Gout Artritiss

Click here to load reader

  • date post

    10-Feb-2016
  • Category

    Documents

  • view

    21
  • download

    1

Embed Size (px)

description

MJB

Transcript of Gout Artritiss

GOUT ARTRITISBAB IIGOUT ARTRITISA.Pengertian

Gout adalah penyakit metebolik yang ditandai dengan penumpukan asam urat yang nyeri pada tulang sendi, sangat sering ditemukan pada kaki bagian atas, pergelangan dan kaki bagian tengah. (Merkie, Carrie. 2005).Gout merupakan penyakit metabolic yang ditandai oleh penumpukan asam urat yang menyebabkan nyeri pada sendi. (Moreau, David. 2005;407).Gout merupakan kelompok keadaan heterogenous yang berhubungan dengan defek genetic pada metabolism purin atau hiperuricemia. (Brunner & Suddarth. 2001;1810).Gout atau sering disebut asam urat adalah suatu penyakit metabolik dimana tubuh tidak dapat mengontrol asam urat sehinggaterjadi penumpukan asam urat yang menyebabkan ras nyeri pada tulang dan sendi.(Kesimpulan Kelompok).

B.ETIOLOGIPenyebab utama terjadinya gout adalah karena adanya deposit / penimbunan kristal asam urat dalam sendi. Penimbunan asam urat sering terjadi pada penyakit dengan metabolisme asam urat abnormal dan Kelainan metabolik dalam pembentukan purin dan ekskresi asam urat yang kurang dari ginjal.Faktor predisposisi terjadinya penyakit gout adalah:1.UmurUmumnya pada usia pertengahan, tetapi gejala bisa terjadi lebih awal bila terdapat factor herediter.

2.Jenis KelaminLebih sering terjadi pada pria dengan perbandingan 20:13.IklimLebih banyak ditemukan pada daerah dengan suhu yang lebih tinggi4.HerediterFactor herediter dominan autosomal sangat berperan dan sebanyak 25% disertai adanya hiperurikemi5.Keadaan-keadaan yang menyebabkan timbulnya hiperurikemiBeberapa factor lain yang mendukung, seperti :1.Faktor genetik seperti gangguan metabolisme purin yang menyebabkan asam urat berlebihan (hiperuricemia), retensi asam urat, atau keduanya.2.Penyebab sekunder yaitu akibat obesitas, diabetes mellitus, hipertensi, gangguan ginjal yang akan menyebabkan : Pemecahan asam yang dapat menyebabkan hiperuricemia.3.Karena penggunaan obat-obatan yang menurunkan ekskresi asam urat seperti : aspirin, diuretic, levodopa, diazoksid, asam nikotinat, aseta zolamid dan etambutolFaktor Resiko Terjadinya Asam UratTidak semua orang dengan peningkatann asam urat dalam darah (hiperuremia) akan menderita penyakit asam urat. Namun ada beberapa kondisi yang menyebabkan seseorang menderita penyakit asam urat, diantaranya:a.Pola makan yang tidak terkontrol. Asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh dalam tubuh dapat mempengaruhi kadar asam urat dalam darah. Makanan yang mengandung zat purin yang tinggi akan diubah menjadi asam urat.b.Seseorang dengan berat badan yang berlebihan (obesitas).c.Suku bangsa tertentu. Menurut penelitian, suku bangsa di dunia yang paling tinggi terserang asam urat adalah orang maori di Australia. Sedangkan di Indonesia tertinggi pada penduduk pantai dan yang paling tinggi di daerah Manado-Minahasa karena kebiasaan atau pola makan ikan dan mengkonsumsi alcohol.d.Peminum alcohol. Alcohol dapat menyebabkan pembuangan asam urat lewat utine ikut berkurang, sehingga asam urat tetap bertahan di dalam darah.e.Seseorang yang berumur 45 tahun biasanya pada laki-laki, dan perempuan saat umur menepouse.f.Seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit asam urat.g.Seseorang kurang mengkonsumsi air putih.h.Seseorang dengan gangguan ginjal dan hipertensi.i.Seseorang yang menggunakan obat-obatan dalam jangka waktu lama.j.Seseorang yang mempunyai penyakit diabetes mellitus.

C.KLASIFIKASIKlasifikasi gout dibagi dua yaitu:1.Gout PrimerGout primer dipengaruhi oleh factor genetic. Terdapat produksi/sekresi asam urat yang berlebihan dan tidak diketahui penyebabnya.

2.Gout SekunderGout sekunder dapat disebabkan oleh dua hal yaitu;a.Produksi asam urat yang berlebihan, misalnya pada:oKelainan mieloproliferatif (polisitemia, leukemia, myeloma retikulasi)oSindromaLesch-Nyhanyaitu kelainan akibat defisiensi hipoxantin guanine fosforibosil transferase yang terjadi pada anak-anak dan pada sebagian orang dewasaoGangguan penyimpanan glikogenoPada pengobatan anemia pernisiosa oleh karena maturasi sel megaloblastik menstimulasi pengeluaran asam uratb.Sekresi asam urat yang berkurang misalnya pada:oKegagalan ginjal kronikoPemakaian obat-obat salisilat, tiazid, beberapa macam diuretic dan sulfonamideoKeadaan-keadaan alkoholik, asidosis laktik, hiperparatiroidisme dan pada miksedemac.Obesitas (kegemukan)d.Intoksikasi (keracunan timbal)e.Pada penderita diabetes mellitus yang tidak terkontrol dengan baik dimana akan ditemukan mengandung benda-benda keton (hasil buangan metabolism lemak) dengan kadar yang tinggi. Kadar benda-benda keton yang meninggi akana menyebabkan kadar asam urat juga ikut meninggi.

Penyakit asam urat mempunyai 4 tahapan, yaitu:a.Tahap 1 (Tahap akut)Pada tahap ini penderita akan mengalami serangan arthritis yang khas untuk pertama kalinya. Serangan arthritis tersebut akan menghilang tanpa pengobatan dalam waktu 5-7 hari. Bila dilakukan pengobatan maka akan cepat menghilang. Karena cepat menghilang maka penderita sering menduga kakinya hanya keseleo atau terkena infeksi, sehingga tidak menduga terkena penyakitgout arthritisdan tidak melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pada pemeriksaan kadang-kadang tidak ditemukan ciri-ciri penderita terserang penyakit gout arthritis. Ini karena serangan pertama berlangsung secara singkat dan dapat sembuh dengan sendirinya (self-limiting), maka penderita sering berobat ke tukang urut dan pada saat penderita sembuh, penderita menyangka hal itu dikarenakan hasil urutan/pijatan. Namun jika dilihat dari teori, nyeri yang diakibatkan asam urat tidak boleh dipijat atau diurut, tanpa diobati atau diurut sekalipun serangan pertama kali akan hilang dengan sendirinya

b.Tahap 2 (Tahap Interkritikal)Pada tahap ini penderita dalam keadaan sehat selama rentang waktu tertentu. Rentang waktu setiap penderita berbeda-beda. Dari rentang waktu 1-10 tahun. Namun rata-rata rentang waktunya antara 1-2 tahun. Panjangnya rentang waktu pada tahap ini menyebabkan seseorang lupa bahwa dirinya pernah menderita serangan gout arthritis akut .c.Tahap 3 (Tahap Intermitten)Setelah melewati masa Interkritikal selama bertahun-tahun tanpa gejala, maka penderita akan memasuki tahap ini yang ditandai dengan serangan arthritis yang khas seperti diatas. Selanjutnya penderita akan sering mendapat serangan (kambuh) yang jarak antara serangan yang satu dengan serangan berikutnya makin lama makin rapat dan lama serangan makin lama makin panjang, dan jumlah sendi yang terserang makin banyak.

d.Tahap 4 (Tahap Kronik Tofaceous)Tahap ini terjadi bila penderita telah mengalami sakit selama 10 tahun atau lebih. Pada tahap ini akan terbentuk benjolan-benjolan disekitar sendi yang sering meradang yang disebut dengan Thopi. Thopi ini berupa benjolan keras yang berisi serbuk kapur yang merupakan deposit dari Kristal monosodium urat. Thopi ini akan menyakibatkan kerusakan pada sendi dan tulang disekitarnya.

D.PATOFISIOLOGIAdanya gangguan metabolisme purin dalam tubuh, intake bahan yang mengandung asam urat tinggi, dan sistem ekskresi asam urat yang tidak adequat akan menghasilkan akumulasi asam urat yang berlebihan di dalam plasma darah (Hiperurecemia), sehingga mengakibatkan kristal asam urat menumpuk dalam tubuh.Penimbunan ini menimbulkan iritasi lokal dan menimbulkan respon inflamasi.Hiperurecemia merupakan hasil:a.Meningkatnya produksi asam urat akibat metabolisme purine abnormal.b.Menurunnya ekskresi asam urat.c.Kombinasi keduanya.Saat asam urat menjadi bertumpuk dalam darah dan cairan tubuh lain, maka asam urat tersebut akan mengkristal dan akan membentuk garam-garam urat yang akan berakumulasi atau menumpuk di jaringan konectiv diseluruh tubuh, penumpukan ini disebuttofi. Adanya kristal akan memicu respon inflamasi akut dan netrofil melepaskan lisosomnya. Lisosom tidak hanya merusak jaringan, tapi juga menyebabkan inflamasi.Pada penyakit gout akut tidak ada gejala-gejala yang timbul. Serum urat maningkat tapi tidak akan menimbulkan gejala. Lama kelamaan penyakit ini akan menyebabkan hipertensi karena adanya penumpukan asam urat pada ginjal.Serangan akut pertama biasanya sangat sakit dan cepat memuncak. Serangan ini meliputi hanya satu tulang sendi. Serangan pertama ini sangat nyeri yang menyebabkan tulang sendi menjadi lunak dan terasa panas, merah. Tulang sendi metatarsophalangeal biasanya yang paling pertama terinflamasi, kemudian mata kaki, tumit, lutut, dan tulang sendi pinggang. Kadang-kadang gejalanya disertai dengan demam ringan. Biasanya berlangsung cepat tetapi cenderung berulang dan dengan interval yang tidak teratur.Periode intercritical adalah periode dimana tidak ada gejala selama serangan gout.Kebanyakan pasien mengalami serangan kedua pada bulan ke-6 sampai 2 tahun setelah serangan pertama. Serangan berikutnya disebut dengan polyarticular yang tanpa kecuali menyerang tulang sendi kaki maupun lengan yang biasanya disertai dengan demam. Tahap akhir serangan gout atau gout kronik ditandai dengan polyarthritis yang berlangsung sakit dengan tofi yang besar pada kartilago, membrane synovial, tendon dan jaringan halus. Tofi terbentuk di jari, tangan, lutut, kaki, ulnar, helices pada telinga, tendon achiles dan organ internal seperti ginjal. Kulit luar mengalami ulcerasi dan mengeluarkan pengapuran, eksudat yang terdiri dari Kristal asam urat

E.MANIFESTASI KLINISManifestasi klinis yang ditimbulkanpada penyakit asamurat antara lain adalah sebagai berikut:a.Nyeri hebat pada malam hari, sehingga penderita sering terbangun saat tidur.b.Saat dalam kondisi akut, sendi tampak terlihat bengkak, merah dan teraba panas.c.Disertai pembentukan Kristal natrium urat yang dinamakan thopi.d.Terjadi deformitas (kerusakan) sendi secara kronis.e.Thopi pada ibu jari, mata kaki dan pinna telingaf.Peningkatan suhu tubuh.

a.Gangguan akut :a)Nyeri hebatb)Bengkak dan berlangsung cepat pada sendi yang terserangc)Sakit kepalad)Demam.

b.Gangguan kronis :a)Serangan akutb)Hiperurisemia yang tidak diobatic)Terdapat nyeri dan pegald)Pembengkakan sendi membentuk noduler yang disebut tofi (penumpukan monosodiumurat dalam jaringan).

Menurut Buditanto (2000) mengatakan, bahwa pasien dengan gejala gout arthritis akan mengalami peradangan pada satu atau beberapa persendian. Sendi metatarsophalangeal dengan jari kaki pertama. Tapi tidak jarang seni lutut, tarsal, dan pergelangan kaki juga ikut terlibat. Nyeri yang terbiasa dikeluhkan pasien adalah tajam dan terkadang membuat pasien tidak bisa berjalan. Pada beberapa orang, nyeri dirasakan terutama setelah bangun tidur.

F.KOMPLIKASI1.Erosi, deformitas dan ketidakmampuan aktivitas karena inflamasi kronis dan tofi yang menyebabkan degenerasi sendi.2.Hipertensi dan albuminuria.3.Kerusakan tubuler ginjal yang menyebabkan gagal ginjal kronik4.Deformitas pada persendian yang terserang5.Urolitiasis akibat deposit kristal urat pada saluran kemih6.Nephrophaty akibat deposit kristal urat dalam interstisial ginjal.

G.PENATALAKSANAANPenatalaksanaan asam urat secara umum, dapat diatasi dengan menggunakan pengobatan modern (kimia) ataupun pengobatan tradisional.a. Pengobatan Modern (Konvensional/Kimia)Pengobatan modern ini biasa diperoleh dengan mengunakan resep dokter. Obat-obatannya antara lain:1)Obat Anti Inflamasi Non-Steroid (OAINS), yang berfungsi untuk mengatasi nyeri sendi akibat proses peradangan.2)Kortikosteroid, yang berfungsi sebagai obat anti radang dan menekan reaksi imun. Obat ini dapat diberikan dalam bentuk tablet atau suntikan dibagian sendi yang sakit.3)Imunosupresif, yang berfungsi untuk menekan reaksi imun. Obat ini jarang digunakan karena efek sampingnya cukup berat yaitu dapat menimbulkan penyakit kan ker dan bersifat racun bagi ginjal dan hati.4)Suplemen antioksidan yang diperoleh dari asupan vitamin dan mineral yang berkhasiat untuk mengobati asam urat. Asupan vitamin dan mineral dapat diperoleh dengan mengkonsumsi buah atau sayuran segar atau orange, seperti wortel.Selain obat-obatan tersebut, pengobatan secara medis dapat juga dilakukan melalui program rehabilitasi. Rehabilitasi ini berfungsi untuk mengembalikan kemampuan penderita seperti semula sehingga dapat menjalankan kehidupan sehari-hari dengan lancar. Caranya adalah mengistirahatkan sendi yang sakit, melakukan pemanasan atau pendinginan, dan memanfaatkan arus listrik untuk meningkatkan ambang rasa sakit.

b. Pengobatan Tradisional (Herbal)Tanaman obat yang digunakan untuk penyakit asam urat berfungsi sebagai anti radang, penghilang rasa sakit (analgesic). Membersihkan darah dari zat toksik, peluruh kemih (diuretic) sehingga memperbanyak urin, dan menurunkan asam urat. Adapun jenis tanaman berkhasiat obat yang dapat digunakan untuk mengatasi asam urat diantaranya yaitu (Saraswati, 2009 dalam Muhammad, 2010):1)Mengkudu (Morinda Citrifolia). Buah ini dipercaya memiliki khasiat sebagai pengurang rasa nyeri dan anti-inflamasi alamiah. Ekstraknya dapat menghambat enzim siklooksigenase-2 (COX-2) yang akan menyingkirkan penimbul rasa nyeri, prostaglandin (PEG).2)Sambiloto. Efeknya adalah anti-radang, menghilangkan nyeri, dan penawar racun.3)Kumis kucing. Efeknya adalah anti-radang, peluruh kemih, menghancurkan batu ginjal dari kristal adam urat.4)Daun salam. Efeknya adalah sebagai peluruh kencing, penghilang nyeri.5)Alang-alang. Efeknya adalah peluruh kemih.6)Temulawak. Efeknya adalah anti radang, menghilangkan nyeri, dan peluruh kemih.7)Jahe merah. Efeknya adalah anti-radang, dan melancarkan sirkulasi darah.8)Kunyit. Efeknya adalah anti-radang, menghilangkan nyeri, melancarkan darah dan vital energy.

c. Pengobatan ModalitasTerapi non farmakologis yang dapat digunakan sebagai alternative pilihan dalam pengobatan diminore primer adalah:1)Kompres hangatKompres hangat adalah pengompresan yang dilakukan dengan mempergunakan buli-buli panas yang di bungkus kain yaitu secara konduksi dimana terjadi pemindahan panas dari buli-buli ke dalam tubuh sehingga akan menyebabkan pelebaran pembuluh darah dan akan terjadi penurunan ketegangan otot sehingga nyeri sendi yang dirasakan akan berkurang atau hilang (Perry & Potter, 2005)Menurut Bare & Smeltzer (2001), kompres hangat mempunyai keuntungan meningkatkan aliran darah ke suatu area dan kemungkinan aliran darah ke suatu area dan kemungkinan dapat turut menurunkan nyeri dengan mempercepat penyembuhan.Menurut Price & Wilson (2005), kompres hangat sebagai metode yang sangat efektif untuk mengurangi nyeri atau kejang otot. Panas dapat disalurkan melalui konduksi (botol air panas). Panas dapat melebarkan pembuluh darah dan dapat meningkatkan aliran darah.Kompres hangat adalah metode yang digunakan untuk meredakan nyeri dengan cara menggunakan buli-buli yang diisi dengan air panas yang ditempelkan pada sendi yang nyeri.2)OlahragaOlahraga secara teratur dapat menimbulkan aliran darah sirkulasi darah pada sendi menjadi lancar sehingga dapat mengurangi rasa nyeri. Pelepasan endorphin alami dapat meningkatkan dengan olahraga teratur yang akan menekan pelepasan prostaglandin, selain itu mampu menguatkan kadar beta andorfin yaitu zat kimia otak yang berfungsi meredakan rasa sakit (Sadoso, 1998).3)Berhenti merokok dan mengkonsumsi alcoholKebiasaan-kebiasaan buruk ini, mempunyai efek negative terhadap tubuh manusia, pada perokokk berat dapat meningkatkan durasi terjadinya nyeri, hal ini berkaitan dengan peningkatan volume dan durasi perdarahan selama nyeri. Dengan menghindari dan menghilangkan kebiasaan tersebut, diharapkan efek negative dapat dihilangkan sehingga nyeri tidak terjadi (Medicastore, 2004).4)Pengaturan dietCara mengurangi dan mencegah rasa nyeri saat menstruasi, dianjurkan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung kalsium dan makanan segar, seperti sayuran, buah-buahan, ikan, daging, dan makanan yang mengandung vitamin B6 karena berguna untuk metabolism estrogen (Medicastore, 2004).

H.PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK1.Serum asam uratUmumnya meningkat, diatas 7,5 mg/dl. Pemeriksaan ini mengindikasikan hiperuricemia, akibat peningkatan produksi asam urat atau gangguan ekskresi.2. Angka leukositMenunjukkan peningkatan yang signifikan mencapai 20.000/mm3 selama serangan akut.Selama periode asimtomatik angka leukosit masih dalam batas normal yaitu 5000 10.000/mm3.3.Eusinofil Sedimen rate (ESR)Meningkat selama serangan akut. Peningkatan kecepatan sedimen rate mengindikasikan proses inflamasi akut, sebagai akibat deposit asam urat di persendian.4.Urin spesimen 24 jamUrin dikumpulkan dan diperiksa untuk menentukan produksi dan ekskresi dan asam urat. Jumlah normal seorang mengekskresikan 250 - 750 mg/24 jam asam urat di dalam urin. Ketika produksi asam urat meningkat maka level asam urat urin meningkat. Kadar kurang dari 800 mg/24 jam mengindikasikan gangguan ekskresi pada pasien dengan peningkatan serum asam urat.Instruksikan pasien untuk menampung semua urin dengan peses atau tisu toilet selama waktu pengumpulan. Biasanya diet purin normal direkomendasikan selama pengumpulan urin meskipun diet bebas purin pada waktu itu diindikasikan.5.Analisis cairan aspirasi dari sendi yang mengalami inflamasi akut atau material aspirasi dari sebuah tofi menggunakan jarum kristal urat yang tajam, memberikan diagnosis definitif gout.6.Pemeriksaan radiografiDilakukan pada sendi yang terserang, hasil pemeriksaan akan menunjukkan tidak terdapat perubahan pada awal penyakit, tetapi setelah penyakit berkembang progresif maka akan terlihat jelas/area terpukul pada tulang yang berada di bawah sinavial sendi.7.Pemeriksaan Laboratorium Seorang dikatakanmenderita asam urat apabila pemeriksaanlaboratoriummenunjukkan kadar asam urat dalam darah diatas 7 mg/Dl untuk pria danlebih dari 6 mg/Dl untuk wanita. Selain itu, kadar asam urat dalam urin lebih dari 760-1000 mg/24 jam dengan diet biasa. Disamping hal tersebut, sering juga dilakukan pemeriksaan gula darah, ureum, dan kreatinin, disertai pemeriksaan profil lemak darah untuk menguatkan diagnosis.Pemeriksaan gula darah dilakukan untuk mendeteksi ada dan tidaknya penyakit diabetes mellitus. Ureum dan kreatinin diperiksa untuk mengetahui normal dan tidaknya fungsi ginjal. Sementara itu pemeriksaan profil lemak darah penanda ada dan tidaknya gejala aterosklerosis.8.Pemeriksaan Radiologispemeriksaan radiologis digunakan untuk melihat proses yang terjadi dalam sendi dan tulang serta untuk melihat proses pengapuran di dalam tofus.9.Pemeriksaan Cairan SendiTujuannya adalah untuk melihat Kristal urat atau monosodium urate (Kristal MSU) dalam cairan sendi. Untuk melihat perbedaan jenis arthritis yang terjadi perlu dilakukan kultur cairan sendi. Jika ada peradangan sendi, maka cairan sendi yang dikeluarkan bisa dipakai sebagai bahan pemeriksaan penyakit sendi tersebut. Dengan mengeluarkan cairan sendi yang meradang maka pasien akan merasakann nyeri sendi yang berkurang.10.Pemeriksaan dengan RontgenPemeriksaan rontgen perlu dilakukan untuk melihat kelainan baik pada sendi maupun pada tulang dan jaringan disekitar sendi (Ketria, 2009).Seberapa sering penderita asam urat untuk melakukan pemeriksaan rontgen tergantung perkembangan penyakitnya. Jika sering kumat, sebaiknya dilakukan pemeriksaan rontgen ulang.

I.PENCEGAHANPembatasan purin:Hindari makanan yang mengandung purin yaitu : Jeroan (jantung, hati, lidah ginjal, usus), Sarden, Kerang, Ikan herring, Kacang-kacangan, Bayam, Udang, Daun melinjo.a. Kalori sesuai kebutuhan:Jumlah asupan kalori harus benar disesuaikan dengan kebutuhan tubuh berdasarkan pada tinggi dan berat badan. Penderita gangguan asam urat yang kelebihan berat badan, berat badannya harus diturunkan dengan tetap memperhatikan jumlah konsumsi kalori. Asupan kalori yang terlalu sedikit juga bisa meningkatkan kadar asam urat karena adanya badan keton yang akan mengurangi pengeluaran asam urat melalui urine.b. Tinggi karbohidrat:Karbohidrat kompleks seperti nasi, singkong, roti dan ubi sangat baik dikonsumsi oleh penderita gangguan asam urat karena akan meningkatkan pengeluaran asam urat melalui urine.c. Rendah protein:Protein terutama yang berasal dari hewan dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Sumber makanan yang mengandung protein hewani dalam jumlah yang tinggi, misalnya hati, ginjal, otak, paru dan limpa.d. Rendah lemak:Lemak dapat menghambat ekskresi asam urat melalui urin. Makanan yang digoreng, bersantan, serta margarine dan mentega sebaiknya dihindari. Konsumsi lemak sebaiknya sebanyak 15 persen dari total kalori.e. Tinggi cairan:Selain dari minuman, cairan bisa diperoleh melalui buah-buahan segar yang mengandung banyak air. Buah-buahan yang disarankan adalah semangka, melon, blewah, nanas, belimbing manis, dan jambu air. Selain buah-buahan tersebut, buah-buahan yang lain juga boleh dikonsumsi karena buah-buahan sangat sedikit mengandung purin. Buah-buahan yang sebaiknya dihindari adalah alpukat dan durian, karena keduanya mempunyai kandungan lemak yang tinggi.f. Tanpa alkohol:Berdasarkan penelitian diketahui bahwa kadar asam urat mereka yang mengonsumsi alkohol lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi alkohol. Hal ini adalah karena alkohol akan meningkatkan asam laktat plasma. Asam laktat ini akan menghambat pengeluaran asam urat dari tubuh.

J.Asuhan keperawatan pada klien Gout ArtritisAsuhan keperwatan kasus gout artritis1. Data FokusData subyektifData obyektif

1.Klien mengatakan rasa sakit pada ibu jari kakinya kambuh sejak 2 hari yang lalu.2.Klien mengatakan tidak berani minum obat anti nyeri.3.Klien mengatakan tidak mengetahui tentang penggunaan obat dan perawatan dirumah.4.Klien bertanya tentang penyakitnya dapat ditirunkan ke anaknya atau tidak.5.Klien merasa aneh dengan bentuk ibu jarinya.1.Kesadaran composmentis.2.Terdapat tanda-tanda inflamasi akut pada sendi metatarsofangeal digitti I manus dextra.3.Terdapat tofi di daerah aurikula dan maleolus lateralis sinistra.4.Hasil lab :a.Hb14 gr %b.Leukosit 13000 u/lc.LED 40 mm/jamd.Kadar uric acyd 9,3 gr %5.Skala nyeri 46.P: Makan jeroanQ : Nyeri sendiR : Nyeri pada ibu jari kakinyaS : Skala 4T : 2 hari yang lalu7.Klien bertanya tentang penyakitnya

2. Analisa DataDataMasalahEtiologi

DS :1.Klien mengatakan rasa sakit pada ibu jari kakinya kambuh sejak 2 hari yang lalu.2.Klien mengatakan tidak berani minum obat anti nyeri.DO :1.Skala nyeri 42.P : Makan jeroanQ : Nyeri sendiR : Nyeri pada ibu jari kakinyaS : Skala 4T : 2 hari yang lalu3.Terdapat tanda-tanda inflamasi akut pada sendi metatarsofangeal digitti I manus dextra.4.Terdapat tofi di daerah aurikula dan maleolus lateralis sinistra.5.Hasil lab :e.Hb 14 gr %f.Leukosit 13000 u/lg.LED 40 mm/jamh.Kadar uric acyd 9,3 gr %Nyeri sendiPeradangan sendi, penimbunanKristalpada membrane sinovia, tulang rawan arikular, erosi tulang rawan, prolifera sinovia dan pembentukan panus.

Ds :1. Klien merasa aneh dengan bentuk ibu jarinya.Do :1.Terdapat tofi di daerah aurikula dan maleolus lateralis sinistra.

G Gangguan citra diriP perubahan bentukkakidan terbenuknya tofus.

Ds :1.Klien mengatakan tidak berani minum obat anti nyeri.2.Klien mengatakan tidak mengetahui tentang penggunaan obat dan perawatan dirumah.3.Klien bertanya tentang penyakitnya dapat ditirunkan ke anaknya atau tidak.Do :1.Klien terlihat kurang mengetahuin tentang penyakit gout2.Klien terlihat kurang mengetahuin tetang obat goutDefisit pengetahuankurangnya pemahaman pengobatan dan perawatan di rumah .

Diagnosa keperawatan1.Nyeri sendi b. d peradangan sendi, penimbunan kristal pada membrane sinovia, tulang rawan artikular, erosi tulang rawan, prolifera sinovia dan pembentukan panus.2.Gangguan citra diri b. d perubahan bentukkakidan terbenuknya tofus.3.Defisit pengetahuan berhubungan dengan kurangnya pemahaman pengobatan dan perawatan di rumah .Intervensi KeperawatanNoDiagnosa KeperawatanTujuan dan Kriteria HasilIntervensiRasional

1Nyeri sendi berhubungan denganPeradangan sendi, penimbunanKristalpada membrane sinovia, tulang rawan arikular, erosi tulang rawan, prolifera sinovia dan pembentukan panus.Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 diharapkannyeri berkurang, hilang, teratasi.Dengan kriteria hasil:1.Klien melaporkan penelusuran nyeri.2.menunjukan perilaku yang lebiih rileks.3.memperagakan keterampilan reduksi nyeri.4.Skala nyeri 0 1 atau teratasi.

MANDIRI

1.Kaji lokasi, intensitas, dan tipe nyeri. Observasi kemajuan nyeri ke daerah yang baru. Kaji nyeri dengan skala0 4.

2.Bantu klien dalammengidentifikasi factor pencetus.

3.Jelaskan dan bantu klien terkait dengan tindakan pereda nyeri nonfamakologi dan non invasif.

4.Ajarkan relaksasi: teknik terkait ketegangan otot rangka yang dapat mengurangi intensitas nyeri.

5.Ajarkan metode distraksi selama nyeri akut.

6.Tingkatkan pengetahuaantentang penyebab nyeri dan hubungan dengan berapa lama nyeri akan berlangsung.

7.Hindarkan klien meminum alcohol, kafein, dan obat diuretik.

KOLABORASI

1.Kolaborasi dengan tim medis untuk pemberian alopurinolMANDIRI1.Nyeri merupakan respon subjektif yangbdapat dikaji dengan menggunakan skala nyeri. Klien melaporkan nyeri biasanya di atas tingkat cedera.

2.Nyeri dipengaruhi oleh kecemasan dan peradangan pada sendi.

3.Pendekatan dengan menggunakan relaksasi dan farmakologilain menunjukan keefektifan dalam mengurangi nyeri.

4.Akan melancarkan peredaran darah sehingga kebutuhan oksigen pada jaringan terpenuhi dan mengurangi nyeri.

5.Mengalikan perhatian klien terhadap nyeri ke hal yang menyenangkan.

6.pengetahuan tersebut membatu mengurangi nyeri dan dapat menbatumeningkatkan kepatuhan klien terhadap rencana terapeutik.

7.pemakaian alkohol, kafein, dan obat-obatan diuretik akan menambah peningkatan kadar asam urat dalam serum.

KOLABORASI

1.Alopurinol menghambat biosentesis asam urat sehingga menurunkan kadar asam urat serum.

2Gangguan citra diri berhubungan dengan perubahan bentukkakidan terbenuknya tofus.Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 diharapkan citra diri klien meningkat. Dengan kriteria hasil :1.Klien mampu mengatakan atau mengkomunikasikan denganorang terdekat tentang situasi dan perubahan yang terjadi.2.Mampu menyatakan penerimaandiri terhadap situasi.3.Mengakui dan menggabungkan perubhan dalam konsep diri dengan cara yang akurat tanpa merasakan harga dirinya negatif.

MANDIRI

1.Kaji perubhan perspsi dan hubungannyadengan derajat ketidakmampuan.

2.Ingatkan kembali realitas bahwa masih dapat menggunakan sisi yang sakit dan belajar mengontrol sisi yang sehat.

3.Bantu dan ajurkan perawatan yang baik dan memperbaiki kebiasaan.

4.Anjurkan orang terdekat untuk mengizinkan klien melakukan sebanyak mungkin hal untuk dirinya.

5.Bersama klien mencari alternatif koping yang positif.

6.Dukung prilaku atau usaha peningkata minat atau partisipasi dalam aktifitas rehabilitasi.

KOLABORASI

1.Kolaborasi dengan ahli neuropsikologi dan konseling bila da indikasi.MANDIRI1.Menetukan bantuan individual dalm menyusun rencana perawatan atau pemilihan intervensi.

2.Membantu klien melihat bahwaperaat menerima kedua bagian dari seluruh tubuh dan mulai menerima situasi baru.

3.Membantu meningkatkan perasaan harga diri dan mengontrol lebih dari satu area kehidupan.

4.Menghidupkan kembali perasaan mandiri dn membatu perkemabangan harga diri serta memengaruhi proses rehabilitasi.

5.Dukungan perawat kepada klien dapat meningkat kan rasa percaya diri klien.

6.Klien dapat beradaptasi terhadap perubahan dan memahami peran individu dimasa mendatang.

KOLABORASI

1.Dapat memfasilitasi perubahan peran yang penting untuk perkembangan perasaan.

3Defisit pengetahuan berhubungan dengan kurangnya pemahaman pengobatan dan perawatan di rumah .Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 diharapkanPasien dan keluarga dapat memahami penggunaan obat dan perawatandirumah.

MANDIRI1.Kaji kemampuan pasien dalam mengungkapkan instruksi yang diberikan oleh dokter atau perawat.

2.Berikan Jadwal obat yang harus di gunakan meliputi nama obat, dosis, tujuan dan efek samping

3.Bantu pasien dalam merencanakan program latihan dan istirahat yang teratur.

4.Tekankan pentingnya melanjutkan manajemen farmako terapeutik.

5.Berikan informasi mengenai alat-alat bantu yang mungkin dibutuhkan.

6.Jelaskan pada pasien tentang asal mula penyakit

KOLABORASI

1.Kolaborasi dengan sumber- sumber komunitas arthritis.

MANDIRI1.Mengetahui respon dan kemampuan kognnitif klien dalam menerima informasi.

2.Penjelasan ini dapat meningkatkan koordinasi dan kesadaran pasien terhadap pengobatan yang teratur.

3.Memberikan struktur dan mengurangi kecemasan pada waktu menangani proses penyakit yang kronis kompleks.4.Keuntungan dari terapi obat-obatan tergantung pada ketepatan dosis.5.Mengurangi paksaan untuk menggunakan sendi dan memungkinkan individu untuk ikut serta secara lebih nyaman dalam aktifitas yang dibutuhkan atau diinginkan.6.Memberikan pengetahuan pasien sehingga pasien dapat menghindari terjadinya serangan berulang.KOLABORASI1.Bantuan dan dukungan dari orang lain untuk meningkatkan pemulihan maksimal.

Asuhan Keperawatan Teori Gout Artritis

Diagnosa Keperawatan1. Nyeri sendi b. d peradangan sendi, penimbunan kristal pada membrane sinovia, tulang rawan artikular, erosi tulang rawan, prolifera sinovia dan pembentukan panus.2. Hambatan mobilisasi fisik b. d penurunaan rentang gerak, kelemahan otot, pada gerakan, dan kekakuan pada sendi kaki sekunder akibat erosi tulang rawan, proloferasi sinovia, dan pembentukan panus.3. Gangguan citra diri b. d perubahan bentukkakidan terbenuknya tofus.4. Perubahan pola tidur b.dnyeri.5. Defisit pengetahuan berhubungan dengan kurangnya pemahaman pengobatan dan perawatan di rumah .

Rencana Keperawatan

1.Dk. I :Nyeri sendi b. d peradangan sendi, penimbunan Kristal pada membrane sinovia, tulang rawan arikular, erosi tulang rawan, prolifera sinovia dan pembentukan panus.Tujuan keperawatan:Nyeri berkurang, hilang, teratasi.Kriteria hasil:oKlien melaporkan penelusuran nyeri.omenunjukan perilaku yang lebiih rileks.omemperagakan keterampilan reduksi nyeri.Skala nyeri 0 1 atau teratasi.

INTERVENSIRASIONAL

MANDIRIKaji lokasi, intensitas,an tipe nyeri. Observasi kemajuan nyeri ke daerah yang baru. Kaji nyeri dengan skala0 4.

Bantu klien dalammengidentifikasi factor pencetus.Jelaskan dan bantu klien terkait dengan tindakan pereda nyeri nonfamakologi dan non invasif.

Ajarkan relaksasi: teknik terkait ketegangan otot rangka yang dapat mengurangi intensitas nyeri.

Ajarkan metode distraksi selama nyeri akut.Tingkatkan pengetahuaantentang penyebab nyeri dan hubungan dengan berapa lama nyeri akan berlangsung.

Hindarkan klien meminum alcohol, kafein, dan obat diuretik.

KOLABORASIKolaborasi dengan tim medis untuk pemberian alopurinolNyeri merupakan respon subjektif yangbdapat dikaji dengan menggunakan skala nyeri. Klien melaporkan nyeri biasanya di atas tingkat cedera.Nyeri dipengaruhi oleh kecemasan dan peradangan pada sendi.Pendekatan dengan menggunakan relaksasi dan farmakologilain menunjukan keefektifan dalam mengurangi nyeri.Akan melancarkan peredaran darah sehingga kebutuhan oksigen pada jaringan terpenuhi dan mengurangi nyeri.Mengalikan perhatian klien terhadap nyeri ke hal yang menyenangkan.pegetahuan tersebut membatu mengurangi nyeri dan dapat menbatumeningkatkan kepatuhan klien terhadap rencana terapeutikpemakaian alkohol, kafein, dan obat-obatan diuretik akan menambah peningkatan kadar asam urat dalam serum.

Alopurinol menghambat biosentesis asam urat sehingga menurunkan kadar asam urat serum.

2.Dk. II :Hambatan mobilisasi fisik b. d penurunaan rentang gerak, kelemahan otot, pada gerakan, dan kekakuan pada sendi kaki sekunder akibat erosi tulang rawan, proloferasi sinovia, dan pembentukan panus.Tujuan keperawatan: klien mampu melaksanakan aktifitas fisik sesuai dengan kemampuannya.Kreteria hasil:oklien ikut dalam program latihanotidak mengalami kontraktur sendiokekuatan otot bertambahoklien menunjukkan tindakan untuk meningkatkan mobilitas dan mempertahankan koordinasi optimal.INTERVENSIRASIONAL

MANDIRIKaji mobilitas yang ada dan observasi adanya peningkatan kerusakan.Ajarkan klien melakukan latihan gerak aktif pada ekstermitas yang tidak sakit.Bantu klien melakukan latihan ROM dan perawatan diri sesuai toleransi.Pantau kemajuan dan perkembangan kemamapuan klien dalam melakukan aktifitas

KOLABORASIKolaborasi dengan ahli fisioterapi untuk latihan fisik klien.Mengetahui tingkat kemampuan klien dalam melakukan aktifitas.Gerakan aktif memberi masa tonus, dan kekuatan otot, serta memperbaiki fungsi jantung dan pernafasan.Untuk mempertahankan fleksibilitas sendi sesuai kemampauan.Untuk mendeteksi perkembangan klien.

Kemampuan mobilisasi ekstermitas dapat ditingkatkan dengan latihan fisik dari tim fisioterapi.

3.Dk. III : Gangguan citra diri b. d perubahan bentukkakidan terbenuknya tofus.Tujuan perawatan: Citra diri klien meningkatKriteria hasil:oKlien mampu mengatakan atau mengkomunikasikan denganorang terdekat tentang situasi dan perubahan yang terjadiomampu menyatakan penerimaandiri terhadap situasi mengakui dan menggabungkan perubhan dalam konsep diri dengan cara yang akurat tanpa merasakan harga dirinya negatif.

INTERVENSIRASIONAL

MANDIRIKaji perubhan perspsi dan hubungannyadengan derajat kletidak mampuan.

Ingantkan kembali realitas bahwa masih dapat menggunakan sisi yang sakit dan belajar mengontrol sisi yang sehat.

Bantu dan ajurkan perawatan yang baik dan memperbaiki kebiasaan.

Anjurkan orang terdekat untuk mengizinkan klien melakukan sebanyak mungkin hal untuk dirinya.

Bersama klien mencari alternatif koping yang positif.

Dukung prilaku atau usaha peningkata minat atau partisipasi dalam aktifitas rehabilitasi.

KOLABORASIKolaborasi denagn ahli neuropsikologi dan konseling bila da indikasi .Menetukan bantuan individual dalm menyusun rencana perawatan atau pemilihan intervensiMembantu klien melihat bahwaperaat menerima kedua bagian dari seluruh tubuh dan mulai menerima situasi baru.

Membantu meningkatkan perasaan harga diri dan mengontrol lebih dari satu area kehidupan.Menghidupkan kembali perasaan mandiri dn membatu perkemabangan harga diri serta memengaruhi proses rehabilitasi.Dukungan perawat kepada klien dapat meningkat kan rasa percaya diri klien.Klien dapat beradaptasi terhadap perubahan dan memahami peran individu dimasa mendatang.

Dapat memfasilitasi perubahan peran yang penting untuk perkembangan perasaan.

4.DK IV :Perubahan Pola Tidur b/d Nyeri.Kriteria Hasil : Klien dapat memenuhi kebutuhan istirahat dan tidur.

INTERVENSIRASIONAL

Tentukan kebiasaan tidurnya dan perubahan saat tidur.Buat rutinitas tidur baru yang dimasukkan dalam pola lama dan lingkungan baru.

Tingkatkan regimen kenyamanan waktu tidur, misalnya mandi hangat dan massage.

Gunakan pagar tempattidur sesuai indikasi ; rendahkan tempat tidur jika memungkinkan.

Kolaborasi dalam pemberian obat sedative, hipnotik sesuai dengan indikasi.Mengkaji pola tidurnya dan mengidentifikasi intervensi yang tepat.Bila rutinitas baru mengandung aspek sebanyak kebiasaan lama, stress dan ansietas yang berhubungan dapat berkurangMembantu menginduksi tidurDapat merasakan takut jatuh karena perubahan ukuran dan tinggi tempat tidur, memberikan kenyamanan pagar tempat untuk membantu mengubah posisi.

Tidur tanpa gangguan lebih menim- bulkan rasa segar, dan pasien mungkin tidak mampu untuk kembali ke tempat tidur bila terbangun.Di berikan untuk membantu pasien tidur atau istirahat.

5.DK V : Defisit pengetahuan berhubungan dengan kurangnya pemahaman tentang pengobatan dan perawatan di rumah .Kriteria hasil :Pasien dan keluarga dapat memahami penggunaan obat dan perawatandirumah.

INTERVENSIRASIONAL

Kaji kemampuan pasien dalam mengungkapkan instruksi yang diberikan oleh dokter atau perawat.Berikan Jadwal obat yang harus di gunakan meliputi nama obat, dosis, tujuan dan efek samping

Bantu pasien dalam merencanakan program latihan dan istirahat yang teratur.

Berikan informasi mengenai alat-alat bantu yang mungkin dibutuhkan.

Jelaskan pada pasien tentang asal mula penyakitKolaborasi dengan sumber- sumber komunitas arthritis.Mengetahui respon dan kemampuan kognnitif klien dalam menerima informasi.Penjelasan ini dapat meningkatkan koordinasi dan kesadaran pasien terhadap pengobatan yang teratur. Memberikan struktur dan mengurangi kecemasan pada waktu menangani proses penyakit yang kronis kompleks.Keuntungan dari terapi obat-obatan tergantung pada ketepatan dosis.Mengurangi paksaan untuk menggunakan sendi dan memungkinkan individu untuk ikut serta secara lebih nyaman dalam aktifitas yang dibutuhkan atau diinginkan.Memberikan pengetahuan pasien sehingga pasien dapat menghindari terjadinya serangan berulang.KOLABORASIBantuan dan dukungan dari orang lain untuk meningkatkan pemulihan maksimal.Mengkaji pola tidurnya dan mengidentifikasi intervensi yang tepat.