keratitis _ mala.docx

download keratitis _ mala.docx

of 29

  • date post

    01-Feb-2016
  • Category

    Documents

  • view

    254
  • download

    3

Embed Size (px)

Transcript of keratitis _ mala.docx

KERATITIS

Disusun Oleh :AFRILILIANTARIAKHMAD MUKHLIS KARUNIA RAMDHANICAYYI FANANI RAMDHONIEKA SAPTA DESYIANAKOMALASARII WAYAN ARIANA EKA PUTRAMUH. SYAHRON AL FAZARIMUH. RAMLINOVAN CAHAYA SAPUTRARAMANDA SATRIA KARISMAWAN

YAYASAN RUMAH SAKIT ISLAM NUSA TENGGARA BARATSEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN YARSI MATARAMPROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN2014/2015KATA PENGANTARSegala Puji bagi Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga Kami dapat menyelesaikan Makalah serta Asuhan Keperawatan Keratitis, tanpa nikmat sehat yang diberikan oleh-Nya sekiranya kami tidak akan mampu untuk menyelesaikan makalah ini.Sholawat serta salam selalu tercurahkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW, semoga atas izin Allah SWT kami dan teman-teman semua akan mendapatkan syafaatnya nanti.Tidak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada Pembimbing Mata Kuliah Sistem Sensori dan Persepsi dan teman-teman yang turut serta dalam penulisan makalah ini, baik dari segi ide, kreatifitas, dan usaha. Tanpa ada bantuan dari teman-teman semua, mungkin kami akan mengalami hambatan dalam penulisan makalah ini.Kami menyadari bahwa dalam makalah ini terdapat banyak kekurangan dan kesalahan, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bermanfaat untuk perbaikan makalah agar menjadi lebih bermanfaat untuk kita semua.

DAFTAR ISIHALAMAN JUDUL iKATA PENGANTAR iiDAFTAR ISI iiiBAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang 4B. Tujuan 4BAB II TINJAUAN PUSTAKA Dapat mengetahiu definisi dari keratitis5 Dapat mengetahui etiologi dari keratitis5 Dapat menegetahui manifestasi keratitis6 Dapat memahami patofisiologi dari keratitis7 Dapat mengetahui tandadan gejala dari keratitis8 Dapat mengetahui klasifikasi dari keratitis8 Dapat memahami Pemeriksaan diagnostic dari keratitis9 Dapat memahami Penatalaksanaan dari keratitis10 Dapat mengetahui konsep asuhan keperawatan keratitis10BAB III ASUHAN KEPERAWATANA. Pengkajian14B. Analisa data17C. Diagnosa keperawatan20D. Intervensi20E. Implementasi22F. Evaluasi24BAB IV PENUTUPA. Simpulan25B. Saran25

DAFTAR PUTAKA

3

BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangKeratitis merupakan kelainan akibat terjadinya infiltrasi sel radang pada kornea yang akan mengakibatkan kornea menjadi keruh. Keratitis ini diakibatkan oleh berbagai organisme bakteri,virus, jamur, atau parasit, abrasi sedikitpun bisa menjadi pintu masuk bakteri. Kebanyakan infeksi kornea terjdi akibat trauma atau gangguan mekanisme pertahanan sistemis ataupun lokal. Infeksi ini terjadi bila kornea tidak dilembabkan secara memadai dan dilindungi oleh kelopak mata. Kekeringan kornea dapat terjadi dan kemudian dapat diikuti ulserasi dan infeksi sekunder. Pemajanan kornea dapat diebabakan oleh karena keadaan eksoptalmus, paresis saraf kranial VII tetapi juga dapat terjadi pada pasien koma atau yang dianastesi.

B. Tujuan1. Tujuan umunSetelah dibuatnya makalah keratitis, Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami tentang asuhan keperawatan pada pasien dengan keratitis2. Tujuan khusus Dapat mengetahiu definisi dari keratitis Dapat mengetahui etiologi dari keratitis Dapat menegetahui manifestasi keratitis Dapat memahami patofisiologi dari keratitis Dapat mengetahui tandadan gejala dari keratitis Dapat mengetahui klasifikasi dari keratitis Dapat memahami Pemeriksaan diagnostic dari keratitis Dapat memahami Pemeriksaan penunjang dari keratitis Dapat mengetahui asuhan keperawatan keratitis

BAB IITINJAUAN TEORIA. DEFINISI KERATITISKeratitis adalah inflamasi pada kornea oleh bakteri, virus, hespes simplek, alergi, kekurangan vit. A . Keratitis adalah peradangan pada kornea, keratitis disebabkan oleh mikrobial dan pemajanan. Keratitis Mikrobial adalah infeksi pada kornea yang disebabkan oleh berbagai organisme bakteri, virus, jamur/parasit. serta abrasi yang sangat bisa menjadi pintu masuk bakteri. Keratitis Pemajanan adalah infeksi pada ornea yang terjadi akibat kornea tidak dilembabkan secara memadai dan dilindungi oleh kelopak mata kekeringan mata dapat terjadi dan kemudian diikuti ulserasi dan infeksi sekunder. (Brunner dan Suddarth, 2001)Keratitis adalah peradangan pada kornea, membran transparan yang menyelimuti bagian berwarna dari mata (iris) dan pupil. Keratitis dapat terjadi pada anak-anak maupun dewasa. Bakteri pada umumnya tidak dapat menyerang kornea yang sehat, namun beberapa kondisi dapat menyebabkan infeksi bakteri terjadi. Contohnya, luka atau trauma pada mata dapat menyebabkan kornea terinfeksi. Mata yang sangat kering juga dapat menurunkan mekanisme pertahanan kornea. (Kaiser, 2005)Keratitis merupakan kelainan akibat terjadinya infiltrasi sel radang pada kornea yang akanmengakibatkankorneamenjadikeruh.(http://berita19.wordpress.com/2010/02/03/infeksi-pada-mata-keratitis/)Keratitis merupakan kelainan akibat terjadinya infiltrate sel radang pada kornea yang akan mengakibatkan kornea menjadi keruh, biasanya diklasifikasikan dalam lapisan yang terkenasepertkeratitissuperficial,intertitisialdanprofunda.(http://www.berbagimanfaat.blogspot.com)B. ETIOLOGI1. Keratitis MikrobialKeratitis ini diakibatkan oleh berbagai organisme bakteri,virus, jamur, atau parasit, abrasi sedikitpun bisa menjadi pintu masuk bakteri. Kebanyakan infeksi kornea terjadi akibat trauma atau gangguan mekanisme pertahanan sistemis ataupun lokal. keratitis bacterial keratitis akibat dari infeksi stafilokokkus, berbentuk seperti : keratitis pungtata, terutama dibagian bawah kornea keratitis viral dendritik herpetic keratitis dendritik yang disebabkan virus herpes simpleks akan memberi gambaran spesifik berupa infiltrat pada kornea dengan bentuk seperti ranting pohon yang bercabang cabang dengan memberikan uji fluoresin positif nyata pada tempat percabangan. Keratitits herpes zoster Merupakan manifestasi klinis dari infeksi virus herpes zooster pada cabang saraf trigeminus, termasuk puncak hidung dan demikian pula kornea atau konjungtiva. Keratitis pungtata epithelial dengan infiltrat halus pada kornea, selain disebabkan oleh virus keratitits pungtata juga disebabakan oleh obat seperti neomicin dan gentamisin. Keratitits disiformis merupakan keratitits dengan bentuk seperti cakram didalam stroma permukaan kornea, keratitis ini disebabkan oleh infeksi atau sesudah infeksi virus herpes simpleks2. Keratitis PeremajaanInfeksi ini terjadi bila kornea tidak dilembabkan secara memadai dan dilindungi oleh kelopak mata. Kekeringan kornea dapat terjadi dan kemudian dapat diikuti ulserasi dan infeksi sekunder. Pemajanan kornea dapat disebabkan oleh karena keadaan eksoptalmus, paresis saraf kranial VII tetapi juga dapat terjadi pada pasien koma atau yang dianastesi.Keratitis lagoftalmos Terjadi akibat mata tidak menutup sempurna yang dapat terjadi pada ektropion palpebra, protrusio bola mata atau pada penderita koma dimana mata tidak terdapat reflek mengedip. Keratitis neuroparalitik Terjadi akibat gangguan pada saraf trigeminus yang mengakibatkan gangguan sensibilitas dan metabolisme kornea. Kerato konjungtivitis sika Terjadi akibat kekeringan pada bagian permukaan kornea.C. MANIFESTASI KLINIS1. Inflamasi bola mata yang jelas2. Terasa benda asing di mata3. Cairan mokopurulen dengan kelopak mata saling melekat saat bangun4. Ulserasi epitel5. Hipopion (terkumpulnya nanah dalam kamera anterior)6. Dapat terjadi perforasi kornea7. Ekstrusi iris dan endoftalmitis8. Fotofobia9. Mata berair10. Kehilangan penglihatan bila tidak terkontrol (Brunner dan Suddarth, 2001)D. PATOFISIOLOGIKornea berfungsi sebagai membran pelindung yang uniform dan jendela yang dilalui berkas cahaya retina. Sifat tembus cahayanya disebabkan strukturnya yang uniform, avaskular, dan deturgessens. Deturgesens atau keadaan dehidrasi relatif jaringan kornea, dipertahankan oleh fungsi sawar epitel. Epitel adalah sawar yang efisiens terhadap masuknya mikroorganisme ke dalam kornea dan merupakan satu lapis sel-sel pelapis permukaan posterior kornea yang tidak dapat diganti baru. Sel-sel ini berfungsi sebagai pompa cairan dan menjaga agar kornea tetap tipis dan basah, dengan demikian mempertahankan kejernihan optiknya. Jika sel-sel ini cedera atau hilang, timbul edema dan penebalan kornea yang pada akhirnya menggangu penglihtan. Karena kornea avaskular, maka pertahanan sewaktu peradangan tak dapat segera datang. Maka badan kornea, sel-sel yang terdapat di dalam stroma segera bekerja sebagai makrofag baru kemudian disusul oleh pembuluh darah yang terdapat di limbus dan tampak sebagi injeksi perikornea. Sesudahnya baru terjadi infiltrat, yang tampak sebagi bercak bewarna kelabu, keruh, dan permukaan yang licin. Kemudian dapat terjadi kerusakan epitel dan timbul ulkus kornea yang dapat menyebar ke permukaan dalam stroma. Pada perdangan yang hebat, toksin dari kornea dapat menyebar ke iris dan badan siliar dengan melalui membran descement dan endotel kornea. Dengan demikian iris dan badan siliar meradang dan timbulah kekeruhan di cairan COA, disusul dengan terbentuknya hipopion.Bila peradangan terus mendalam, tetapi tidak mengenai membran descement dapat timbul tonjolan membran descement yang disebut mata lalat atau descementocele. Pada peradangan yang dalam penyembuhan berakhir dengan terbentuknya jaringan parut yang dapat berupa nebula, makula, atau leukoma. Bila ulkusnya lebih mendalam lagi dapat timbul perforasi yang dapat mengakibatkan endophtalmitis, panophtalmitis, dan berakhir dengan ptisis bulbi.

E. TANDA DAN GEJALATanda patognomik dari keratitis ialah terdapatnya infiltrat di kornea. Infiltrat dapat ada di seluruh lapisan kornea, dan menetapkan diagnosis dan pengobatan keratitis. Pada peradangan yang dalam, penyembuhan berakhir dengan pembentukan jaringan parut (sikatrik), yang dapat berupa nebula, makula, dan leukoma. Adapun gejala umum adalah : Keluar air mata yang berlebihaN Nyeri Penurunan tajam penglihatan Radang pada kelopak mata (bengkak, merah) Mata merah Sensitif terhadap cahaya (Mansjoer, 2001).F. KLASIFIKASIKeratitis biasanya diklasifikasikan berdasarkan lapisan kornea yan