Case Besar Snake Bite NANCY

download Case Besar Snake Bite NANCY

of 20

  • date post

    10-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    23
  • download

    3

Embed Size (px)

Transcript of Case Besar Snake Bite NANCY

PRESENTASI KASUSGIGITAN ULAR BERBISA

Oleh

dr.Nancy H

RSUD dr. A. Dadi Tjokrodipo

Jl. Basuki Rahmat no 73

Bandar Lampung

Diagnostik dan Manajemen

Deskripsi : An.B, 9 tahun, digigit ular at regio digiti III sinistra.Tujuan : Mengetahui gambaran klinis, klasifikasi dan penatalaksanaan gigitan ular Bahan Bahasan : Kasus

Cara Membahas : Presentasi dan diskusi

DATA PASIEN :No. Register

: 17948-13Nama

: An. BUmur

: 9 tahun

Alamat

: TBUTanggal masuk : 14 juni 2013Nama RS

: RS. A. Dadi TjokrodipoData Utama Untuk Bahan Diskusi :

1. Gambaran klinis : terdapat bekas gigitan ular dua titik, kemerahan (+), hipersalivasi (-), kejang (-), sianosis (-), takikardi (-), Edema (-), Nyeri tekan pada luka gigitan (-), Ekimosis (-), Hipotensi (-), Kelemahan otot (-), Berkeringat (-), Menggigil (-), Mual (-), Muntah (-), Nyeri kepala (-), Pandangan kabur (-)2. Riwayat Pengobatan : pasien tidak pernah minum obat apapun sebelumnya dan belum dilakukan tindakan apapun3. Riwayat Penyakit : pasien tidak memiliki riwayat digigit ular maupun serangga sebelemnya, kelainan pembekuan darah (-).4. Riwayat Keluarga : keluarga pasien tidak ada yang mengalami keluhan serupa.5. Riwayat Imunisasi: lengkapLaboratoium:Leukosit: 10.800 gr/dl

Hb

: 12

Diff Count: 0/0/0/62/91/7

Ht

: 35,2 %

Eritrosit: 4.560.000 gr/dl

Bt

: 2

Trombosit: 350.000 gr/dlCt

: 3

Hasil Pembelajaran :1. Jenis bisa ular

2. Penatalaksanaan berdasarakan klasifikasi grade gigitan ular3. Pertolongan pertama saat tergigit ular1) Subjektif : OS datang dengan keluhan tergigit ular 25 menit SMRS, saat sedang bermain di laut, Os mengatakan ular berwarna kuning bergaris hitam, berukuran kecil menggigit jari tengah tangan kiri, kepala ular pasien tidak begitu melihatnya. Saat digigit OS langsung menghentakannya dan ular terlepas seketika sehingga OS sehingga OS tidak memperhatikan bentuk kepala ular.. Terdapat kemerahan (+) dua titik tempat gigitan ular, bengkak (-), hipersalivasi (-), kejang (-), sianosis (-), takikardi (-), edema (-), Nyeri tekan pada luka gigitan (-), Ekimosis (-), Hipotensi (-), Kelemahan otot (-), Berkeringat (-), Menggigil (-), Mual (-), Muntah (-), Nyeri kepala (-), Pandangan kabur (-).2) Objektif : Pemeriksaan FisikStatus generalis Keadaan umum: Baik

Kes : CMTD

: 110/ 70 mmHg

S : 36,2OCN

: 72x/ menit

RR : 24 x/ menit BB

: 21 kg

TB : 110 cmStatus Gizi

: IMT :

Kepala

Mata

: anemis -/-, ikterus -/-Leher

: KGB ttb, JVP tidak meningkatThorax

: Cor : S1 S2 tunggal, Reguler, Mur (-), Gal (-) Paru : Ves +/+, Rh -/-, Whez -/-Abdomen

: datar, lembut, H/L tidk teraba, NT/ NL -/-, bising usus (+)Ekstremitas : akral hangat, cap refill < 2 detik, oedem - - - -

Status Lokalis :

Dari hasil anamnesis dan pemeriksaan fisik 1. Assesment (penalaran klinis) : Bisa adalah suatu zat atau substansi yang berfungsi untuk melumpuhkan mangsa dan sekaligus juga berperan pada sistem pertahanan diri. Bisa tersebut merupakan ludah yang termodifikasi, yang dihasilkan oleh kelenjar khusus. Bisa ular tidak hanya terdiri atas satu substansi tunggal, tetapi merupakan campuran kompleks, terutama protein, yang memiliki aktivitas enzimatik.

Efek toksik bisa ular pada saat menggigit mangsanya tergantung pada spesies, ukuran ular, jenis kelamin, usia, dan efisiensi mekanik gigitan (apakah hanya satu atau kedua taring menusuk kulit), serta banyaknya serangan yang terjadi.Berdasarkan sifatnya pada tubuh mangsa, bisa ular dapat dibedakan menjadi bisa hemotoksik, yaitu bisa yang mempengaruhi jantung dan sistem pembuluh darah; bisa neurotoksik, yaitu bisa yang mempengaruhi sistem saraf dan otak; dan bisa sitotoksik, yaitu bisa yang hanya bekerja pada lokasi gigitan.Tidak semua ular berbisa pada waktu menggigit menginjeksikan bisa pada korbannya. Orang yang digigit ular, meskipun tidak ada bisa yang diinjeksikan ke tubuhnya dapat menjadi panik, nafas menjadi cepat, tangan dan kaki menjadi kaku, dan kepala menjadi pening. Gejala dan tanda-tanda gigitan ular akan bervariasi sesuai spesies ular yang menggigit dan banyaknya bisa yang diinjeksikan pada korban. Gejala dan tanda-tanda tersebut antara lain adalah tanda gigitan taring (fang marks), nyeri lokal, pendarahan lokal, memar, pembengkakan kelenjar getah bening, radang, melepuh, infeksi lokal, dan nekrosis jaringan (terutama akibat gigitan ular dari famili Viperidae).Gejala khusus gigitan ular berbisa

Hematotoksik : perdarahan ditempat gigitan, paru, jantung, ginjal, peritoneum, otak, gusi, hematemesis dan melena, perdarahan kulit ( petekie, ekimosis), hemaptoe, hematuria, koagulasi intravascular diseminata ( KID )

Neurotoksik : hipertonik, fasikulasi, paresis, paralisis pernafasan, ptosis, oftalmologi, paralisis otot laring, reflex abnormal, kejang dan koma

Kardiotoksik : hipotensi, henti jantung, koma

Sindrom kompartemen : edema tungkai dengan tanda-tanda 5P ( pain, pallor, parasthesia, paralysis, pulselesness )

Salah satu jenis ular berbisa yaitu, Hydropiinae, merupakan satu family Elapidae yang sering ditemui di Indonesia, atau sering ditemui di laut dengan ciri fisik memiliki taring pendek dan tegak permanen, dengan bentuk ekor seakan dayung dan berwarna hitam dan kuning.

Gambar 5. Ular Golongan Hydropiidae

Gambar 6. Gigitan Ular Hydropiidae

Gejala yang segera muncul berupa sakit kepala, lidah terasa tebal, berkeringat dan muntah

Setelah 30 menit sampai beberapa jam biasanya timbul kaku dan nyeri menyeluruh, spasme pada otot rahang, paralisis otot, kelemahan otot ekstraokuler, dilatasi pupil dan ptosis, mioglobulinuria yang ditandai dengan urin warna coklat gelap, ginjal rusak, henti jantung.

Pasien diduga digigit jenis ular berbisa kuat Hydropidae dengan family Elapidae, sesuai dengan anamnesa, dimana ular berwarna kuning bergaris hitam, berukuran kecil dan OS sedang bermain di laut.

Pada pemeriksaan fisik, terdapat dua titik kemerahan pada jari tengah kiri pasien tanpa disertai gigi kecil lainnya dari ular, hal ini sesuai dengan pengklasifikasian berdasarkan bentuk kepala ular dan luka bekas gigitan sebagai berikut :

a. Ciri-ciri Ular berbisa

Bentuk kepala segi empat panjang

Gigi taring kecil

Bekas gigitan : luka halus beebentuk lekungan

b. Ciri- ciri Ular Tidak Berbisa

Kepala segi tiga

Dua gigi taring besar di rahang atas

Dua luka gigitan utama akibat gigi taring SHAPE \* MERGEFORMAT

Gambar 2. Beberapa ciri ular berbisa adalah bentuk kepala segitiga, ukuran gigi taring kecil, dan pada luka bekas gigitan terdapat bekas taringTetapi, pasien didiagnosa gigitan ular derajat 0 a.r dugiti III sinistra, karena pada anamnesa pasien mengatakan edema (-), Nyeri tekan (-) di tempat gigitan, hipersalivasi (-), kejang (-), sianosis (-), takikardi (-), ekimosis (-), hipotensi (-), tanda-tanda hipotensi seperti: Menggigil (-), Mual (-), Muntah (-), Nyeri kepala (-), Pandangan kabur (-). Kelemahan otot (-),Berkeringat (-),Hal, ini didukung dengan pemeriksaan fisik yang didapat, dimana tanda-tanda hipotensi bisa disingkirkan dari pemeriksaan TTV,

Tekanan darah yaitu : 110/ 70

Tabel 1. Tekanan darah Normal berdasarkan usia :

Umur ( tahun)SistolikDiastolik

Neonate75-10545-75

2-680-11050-80

795-12050-80

890-12055-85

995-13055-85

1095-13560-85

1195-13560-85

Status Lokalis :

Berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan fisik yang dilakukan, walaupun pasien diduga digigit oleh jenis ular berbisa kuat family Elapidae ,akan tetapi gigitan tersebut tidak terlalu dalam dan ular tersebut belum mengeluarkan bisa, sehingga Pasien dikatakan mengalami vulnus punctum ular derajat nol ( 0 ) berdasarkan pengklasifikasian menurut Schwartz, karena pada pasien ini hanya ditemukan luka, nyeri (-), edeme < 3 cm, sistemik 0.Berikut adalah klasifikasi gejala klinis berdasarkan Schwartz :Tabel 1. Klasifikasi Gigitan Ular Menurut Schwartz

DerajatVenerasiLukaNyeriEdema/ EritemaSistemik

00++/-< 3 cm/ 12 jam0

1+/-+-3-12 jam/12 jam0

II+++++>12-25 cm/12 jam+

Neurotoxic

Mual, pusing, syok

III+++++> 25 cm/12 jam++

Ptekhie, syok, ekhimosis

IV+++++++> ekstrimitas++

Gagal ginjal akut

Koma

Perdarahan

2. Plan : I. Penatalaksanaan

Tujuan penatalaksanaan pada kasus gigitan ular berbisa adalah:

Menghalangi/ memperlambat absorbsi bisa ular

Menetralkan bisa ular yang sudah masuk kedalam sirkulasi darah

Mengatasi efek lokal dan sistemik

Tindakan penatalaksaan gigitan ular, dibagi menjadi :A. Sebelum penderita dibawa ke pusat pengobatan, beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah :

Menenangkan korban yang cemas

Penderita diistirahatkan dalam posisi horizontal terhadap luka gigitan

Jangan memanipulasi daerah gigitan

Penderita dilarang berjalan dan dilarang minum minuman yang mengandung alcohol Imobilisasi (membuat tidak bergerak) bagian tubuh yang tergigit dengan cara

mengikat atau menyangga dengan kayu agar tidak terjadi kontraksi otot, karena

pergerakan atau kontraksi otot dapat meningkatkan penyerapan bisa ke dalam aliran

darah dan getah bening; pertimbangkan pressure-immobilisation pada gigitan

Apabila gejala timbul secara cepat sementara belum tersedia antibisa,, ikat daerah proksimal dan distal dari gigitan. Tindakan mengikat ini kurang berguna jika dilakukan lebih dari 30 menit pasca gigitan. Tujuan ikatan adalah untuk menahan