Draf Konstitusi RDTL

download Draf Konstitusi RDTL

of 46

  • date post

    15-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    2.596
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Draf Konstitusi RDTL

DRAF KONSTITUSI REPUBLIK DEMOKRATIK TIMOR-LESTE Komisi Sistematisasi dan HarmonisasiBAGIAN I PRINSIP-PRINSIP DASAR DAFTAR ISI No.Pasal Isi Pasal 1. Republik 2. Kedaulatan dan konstitusionalitas 3. Kewarganegaraan 4. Wilayah 5. Desentralisasi 6. Tujuan-tujuan Negara 7. Hak pilih universal dan multipartidarisme 8. Hubungan internasional 9. Hukum internasional 10. Solidaritas 11. Penghargaan terhadap Perjuangan Pembebasan 12. Hubungan antara Negara dan aliran-aliran keagamaan 13. Bahasa Resmi dan Bahasa Nasional 14. Lambang Lambang Nasional 15. Bendera Nasional BAGIAN II HK, KEWAJIBAN DAN KEBEBASAN ASASI Judul I Prinsip-Prinsip Umum 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. Universalitas dan kesamaan Kesamaan antara laki-laki dan perempuan Perlindungan anak Usia lanjut Pemuda Warga negara cacat Warga Negara Timor Leste di luar negeri Penafsiran hak-hak asasi Undang-undang pembatasan hak Keadaan perkecualian Akses ke pengadilan Dewan Pelindung Hukum dan Hak Asasi Manusia Hak pembelaan diri Judul II Hak, Kebebasan dan Jaminan Pribadi 29. 30. 31. 32. 33. Hak hidup Hak atas kebebasan, keamanan dan integritas perorangan Penerapan Undang-Undang Hukum Pidana Batas hukuman dan cara-cara pengamanan Habeas corpus

DRAF KONSTITUSI REPUBLIK DEMOKRATIK TIMOR-LESTE Komisi Sistematisasi dan Harmonisasi34. 35. 36. 37. 38. 39. 40. 41. 42. 43. 44. 45. 46. 47. 48. 49. Jaminan-jaminan proses pidana Ekstradisi dan pengusiran Hak atas kehormatan dan kepribadian Penghormatan terhadap kediaman dan korespondensi Perlindungan terhadap data pribadi Keluarga, perkawinan dan ibu melahirkan Kebebasan berekspresi dan informasi Kebebasan pers dan media komunikasi sosial Kebebasan berkumpul dan berunjuk rasa Kebebasan berasosiasi Kebebasan bergerak Kebebasan kepercayaan, agama dan kultus Hak atas Partisipasi Politik Hak Pilih Universal Hak atas Petisi Pertahanan Kedaulatan Judul III Hak dan Kewajiban Ekonomi, Sosial dan Budaya 50. 51. 52. 53. 54. 55. 56. 57. 58. 59. 60. 61. Hak atas pekerjaan Hak mogok dan larangan Lock Out Kebebasan sindikal Hak konsumen Hak milik pribadi Kewajiban pembayar pajak Perlindungan dan pelayanan sosial Kesehatan Perumahan Pendidikan dan Kebudayaan Hak milik intelektual Lingkungan hidup BAGIAN III ORGANISASI KEKUASAAN POLITIK JUDUL I PRINSIP-PRINSIP UMUM 62. 63. 64. 65. 66. 67. 68. 69. 70. 71. Hak dan pelaksanaan kekuasaan Partisipasi politik warganegara Prinsip pembaharuan Pemilihan Referendum Badan-badan kedaulatan Larangan perangkapan jabatan Prinsip pemisahan kekuasaan Partai politik dan hak oposisi Wilayah-wilayah administratif

DRAF KONSTITUSI REPUBLIK DEMOKRATIK TIMOR-LESTE Komisi Sistematisasi dan Harmonisasi72. 73. Pemerintah Daerah Pengumuman hal-hal normatif JUDUL II PRESIDEN REPUBLIK BAB I STATUTA, PEMILIHAN DAN PENGANGKATAN 74. 75. 76. 77. 78. 79. 80. 81. 82. 83. 84. 85. 86. 87. 88. 89. Definisi Elegibilitas Pemilihan Pelantikan dan sumpah Larangan perangkapan jabatan Tanggunjawan kriminal dan kewajiban konstit usional Bepergian Pengunduran diri dari jabatan Meninggal dunia, pengunduran diri atau berhalangan tetap Hal-hal luar biasa Pergantian sementara Wewenang Wewenang atas badan-badan lain Wewenang dalam hubungan internasional Pengumuman dan veto Tindakan Presiden ad interin BAB III DEWAN NEGARA 90. 91. Dewan Negara Wewenang, organisasi dan tata kerja Dewan Negara JUDUL III PARLAMEN NASIONAL BAB I UNDANG-UNDANG DAN PEMILIHAN 92. 93. 94. Definisi Pemilihan dan komposisi Kekebalan BAB II WEWENANG 95. 96. 97. 98. Wewenang Parlamen Nasional Otorisasi legislatif Inisiatif Undang-undang Apresiasi Parlamen terhadap tindakan-tindakan legislatif

DRAF KONSTITUSI REPUBLIK DEMOKRATIK TIMOR-LESTE Komisi Sistematisasi dan HarmonisasiBAB III ORGANISASI DAN TATA KERJA 99. 100. 101. Masa pembuatan Undang-undang Pembubaran Partisipasi Aparat Pemerintah BAB IV KOMISI TETAP 102. Komisi Tetap JUDUL IV PEMERINTAH BAB I DEFINISI DAN STRUKTUR 103. 104. 105. Definisi Komposisi Dewan Menteri BAB II PENGATURAN DAN TANGGUNGJAWAB 106. 107. 108. 109. 110. 111. 112. 113. 114. Pengangkatan Tanggungjawab Pemerintah Program Pemerintah Penilaian atas program Pemerintah Permintaan mosi percaya Mosi teguran Pemberhentian Pemerintah Tanggungjawab kriminal Pejabat Pemerintah Kekebalan Aparat Pemerintah BAB III WEWENANG 115. 116. 117. Wewenang Pemerintah Wewenang Dewan Menteri Wewenang Pejabat Pemerintah JUDUL V PENGADILAN DAN KEHAKIMAN BAB I PENGADILAN 118. Fungsi yurisdisional

DRAF KONSTITUSI REPUBLIK DEMOKRATIK TIMOR-LESTE Komisi Sistematisasi dan Harmonisasi119. 120. 121. 122 123. 125. 126. 127. 128. 129. 130. 131. Independency Apresiasi terhadap inkonstitusionalitas Hakim Eksklusivisme Makamah Agung Tata kerja dan komposisi Wewenang konstitusional dan elektoral Kelayakan pemilihan Dewan Tinggi Kehakiman Pengadilan Tinggi Administrasi, Fiskal dan Audit Pengadilan Militer Persidangan Pengadilan BAB II KEJAKSAAN 132. 133. 134. Fungsi dan peranan Kejaksanaan Agung Dewan Tinggi Kejaksaan BAB III PENGACARA 135. 136. Pengacara Jaminan dalam penyelenggraan advokasi BAB VI PEMERINTAHAN UMUM 137. Dasar-Dasar Pemerintahan Umum BAB IV ORGANISASI EKONOMI DAN KEUANGAN JUDUL I PRINSIP-PRINSIP UMUM 138. 139. 140. 141. Organisasi ekonomi Sumber daya alam Investasi Tanah JUDUL II SISTEM KEUANGAN DAN FISKAL 142. 143. 144. 145. Sistim Keuangan Bank Sentral Sistem Fiskal Anggaran Umum Negara

DRAF KONSTITUSI REPUBLIK DEMOKRATIK TIMOR-LESTE Komisi Sistematisasi dan HarmonisasiBAGIAN V PERTAHANAN DAN KEAMANAN NASIONAL 146. 147. 148. Angkatan Bersenjata Kepolisian dan angkatan keamanan Dewan Tinggi Pertahanan dan keamanan BAGIAN VI JAMINAN DAN REVISI KONSTITUSIONAL JUDUL I JAMINAN KONSTITUSI 149. 150. 151. 152. 153. Pengawasan Preventif atas konstitusionalitas Pengawasan abstrak terhadap inkonstitusionalitas Inskonstitusionalitas karena kesalahan Pengawasan kongkrit atas konstitusionalitas Putusan Makamah Agung JUDUL II REVISI KONSTITUSI 154. 155. 156. 157. Inisiatif dan waktu revisi Pengesahan dan pengumuman Batas-batas materiil dari revisi Batas-batas formil revisi BAGIAN VII KETENTUAN-KETENTUAN PENUTUP DAN TRANSITORIS 158. 159. 160. 161. 162. 163. 164. 165. 166. 167. 168. Traktat, kesepakatan dan aliansi Bahasa-bahasa kerja Kejahatan-kejahatan berat Penguasaan ilegal atas harta kekayaan Rekonsiliasi Organisasi Yudikatif Transitoris Wewenang sementara dari Makamh Agung Hukum sebelumnya Penjelmaan Dewan Konstituante Pemilihan Presiden Tahun 2002 Mulai berlakunya Konstitusi

DRAF KONSTITUSI REPUBLIK DEMOKRATIK TIMOR-LESTE Komisi Sistematisasi dan Harmonisasi

KONSTITUSI REPUBLIK DEMOKRATIK TIMOR-LESTE BAGIAN I PRINSIP-PRINSIP DASAR Pasal 1 Republik 1. Republik Demokratik Timor-Leste adalah suatu Negara hukum yang demokratik, berdaulat, merdeka dan bersatu, berdasarkan keinginan Rakyat dan penghormatan terhadap martabat manusia. 2. Tanggal 28 November tahun 1975 adalah hari proklamasi Kemerdekaan Republik Demokratik Timor-Leste. Pasal 2 Kedaulatan dan konstitusionalitas Kedaulatan berada di tangan Rakyat dan dilaksanakan berdasarkan Konstitusi Negara tunduk kepada Konstitusi dan Undang-Undang. Undang-Undang dan peraturtan perundangan lainnya dari Negara dan Pemerintah Daerah dinyatakan syah, apabila sesuai dengan Konstitusi. Negara mengakui hukum adat Timor yang tunduk kepada konstitusi dan undang-undang lain yang berkaitan dengan hukum adat.

1. 2. 3. 4.

Pasal 3 Kewarganegaraan 1. Republik Demokratik Timor Leste menganut kewarganegaraan asli dan kewarganegaraan perolehan. 2. Adalah warganegara asli Timor-Leste, setiap orang yang dilahirkan di teritorium nasional: a) anak dari orang tua yang lahir di Timor-Leste; b) anak dari ayah atau ibu yang lahir di Timor-Leste; c) anak dari orang tua yang tak dikenal, tanpa negara atau dengan kewarganegaraan tak dikenal; d) anak dari ayah atau ibu dari negara lain yang, dewasa dan berumur 17 tahun, secara bebas, menyatakan ingin menjadi warga negara Timor-Leste. 3. Adalah warganegara asli Timor-Leste, meski telah lahir di negara lain: a) anak dari ayah atau ibu Timor-Leste yang tinggal di luar negeri; a) anak dari ayah atau ibu Timor-Leste yang menjalankan tugas negara di luar negeri; 4. Perolehan, kehilangan dan perolehan kembali kewarganegaraan serta pencatatan dan pembuktiannya diatur oleh Undang-Undang. Pasal 4 Wilayah 1. Wilayah Republik Demokratik Timor-Leste mencakup luas daratan, zona maritim dan spasi udara yang dibatasi oleh batas-batas nasional, yang secara historis mencakup bagian timur dari pulau Timor, enklave Oe-Cusse Ambeno, beserta pulau-pulau Atauro dan Jaco.

DRAF KONSTITUSI REPUBLIK DEMOKRATIK TIMOR-LESTE Komisi Sistematisasi dan Harmonisasi2. Undang-Undang mendefinisikan dan menetapkan luas dan batas perairan teritorial, zona ekonomi eksklusif serta hak-hak Timor-Leste atas dasar laut yang berbatasan dengan negaranegara tetangga dan landasan kontinental. 3. Negara tidak akan melepaskan bagian manapun dari teritori Timor Leste atau hak-hak kedaulatan atasnya, tanpa mengurangi arti penting untuk meluruskan batas-batas. Pasal 5 Desentralisasi Dalam organisasi teritorialnya, Negara menghormati prinsip desentralisasi pemerintahan umum. Undang-Undang mendefinisikan dan menetapkan ciri-ciri dari berbagai tingkatan teritorial, demikian juga wewenang administratif badan-badan yang bersangkutan. Oe-Cusse Ambeno dan Atauro, secara administratif dan ekonomis, mendapatkan perlakuan khusus. Pasal 6 Tujuan-tujuan Negara Negara memiliki tujuan-tujuan dasar: a) Melindungi dan menjamin kedaulatan Negara; b) Menjamin dan mengembangkan hak-hak dan kebebasan-kebebasan asasi setiap warganegara serta penghormatan terhadap prinsip-prinsip Negara yang demokratis; c) Melindungi dan menjamin demokrasi politik serta partisipasi Rakyat dalam penyelesaian masalah-masalah nasional; d) Menjamin pembangunan ekonomi, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi; e) Mempromosikan pembangunan suatu masyarakat yang berlandaskan keadilan sosial, menciptakan k