Praktikum Fisiologi Hewan Laporan Enzim Pencernaan

download Praktikum Fisiologi Hewan Laporan Enzim Pencernaan

of 45

  • date post

    16-Feb-2015
  • Category

    Documents

  • view

    811
  • download

    14

Embed Size (px)

Transcript of Praktikum Fisiologi Hewan Laporan Enzim Pencernaan

PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN LAPORAN ENZIM PENCERNAAN Cyprinus carpio

LABORATORIUM ZOOLOGI JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2008

Bab I Pendahuluan

1. Latar belakangPencernaan merupakan proses pemecahan senyawa kompleks menjadi senyawa yang lebih kecil. Proses pemecahan senyawa tersebut menghasilkan energi yang penting bagi kebutuhan sel, jaringan, organ dan makhluk hidup. Pencernaan merupakan proses kimia. Proses kimia membutuhkan adanya enzim untuk perubahan kimia bahan dasarnya. Enzim berperan dalam meningkatkan kecepatan reaksi tanpa mempengaruhi hasil reaksi dan tidak ikut bereaksi. Dalam proses pencernaan, enzim dihasilkan oleh berbagai organ, seperti usus halus, kelenjar ludah dan lambung. Enzim bersifat spesifik dalam proses pemecahan bahan kompleks(karbohidrat, protein, vitamin dan mineral)(Guyton,1992). Praktikum sistem pencernaan dilakukan dengan mengadakan uji terhadap keberadaan enzim di usus ikan dan menguji fungsi empedu dalam proses pencernaan. Pengujian dilakukan secara tidak langsung, yaitu dengan mendeteksi hasil dari kerja enzim. Pengujian dilakukan terhadap enzim amilase, enzim maltase, enzim tripsin dan pengaruh empedu terhadap lemak. Enzim diekstrak dari ikan mas (Cyprinus carpio).

2. PermasalahanPermasalahan dalam praktikum ini adalah bagaimana mengetahui macam-macam enzim pencernaan makanan yang terdapat pada usus ikan dan bagaimana mengetahui fungsi empedu dalam pencernaan makanan.

3. TujuanTujuan dalam praktikum ini adalah untuk mengetahui macam-macam enzim pencernaan makanan yang terdapat pada usus ikan dan untuk fungsi empedu dalam pencernaan makanan.

Bab II Tinjauan pustaka

2.1 Ikan mas Ikan karper (Cyprinus carpio) adalah ikan air tawar yang bernilai ekonomis penting dan sudah tersebar luas di Indonesia. koi.(Anonim,2007).

Ikan mas .(Anonim,2007). Klasifikasi ilmiah Kerajaan : Animalia Kelas : Actinopterygii Ordo : Cypriniformes Familia : Cyprinidae Genus : Cyprinus Spesies : C.carpio (Linnaeus,1758 )(anonym,2007) Ikan Mas (bahasa Inggeris: Goldfish ) merupakan salah jenis ikan konsumsi air tawar, berbadan memanjang pipih ke samping dan lunak. Sampai saat ini sudah terdapat 10 ikan mas yang dapat diidentifikasi berdasarkan karakteristik morfologisnya. Mulut terletak di ujung tengah dan dapat disembulkan. Bagian anterior mulut terdapat dua pasang sungut berukuran pendek. Secara umum, hampir seluruh tubuh ikan karper ditutupi sisik dan hanya sebagian kecil saja yang tubuhnya tidak ditutupi sisik. Sisik ikan karper berukuran relatif besar dan digolongkan dalam tipe sisik sikloid berwarna hijau, biru, merah, kuning keemasan atau kombinasi dari warna-warna tersebut sesuai dengan rasnya (Rochdianto, 2005).2. 2. Metabolisme

Metabolisme adalah proses-proses kimia yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup/sel. Metabolisme disebut juga reaksi enzimatis, karena metabolisme terjadi selalu menggunakan katalisator enzim. Metabolisme dibagi ke dalam anabolisme atau penyusunan senyawa komplek dari senyawa sederhana dan katabolisme yaitu pemecahan senyawa kompleks untuk menghasilkan senyawa yang lebih sederhana dan menghasilkan energi. Contoh anabolisme adalah fotosintesis dan contoh katabolisme adalah oksidari glukosa untuk menghasilkan ATP (Campbell,1995). 2.3 Enzim

Enzim adalah satu atau beberapa gugus polipeptida (protein) yang berfungsi sebagai katalis (senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi) dalam suatu reaksi kimia. Enzim bekerja dengan cara menempel pada permukaan molekul zat-zat yang bereaksi dan dengan demikian mempercepat proses reaksi. Percepatan terjadi karena enzim menurunkan energi pengaktifan yang dengan sendirinya akan mempermudah terjadinya reaksi. Sebagian besar enzim bekerja secara khas, yang artinya setiap jenis enzim hanya dapat bekerja pada satu macam senyawa atau reaksi kimia. Hal ini disebabkan perbedaan struktur kimia tiap enzim yang bersifat tetap. Sebagai contoh, enzim amilase hanya dapat digunakan pada proses perombakan pati menjadi glukosa. Enzim dipelajari dalam enzimologi(Campbell,1995).Enzim membantu proses metabolisme di dalam tubuh. Enzim banyak terdapat pada makanan segar karena enzim sangat sensitive terhadap panas dan akan rusak dalam proses pemasakan dan pasteurisasi. Enzim berperan penting bagi kehidupan dengan cara menjalankan seluruh metabolisme tubuh. Kita tidak dapat mencerna atau menyerap makanan dan kita pun bisa mati jika tidak ada enzim dalam tubuh. Enzim adalah biokatalisator spesifik yang bergabung dengan koenzim (vitamin dan mineral) yang menjalankan roda kehidupan melalui metabolisme agar tubuh dapat berfungsi dengan baik. Pada umumnya kita sudah mengetahui kegunaan vitamin dan mineral bagi tubuh, akan tetapi kemungkinan besar Anda tidak menyadari bahwa vitamin tidak akan diaktifkan dalam tubuh sampai bergabung dengan enzim (Campbell,1995). 2.3.1 Aktivitas katalitis yang dimiliki enzim memfasilitasi pendeteksian enzim tersebut

Jumlah enzim yang kecil di dalam sel mempersulit pengukuran kadarnya di dalam ekstrak jaringan atau cairan. Untungnya, aktivitas katalitis yang dimiliki enzim dapat menjadi sarana pemeriksaan yang sensitive dan spesifik bagi pengukuran kadar enzim itu sendiri. Kemampuan mengatalitis transformasi ribuan, puluhan ribu, atau bahkan lebih molekul substat menjadi produk dalam periode waktu yang singkat memberikan kepada setiap molekul enzim kemampuan untuk secara kimiawi menguatkan keberadaannya (Lehninger, 1995).

Untuk mengukur kadar enzim di dalam sebuah sampel ekstrak jaringan atau cairan biologik lain, kecepatan reaksi yang dikatalitis oleh enzim dalam sampel tersebut harus ditentukan. Dalam kondisi yang tepat, hasil pengukuran kecepatan reaksi harus sebanding dengan jumlah enzim yang ada. Karena jumlah molekul atau massa enzim yang ada sukar ditentukan, hasil pengukuran tersebut dinyatakan dalam unit enzim. Jumlah relatif enzim dalam berbagai ekstrak kemudian dapat dibandingkan. International Union of Biocemistry mengartikan satu unit aktivitas enzim sebagai 1 mikromol (1 mol; 10-6) substrat yang bereaksi atau produk yang ditransformasikan per menit (Lehninger, 1995). 2.3.1 Enzim dapat ditemukan di dalam organel spesifik Susunan spasial dan kompartementalisasi enzim, substrat, serta kofaktor di dalam sel mempunyai makna yang teramat penting. Sebagai contoh, di dalam selsel hati, enzim untuk glikolisis terdapat di dalam sitoplasma sedangkan enzim untuk siklus asam sitrat di dalam mitokondria. Distribusi enzim diantara berbagai organel subselular dapat dipelajari setelah dilakukan fraksionasi homogenat sel melalui sentrifugasi berkecepatan tinggi. Kandungan enzim pada setiap fraksi kemudian diperiksa (http://id.wikipedia.org/wiki/Enzim)Penentuan lokasi suatu enzim tertentu didalam sebuah sel atau jaringan pada keadaan yang relatif tetap acapkali dilakukan dengan prosedur histokimiawi (histoenzimologi). Sayatan tipis jaringan yang dibekukan (frozen section) dengan ketebalan 2 hingga 10 m diproses dengan substrat untuk suatu suatu enzim tertentu. Di mana terdapat enzim, di situ akan terbentuk produk dari reaksi yang dikatalisis enzim tersebut. Jika terwarna dan tidak larut, produk akan tetap berada di tempat pembentukannya dan mengungkap lokasi enzim. Histoenzimologi menghasilkan gambar grafik dan pola yang relatif bersifat fisiologik mengenai distribusi enzim(http://id.wikipedia.org/wiki/Enzim) 2.4 Sistem pencernaan ikan bertulang keras 2. 4. 1 Tractus Digestivus (saluran pencernaan) 1. cavum oris berkaitan dengan cara mendapatkan makanan, ada mulut yang dapat disembulkan kedepan dan tidak, jenis tertentu terdapat sungut untuk mencari makanan didasar perairan, dan posisi mulut berkaitan dengan kebiasaan memakannya, rahang banyak mengandung gigi yang berguna untuk mengunyah, lidah kecil melekat pada dasar rongga mulut dan merupakan alat yang membantu pernafasan. Rongga mulut; diselaputi sel-sel penghasil lender yang berperan mempermudah jalannya makanan kesegmen berikutnya, terdapat juga organ pengecap yang berfungsi menyeleksi makanan, jenis tertentu memiliki gigi yang berperan mengambil, mencengkram,

2.

3.

4.

5. 6.

7. 8. 9.

merobek, memotong, atau menghancurkan makanan, atau merupakan alat pencernaan makanan secara mekanik. pharnyx terdapat pada celah insang dan banyak mengandung lembaran - lembaran insang yang terletak sebelah menyebelah, jenis ikan filter feedingproses penyaringan makanan terjadi di faring karena tapis insang mengarah kesegmen faring, kadangkala ditemukan organ pengecap. oesophagus merupakan terusan dari pharynx, permulaan saluran pencernaan berbentuk pipa mengandung lender untuk membantu penelanan makanan, pada ikan laut berfungsi penyerapan garam melalui difusi pasif menyebabkan konsentrasi garam air laut yang diminum menurun sehingga memudahkan penyerapan air oleh usus belakang dan rectum. ventriculus (lambung) organ ini hampir sama bentuk dan warnanya dengan usus sehingga sukar dibedakan, berfungsi penampung makanan, jenis ikan tidak memiliki lambung fungsi lambung digantikan usus depan termodifikasi menjadi kantung yang membesart (lambung palsu), jenis ikan herbivore biasanya terdapat gizard (lambung khusus) yang berfungsi untuk menggerus makanan. pylorus segmen yang terletak antara lambung dan usus depan berfungsi sebagai pengatur pengeluaran makanan (chyme) dari lambung ke segmen usus, intestinum (usus) terdiri dari sel enterosit (memiliki villi berbentuk menyerupai sarang tawon) dan mukosit (sel goblet penghasil lendir), segmen terpanjang dari saluran pencernaan, bagian depannya terdapat dua saluran yang masuk didalamnya yang berasal dari kantung empedu (ductus choledochus) dan pancreas, jenis ikan tertentu yang pankreasnya menyebar pada organ hati (hepatopankreas) hanya ada satu saluran yaitu ductus choledochus. rectum segmen saluran pencernaan yang teruju