aaaaa draf manstra

download aaaaa draf manstra

of 48

  • date post

    24-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    32
  • download

    1

Embed Size (px)

description

no description

Transcript of aaaaa draf manstra

BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangManajemen strategi dalam suatu perusahaan berperan membantu perusahaan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Keberhasilan suatu perusahaan tidak sepenuhnya bergantung pada hasil akhir, namun terdapat penekanan pula pada proses perumusannya. Manajemen strategis saat ini harus memberikan fondasi dasar atau pedoman untuk pengambilan keputusan dalam organisasi.Tekanan persaingan pasar modern terhadap pasar tradisional merupakan fenomena global yang dipicu liberalisasi penanaman modal asing, perdagangan dan tuntutan gaya hidup penduduk menengah ke atas negara-negara berkembang. Pangsa pasar tradisional tendensinya makin menurun, bersamaan dengan makin meningkatnya jumlah dan kapitalisasi bisnis di pasar modern. Saat ini di sudut-sudut kota sudah berdiri pasar-pasar modern, seperti supermarket, indomarket, mall, plaza dan pusat belanja yang orang menyebutnya dengan istilah hypermarket. Kehadiran mall dan hypermarket akan mendorong meningkatnya aktivitas ekonomi publik. Ada kelompok yang secara aktif memanfaatkan fasilitas mall dan hypermarket untuk kegiatan ekonomi. Kian menjamurnya pasar modern mendorong terciptanya peluang bekerja bagi banyak orang, mulai dari jasa tenaga kerja satuan pengaman, penjaga toko, pengantar barang, cleaning service hingga jasa transportasi. Persoalannya kegiatan ekonomi selalu saja memiliki dampak positif dan negatif sehingga kehadiran pasar modern baik di kota-kota maupun di daerah sering kali mengundang reaksi negatif dari sejumlah kalangan. Hadirnya pasar-pasar modern yang kian menjamur tersebut akan menggeser kegiatan ekonomi rakyat yang bergerak di pasar-pasar tradisional maupun ritel berskala kecil.Peran manajemen strategi dalam suatu organisasi adalah membantu keberhasilan mencapai tuhuan yang telah ditetapkan. Keberhasilan ini dipahami oleh para manajer karena terdapat penekanan pada proses perumusannya, tidak sekedar pada hasil akhir. Dalam rangka memaksimalkan pencapaian tujuan melalui proses yang baik, maka perencanaan bisnis harus diintegrasikan dengan fungsi manajemen yang lain dan prasarana dasar yang dimiliki organisasi sebagai pendukung. Inilah yang dikenal sebagai manajemen strategi. Dalam konteks tersebut, manajemen strategi juga dapat dipahamisebagai sebuah sarana mengkomunikasikan tujuan organisasi dan jalan yang hendak ditempuh untuk mencapai tujuan organisasi kepada pemilik, pelaksana, karyawan, dan pihak-pihaklain yang berkepentingan (stakeholder).Seiring dengan tingkat persainganyang ketat dalam memasuki pasar, maka memahami manajemen strategi menjadi sebuah keharusan bagi setiap perusahaan/organisasi bisnis dalam menuju keberhasilannya. Hal ini dimungkinkan karena manajemen strategi mempunyai beberapa peran penting antara lain: 1) Manajemen strategi memungkinkan organisasi mengantisipasi kondisi yang selalu berubah-ubah, 2) Manajemen strategi menyediakan sasaran dan arah yang jelas bagi karyawan, 3) Penelitian dalam manajemen syrategi melaju sedemikian rupa sehingga prosesnya dapat membantu para manajer, 4) Bisnis yang menggunakan manajemen strategi menjadi lebih efektif.Memahami arti penting dari manajemen strategi, yang dapat diaplikasikan dalam segala dimensi kehidupan, maka materi perkuliahan manajemen strategi perlu diberi penguatan kompetensi, diantaranya melalui kegiatan praktikum yang dilakukan secara berkelompok. Tujuan utama dari pelaksanaan praktikum secara berkelompok adalah selain meningkatkan kompetensi mahasiswa juga adanya unsur peningkatan softskill dalam pelaksanaannya.Pelaksanaan praktikum manajemen strategi agribisnis (MSA) tahun 2015 ini mengambil unit analisis pasar tradisional di wilayah karisidenan Surakarta. Pada praktikum tahun 2015 ini mahasiswa diperkenalkan dengan alat analisis competitive profile matrix dan quantitive strategic planning matrix. Praktikum ini dilakukan dengan focus utama mahasiswa kerkemampuan merumuskan strategi agribisnis. Adapun kegiatan pokok dalam praktikum manajemen strategi agribisnis adalah:1. Mengidentifikasi pasar tradisional yang dijadikan sebagai unit analisis lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan internal dan lingkungan eksternal2. Merumuskan atribut yang disukai konsumen/factor-faktor strategi/factor-faktor keberhasilan utama strategi dari unit pasar tradisional3. Memberi penilaian bobot dan skor (rating) atas factor-faktor strategis yang telah diidentifikasi4. Merumuskan alternatif-alternatif strategi5. Menetapkan strategi yang paling efektif dalam mengembangkan poasar tradisionalSetelah mengikuti praktikum ini, diharapkan mahasiswa memiliki pengalaman praktis dalam merumuskan strategi dengan alat analisis matriks COMPETITIVE PROFILE MATRIX dan matriks QSP.B. PermasalahanPermasalahan yang dapat digali di Pasar Bejen adalah:1. Bagaimana merumuskan strategi pengembangan pasar tradisional di pasar Bejen sebagai pasar utama, dan pasar jaten, pasar palur, pasar jungke sebagai pasar pembanding?2. Bagaimana mengoperasikan alat-alat analisis mennejemen strategi dalam perkembangan pasar tradisional di pasar Bejen sebagai pasar utama dan pasar jaten, pasar palur, dan pasar jungke sebagai pasar pembanding?C. Tujuan dan Kegunaan1. TujuanPraktikum manajemen strategi agribisnis memiliki beberapa tujuan yaitu:a. Memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa dalam perumusan strategi. Pada praktikum ini akan mengambil tema pokok pengembangan strategi pasar tradisional yaitu pasar bejen sebagai pasar utama, dan pasar jaten, pasar palur, pasar jungke sebagai pasar pembanding.b. Memberikan pengalaman mengoperasionalkan alat-alat analisis manajemen strategi. Pada praktikum ini alat analisis yang digunakan adalah COMPETITIVE PROFILE MATRIX dan matriks QSP.2. KegunaanPraktikum manajemen strategi agribisnis memiliki kegunaan antara lain:a. Bagi Fakultas Pertanian, untuk mengetahui kondisi nyata pasar Bejen sehingga bisa dijadikan referensi.b. Bagi Pasar Bejen, sebagai alat pertimbangan dalam manajemen strategi untuk mengembangkan pasar.c. Bagi mahasiswa, sebagai sarana menambah pengetahuan dan wawasan mengenai penggunaan alat-alat analisis manajemen strategi.d. Bagi pembaca, untuk menambah pengetahuan dan informasi mengenai faktor internal dan eksternal di pasar Jungke.D. Waktu dan Tempat PraktikumPraktikum akan mulai dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 29 April 2015 di pasar Bejen sebagai pasar utama, dan pasar Jaten, Palur, dan Jungke sebagai pasar pembanding, semua pasar yang digunakan berada di Kabupaten Karanganyar.

2

1BAB II LANDASAN TEORIA. Penelitian Terdahulu Laporan ini mengacu pada penelitian sebelumnya untuk mempermudah dalam pengumpulan data, metode analisis data yang digunakan dalam pengolahan data, maka praktikan mencantumkan hasil penelitian terdahulu yang terkait dengan penelitian ini. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran dalam menyusun kerangka pemikiran dengan harapan hasil praktikum dapat tersaji secara akurat dan mudah dipahami. Di samping itu untuk mengetahui persamaan dan perbedaan dari beberapa penelitian sebagai kajian yang dapat mengembangkan wawasan berfikir praktikan pada praktikum Manajemen Strategi ini. Dari sekian literatur / skripsi / jurnal yang penulis temukan, terdapat beberapa jurnal, skripsi dan tesis yang topiknya sama, namun terdapat persamaan dan perbedaan dari sisi pembahasannya. Dan hal ini dapat kita lihat dari penjelasan di bawah ini:Menurut Harisudin dalam jurnal Competitive Profile Matrix sebagai Alat Analisis Strategi Pemasaran Produk atau Jasa mengatakan bahwa dalam persaingan bisnis, mengetahui posisi produk atau jasa dalam peta persaingan adalah hal yang angat penting. Pengetahuan ini dapat diperoleh melalui analisis lingkungan (internal maupun eksternal) perusahaan. Pengetahuan tersebut dapat berupa informasi tentang apa yang dibutuhkan pelanggan, sumberdaya perusahaan, harga produk atau jasa kita, kapasitas mesin pabrik, keadaan jaringan pemasaran, komposisi sales representative, keadaan jaringan pemasok, hal-hal yang akan dilakukan oleh para pesaing, serta peluang-peluang yang mungkin ada. Apabila pengetahuan-pengetahuan tersebut telah dimiliki dan dapat dikelola dengan baik dan efektif, maka keunggulan kompetitif perusahaan dapat dicapai dengan mudah. Masalah yang cukup rumit dalam menganalisis lingkungan persaingan di pasar adalah mekanisme yang tidak mudah untuk mendapatkan informasi tersebut, apalagi bagi perusahaan baru ataupun perusahaan kecil. Kemampuan menyediakan data dari factor-faktor internal dan eksternal saja mungkin mudah dipenuhi, namun karena factor-faktor tersebut harus memiliki benchmarklah yang menjadikan informasi yang dibutuhkan perusahaan menjadi sulit dipenuhi Untuk itu perlu dicari terobosan yang tetap memiliki efektivitas tinggi. Sebelum membahas tentang permasalahan tersebut, yang perlu disadari oleh para perumus strategi adalah memahami dengan benar bahwa : 1. Tujuan dari membuat strategi adalah dalam rangka memastikan strategi yang akan dirumuskan emiliki efektivitas yang tinggi. 2. Di pasar produk atau jasa yang akan ditawarkan kepada konsumen memiliki pesaing utamaWidodo dalam artikelnya yang berjudul Competitive Profile Matrix dan Mckinsey Capacity Assessment Grid mengungakapkan bahwa Matriks Profil Kompetitif Sebagai Perangkat Analisis Manajemen Strategis. yang telah dimodifikasi terdiri dari komponen-komponen berikut : 1. Faktor Penentu Keberhasilan (Critical Success Factors) Faktor penentu keberhasilan merupakan faktor-faktor terpenting yang mempengaruhi keberhasilan produk atau jasa di pasar. Faktor-faktor tersebut ditentukan setelah dilakukan analisis yang mendalam mengenai faktor-faktor yang dianggap penting oleh konsumen sehingga konsumen memilih produk atau jasa yang ditawarkan. Faktor penentu keberhasilan yang memiliki peringkat lebih tinggi dibanding pesaingnya menunjukkan bahwa faktor yang dinilai tersebut lebih diterima dibanding produk atau jasa pesaing, dengan kata lain factor tersebut merupakan kekuatan produk atau jasa menurut konsumen. Sedangkan peringk