat sembarangan?Mengapa dokter memerlukan anamnesa kembali?Bagaimana interpretasi laporan hasil pemeriksaan morfologi darah tepi dan pemeriksaan laboratorium?

  • CURAH PENDAPATKemungkinan:ESOIntake Fe yang tidak adekuatObat yang diberikan tidak sesuai dengan penyebab penyakitGangguan absorbsi obatAnemia gejala dari penyakit lain penyakitnya harus diobati terlebih dahuluUntuk menyingkirkan diagnosis banding:kebiasaan makan : asupan gizitidak enak dalam mengecap : atrofi papil lidahbaal; sering lupa : def. vit B 12

  • Pemeriksaan laboratorium:Hb rendah : anemiaVER tinggi : makrositikHER dan KHER normal : normokrom

    Pemeriksaan morfologi darah tepi:Eritrosit:Normokrom normositerAnisositosisPolikromasia (+)Cincin plasmodium kemungkinan malariaEritrosit membesar karena plasmodium vivax

  • MIND MAPPINGPria 42 thnAnemia ?Konsumsi obat penambah darahLelah, lemas, mengantuk, sulit konsentrasiDokter Pem. labPem morfologi darah tepianamnesaAnemiaMakrositik normokromNormositik normokromCincin plasmodiumEritrosit membesarMalaria Vivax

  • LEARNING OBJECTIVEMM. Anemia Makrositik NormokromMM. Anemia Normositik NormokromMM. Anemia HemolitikMM. MalariaMM. Metabolisme Vitamin B12 dan Asam Folat

  • LO 1MM. ANEMIA MAKROSITIK NORMOKROM

  • DEFINISI ANEMIA MAKROSITIK Secara morfologis : eritrosit besar (makrositosis) yang ditandai dengan MCV/VER >95 fl. Kebanyakan normokrom, kadang-kadang hipokrom.Kelompok anemia dengan eritroblas ini di sumsum tulang memperlihatkan kelainan pematangan inti lebih lambat dibanding dengan sitoplasmaDefek yang mendasari maturasi inti tidak sinkron sintesis DNA terganggu Etiologi : dalam klinik disebabkan oleh defisiensi vitamin B12 atau folat

  • ANEMIA MAKROSITIK NORMOKROMAnemia makrositerMegaloblastik Non-megaloblastikDefisiensi B12Defisiensi as folat-Kurangnya asupan.-Kesalahan faktor intrinsik.-Kompetisi dgn mikroorganisme.-Obat pemicu malabsorbsi.-kurangnya asupan.-kebutuhan meningkat.-Anemia hemolitik.-Obat pemicu malabsorbsi.-berhubungan dgn eritropoiesis yg meningkat.-anemia hemolitik.-penyakit hati.-anemia mieloptisik.Anemia aplastik.

  • Etiologi Anemia Makrositer

    Penyebab anemia defisiensi B12Pasca gastrektomiObat yang merusak kerusakan mukosa lambung sumber faktor intrinsik telah dibuang A. megaloblastikOrganisme intestinalKolonisasi sejumlah besar bakteri dalam usus halus mengkonsumsi kobalamin intestinal sebelum diabsorbsiKolonisasi sejumlah besar bakteri met garam empedu terganggu SteatorrheaAbnormalitas ileumTiap gangguan yang bersamaan dengan kapasitas absorbsi ileum Nitrous oxideMenghirup nitrous oxide (sbg obat bius) menghancurkan kobalamin yang endogen (pemakaian berulang dan berkepanjangan

  • Etiologi Anemia Makrositer

    Penyebab anemia defisiensi asam folatAsupan yang tidak adekuatDiet yang tidak seimbang (peminum alkohol, usia belasan tahun, bayi)Keperluan yang meningkatKehamilan, bayi, keganasan, peningkatan hematopoiesis, hemolisisMalabsorbsiSpure tropical, spure non-tropical, obat-obatan (ethanol, phenytoin, barbiturat)Metabolisme yang tergangguPenghambat dihydrofolat reductase. Alkohol, defisiensi enzim (jarang)Kehilangan folat berlebihan lewat urinPenyakit hati aktif, gagal jantung kongestifObat-obatan yang menggangu metabolisme DNAAntagonis purin, antagonis pirimidin, antagonis folat (metotreksat paling toksik)Gangguan metabolik (jarang)sindrom Lesch-NyhanAnemia megaloblastik dengan penyebab tidak diketahuiAnemia megaloblastik refrakter, anemia diseritropoietik kongenital

  • Anemia makrositerretikulositNormal/menurunmeningkatRiwayat pendarahan akutAnemia pasca perdarahan akutAn.def.B12/asam folat dalam terapiSumsum tulangmegaloblastikNon-megaloblastikB12 serum rendahAnemia def.B12Asam folat rendahAnemia def.asam folatFaal tiroidFaal hatidiplastikAn. Pada hipotiroidAn.pada peny.hati kronikSind.mielodisplastik

  • PATOFISIOLOGI ANEMIA MAKROSITER (MEGALOBLASTIK)Patofisiologi Defisiensi asam folat dan vitamin B12 gangguan sintesis DNA sel eritroblast gangguan maturasi inti sel maturasi inti lambat kromatin longgar dan sel besar sel megaloblast eritropoiesis inefektif masa hidup eritrosit pendek anemia

  • PATOGENESIS ANEMIA MEGALOBLASTIKDefisiensi Vit B12 & asam folat Berfungsi dalam pembentukan DNA inti sel eritroblastVit B12 untuk pembentukan myelinGangguan sintesis DNA Sel megaloblastMaturasi inti lebih lambat, kromatin longgarEritrosit membesar karena pembelahan sel lambatHemolisis intramedularEritropoiesis inefektif dan masa hidup eritrosit lebih pendek Anemia

  • GAMBARAN KLINIS KELAINAN YANG MENYEBABKAN ANEMIA MAKROSITERAnemia karena eritropoesis yang inefektifIkterus ringan karena pemecahan globinGlositis dengan lidah berwarna merah, seperti daging, stomatitis angularisPurpura trombositopenia karena maturasi megakariosit terganggu

  • ANEMIA MEGALOBLASTIK

  • ANEMIA MEGALOBLASTIKGambaran Klinis : a. Neuropati vitamin B12 b. Defek tabung saraf (ibu yang sedang hamil) c. Penyakit kardiovaskular d. Kelainan jaringan lain

  • Spina bifida (Latin: "tulang belakang split") adalah cacat lahir yang disebabkan oleh perkembangan penutupan tidak lengkap dari tabung saraf embrio. Beberapa tulang yang melapisi saraf tulang belakang tidak sepenuhnya terbentuk dan tetap tidak disatukan dan terbuka. Jika pembukaan cukup besar, hal ini memungkinkan sebagian dari sumsum tulang belakang untuk tetap keluar melalui lubang di tulang. Mungkin ada atau mungkin tidak kantung berisi cairan yang mengelilingi sumsum tulang belakang. Lain cacat tabung saraf termasuk anencephaly, suatu kondisi di mana bagian dari tabung saraf yang akan menjadi otak tidak menutup, dan encephalocele, yang terjadi ketika bagian lain dari otak tetap tidak disatukan.

  • Temuan laboratorium pada anemia megaloblastikHitung darahAnemia beratMakrositosis dengan anisositosisRetikulosit terlalu rendah untuk anemiaSumsum tulangHiperplasia eritroid yang mencolokAdanya inti sel megaloblastik di ketiga turunan selBesi simpanan normal / tinggiKimia darahBilirubin tinggi (tidak langsung)Besi serum tinggi, gastrin serum tinggiPemeriksaan lainUji Schilling abnormal (ekskresi 3pg/mL), SDM (

  • Defisiensi Vitamin B12 (kobalamin) - asupan yang tidak cukup :vegetarian - malabsorbsi

    Defek penyampaian dari kobalamin yg terdapat pada makananProduksi IF yang tidak cukupGangguan dari Ileum terminalisKompetisi pada kobalaminObat-obtanAchlorhidria gasterGastrektomiObat yang menghalangi sekresi asamAnemia pernisiosaGatrektomi totalAbnormalitas fungsionalTidak adanya IF ynag kongenitalSprue tropikal/non-tropikalNeoplasmaEnteritis regionalReseksi interstinumDiphylobotrium latumBakteri blind loop syndromeP-aminosalicyclic acidKolkisinNeomisin

  • PatofisiologiGangguan Sintesis DNA sel-sel eritroblasGangguan maturasi inti selTimbul Sel-sel MEGALOBLASDefisiensi FolatDefisiensi Vitamin B12Reaksi metilasi Homosistein metioninmengubah Metil THF DHFGangguan

  • Penyebab anemia defisiensi asam folatAsupan yang tidak adekuatDiet yang tidak seimbang (peminum alkohol, usia belasan tahun, bayi)Keperluan yang meningkatKehamilan, bayi, keganasan, peningkatan hematopoiesis, hemolisisMalabsorbsiSpure trpoical, spure non-tropical, obat-obatan (ethanol, phenytoin, barbiturat)Metabolisme yang tergangguPenghambat dihydrofolat reductase. Alkohol, defisiensi enzim (jarang)Kehilangan folat berlebihan lewat urinPenyakit hati aktif, gagal jantung kongestifObat-obatan yang menggangu metabolisme DNAAntagonis purin, antagonis pirimidin, antagonis folat (metotreksat paling toksik)Gangguan metabolik (jarang)Asiduria urotik herediter, sindrom Lesch-NyhanAnemia megaloblastik dengan penyebab tidak diketahuiAnemia megaloblastik refrakter, sindrom Diguglielmo, anemia diseritropoietik kongenital

  • Gejala klinis anemia defisiensi asam folatGlossitis (peradangan pada lidah) Diare , nafsu makan hilangCheilosis (peradangan pada 1/2 sudut mulut)Kurang gizi Tidak nampak abnormalitas neurologikPucatKulit dan mata sedikit kekuninganPeningkatan kadar bilirubinDenyut nadi cepat & bising sistolikKemungkinan jantung membesar

  • EFEK DEF. B12 & FOLATBumil DTS anensefalus, spina bifida, ensefalokelInfark miokardPeny. Vaskular perifer & serebralTrombosis venaKemandulanPigmentasi kulit melanin yang reversibelAktivitas osteoblast Neuropati ( B12)Faktor predisposisi kanker usus

  • Diagnosa BandingLekemi akutAnemia hemolitik (pada krisis hemolitik)Anemia aplastikEritremik mielosisPenyakit hati yang beratHipotiroidismeNefritis kronis

    DiagnosaGejala: anemia, ikterus ringan, glositis, stomatitis, purpura, neuropatiApus darah tepi: eritrosit yang besar dengan bentuk lonjong, trombosit dan leukosit agak menurun didapatkan hipersegmentasi neutrofil, Giant Stab cell, retikulosit menurun Sumsum tulang: hiperseluler dengan sel2 eritroblast yang besar (megaloblast), Giant Stab cellPada anemia pernicoisa: Schilling test (+)

  • TerapiSupportifTransfusi bila ada hipoksiaSuspensi trombosit bila trombositopenia mengancam jiwaPada defisiensi asam folatAsam folat 1-5 mg/hari p.o selama 4-5 mingguPada defisiensi vit. B12 parenteral seumur hidup dengan dosis 100 gr setiap 3-4 minggu sekali atau dengan hidroxocobalamin 1000 gr setiap hari I.M selama seminggu sampai dengan 2 minggu, lalu tiap 3 bulan

  • PENGOBATAN ANEMIA MEGALOBLASTIK

    Anemia Defisiensi vit B12Anemia Defisiensi folatSenyawahidroksikobalaminAsam folatRute intramuskularOralDosis1000 g5-15 mgDosis awal 6x 1000 g slm 2-3 mggTiap hr slm 4 blnPemeliharaan1000 g tiap 3 blnTergantung penyakit yg mendasariprofilaksisGastrektomi total, reseksi ileumKehamilan, anemia hemolitik berat,dialisis, prematuritas

  • PenatalaksanaanDiberikan asam folat 1-5 mg per hari per oral selama 4-5 minggu apabila tidak terdapat gangguan absorpsi

    Pada anemia megaloblastik dilakukan evaluasi:Defisiensi folat/b12Obat-obatanAlkoholRiwayat bepergianFungsi GITPrognosa Anemia MegaloblastikBaik, kecuali bila ada komplikasi kardiovaskuler atau infeksi yang berat

  • PEMERIKSAAN LAB ANEMIA DEF VIT B12 Pemeriksaan lab anemia def asam folat

    Sel darah merah besar-besar (makrositik)Neutrofil hipersegmentasiGambaran sumsum tulang megaloblastikKadar vitamin B12 kurang dari 100 mg/ml

    Kadar folat sel darah merah < 150 mg/ml MakroovalositHipersegmentasi sel PMN bilirubin (karena eritropoiesis yang tidak efektif) Pansitopenia

  • PEMERIKSAAN LAB DEFISIENSI B DAN FOLAT

    PemeriksaanNilai normalHasil pada def B Hasil pada def folatVit B serum160-925ng/l atau 120-680 pmol/lN atau perbatasanFolat serum3,0-15,0g/l atau 4-30nmol/lN atau

    Folat eritrosit160-640g/l atau 360-1460 nmol/lN atau

  • PENATALAKSANAANMedikamentosa.Anemia tanpa gejala neurologik dicoba hanya dengan asam folat saja dengan dosis 3 X 5 mg/ hari pada anak, 3 X 2,5 mg/ hari pada bayi.Jika tidak terdapat kenaikan Hb dan kenaikan retikulosit setelah seminggu ditambahkan vitamin B12 dengan loading dose 1000 ug IM 1-3 kali dalam minggu pertama, dilanjutkan dosis maintenance 1000 ug IM setiap bulan.Terapi diberikan sampai faktor penyebab disembuhkan dan anemia megaloblastik terkoreksi. Jika terdapat kelainan neurologik, vitamin B12 langsung diberikan.Perawatan khusus:TransfusiDiet: Anjuran makanan yang kadar vitamin B12 atau asam folatnya tinggi: protein hewani, tempe, sayurn hijau.Gagal jantung: sesuai dengan terapi gagal jantung kongestif akibat anemia yaitu: diuretik dan tranfusi.

  • ANEMIA PERNISIOSA

    Anemia pernisiosaDefinisi Paling lazim sebagai penyebab defisiensi B12Terjadi khas pada anak umur di bawah 10 tahunPenyebabTidak ada faktor intrinsik dan adanya atrofi mukosa maupun dektruksi autoimun dari sel-sel parietalGejala klinisAtrofi lambung yang mempengaruhi bagian yang mensekresi asam dan pepsin dari lambung, terkecuali antrumMeningkat pada penyakitPenyakit imunologik, miksedema, tiroiditis, insufisiensi adenokortikal idiopatik, hipoparatiroidismeAntibodi dalam sirkulasi : abnormal

  • Gejalapembentukan sel darah merah Pengaruh pada sistem saraf:kesemutan di tangan dan kakihilangnya rasa di tungkai, kaki dan tanganpergerakan yang kaku. buta warna tertentu, termasuk warna kuning dan biru luka terbuka di lidah atau lidah seperti terbakar BBwarna kulit menjadi lebih gelap linglung depresi fungsi intelektual

  • DIAGNOSApemeriksaan darah rutin untuk anemia. tampak megaloblas (sel darah merah berukuran besar). perubahan sel darah putih dan trombositDiduga kekurangan pengukuran kadar vitamin B12 dalam darah.Sudah pasti kekurangan pemeriksaan untuk menentukan penyebabnyaBiasanya pemeriksaan dipusatkan kepada faktor intrinsik:Darah memeriksa adanya antibodi terhadap faktor intrinsik ditemukan pada 60-90% penderita anemia pernisiosa. Pemeriksaan yang lebih spesifik, yaitu analisa lambung.Dimasukkan selang nasogastrik melalui hidung tenggorokan lambungLalu disuntikkan pentagastrin ke dalam vena ambil contoh cairan lambung dan diperiksa untuk menemukan adanya faktor intrinsik.

  • DIAGNOSAPenyebabnya belum pasti tes Schilling. Diberikan sejumlah kecil vitamin B12 radioaktif per-oral (ditelan) dan diukur penyerapannya. Kemudian diberikan faktor intrinsik dan vitamin B12, lalu penyerapannya diukur kembali. Jika vitamin B12 tidak diserap tanpa faktor intrinsik, maka diagnosisnya pasti anemia pernisiosa.

    PENCEGAHAN Jika penyebabnya adalah asupan yang kurang, maka anemia ini bisa dicegah melalui pola makanan yang seimbang

  • Terapipemberian vitamin B12 suntikan. Awalnya suntikan diberikan setiap hari / setiap minggu, selama beberapa minggu vitamin B12 kembali normal diberikan 1 kali/bulan. Penderita harus mengkonsumsi tambahan vitamin B12 sepanjang hidupnya.

  • ANEMIA NON-MEGALOBLASTIKAnemia non-megaloblastik terdiri dari:Anemia pada penyakit hati kronikPemendekan masa hidup eritrositGangguan metabolisme zat besiFungsi sumsum tulangAnemia pada sindrom mielodisplastik

    Tanda dan gejala:AsimtomatikDemamDebilitas fisik meningkatPengurangan kapasitas transport O2

  • ETIOLOGI ANEMIA PENY. HATI Pemendekan masa hidup eritrositBagian dari sindrom stres hematologik:infeksi, inflamasi, kanker jaringan rusak Sitokinin sekuestrasi makrofag ikat >>> zat besi destruksi eritrosit (limpa) produksi eritropoietin ( O/ginjal) rangsang inadekuat pada eritropoiesis (SSTL).Terus menerus malnutrisi transformasi T4 menjadi T3 hipotiroid fungsional kebutuhan Hb yg mengangkut O2 sintesis eritropoietin

    Aktivasi makrofag oleh sitokinin daya fagositosis ( bagian dari filter limpa ) & menjadi kurang toleran terhadap perubahan minor dari eritrosit.

  • Gangguan metabolisme zat besiKadar besi yang rendah meskipun cadangan besi cukup adanya gangguan metabolisme zat besi pada penyakit kronis. Anemia disebabkan karena penurunan kemampuan Fe dalam sintesis Hb.Uptake zat besi ke sel- sel usus & pengikatan oleh apoferitin intrasel masih dipertahankan normal, sehingga defek agaknya terjadi saat pembebasan Fe dari makrofag dan sel-sel hepar pada pasien penyakit kronis. Dengan demikian dapat dimengerti bila cadangan Fe dalam tubuh masih dapat tercukupi.

  • Fungsi sumsum tulangPada penyakit kronis, diduga respons terhadap eritropoietin berkurang sehingga terjadi anemia. Agaknya sitokin yg dikeluarkan oleh sel-sel yang rusak bertanggung jawab dalam hal respons ini. Penelitian invitro pada sel hepatoma juga memproduksi eritropoietin menunjukkan bahwa sitokin-sitokin ini mengurangi sintesis eritropoietin.Ada 3 sitokin yakni TNF-, IL-1, IFN. Semua sitokin tersebut ada dalam plasma pasien inflamasi & kanker serta didapatkan hubungan langsung antara kadarnya & beratnya anemia.

  • SINDROM MIELODISPLASTIKsekelompok penyakit neoplastik didapat pada sel induk hemopoietik multipoten yang ditandai oleh meningkatnya kegagalan sumsun tulang dengan kelainan kuantitatif & kualitatif di ketiga jalur sel mieloid.Ciri khas penyakit ini adalah hemopoiesis yang inefektif sehingga sitopenia sering kali menyertai sumsum tulang dengan selularitas yang normal atau meningkat. Gambaran yang sering ditemukan adalah apoptosis yang meningkat dalam sumsum tulang.

  • KLASIFIKASI SINDR. MIELODISPLASTIK Sindrom mielodisplastik diklasifikasikan menjadi 3 subgrup menurut:1. Proporsi sel blas dalam darah & sumsum tulang2. Sering tidaknya sideroblas cincin (
  • LO 2MM. ANEMIA NORMOSITIK NORMOKROM

  • DefinisiAnemia normositik anemia dengan eritrosit berukuran normal tetapi dengan penurunan kandungan Hb secara proporsional, vol sel darah merah, dan jumlah eritrosit per milimeter kubik darah. sel darah merah yang ukurannya normal(MCV/VER normal)Anemia normokromanemia dengan kandungan Hb secara proporsional, vol sel darah merah dan jumlah eritrosit per milimeter kubik darah. tampilan eritrosit yang normal (MCH/HER normal)

  • ANEMIA NORMOSITIK NORMOKROMEtiologikehilangan darah akut, hemolisis, penyakit kronik termasuk infeksi, gangguan endokrin, gangguan ginjal, kegagalan sumsum.

    KLASIFIKASIAnemia Pasca Perdarahan akutAnemia AplastikAnemia Hemolitik DidapatAnemia akibat penyakit kronikAnemia pada gagal ginjal kronikAnemia pada sindrom mielodisplastikAnemia pada keganasan hematologik

  • PEMERIKSAAN LABORATORIUM ANEMIA NORMOSITIK NORMOKROM1.Pemeriksaan khususSediaan hapus darah tepi morfologi eritrositSferositOvalositSel targetFragmentosit

    b.Test Coombc.Aktivitas G6PDd.Benda inklusi Heinz bodiez khas pada anemia hemolitik

  • 2. Daya tahan osmotikFragilitas osmotik, Resistensi osmotik, dimana fragilitas meningkat pada:Sferosit dan eritrosit neonatus

    3.Pemeriksaan sukrose lisisPenyaring untuk PNH.Berfaedah dilakukan pada:Aplasia sumsum tulang Anemia hemolitik yang belum jelasHemoglobinuria4. Pemeriksaan Hams / Pemeriksaan Acidified serumPenentuan diagnosis untuk PNH.

    5.Pemeriksaan enzim G6PDTerjadinya hemolitik akibat def G6PD.

  • ANEMIA PASCA PERDARAHANTerbagi atas Perdarahan akut: kemungkinan timbul renjatan bila mengeluarkan darah yang begitu banyak sedangkan penurunan kadar Hb baru terjadi beberapa hari kemudian.Perdarahan kronik: pengeluaran darah biasanya sedikit-dikit sehingga tidak diketahui. Penyebab yang sering ialah ulkus peptikum, perdarahan saluran cerna dan infeksi cacing tambang.

  • Etiologi:KecelakaanPembedahanPersalinan Pembuluh darah pecah

    Tanda perdarahan akut:Lemah- dingin extrmGelisah- NauseaPucat- pusingHaus- takikardiKeringat >>>- tek.darah&nadi turunNafas cepat & dangkal- hilang kesadaran shockNadi cepat & lemah

  • ANEMIA PASCA PERDARAHANPemeriksaan laboratorium1jam stelah perdarahan akutPeningkatan trombosit Masa perdarahan memendekRetikulositosis 24-48jamFe serum menurunHb, Ht, jumlah eritrosit menurun

    PenatalaksanaanMengobati sebab perdarahanMemberi preparat besi

  • ANEMIA POST-HEMORAGIKKehilangan darah mendadak Pengaruh yang timbul segera: reflek kardiovaskular kontraksi arteriola, penurunan aliran darah ke organ yang kurang vital (anggota gerak, ginjal dan sebagainya) dan peningkatan aliran darah ke organ vital (otak dan jantung).Kehilangan darah 12-15% : pucat, takikardi, TD normal/menurunKehilangan darah 15-20% : TD menurun, syok reversibelKehilangan darah >20% : syok reversibelTerapi : transfusi darah dan plasma

  • Pengaruh lambat: pergeseran cairan ektraseluler ke intraseluler sehingga terjadi hemodilusiGejala : leukositosis (15.000-20.000/mm3), Hb, Ht, eritrosit menurun, eritropoetik meningkat, oligouria / anuria, gagal jantung.Terapi dapat diberikan PRC

    Kehilangan darah menahun: Berupa gejala defisiensi besi bila tidak diimbangi dengan masukan suplemn besi.

  • ANEMIA APLASTIKDefinisi Pansitopeniakeadaan dimana gagalnya sumsum tulang memproduksi komponen darah anemia, leukopenia, trombositopeniaDefinisi anemia aplastik kelainan primer sumsum tulang tanpa adanya infiltrasi, supresi atau pendesakan sumsum tulang.

  • EPIDEMIOLOGIInsidensi anemia aplastik didapat di seluruh dunia dan berkisar antara 2-6 kasus per 1 juta penduduk per tahun dengan variasi geografis.Ditemukan lebih dari 70 % anak-anak menderita anemia aplastik. Tidak ada perbedaan secara bermakna antara laki dan perempuan, namun beberapa penelitian nampak insiden pada laki-laki lebih banyak dibanding wanita. Penyakit ini termasuk penyakit yang jarang dijumpai di negara barat dengan insiden 1-3/ 1 juta/tahun. Namun di negara timur seperti Thailand, negara asia lainnya seperti Indonesia, Taiwan dan Cina insidennya lebih tinggi.Di Bangkok 3,7 kasus per 1 juta penduduk per tahun.Anemia aplastik didapat umumnya muncul pada usia 15-25 tahun. Puncak insidens kedua yang lebih kecil muncul setelah usia 60 tahun.

  • ETIOLOGIPrimer Kongenital : suatu pola pewarisan resesif autosomal dan sering ditandai dengan retardasi pertumbuhan dan cacat kongenital di rangka, kelainan saluran ginjal, kadang-kadang retardasi mental. Biasanya terjadi pada usia 5-10 tahun (10% menderita leukimia akut). Idiopatik: kerusakan autoimun yang diperantarai sel TSekunderRadiasi pengion: pemajanan tidak sengaja (radioterapi, stasiun pembangkit tenaga nuklir)Zat kimia: benzena dan pelarut organik lain, insektisida, pewarna rambut.Obat: yang biasanya menyebabkan depresi sumsum tulang (busulfan, sikolosfamid, antrasiklin). Obat yang kadang-kadang menyababkan depresi sumsum tulang (kloramfenikol, sulfonamida)Infeksi: virus hepatititis (A atau non A non B)

  • ANEMIA APLASTIK : GEJALANetropeniaTrombositopeniaInfeksi mulut & tenggorokMemarPerdarahan gusiEpistaksisMenorhagiaKGB, limpa, hati tidak membesar

  • KLASIFIKASI BERDASARKAN TINGKAT KEPARAHAN ATAU PROGNOSIS

    Anemia aplastik beratSeluraritas sumsum tulang

  • ANEMIA APLASTIK : PATOFISIOLOGISel induk hemopoetikPANSITOPENIALeukosit Trombosit Eritrosit Sindrom anemiaMudah infeksi:Febris-ulkus mulut- pharynx-sepsisPerdarahan: Kulit mukosa organ dalam

  • PEMERIKSAAN LABORATORIUMSel DarahPada stadium awal penyakit, pansitopenia tidak selalu ditemukan.Jenis anemia adalah normokrom normositer.Kadang-kadang ditemukan pula makrositosis, anisositosis dan poikilositosis.LED (laju Endap Darah)Laju endap darah selalu meningkatditemukan 62-70 kasus (89%) mempunyai laju endap darah lebih dari 100 mm dalam jam pertama.

  • 3. Faal HemostatisWaktu perdarahan memanjang dan retraksi bekuan buruk disebabkan oleh trombositopeniaFaal hemostatis lainnya normal.

    4. Sumsum TulangKarena adanya sarang-sarang hemopoeisis hiperaktif yang mungkin teraspirasi, maka sering diperlukan aspirasi beberapa kali.Diharuskan melakukan biopsi sumsum tulang pada setiap kasus anemia aplastik.

  • 5. KromosomPada anemia aplastik didapat, tidak ditemukan kelainan kromosom.Pada anemia aplastik konstitusional ditemukan kelainan kromosom (bawaan).

    6. Lain-lainHb F meningkat pada anemia aplastik anak dan mungkin sering ditemukan pada anemia aplastik konstitusional.Kadar eritropoetin ditemukan meningkat pada anemia aplastik.

  • DIAGNOSISPansitopenia berupa kadar Hb kurang dari 13 gr % (pada pria) atau kurang dari 12 gr % (pada wanita), jumlah Neutrofil absolut kurang dari 1500/mm3 dan jumlah trombosit kurang dari 150.000/mm3.

    Adanya Aplasia atau Hipoplasia sumsum tulang pada sediaan hapus aspirat sumsum tulang, yang menunjukkan peningkatan sel-sel lemak, hipoplasia seri eritroid, mieloid dan megakariosit, serta limfosit tampak meningkat.

  • PENATALAKSANAANPengobatan terdiri atas : Identifikasi dan eliminasi penyebab.Pengobatan suporatif : terhadap infeksi, perdarahan dan anemia.Usaha mempercepat penyembuhan pansitopenia melalui imunosupresif, transplantasi sumsum tulang, obat-obatan anabolik dan kortikosteroid.SpesifikGlobulin anti limfosit. Diberikan bersamaan dengan kortikosteroid ( untuk mengurangi efek samping demam nyeri sendi)SiklosporinFaktor pertumbuhan hemopoietik.Androgen oksimetolon 2,5 mg/kg/hari. Es: kerusakan hati, karsinoma hepatoselular. Jika tidak ada respon dalam 4-6 bulan harus dihentikanTransplantasi sel induk

  • PROGNOSISRiwayat alamiah anemia aplastik dapat berupa :Berakhir dengan remisi sempurna.Berakhir dengan remisi tidak sempurnaBertahan hidup selama 20 tahun atau lebih.Meninggal dalam 1 tahun.

  • Pencegahan dan pengobatan:Lingkungan yang memadai (ruangan dengan aliran udara yang mendatar atau tempat yang nyaman) dan higiene yang baik.Mencegah terjadinya perdarahan atau infeksi-> suportif sampai terjadi penyembuhan sumsum tulangPada pendarahan dan/atau infeksi perlu dilakukan terapi komponen darah yang bijaksana, yaitu sel darah merah, granulosit dan trombosit dan antibiotik. Agen-agen perangsang sumsum tulang seperti androgen diduga menimbulkan eritropoiesis, tetapi efisiensinya tidak menentu. Penderita anemia aplastik kronik dipertahankan pada hemoglobin (Hb) antara 8 dan 9 g dengan tranfusi darah yang periodik.

  • ANEMIA MIELOPTISIKAnemia yang terjadi karena gangguan infiltrasi sumsum tulang yang disebabkan oleh terdapatnya sel non hematopoitik pada sumsum tulang. Kegagalan sumsum tulang mengakibatkan infiltrasi sekunder dapat mengakibatkan penurunan prosuksi sel darahPenyebabMetastasis karsinoma ( Kanker paru-paru, payudara, dan prostat)Granulomatous diseaseMielofibrosisGejala SplenomegaliHepatomegaliGejala anemiaGejala penyakit penyebab

  • PATOFISIOLOGISel nonhemopoetik atau sel patogenFibrosis sekunderMerusak sel hemopotik normalSumsum tulang menginfiltrasi kolagen dan retikulin yang menggantikan sel hemopoetik.

  • ANEMIA AKIBAT PENYAKIT KRONISEtiologi :Penyakit infeksi, seperti infeksi ginjal, paru (bronkiektasis, abses, empiema, dll)Inflamasi kronik, seperti artritis reumatoidNeoplasma, seperti limfoma malignum dan nekrosis jaringanPatogenesis :Pemendekan masa hidup eritrositGangguan metabolisme zat besiGangguan fungsi sumsum tulang

  • Patofisiologi:Pemendekan masa hidup eritrosit:Sindrom stres hematologik: produksi sitokin berlebihan karena kerusakan jaringan akibat infeksi, inflamasi, atau kanker-> sekuestrasi makrofag-> mengikat lebih banyak zat besi, meningkatkan destruksi eritrosit di limpa, menekan produksi eritropoetin oleh ginjal, perangsangan inadekuat pada eritropoesis di sumsum tulangMalnutrisi-> penurunan transformasi T4 menjadi T3-> hipotiroid fungsional-> penurunan kebutuhan Hb yang mengangkut O2-> sintesis eritropoetin berkurang

  • Penghancuran eritrosit:Aktivasi makrofag oleh sitokin-> peningkatan daya fagositosis makrofag dan sebagai bagian dari filter limpa, menjadi kurang toleran terhadap perubahan/kerusakan minor eritrositDefek terjadi ekstrakorpuskulerProduksi eritrositGangguan metabolisme zat besi-> penurunan kemampuan Fe dalam sintesis HbFungsi sumsum tulang: kompensasi yang terjadi kurang dari yang diharapkan akibat berkurangnya pelepasan atau menurunnya respon terhadpa eritropoietin

  • Gambaran klinis :Pada anemia ringan dan sedang maka gejalanya tertutupi gejala penyakit dasarnya namun bila demam meningkat maka pengurangan kapasitas transport O2 akan memperjelas gejala anemianya

    Penatalaksanaan :Tidak ada pengobatan khusus untuk anemia jenis ini, sehingga pengobatan ditujukan kepada penyakit kronik penyebabnya.Jika anemia menjadi berat, mungkin diperlukan transfusi darah atau eritropoietin

  • Pengobatan:Transfusi:Pilihan pada kasus-kasus hermodinamikAnemia akibat kanker-> Hb dipertahankan 10-11 gr/dLPreparat besi:Besi dapat mencegah pembentukan TNF-, meningkatkan kadar HbBelum direkomendasikan untuk diberikan pada anemia penyakit kronisEritropoietin:Diberikan pada pasien anemi akibat kanker, gagal ginjal, mieloma multipel, artritis rematoid, dan HIVDapat menghindari transfusi dan efek sampingnyaMempunyai efek anti inflamasi dengan cara menekan produksi TNF- dan interferon-Tetapi juga menambah proliferasi sel-sel kanker ginjal serta meningkatkan rekurensi pada kanker kepala dan leher

  • ANEMIA PADA GAGAL GINJAL KRONIKAnemia pada gagal ginjal kronik (GGK) akan timbul apabila kreatinin serum lebih dari 3,5 mg/dLPada penderita GGK terjadi kelainan dinding eritrosit karena perubahan dalam komposisi plasma. Kelainan eritrosit lain yang dapat dijumpai pada GGK adalah akantosit, sel target, sferosit dan ditemukannya Heins Bodies

  • Patogenesis

  • Pengobatan :Transplantasi ginjal biasanya pada hari ke-5 sampai hari ke-20 setelah transplantasi, eritropoesis mulai aktifTransfusi darah tidak terlalu dianjurkan karena harus dilakukan berulang kali dan tidak menyelesaikan masalahTerapi eritropoesis

  • LO 3MM. ANEMIA HEMOLITIK

  • ANEMIA HEMOLITIKAnemia yang disebabkan oleh peningkatan kecepatan destruksi eritrositDitandai dengan Destruksi eritrosit meningkat & Umur eritrosit memendek

    KLASIFIKASIKelainan Intrinsik (bawaan)HbpathyDef. G-6-PDSferositosis herediterOvalositosis HerediterHemoglobin unstableKelainan Ekstrinsik (didapat)Kelainan Autoimun (AIHA)Obat2an (metildopa,dll)Racun UlarInfeksi Parasit MalariaAn. Hemolitik MikroangiopatiAn. Hemolitik IsoimunHipersplenisme

  • KLASIFIKASI ANEMIA HEMOLITIK

    MikroangiopatiPurpura trombositopenik trombotikSindrom hemolitik uremikSepsis menigokokalPre-eklampsiaKoagulasi intravaskuler diseminataHemoglobinuria Mars InfeksiMalariaClostridiumZat kimia dan fisikKhususnya obat, zat industri/rumah tangga, luka bakarSekunder Penyyakit hati dan ginjalHemoglobinuria nokturnal paroksimalMetabolisme Defisiensi G6PD Defisiensi piruvat kinase

    Hemoglobin Abnormal (HbS, HbC, tak stabil)

  • PENGELOMPOKAN ANEMIA HEMOLISIS BERDASAR ETIOLOGINYAAnemia hemolisis herediter 1. Defek enzim/enzimopatiDefek jalur Embden MeyerhofDef piruvat kinaseDef glukosa fosfat isomeraseDef fosfogliserat kinaseDefek jalur heksosa monofosfatDef G6PDDef glutation reduktase2. Hemoglobinopati ThalasemiaAnemia sickle celldll3. Membranopati Sferosis herediterAnemia hemolisis didapat 1. Anemia hemolisis imun: idiopatik,keganasan, obat2an, kelainan autoimun, infeksi, transfusi2. Mikroangiopati : trombotik trombositopenia purpura(TTP), Sindrom Uremik Hemolitik(SUH), DIC, preeklampsia, eklampsia, hipertensi maligna3. Infeksi : malaria, clostridium.

  • DEFEK HEREDITERKelainan membran sel darah merahANEMIA HEMOLITIK INTRINSIK

  • ANEMIA HEMOLITIK EKSTRINSIK

  • Tanda dan gejalaGejala klinisLemahPallor pada membran mukosaPusingPenyakit kuning ringan yang naik-turunCepat letih dan sesakSplenomegaliKulit dan mukosa kuningDefisiensi folat anemia hemolitik kronikUrin kecoklatanUrobilinogen yang berlebihanTakikardiAliran murmur pada katup jantung

  • Eritrosit normalEritrosit tuaMakrofag(SSTL, limpa , hati)PenyakitHemolisis (>>) SSTLPembentukan eritrosit 10x lebih cepat(ANEMIA HEMOLITIK)Anemia hemolitik kompensatedEritropoietinGinjalHiperplasia eritroidPATOFISIOLOGI

  • HemolisisIntravaskulerEkstravaskulerPATOFISIOLOGI

  • PENYEBAB HEMOLISIS INTRAVASKULAR Transfusi darah yg tdk sesuaiDefisiensi G6PD dgn stres oksidasiSindrom fragmentasi eritrositAnemia hemolitik autoimunObat & infeksiHemoglobinuria noktural paroksismalHemoglobin tdk stabil

  • Ekstravaskular Makrofag RBCGlobin Zat besi Protoporfirin Asam aminoBerkaitan dg transferin Bilirubin tdk berkonjunggasi Hati Bilirubin glukuronidaUsus Sterkobilinogen (feces)Reabsorbsi Ginjal Urobilinogen (urin)Intravaskular RBCHbHb-dimerMet-HbHb-haptoglobinFeri-heme + globinMethem-albuminHeme-hemopexinHemoglobinuria HemosiderinuriaUrobilinogenuria

  • Pada keadaan normal, sel darah merah mempunyai waktu hidup 120 hariSel darah yang menjadi tua diketahui dan dirusak oleh sel pemakan dalam sumsum tulang, limpa, dan hatiJika terjadi hemolisis (hancur sebelum waktunya) sumsum tulang berusaha menggantinya dengan mempercepat pembentukan sel darah merah yang baru (sampai 10 kali kecepatan normal)Jika penghancuran sel darah merah melebihi pembentukannyaanemia hemolitik

  • SPLENOMEGALI

  • DEFEK MEMBRAN SELULAR

    Sferositosis herediterDefinisi kelainan karena pola pewarisan dan kasus2 ini disebabkan oleh mutasi spontan.EtiologiKelainan molekuler protein rangka (misal: def protein spektrin)Tanda dan gejalaAnemia IkterusSplenomegaliSferositosis dan somatositosis di darah periferTerjadi hemolisis tingan tapi terkompensasiPenatalaksanaansplenektomi

  • Patogenesis :SFEROSITOSIS HEREDITERDefek pd protein pembentuk membran eritrosit Akibat : def. spectrin, ankryn, protein pita 3 fragilitas osmotik eritrosit bentuk eritrosit bulat permukaan membran hilang terjebak dalam limpa

  • DEFEK MEMBRAN SELULAR

    Eliptositosis herediterdefinisiPenyakit karena gangguan herediter yg berkaitan dengan kerangka protein membran SDMgejala klinisJarang ada gejala Temuan laboratoriumDarah berbentuk sel sabit Krapuhan osmotik dan autohemolisiskomplikasipiropoikilositosisEritrosit menunjukkan banyak bentuk tetesan airmata sferosit dan mikrosferoist sera sel2 yang terfragmentasi

  • Patogenesis : ELIPTOSITOSIS HEREDITERDitandai : kelemahan secara mekanis fragilitas osmotik eritrositGangguan sintesis protein spectrin dan , protein 4.1 , glicophoryn C pembentuk membran eritrosit

  • DEFEK METABOLISME INTRASELULAR

    Defisiensi G6PDDefinisi G6PDEnzim awal yg terlibat dalam jalur pentosa fosfat pada metabolisme eritrositMenghasilkan NADPH (sumber potensial pereduksi utnuk eritrosit menahan stress oksidasi)Gejala dan tandaIkterus neonatusAnemia hemolitik kongenitalHemolisis akibat obatCth: primakuinfavismPemeriksaan labAdanya blister cell Terdeteksi badan heinzPenurunan haptoglobinPeningkatan LDH dan bilirubinPeningkatan hitung retikulositHemosiderine dalam urine

  • DEFEK METABOLISME INTRASELULAR

    Defisiensi piruvat kinaseEfekTidak dapat membentuk 2 ATP pada SDM non retikulosit sehingga influks dan efluks tergangguLebih mudah didestruksi oleh limpaGejala dan tandaanemiaIkterus SplenomegaliPeningkatan bilirubin indirekPemeriksaan labTidak tampak sferosit

  • HEMOGLOBINOPHATI

    Hemoglobin CEtiologiAsam glutamat diganti oleh lisinSifat Hb CHb C kurang larut dibandingkan dengan Hb APemeriksaan labDitemukan di darah perifer: MikrosferositKristal intraseksel sasaran Hb 8-12 g/dLHemolisis dijumpai sampai tingkat sedang

    Penyakit Hb SCEtiologiPewarisan satu gen abnormal yg membawa sifat C dan gen lain yg membawa sifat SGejala klininsNekrosis aseptik kaput femoris, keluhan artristikPemeriksaan labAnemia dengan retikulositosisBanyak sel target pada darh periferSel sabit

  • Methemoglobin / Hemoglobin MHb yg tidak stabilHemoglobin yg terroksidasi menjadi bentuk ferripewarisan sebuah gen yg menimbulkan defek pada komponen struktural globin yg dapat menyebabkan instabiltas Hb.Mengalami sianosis dam hipoksemia Memiliki Hb abnormal yg dapat di deteksi dengan elektroforesis Hb

  • ANEMIA HEMOLITIK IMUNAnemia hemolitik autoimunSuatu kelainan dimana terdapat antibodi terhadap sel2 eritrosit shg umur eritrosit memendekDisebabkan oleh produksi antibodi oleh tubuh terhadap eritrosit sendiri sehingga umur eritrosit memendek.Kelainan ini ditandai oleh hasil yang positif pada uji antiglobulin langsung (direct antiglobulin test- DAT-Coomb test).Ada 2 tipe : tipe hangat dan dingin

  • ANEMIA HEMOLITIK AUTOIMUN TIPE HANGATPengertian menurut reaksi antibodi yang lebih kuat pada eritrosit yang dilakukan pada suhu 37dapat ditemukan dalam serum dan dapat dipisahkan dari sel-sel eritrositAutoantibodi ini berasal dari kelas IgB dan bereaksi dg semua sel eritrosit normalBagian dari membran sel eritrosit hilang sel menjadi semakin sferis secara progresif mempertahankan volume yang sama dan akhirnya di hancurkan secara prematur, terutama di limpaGambaran klinisLimpa yang membesar. Cenderung mengalami remisi dan relapsTanda dan gejalagejala anemia, ikterik, demam, nyeri abdomen, urin berwarna gelap, splenomegali, hepatomegali, limfadenopati

  • ANEMIA HEMOLITIK AUTOIMUN TIPE DINGINPengertian Terjadinya hemolisis diperantarai antibodi dingin : aglutinin dingin IgM monoklonal dan antibodi Donath-LandstainerAntibodi biasanya adalah IgM dan paling baik berikatan dengan eritrosit pada suhu 4cAutoantibodi , baik monoklonal maupun poliklonal melekat pada eritrosit terutama pada sirkulasi perifer dengan suhu darah yang mendinginGejala klinisDapat terjadi splenomegali dan ikterus ringanDapat menderita akrosianosis disebabkan oleh aglutinasi eritrosit (suhu dingin) dalam pembuluh darah kecilHemolisis kronikSplenomegali

  • Anemia hemolitik aloimunPengertian Antibodi yang dihasilkan oleh satu individu bereaksi dengan eritrosit individu lainYang paling berat : reaksi transfusi akut yg disebabkan ketidaksesuaian ABO eritrosit yg akan memicu aktivasi komplemen dan terjadi hemolisis intravaskuler yg akan menimbulkan DIC dan infark ginjalTanda dan gejalasesak nafas, demam, nyeri pinggang, menggigigl, mual, muntah dan syokGambaran klinissetelah terpapar zat-zat antigenik, antibodi akan meningkat pesat dan timbul hemolisis ekstravaskuler

  • Anemia hemolitik aloimun karena transfusiPengertian Antibodi yang dihasilkan oleh satu individu bereaksi dengan eritrosit individu lainYang paling berat : reaksi transfusi akut yg disebabkan ketidaksesuaian ABO eritrosit yg akan memicu aktivasi komplemen dan terjadi hemolisis intravaskuler yg akan menimbulkan DIC dan infark ginjalTanda dan gejalasesak nafas, demam, nyeri pinggang, menggigigl, mual, muntah dan syokGambaran klinissetelah terpapar zat-zat antigenik, antibodi akan meningkat pesat dan timbul hemolisis ekstravaskuler

  • ENZIMOPATI Pembentukan ATP dari metabolisme glukosa untuk:Kerja pompa ionikPenyediaan besi Hb dalam bentuk ferroPembentukan ATPjalur Embden Meyerhof yang melibatkan :Enzim glukosa fosfat isomerasePiruvat kinaseSebagian kecil glukosa mengalami metabolisme dalam eritrosit melalui jalur heksosa monofosfat dengan bantuan enzim glukosa 6 fosfat dehidrogenase glutation yang penting untuk melindungi Hb & membran eritrosit dari oksidan Dengan defisiensi enzim G6PD, piruvat kinase & glukosa fosfat isomerase mempermudah & mempercepat hemolisis

  • HEMOLISIS MIKROANGIOPATIK kerusakan membran sel eritrosit secara mekanik dalam sirkulasi darah karena adanya fibrin atau mikrotombi trombosit yang tertimbun di arteriol, sel eritrosit terperangkap pada jala2 fibrin mengakibatkan terfragmentasinya eritrositDapat terjadi pada abnormalitas dinding pembulu darah misal pada : hipertensi maligna, eklamsia, kanker diseminata, hemangioma(DIC) & mikroangiopati trombosik: TTP &HUS

  • INFEKSI MIKROORGANISMELangsung menyerang eritrosit : malaria, babesiosis, & bartonelosisMelalui pengeluaran toksin hemolisis oleh Clostridium perfingens, Pembentukan antibodi atau otoantibodi terhadap eritrositDeposit antigen mikroba / reaksi kompleks imun pada eritrosit

  • PEMERIKSAAN LAB ANEMIA HEMOLITIK

    Retikulosit Umur eritrosit pendek (

  • PEMERIKSAAN LAB ANEMIA HEMOLITIK AUTOIMUN

    Retikulositosis VER Tes coomb positif LekopeniaTrombositopenia Hemoglobinuria Hemoglobinemia

  • PEMERIKSAAN PENUNJANGTetesan preparat darah tebalmerupakan cara terbaik untuk menemukan parasit malaria karena tetesan darah cukuo banyak dibandingkan dengan preparat darah tipis.Tetesan darah tipisdigunakan untuk identifikasi jenis plasmodium,bila dengan preparat darah tebal sulit ditentukan.Tes antigen : P-F testmendeteksi antigen dari P.falciparum.Deteksinya sangat cepat hanya 3-5 menit,tidak memerlukan latihan khusus, sensitivitasnya baik,tidak memerlukan alat khusus.Tes serologites ini berguna untuk mendeteksi adanya antibodi specific terhadap malaria atau pada keadaan dimana parasit sangat minimal.Pemeriksaan PCRpemeriksaan ini dianggap sangat peka dengan teknologi amplifiksai DNA,waktu dipakai cukup cepat dan sensitivitasnya maupun spesifitasnya tinggi.keunggulan tes ini walaupun jumlah parasit sangat sedikit dapat memberikan hasil positif.

  • LO 4MM. MALARIA

  • Stadium demam:Stadium menggigil: nadi cepat tapi lemah, bibir dan jari tangan menjadi biru, kulit kering dan pucat, kadang disertai muntah. Pada anak, kadang disertai kejang (15 menit-1 jam)Stadium puncak demam: rasa dingin berubah jadi panas sekali-> muka merah, kulit kering dan terasa panas, sakit kepala, mual muntah, nadi penuh dan berdenyut keras (2-6 jam)Stadium berkeringat: suhu turun cepat, kadang-kadang sampat di bawah ambang normal. Biasanya penderita dapat tidur nyenyak dan waktu bangun merasa lemah tapi lebih sehat (2-4 jam

  • Siklus hidup Plasmodium malaria :Fase seksual eksogen (sporogoni) dalam tubuh nyamuk.Fase aseksual (skizogoni) dalam tubuh hospes perantara/manusiadaur dalam darah (skozogoni eritrosit)daur dalam sel parenkim hati/stadium jaringan (skizogoni ekso-eritrosit).

    PATOFISIOLOGIMelalui gigitan nyamuk Anopheles sporozoit masuk aliran darah selama 1/2-1 jam menuju hati untuk berkembang biak berpuluh-puluh ribu merozoit masuk ke dalam darah dan masuk ke dalam eritrosit untuk berkembang biak menjadi tropozoit Skizon eritrosit pecah (disebut sporulasi) sambil membesarkan puluhan merozoit sebagian skizon masuk kembali ke eritrosit baru dan sebagian lagi membentuk mikro dan makro gametosit Gametosit akan terisap oleh nyamuk Anopheles saat menghisap darah penderita untuk memulai fase sporogoni.

  • SIFAT DAN DIAGNOSTIK 4 SPESIES PLASMODIUM PADA MANUSIA

    Plasmodium falciparumPlasmodium vivaxPlasmodium ovalePlasmodium malariaeDaur Praeritrosit5,5 hari8 hari9 hari10-15 hariHipnozoit-++-Jumlah merozoit hati40.00010.00015.00015.000Skizon hati60 mikron45 mikron70 mikron55 mikronDaur eritrosit48 jam48 jam50 jam72 jamEritrosit yang dihinggapiMuda dan normositRetikulosit dan normositRetikulosit dan normosit mudanormositPembesaran eritrosit-+++-Titik-titik eritrositMaurerSchuffnerSchuffner (James)ZiemannPigmenhitamKuning tengguliTengguli tuaTengguli hitamJumlah merozoit eritrosit8 - 2412 - 188 - 108

    Daur dalam nyamuk pada 27C10 hari8 9 hari12 14 hari26 28 hari

  • P. vivaxP. malariaeP. ovaleP. falciparumMasaprapaten8 27 hari18 59 hari12 20 hari6 25 HariMasaInkubasi13 17 hari23 69 hari14 hari7 27 hariKeluarnyaGametosit5 hari5 23 hari5 hari8 15 hariSiklussporogonidalamnyamuk8 16 hari16 35 hari12 14 hari9 22 hari

  • PLASMODIUM VIVAXHospes dan Nama PenyakitHospes perantara manusiaHospes definitif nyamuk Anopheles betinaNama penyakit malaria vivax / malaria tersiana

    Distribusi GeografikDaerah subtropik: Korsel, Cina, Mediterania Timur, Turki, beberapa negara Eropa saat musim panas, Amerika Selatan dan UtaraDaerah tropik: Asia Timur (Cina, daerah Mekong) dan Asia Selatan (Srilanka, India), Indonesia (ditemukan di seluruh kepulauan dan pada musim kering), Filipina, wilayah Pasifik seperti Papua Nugini, Kepulauan Solomon dan Vanuatu.Di Afrika (terutama barat dan utara) jarang ditemukan

  • DiagnosisMenemukan parasir P. Vivax pada sediaan darah yang dipulas dengan GiemsaDengan rapid test dapat terlihat garis positif baik sebagai pan-LDH dan/atau Pv-LDH. Rapid test sebaiknya dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan mikroskopik untuk menghindari false negativePengobatanKarena klorokiun sudah resisten maka dilakukan pemberian obat secara bersamaanKlorokuin (3 hari) + primakuin (30 mg, 14 hari)Artesunat-amodiakuinDihidroartemisininpiperakuinNon-altemisinin seperti meflokuin dan atovaquone-proguanilPemeriksaan kadar glukosa 6 fosfat dehidrogenase dalam darah menghindari terjadinya anemia hemolitik

  • PrognosisBaik, tidak menyebabkan kematianSerangan I tidak diobati berlangsung 2 bulanInfeksi malaria vivax tanpa pengobatan 3 tahun, bisa lebih lama karena relapsnya

    Plasmodium MalariaeNama PenyakitMalaria malariae / malaria kuartana serangan demam berulang pada tiap hari keempat

    Distribusi GeografikDaerah tropik (frekuensinya rendah)Di Afrika (terutama barat dan utara)Di Indonesia Papua Barat, NTT (termasuk Timor Leste) dan Sumatera Selatan

  • DiagnosisMenemukan parasit P. malariae pada sediaan darah yang dipulas dengan Giemsa jumlahnya sedikit sering ditemukan secara tidak sengaja pada penderita tanpa gejalaPemeriksaan dengan rapid test tidak selalu memperlihatkan hubungan antara pemeriksaan mikroskopik dengan enzim pan-LDH, mungkin disebabkan rendahnya P. malariae dalam darahPengobatanKlorokuin basa (resisten) selama 5 hari, dosis total 35 mg/KgBBArtemisininPironaridinPrognosisTanpa pengobatan, malaria malariae dapat berlangsung sangat lama

  • PLASMODIUM OVALENama PenyakitMalaria ovaleDistribusi GeografikDaerah tropik Afrika bagian barat, Pasifik baratDi Indonesia Pulau Owi sebelah selatan Biak di Irian Jaya, Flores dan di Pulau TimorDiagnosisMenemukan parasit P. ovale pada sediaan darah yang dipulas dengan Giemsa PrognosisMalaria ovale penyakitnya ringan dan dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan

  • PLASMODIUM FALCIPARUMNama PenyakitMalaria falsiparum / malaria tropika / malaria tersiana maligna

    Distribusi GeografikDaerah tropik terutama di Afrika dan Asia Tenggara bagian barat, Pasifik baratDi Indonesia tersebar di seluruh kepulauan

  • Penyuli malaria berat:Malaria otak / malaria serebralAnemia beratGagal ginjalEdema paruHipoglikemiaSyok / gangguan sirkulasi darah / malaria algidaPerdarahan abnormal dan Disseminated Intravascular CoagulationMalaria hemoglobinuriaDemam tinggiHiperparasitemia

  • SPLENOMEGALIDi limpa parasit malaria dieliminasi oleh sistem kekebalanAkut :Limpa membesar dan tegang (kongesti)Nyeri, konsistensi luankDitemukan parasit dalam eritrosit dan pigmen hemozoin (malaria pigment) yang bebas/ dalam sel fagositKronis :Imunitas meningkat, parasit hilang, kongesti
  • BLACKWATER FEVERBlackwater fever is a complication of malaria in which red blood cells burst in the bloodstream (hemolysis), releasing hemoglobin directly into the blood vessels and into the urine (hemoglobinuria), frequently leading to kidney failure

  • DiagnosisMenemukan parasit stadium trofozoit muda (bentuk cincin) tanpa / dengan stasium gametosit dalam sediaan darah tepi.Sediaan darah tebal lebih sensitif dibandingkan sediaan darah tipis pada infeksi dengan jumlah parasitemia rendah.Semakin tinggi jumlah parasit dalam darah tipis, semakin tinggi terjadinya malaria berat. Hal ini terutama ditemukan pada penderita non-immune.Malaria berat dapat juga terjadi dengan parasit yang rendah dalam darah tepi.Walaupun sangat jarang dapat juga ditemukan penderita tanpa parasitemia dalam darah tepi, tetapi pada autopsi terbukti adanya parasit yang bersekuestrasi dalam berbagai kapiler alat dalam.Rapid test malaria dapat juga digunakan untuk menegakkan diagnosis secara cepat, tetapi tidak dapat menggantikan pemeriksaan mikroskopik.

  • PengobatanPenderita malaria falsiparum tanpa komplikasiDrug of choice kombinasi artemisinin, Artesunat (3 hari, 4 mg/KgBB/hari) amodiakuin basa (3 hari, 10 mg/KgBB/hari) per oralArtemeter-lumenfantrine (Coartem) 3 hariDihidroartemisinin-piperakuin (Artekuin, Duocotexcin ) 2-3 hariBila terjadi kegagalan pengobatan kombinasi kina (7 hari, 3x10 mg/KgBB/hari) dan doksisiklin (7 hari, 100 mg/hari)

  • Penderita malaria falsiparum beratSuntikan sodium artesunat (I.M. & I.V.)5-7 hariDosis awal 2,4 mg/KgBB I.M. diikuti 1,2 mg/KgBB setiap 24 jam, selama 6 hari Artemeter (I.M.)5-7 hariDosis awal 3,2 mg/KgBB pada hari ke-1, diikuti 1,6 mg sampai hari ke-6Stadium aseksual P. falciparum menghilang dalam 24-48 jamRekrudensi kombinasi kina dan doksisiklin per oral

  • *TABEL OBAT ANTIMALARIA

  • Beberapa jenis obat yang tidak lagi digunakan untuk mengobati malaria berat karena dianggap berbahaya:KortikosteroidAnti-inflamatory agent lainnyaUrea, invert sugarDekstran dengan berat molekul rendahEpinefrin (adrenalin)HeparinEpoprostenol (prostacyclin)Cyclosporin (cyclosporin A)Deferoxamine

    PrognosisPenderita malaria falsiparum berat prognosisnya buruk, sedangkan penderita malaria falsiparum tanpa komplikasi prognosisnya cukup baik bila dilakukan pengobatan dengan segera dan dilakukan observasi hasil pengobatan

  • LO 5MM. METABOLISME VITAMIN B12 DAN ASAM FOLAT

  • *VITAMIN B12Terdiri dr kobalamin , struktur dasar sama dengan 1 atom kobalt di pusat cincin korrin yang melekat pada suatu bagian nukleotidaSumber : dari hewan seperti daging, hati, ikan dan produk susu. Tidak terdapat dlm buah, biji2an, atau sayuran.Fungsi : sebagai koenzim untuk 2 reaksi biokimiawi tubuh :Kofaktor untuk metionin sintetase (metilasi homosistein) metionin dengan THF sebagai donor metilSebagai deoksiadenosil B12 (adoB12) bantu konversi metil malonil KoA suksinik KoA.

  • *Absorpsi : B12 + faktor intrinsik glikoprotein (BM 45000, disintesis di sel parietal lambung) kompleks IF- B12 berikatan dg Reseptor IF (kubilin) di ileum distal absorpsi.Transpor:Vit B12 diabsorpsi ke dalam darah porta melekat pada Transkobalamin II diangkut ke sumsum tulang dan jaringan lain.Defisiensi TC II anemia megaloblastik krn B12 gagal masuk sumsum tulang dan sel lain.

  • Metabolisme Vitamin B12GasterKe duodenumhasilkanDi sekresi di sirkulasiKobalamin dr makanan dlm bentuk kompleksBerikatan dengan pengikat gaster RKobalaminDi bawa ke hati,sumsum tulang & sel lain

    Kobalamin berikatan dgn Transkobalamin II

    Di ileum terminaldihancurkanTerikat pada faktor intrinsikIkatan R Cbl dicerna

  • ABSORBSI + TRANSPORT B12Anemia Non-Megaloblastik

  • METABOLISME VIT B12 Patofisiologi Vit B12 masuk ke lambung berikatan dg IF B12 brasal dr sel parietal lambung pada akhir terminal ileum IF b12 melepas Vit B12- vit B12 dibawa ke hati dan jaringan oleh transkobalamin II

    Gangguan Peradangan pada ileum defisiensi faktor instrinsikAda faktor pejamu

  • VITAMIN B12 DALAM TUBUH MANUSIADiserap lambungFaktor Intrinksik (IF)B12 Fk. IntrinksikSel Mukosa Ileum(Transkobalamin)HATIJaringan sintesis DNA, eritropoiesisVit. B12Vit. B12(pada makanan)Sel parietal LambungDiperlukan untuk Sintesis DNA(Cadangan Vit.B12)

  • PATOFISIOLOGI VITAMIN B12

  • *FOLAT Asam folat adalah senyawa induk dari sekelompok besar senyawa yi Folat, yang berasal darinya Struktur : folat dari makananAtom H tambahan di posisi 7,8 (dihidrofolat) atau 5,6,7,8 (tetrahidrofolat)Gugus formil di N5/N10, gugus metil di N5 atau gugus 1-C lainnyaMolekul glutamat tambahan melekat pada gugus -karboksil molekul glutamatAbsorpsi:Folat dr makananmetil THF selama absorpsi di usus kecil bagian atas ke dlm sel, metil THF poliglutamat folat Transpor Fungsi dalam reaksi biokimiawi dalam tubuh :Pemindahan 1 unit C dlm inter-konversi AA misal konversi homosisteinmetionin; seringlisin; pd sintesis prekursor DNA purin.

  • ASAM FOLATPembentukan asam folat aktif

    Asam folat bukanlah suatu vitamin aktif. Asam folat harus diubah menjadi tetrahidrofolat (H4folat) untuk menjadi aktif

    Dihydrofolate reductase enzim golongan oksidoreduktase yang mengkatalis reduksi dihidrofolat menjadi tetrahidrofolat

    Sumber asam folat:Buah-buahan berwarna jingga dan merah. Daun-daunan hijau Kacang-kacangan Serealia

    DihydrofolateTetrahydrofolateDihydrofolate reductase

  • METABOLISME ASAM FOLATMETILTETRAHIDROFOLATGugusmetilVit.B12Metil B12MetioninHomosisteinTETRAHIDROFOLATDIHIDROFOLAT5,10 METILENTETRAHIDROFOLATDeoksiuridilatTimidilat DNA+ B6SerinGlisinSintesis purindan pirimidin

  • *ASPEK NUTRISI VITAMIN B 12 & ASAM FOLAT

    Vitamin B12FolatAsupan harian normal dr makanan7-30 g200-250 gMakanan utamaProduk hewan sajaSebagian bsr,khususnya hati, sayuran hijau, ragiPemasakanSedikit efeknyaMudah rusakKebutuhan harian mi dewasa1-2 g100-150 gCadangan dlm tubuh2-3 mg (cukup utk 2-4th)10-12 g(cukup utk 4 bln)Absorpsi LetakIleumDuodenum dan yeyenum-mekanismeFaktor intrinsikKonversi jd metiltetrahidrofolat-batas2-3g/hari50-80% kandungan makananSirkulasi enterohepatik5-10 g/hari90 g/hariTranspor dlm plasmaSebagian bsr terikat TC I. TC II essensial utk ambilan selTerikat lemah pd albuminBentuk fisiologik intrasel utamaMetil- dan deoksiadenosilkobalaminDerivat poliglutamat tereduksiBentuk terapeutik umumhidroksokobalaminAsam folat (pteroilglutamat)

  • Kesimpulan Telah dipelajari:Anemia makrositik normokromAnemia normokrom normositerMalariaMetabolisme vitamin B12 dan asam folatSaran :sebaiknya bapak ini mengobati penyakit dasar dari keluhan, yaitu malariaMelakukan PSN Mengkonsumsi makanan dengan asupan gizi yang adekuat

  • DAFTAR PUSTAKAGillespie - Principle And Practice of Clinical Parasitology 2001Atlas Protozoologi UntarWindmanns - Tinjauan Klinis Hasil Pemeriksaan Laboratorium, 11ed, 2002Henrys clinical Diagnosis and Management by Laboratory Methods. 21st ed. Vol 1. McPherson RA, Pincus MR. Saunders Elsevier, New York: 2007. pp.504-542Wintrobes Clinical Hematology. 11th ed.pp.1888-1934Hoffbrand AV, Pettit JE., Kapita Selekta Hematologi, edisi 4, Jakarta: EGC, 2005Katzung, Bertram G. Farmakologi: Dasar dan Klinik,ed.8:jilid 2. Jakarta: Salemba Medika, 2002Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid IIBuku Hematologi klinik ringkas, EGCBuku ajar Hematologi-onkologi anak, IDAI 2010http://www.dpd.cdc.gov/dpdx/HTML/Frames/M-R/Malaria/body_Malaria_page1.htm#LifeCycle www.fkuii.org http://www.roche.co.id/bahasa/disease/disease_anemia_id.htm

    *****Lain : NO anateshia, defisiensi Transcobalamin II, defek enzim kongenital******************Akut: muntah darah, perdarahan banyak,Kronik masuk ke mikrositik*Hb, Ht, jumlah eri awalnya meningkat karena vasokonstriksi tapi menjadi turun karena hemodelusi dari cairan ke jaringan.*****************************Sumber:PPT askep malaria tropika*Sumber: Buku Ajar Parasitologi Kedokteran FKUI Edisi 4 hal. 196*P. falciparum dalam jaringan yang mengandung parasit tua di dalam otak, peristiwa ini yang disebut sekuestrasi*I.M. =intramuskularI.V. = intravenaRekrudensi adalah demam yang timbul kembali dalam kurun waktu delapan minggu sesudah serangan pertama hilang.*Sumber:Ms. Word 23224890-Mikrobiologi-Farmasi-Plasmodium-Sp-malaria-Ogi-NH****