Lapkas Kecil Keratitis & Katarak

download Lapkas Kecil Keratitis & Katarak

of 25

  • date post

    26-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    28
  • download

    6

Embed Size (px)

Transcript of Lapkas Kecil Keratitis & Katarak

TINJAUAN PUSTAKA

1. KERATITIS

PENDAHULUAN & DEFINISI

Permukaan mata secara regular terpajan ligkungan luar dan mudah mengalami trauma, infeksi, dan reaksi alergi yang merupakan sebagian besar penyakit pada jaringan ini. Kelainan kornea sering menjadi penyebab timbulnya gejala pada mata. Keratitis adalah kelainan akibat adanya infiltrat sel radang pada kornea yang akan mengakibatkan kornea menjadi keruh. (PERDAMI, 2009)

KLASIFIKASI dan ETIOLOGIBerdasarkan lokasinya, keratitis dapat diklasifikasikan :

KERATITISSuperficialProfundaepitelsubepitelstromaHerpes zoster, herpes simplek, punctataNumularis, disiformneuroparalitikinterstitialdisiformissklerotikan

Keratitis superfisial adalah keratitis yang mengenai lapisan epitel atau Bowman, sedangkan keratitis profunda adalah keratitis yang mengenai lapisan stroma. Adapun bentuk-bentuk klinik keratitis superfisialis antara lain keratitis punctata superfisialis, keratitis herpes zoster, keratitis herpes simpleks, dan keratitis numularis. Sedangkan, bentuk keratitis profunda antara lain keratitis interstisial dan keratitis sklerotikan.Keratitis punctata dapat disebabkan karena sindrom dry eye, blefaritis, konjungtivitis kronis, keracunan obat, sinar ultraviolet, atau dapat juga karena infeksi sekunder. Pada keratitis punctata superficial biasanya penyembuhan berlangsung sempurna, apabila disebabkan oleh virus tidak perlu diberikan pengobatan karena penyembuhan dapat terjadi dalam 3 minggu4. Gejala klinisnya dapat berupa, mata merah, rasa silau, dan merasa kelilipan. Gejala lainnnya yang mungkin ditemukan adalah mata terasa perih, gatal dan mengeluarkan kotoran.

Berdasarkan etiologinya, keratitis dapat diklasifikasikan :a. KERATITIS MIKROBIALKeratitis ini diakibatkan oleh berbagai organisme bakteri,virus, jamur, atau parasit, abrasi sedikitpun bisa menjadi pintu masuk bakteri. Kebanyakan infeksi kornea terjdi akibat trauma atau gangguan mekanisme pertahanan sistemis ataupun lokal. keratitis bacterialciri-ciri keratitis bakteri adalah perjalanannya yang cepat. Destruksi kornea lengkap bisa terjadi dalam 24 48 jam oleh beberapa agen bakteri yang virulen. Ulkus kornea, pembentukan abses stroma, edema kornea dan inflamasi segmen anterior adalah karakteristik dari penyakit ini. keratitis viral keratitis dendritik herpetikkeratitis dendritik yang disebabkan virus herpes simpleks akan memberi gambaran spesifik berupa infiltrat pada kornea dengan bentuk seperti ranting pohon yang bercabang cabang dengan memberikan uji fluoresin positif nyata pada tempat percabangan.

Keratitits herpes zoosterMerupakan manifestasi klinis dari infeksi virus herpes zooster pada cabang saraf trigeminus, termasuk puncak hidung dan demikian pula kornea atau konjungtiva. Keratitis punctata epitelialKeratitits dengan infiltrat halus pada kornea, selain disebabkan oleh virus, keratitits punctata juga disebabakan oleh obat seperti neomisin dan gentamisin. Keratitits disiformis merupakan keratitits dengan bentuk seperti cakram didalam stroma permukaan kornea, keratitis ini disebabkan oleh infeksi atau sesudah infeksi virus herpes simpleks

b. KERATITIS PEMAJANANInfeksi ini terjadi bila kornea tidak dilembabkan secara memadai dan dilindungi oleh kelopak mata. Kekeringan kornea dapat terjadi dan kemudian dapat diikuti ulserasi dan infeksi sekunder. Keratitis lagoftalmosTerjadi akibat mata tidak menutup sempurna yang dapat terjadi pada ektropion palpebra, protrusio bola mata atau pada penderita koma dimana mata tidak terdapat reflek mengedip. Keratitis neuroparalitikTerjadi akibat gangguan pada saraf trigeminus yang mengakibatkan gangguan sensibilitas dan metabolisme kornea Keratokonjungtivitis sikaTerjadi akibat kekeringan pada bagian permukaan kornea.

PATOFISIOLOGIKornea adalah selaput bening mata yang dapat menembus cahaya, dan merupakan jaringan penutup bola mata sebelah depan yang terdiri dari :1. Epitel, terdiri dari 5 lapis sel epitel tidak bertanduk yang saling tumpang tindih.2. Membrane bowman, merupakan kolagen yang tersusun tidak teratur seperti stroma.3. Stroma, terdiri atas lamel yang merupakan susunan kolagen yang sejajar satu dengan yang lainnya.4. Membrane descement, merupakan membrane aseluler, bersifat sangat elastik.5. Endotel, yang berasal dari mesotelium, berlapis satu, berbentuk heksagonal.

Kornea disarafi oleh banyak saraf sensoris terutama berasal dari saraf siliar longus dan saraf nasosiliar. Trauma atau penyakit yang merusak endotel akan mengakibatkan sistem pompa endotel terganggu sehingga dekompensasi endotel dan terjadi edema kornea. Kornea merupakan bagian mata yang tembus cahaya dan menutup bola mata di sebelah depan. Pembiasan sinar terkuat dilakukan oleh kornea yaitu 40 dioptri.Awal dari keratitis bakteri adalah adanya gangguan dari epitel kornea yang intak atau masuknya mikroorganisme abnormal ke stroma kornea, dimana akan terjadi proliferasi dan menyebabkan ulkus. Faktor virulensi dapat menyebabkan invasi mikroba atau molekul efektor sekunder yang membantu proses infeksi. Beberapa bakteri memperlihatkan sifat adhesi pada struktur fimbriasi dan struktur non fimbriasi yang membantu penempelan ke sel kornea. Selama stadium inisiasi, epitel dan stroma pada area yang terluka dan infeksi dapat terjadi nekrosis. Sel inflamasi akut (terutama neutrofil) mengelilingi ulkus awal dan menyebabkan nekrosis lamella stroma.Difusi produk-produk inflamasi (meliputi cytokines) di bilik posterior, menyalurkan sel-sel inflamasi ke bilik anterior dan menyebabkan adanya hypopyon. Toksin bakteri yang lain dan enzim (meliputi elastase dan alkalin protease) dapat diproduksi selama infeksi kornea yang nantinya dapat menyebabkan destruksi substansi kornea. Grup bakteri yang paling banyak menyebabkan keratitis bakteri adalah Streptococcus, Pseudomonas, Enterobacteriaceae (meliputi Klebsiella, Enterobacter, Serratia, and Proteus) dan golongan Staphylococcus. Lebih dari 20 kasus keratitis jamur (terutama candidiasis) terjadi komplikasi koinfeksi bakteri.

GEJALA dan TANDAManifestasi yang menyertai pada penderita keratitis adalah : Inflamasi bola mata yang jelas Terasa ada benda asing di mata Cairan mukopurulen dengan kelopak mata saling melekat satu sama lain Rasa silau dimata pembuluh darah iris dilatasi, kontraksi iris yang meradang menutupi pandangan sehingga berpendar jika kena cahaya Blefarospasme karena rasa sakit yg diperhebat oleh gesekan palpebra superior Epifora rangsang nyeri sehingga reflek air mata meningkat. Kabur karena kornea berfungsi sbg jendela mata bila infiltrat di sentral

DIAGNOSIS

Berdasarkan anamnesis : Pemakaian lensa kontak (catat tipe lensa, waktu penggunaan dan cara disinfeksi) Trauma Penggunaan obat-obatan mata Penurunan imunitas tubuh Kekurangan cairan air mata Penyakit kornea sebelumnya (keratitis herpetic, keratopathy neurotrophik) Perubahan structural dan malposisi kelopak mataPemeriksaan fisik pada mata :1. Pemeriksaan tajam penglihatan untuk mengetahui fungsi penglihatan setiap mata secara terpisah. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan menggunakan kartu snellen maupun secara manual 2. Pemeriksaan luar dan biomikroskopik pasien menampakkan hal-hal berikut ini: Ulserasi epitel ; infiltrat kornea Ada atau tidaknya hypopyon Lipatan di membran descemet Edema kelopak mata atas Sinekhia posterior Inflamasi sekeliling kornea fokal atau difus Hiperemi konjungtiva3. OfthalmoskopTujuan pemeriksaan untuk melihat kelainan serabut retina dan ada atau tidaknya perdarahan.

4. Tes FluoresensUntuk melihat lebar dan dalamnya ulkus pada kornea. Pada tempat ulkus tampak berwarna hijau.5. Pemeriksaan Sensibilitas KorneaUntuk menilai kepekaan rangsang kornea. Dengan menggunakan kapas pilin atau estesiometer.6. Keratometri ( pegukuran kornea )Keratometri tujuannya untuk mengetahui kelengkungan kornea, tear lake juga dapat dilihat dengan cara fokus kita alihkan kearah lateral bawah, secara subjektif dapat dilihat tear lake yang kering atau yang terisi air mata.7. Tonometri digital palpasiCara ini sangat baik pada kelainan mata bila tonometer tidak dapat dipakai atau sulit dinilai seperti pada sikatrik kornea, kornea ireguler dan infeksi kornea.

DIAGNOSIS BANDING1. Blepharitis 2. Conjunctivitis 3. Keratokonjuntivitis4.Ulkus kornea

PENATALAKSANAANKeratitis punctata superfisialis biasanya berakhir dengan penyembuhan sempurna. Jika penyebabnya virus, tidak perlu diberikan pengobatan khusus dan penyembuhan biasanya terjadi dalam waktu 3 minggu. Jika penyebabnya adalah bakteri, diberikan antibiotik. Jika penyebabnya adalah mata kering, diberikan salep dan air mata buatan. Jika penyebabnya adalah sinar ultraviolet atau lensa kontak, diberikan salep antibiotik dan obat untuk melebarkan pupil. Jika penyebabnya adalah reaksi terhadap obat-obatan, maka sebaiknya pemakaian obat dihentikan.

KOMPLIKASI1.Ulkus Kornea2.Endophthalmitis3.Panophthalmitis

PROGNOSISKeratitis pungtata superficial penyembuhan biasanya berlangsung baik meskipun tanpa pengobatan. Imunitas tubuh merupakan hal yang penting dalam kasus ini karena diketahui reaksi imunologik tubuh pasien sendiri yang memberikan respon terhadap virus ataupun bakteri.

2. KATARAKDEFINISIKatarak berasal dari bahasa Yunani Katarrhakies, Inggeris Cataract, dan Latin cataracta yang berarti air terjun. Dalam bahasa indonesia disebut bular dimana penglihatan seperti tertutup air terjun akibat lensa yang keruh. Katarak adalah setiap keadaan kekeruhan pada lensa yang dapat terjadi akibat hidrasi (penambahan cairan) lensa, denaturasi protein lensa atau akibat kedua- duanya.Biasanya kekeruhan mengenai kedua mata dan berjalan progresif ataupun dapat tidak mengalami perubahan dalam waktu yang lama. Katarak umumnya merupakan penyakit pada usia lanjut, akan tetapi dapat juga akibat kelainan kongenital, atau penyulit penyakit mata lokal menahun.

ETIOLOGIBermacam- macam penyakit mata dapat megakiba