Laporan Praktikum Inderaja Modul 3 FIX

download Laporan Praktikum Inderaja Modul 3 FIX

of 52

  • date post

    14-Apr-2018
  • Category

    Documents

  • view

    237
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Laporan Praktikum Inderaja Modul 3 FIX

  • 7/27/2019 Laporan Praktikum Inderaja Modul 3 FIX

    1/52

    LAPORAN RESMI PRAKTIKUM

    PENGINDERAAN JAUH

    MODUL III

    KOREKSI GEOMETRI

    MUHAMMAD SULAIMAN

    26020212140030

    Shift II

    PROGRAM STUDI OSEANOGRAFI

    JURUSAN ILMU KELAUTAN

    FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

    UNIVERSITAS DIPONEGORO

    SEMARANG

    2013

  • 7/27/2019 Laporan Praktikum Inderaja Modul 3 FIX

    2/52

    LEMBAR PENILAIAN

    MODUL III : KOREKSI GEOMETRI

    Nama : Muhammad Sulaiman NIM : 26020212140030 Ttd : .

    NO KETERANGAN NILAI

    1. Pendahuluan

    2. Tinjauan Pustaka

    3. Materi dan Metode

    4. Hasil dan Pembahasan

    5. Kesimpulan

    6. Daftar Pustaka

    JUMLAH

    Semarang, 7 Oktober 2013

    Mengetahui,

    Koordinator Praktikum Asisten

    Jasmine Khairani Zainal Oscar Agustino

    K2D 009 036 K2E 009 058

    Shift : 2 (Dua)

    Tanggal Praktikum : 1 Oktober 2013

    Tanggal Pengumpulan : 7 Oktober 2013

  • 7/27/2019 Laporan Praktikum Inderaja Modul 3 FIX

    3/52

    I. PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang

    Perkembangan teknologi yang semakin lama semakin pesat khususnya

    dalam hal teknik pengolahan citra, menuntut kita untuk lebih menguasainya.

    Berbagai macam software pengolahan citra telah dikembangkan

    sebagaimana mestinya. Hal ini bertujuan untuk mempermudah dalam

    otomatisasi pengolahan citra. Perkembangan teknik pengolahan citra juga

    memungkinkan semakin praktisnya pemrosesan, dengan jaminan hasil

    pengolahan citra yang semakin baik. Sebelum melakukan koreksi

    geometrik, analis harus memahami terlebih dahulu tentang sistem proyeksi

    peta. Pada prinsipnya sistem proyeksi berpijak pada tiga kaidah yaitu

    mempertahankan jarak, sudut dan luas (equal distance, aqual angle, aqual

    area). Untuk menyajikan posisiplanimetris ada sejumlah sistem proyeksi.

    Pada dasarnya semua citra yang diperoleh melalui perekaman sensor

    tidak lepas dari kesalahan, yang umumnya disebabkan oleh mekanisme

    perekaman sensornya, gerak, dan wujud geometri bumi serta kondisi

    atmosfer pada saat perekaman. Kesalahan yang terjadi pada proses

    pembentukan citra ini perlu dikoreksi supaya aspek geometrik dan

    radiometriknya benar-benar mendukung pemanfaatan untuk aplikasi yang

    berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya. Proses perbaikan kualitas citra

    supaya siap pakai ini disebut restorasi citra.

    Koreksi geometri selanjutnya diperlukan untuk menghasilkan data

    yang lebih teliti dalam aspekplanimetrik. Pada koreksi ini, sistem koordinat

    atau proyeksi peta tertentu dijadikan rujukan, sehingga dihasilkan citra yang

    mempunyai sistem koordinat dan skala yang seragam. Citra terkoreksi ini

    siap untuk dimanipulasi bersama dengan peta dalam kerangka sistem

    informasi geografi (Danoedoro, 1996).

  • 7/27/2019 Laporan Praktikum Inderaja Modul 3 FIX

    4/52

    1.2 Tujuan1. Agar mahasiswa mampu melakukan koreksi geometrik citra dengan

    menggunakan perangkat lunakER Mapper 7.0.2. Agar mahasiswa mengetahui 3 istilah dalam pengkoreksian geometri

    yaituRektifikasi, Orthorektifikasi, danRegresi.

    3. Agar mahasiswa dapat memahami teknik perbaikan data digital.

  • 7/27/2019 Laporan Praktikum Inderaja Modul 3 FIX

    5/52

    II. TINJAUAN PUSTAKA2.1 Koreksi Geometri

    Koreksi geometrik merupakan proses memposisikan citra sehingga cocok

    dengan kordinat peta dunia sesungguhnya. Ada beberapa cara dalam

    pengkoreksian ini antara lain triangulasi, polinominal, orthorektifikasi

    dengan menggunakan kontrol titik titik lapangan (ground control point),

    proyeksi peta ke peta dan registrasi titik titik yang telah diketahui (know point

    registration). Koreksi citra bedasarkan citra yang lain yang telah dikoreksi

    disebut image to image (Mapper, 1998).

    Ada tiga cara untuk melakukan koreksi geometri yang pertama adalah

    rektifikasi geometri. Rektifikasi geometri adalah mengubah aspek geometri

    pada citra dengan cara merujuk pada proyeksi peta yang baku, sehingga

    koordinat pada citra menjadi sama dengan koordinat pada peta yang

    digunakan sebagai data acuan. Proses yang digunakan dalam koreksi

    geometri dengan cara rektifikasi geometri adalah dengan transformasi

    koordinat dan resampling. Metode yang digunakan adalah dengan metode

    GCP (ground control point), yaitu membandingkan titik-titik kontrol pada

    citra dan titik-titik kontrol pada peta. Pengambilan titik kontrol harus

    mewakili dan merata pada seluruh citra. untuk memudahkan dalam

    pengambilan titik kontrol, obyek yang dipilih sebagai titik kontrol adalah

    obyek yang mudah dikenali pada citra, seperti posisi jalan, sungai dan

    kenampakan obyek yang khas. Cara yang kedua adalah dengan registrasi

    citra yaitu dengan mendaftarkan koordinat citra yang belum terkoreksi

    dengan koordinat citra yang sudah terkoreksi yang mempunyai daerah yang

    sama, atau (map to map transformation). Sedangkan Ortorektifikasi adalah

    bentuk lebih akurat dari rektifikasi karena mengambil penghitungan sensor

    (kamera) dan karakteristik platform (pesawat terbang). Ini khusus

    direkomendasikan untuk foto udara. Ortorektifikasi dicakup terpisah di dalam

    Image orthorectification'(Lillesand, T.M and Kiefer, R.W. 1990).

  • 7/27/2019 Laporan Praktikum Inderaja Modul 3 FIX

    6/52

    Data asli hasil rekaman sensorbaik pada satelit maupun pesawat terbang

    merupakan representasi dari bentuk permukaan bumi yang tidak beraturan.

    Meskipun kelihatannya merupakan daerah yang datar, tetapi area yang

    direkam sesungguhnya mengandung kesalahan (distorsi) yang diakibatkan

    oleh pengaruh kelengkungan bumi dan atau oleh sensor itu sendiri. Oleh

    karena itu diperlukangeoreferensi yang merupakan suatu proses memberikan

    koordinat peta pada citra yang sesungguhnya sudah planimetris. Koreksi

    geometrik merupakan proses yang mutlak dilakukan apabila posisi citra akan

    disesuaikan atau ditumpang susunkan dengan peta-peta atau citra lainnya

    yang mempunyai sistem proyeksi peta (Fathoni, 2013).

    Kesalahan geometrik dipengaruhi oleh distorsi (kesalahan) yang timbul

    pada saat perekaman. Hal ini dipengaruhi oleh perputaran bumi ataupun

    bentuk dari permukaan bumi. Beberapa kesalahan ini kadang sudah dikoreksi

    oleh supplier citra atau dapat dikoreksi secara geometris oleh pengguna.

    Koreksi geometrik dapat dilakukan dengan:

    Menggunakan titik kontrol (Ground Control Point) yang dicari pada citralain yang sudah memilikigeoreferensi.

    Menggunakan titik (Ground Control Point) yang dapat dicari pada petayang sudah memilikigeoreferensi.

    Memakai titik pengukuran yang diambil menggunakan GPS (GlobalPositioning System) pada lokasi-lokasi tertentu yang mudah dikenali pada

    citra. Hal yang perlu dipertimbangkan dalam melakukan koreksi geometris

    antara lain adalah tingkat resolusi danproyeksi yang digunakan data itu.

    (Fathoni, 2013)

    2.2 RektifikasiRektifikasi adalah suatu proses melakukan transformasi data dari satu

    sistem grid menggunakan suatu transformasi geometrik. Oleh karena posisi

    piksel pada citra output tidak sama dengan posisipiksel input(aslinya) maka

    piksel-piksel yang digunakan untuk mengisi citra yang baru harus di-

    resamplingkembali.Resamplingadalah suatu proses melakukan ekstrapolasi

  • 7/27/2019 Laporan Praktikum Inderaja Modul 3 FIX

    7/52

    nilai data untukpiksel-pikselpada sistem grid yang baru dari nilaipikselcitra

    aslinya. Rektifikasi juga dapat diartikan sebagai pemberian koordinat pada

    citra berdasarkan koordinat yang ada pada suatu peta yang mencakup area

    yang sama. Bisa dilakukan dengan input GCP atau rectification image to

    map dan diperlukan peta (dengan sistem koordinat tertentu) atau kumpulan

    GCP untuk objek yang sudah diketahui pada citra (Fathoni, 2013).

    Ada beberapa 7 alasan atau pertimbangan, kenapa perlu melakukan

    rektifikasi, diantaranya adalah untuk :

    1. Membandingkan 2 citra atau lebih untuk lokasi tertentu.2. Membangun SIG dan melakukan pemodelan spasial.3. Meletakkan lokasi-lokasi pengambilan training area sebelum

    melakukan klasifikasi.

    4. Membuat peta dengan skala yang teliti.5. Melakukan overlay (tumpang susun) citra dengan data-data spasial

    lainnya.

    6. Membandingkan citra dengan data spasial lainnya yang mempunyai skalayang berbeda.

    7. Membuat mozaik citra.8. Melakukan analisis yang memerlukan lokasi geografis dengan presisi

    yang tepat.

    (Fathoni, 2013)

    2.3 OrthorektifikasiOrthorektifikasi adalah metode yang paling akurat. Upaya ini memerlukan

    data DEM (digital elevation model) dan tidak dibutuhkan pada daerah yang

    relative datar. Jika suatu kenampakan geografis yang unik dan stabil sifatgeometrik dan radiometriknya dan lokasinya dapat diketahui dengan tepat,

    baik pada citra maupun pada peta, orthorektifikasi biasanya memilih lokasi

    yang memiliki ciri khas seperti kenampakan muka bumi yang berbentuk

    cekungan, atau garis pantai yang menjorok ke laut, maupun ciri-ciri ekstrim

    lainnya pada permukaan bumi sehingga dapat memperbaiki pergeseran relief

    (relief displacement). Proses koreksi geometrisnya adalah dengan

  • 7/27/2019 Laporan Praktikum Inderaja Modul 3 FIX

    8/52

    memasukkandata ketinggian permukaan dan informasi posisi platfom satelit

    penginderan (Nasda. 2000).

    Orthorefikasi merujuk pada tipe rektifikasi yang lebih akurat dari pada

    rektifikasi biasa karena prosesnya juga mempertimbangkan beberapa

    karateristik sensor (kamera) dan platform. Proses ort