Interna Gout

download Interna Gout

of 19

  • date post

    29-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    120
  • download

    0

Embed Size (px)

description

case report

Transcript of Interna Gout

LAPORAN KASUS:

Seorang Pria Usia 45 Tahun dengan Gout Artritis Stadium Menahun dengan Pembentukan Tofi

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian PersyaratanDalam Menyelesaikan Pendidikan Profesi DokterPada Bagian Ilmu Penyakit Dalam di RSUD Karanganyar

Pembimbing : dr. H. Nur Hidayat, Sp.PD

Diajukan Oleh :Pramaswida Mahastry Adhita, S.KedJ500.060.017

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI DOKTERFAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA2012

LAPORAN KASUS :SEORANG PRIA USIA 45 TAHUN DENGAN GOUT ARTRITIS STADIUM MENAHUN DENGAN PEMBENTUKAN TOFIAbstract

Telah dilaporkan seorang pasien pria berusia 45 tahun datang dengan keluhan kedua kaki terasa nyeri jika dipakai berjalan. Keluhan dirasakan sejak 3 hari yang lalu ketika pasien bangun tidur. Kedua kaki awalnya terasa kaku, kaku muncul kurang lebih 15 menit. Nyeri, panas dan pegal dirasakan sampai pasien merasa sakit apabila berjalan. Keluhan dirasakan kumat-kumatan. Kumat apabila pasien makan daging. Pasien juga mengeluh adanya benjolan kemerahan yang muncul di jempol kaki kanan, dan siku kanan. Benjolan tersebut muncul dengan diawali rasa kaku, kemeng, panas dan nyeri. Selisih waktu antara kaku dan munculnya benjolan, pasien tidak tahu. Ketiga benjolan tersebut muncul dalam waktu yang tidak bersamaan. Pasien mengaku sudah pernah mengalami sakit serupa sebelumnya, yaitu 1 tahun yang lalu berupa keluhan kaku-kaku pada kaki tanpa disertai munculnya benjolan . Oleh dokter, pasien didiagnosis asam urat. Pada pemeriksaan fisik, didapatkan tofus pada metatarsophalangeal I dextra diameter 5cm dan 3cm, warna kemerahan, hangat, konsistensi lunak, nyeri tekan. Ditemukan juga benjolan dengan diameter 10 cm di regio cubiti dextra, warna serupa dengan kulit, konsistensi lunak, tidak ada nyeri tekan. Pemeriksaan penunjang yang telah dilakukan adalah laboratorium kimia darah. Pada hasil pemeriksaan laboratorium darah rutin, didapatkan leukosit 16.400/mm3. Sedangkan dari pemeriksaan kimia darah didapatkan kadar asam urat 7,9 mg/dl.

Keyword : Gout artritis, asam urat, tofusPresentasi Kasus

Seorang pasien pria berusia 45 tahun datang ke IGD RSUD Karanganyar dengan keluhan kedua kaki terasa nyeri jika dipakai berjalan. Keluhan dirasakan sejak 3 hari yang lalu ketika pasien bangun tidur. Kedua kaki awalnya terasa kaku, kaku muncul kurang lebih 15 menit. Nyeri, panas dan pegal dirasakan sampai pasien merasa sakit apabila berjalan. Keluhan dirasakan kumat-kumatan. Kumat apabila pasien makan daging dan berkurang jika diberikan obat dari dokter umum berupa pil. Nama obat lupa. Tidak ada keluhan demam, pusing, mual dan muntah. Pasien mengangkal adanya panas dan nyeri saat buang air kecil, air kemih berpasir atau mengeluarkan batu juga disangkal. Tidak ada riwayat batu saluran kemih, dan kelemahan anggota gerak sebelumnya. Pasien juga mengeluh adanya benjolan kemerahan yang muncul di pangkal jempol kaki kanan, dan siku kanan. Benjolan tersebut muncul dengan diawali rasa kaku, kemeng, panas dan nyeri. Selisih waktu antara kaku dan munculnya benjolan, pasien tidak tahu. Ketiga benjolan tersebut muncul dalam waktu yang tidak bersamaan. Benjolan di pangkal jempol kaki kanan muncul 1 bulan yang lalu. Dan benjolan di siku kanan dirasakan 2 minggu yang lalu. Pasien mengaku sudah pernah mengalami sakit serupa sebelumnya, yaitu 1 tahun yang lalu berupa keluhan kaku-kaku pada kaki tanpa disertai munculnya benjolan. Keluhan berkurang dengan obat berupa pil dari dokter umum. Oleh dokter, pasien didiagnosis asam urat. Pasien lupa berapa kadar asam uratnya saat itu. Pasien menyangkal adanya riwayat alergi obat, hipertensi, dan diabetes melitus. Di keluarga pasien disangkal adanya riwayat penyakit serupa, alergi obat, hipertensi, dan diabetes melitus. Pada pemeriksaan fisik, keadaan umum pasien baik, kesadaran compos mentis E4V5M6. Tinggi badan pasien 168 cm, berat 55 kg, status gizi cukup. Tekanan darah 120/70, nadi 80 kali per menit, respirasi 17 kali per menit, dan suhu 36,4C. Didapatkan tofus (+) pada metatarsophalangeal I dekstra et sinistra, diameter 5cm dan 3cm, warna kemerahan, hangat, konsistensi lunak (+), nyeri tekan (+). Ditemukan benjolan dengan diameter 10 cm di regio cubiti warna serupa dengan kulit, konsistensi lunak, tidak ada nyeri tekan.Pemeriksaan penunjang yang telah dilakukan adalah laboratorium kimia darah. Pada hasil pemeriksaan laboratorium darah rutin, didapatkan leukosit 16.400/mm3. Sedangkan dari pemeriksaan kimia darah didapatkan kadar asam urat 7,9 mg/dl.Diagnosis

Gout arthritis stadium menahun dengan pembentukan tofi

Diagnosis Banding

Rheumatoid arthritisPenatalaksanaan

Pada pasien ini, di IGD diberikan terapi :1. Non medika mentosaTirah baring 2. Medika Mentosaa. Terapi cairan:Infus RL 20 tpmb. AntibiotikInjeksi Cefotaxime 1 gram/12 jamc. Xantin Oksidase inhibitorAllupurinol 3x100 mg d. Antihistamin reseptor 2Inj. Ranitidine 1 ampul/12 jame. Vitamin B 12Injeksi Sohobion 1 ampul/drip/24 jamPrognosis

Quo Ad Sanam : dubia ad bonamQuo Ad Vitam : ad BonamQuo Ad Fungsionam : dubia ad bonamFollow Up

Setelah satu hari menjalani rawat inap di Bangsal Mawar 1 nomor Bed 4, pasien masih merasakan nyeri dan pegal pada kaki kanan dan kiri. Untuk berjalan masih terasa kaku. Tangan juga terasa kaku dan linu. Pada hasil pemeriksaan fisik, vital sign pasien, tekanan darah 100/60, nadi 72 x/menit, respirasi rate 16 x / menit, suhu 36,7. Pada pemeriksaan fisik thorak pada jantung, suara jantung 1-2 murni regular, pulmo suara dasar vesikuler dan tidak ditemukan suara tambahan. Pemeriksaan abdomen tidak ada kelainan. Ditemukan tofus pada metatarsophalangeal I dextra, diameter 5cm dan 3cm, warna kemerahan, hangat, konsistensi lunak (+), nyeri tekan (+). Ditemukan benjolan dengan diameter 10 cm di regio cubiti, warna serupa dengan kulit, konsistensi lunak, tidak ada nyeri tekan. Untuk penatalaksanaan, pasien disarankan bed rest, fisioterapi dan diet rendah purin. Program terapi antibiotika diganti injeksi ceftizocym 1gram/12 jam. Pasien mendapat terapi tambahan obat berupa injeksi methyilprednisolon 20 mg/8 jam, injeksi Mecobalamin 1 ampul/24 jam dan Meloxicam tablet 2 x 7,5 mg. Sedangkan terapi lain masih dilanjutkan. Selain foto rontgen genue bilateral dan pedis bilateral, pasien juga direncanakan cek kolesterol total, LDL, HDL, Trigliserid, ureum dan kreatinin. Hari kedua menjalani rawat inap, keluhan panas dan kemeng pada kedua kaki dan tangan masih dirasakan. Pada hasil pemeriksaan fisik, vital sign pasien, tekanan darah 110/70, nadi 80 x/menit, respirasi rate 18 x / menit, suhu 36,2 C. Pada pemeriksaan fisik thorak jantung, suara jantung 1-2 murni regular, pulmo masih dalam batas normal. Pemeriksaan abdomen tidak ditemukan hepatomegali, splenomegali serta nyeri tekan di abdomen. Ditemukan tofus pada metatarsophalangeal I dextra, diameter 5 cm dan 3 cm, warna kemerahan, hangat, konsistensi lunak (+), nyeri tekan (+). Ditemukan benjolan dengan diameter 10 cm di regio cubiti warna serupa dengan kulit, konsistensi lunak, tidak ada nyeri tekan. Pada hari kedua dilakukan pemeriksaan kimia darah rutin dengan hasil LDL kolesterol 69 mg/dl, HDL kolesterol 31 mg/dl, kolesterol total 124 mg/dl, triglyceride 120 mg/dl, ureum 151,4 mg/dl, dan kreatinin 2,5 mg/dl. Untuk program terapi masih dilanjutkan. Kesan hasil rontgen foto polos genu bilateral dan pedis bilateral pasien adalah gambaran dari arthritis dengan defek di metatarsal. Hari ketiga menjalani rawat inap, pasien mengalami perbaikan. Keluhan panas dan kemeng pada kedua kaki dan tangan berkurang. Pada hasil pemeriksaan fisik, vital sign pasien, tekanan darah 120/70, nadi 76 x/menit, respirasi rate 15 x / menit, suhu 36,7 C. Pada pemeriksaan fisik thorak jantung, suara jantung 1-2 murni regular, pulmo masih dalam batas normal. Pemeriksaan abdomen tidak ditemukan hepatomegali, splenomegali serta nyeri tekan di abdomen. ditemukan tofus pada metatarsophalangeal I dextra et sinistra, diameter 5cm dan 3cm, warna kemerahan, hangat, konsistensi lunak (+), nyeri tekan (+). Ditemukan benjolan dengan diameter 10 cm di regio cubiti, warna serupa dengan kulit, konsistensi lunak, tidak ada nyeri tekan. Pasien diperbolehkan pulang dengan terapi alopurinol 1x100 mg diminum sore hari dan sohobion tablet 2x1 selama 5 hari.Tinjauan Pustaka

Gout ArtriisPENGERTIANArtritis pirai (Atritis gout) adalah kelompok penyakit heterogen sebagai akibat deposisi kristal monosodium urat pada jaringan atau sebagai akibat dari super saturasi asam urat di dalam cairan estraselular.ETIOLOGI Asam urat merupakan zat sisa yang dibentuk oleh tubuh pada saat regenerasi sel. Beberapa orang yang menderita gout membentuk lebih banyak asam urat dalamtubuhnya dan tubuh tidak efektif dalam membuang asam urat melalui air seni,sehingga asam urat menumpuk dalam darah. Genetik, jenis kelamin, usia dan nutrisi (peminum alkohol, obesitas) memegangperanan penting dalam pembentukan penyakit gout.FAKTOR RISIKOFaktor risiko yang menyebabkan orang terserang penyakit asam urat adalah pola makan, kegemukan, dan suku bangsa. Di Indonesia prevalensi tertinggi pada penduduk pantai dan yang paling tinggi di daerah Manado-Minahasa karena kebiasaan atau pola makan ikan dan mengonsumsi alkohol. Makanan yang mengandung zat purin yang tinggi akan diubah menjadi asam urat. Purin yang tinggi terutama terdapat dalam jerohan, sea food: udang, cumi, kerang, kepiting, ikan teri. Yang paling penting untuk diketahui adalah kalau asam urat tinggi dalam darah, tanpa kita sadari akan merusak organ-organ tubuh, terutama ginjal, karena saringannya akan tersumbat. Tersumbatnya saringan ginjal akan berdampak munculnya batu ginjal, atau akhirnya bisa mengakibatkan gagal ginjal. Asam urat pun merupakan faktor risiko untuk penyakit jantung koroner. Diduga kristal asam urat akan merusak endotel (lapisan bagian dalam pembuluh darah) koroner. Karena itu, siapapun yang kadar asam uratnya tinggi harus beru