Sk 2 Muskulo

download

of 7

  • date post

    05-Jan-2016
  • Category

    Documents
  • view

    222
  • download

    8

Embed Size (px)

description

MUskuloskeletal

transcript

Anindya Anjas Putriavi -1102014027SASARAN BELAJARLI.1. Tendo AchillesLO.1.1 MakroskopikTendon adalah tali atau urat daging yang kuat yang bersifat fleksibel, yang terbuat dari fibrous protein (kolagen). Tendon berfungsi melekatkan tulang dengan otot atau otot dengan otot. (Anderson, 1999). Tanpa tendon, otot-otot hanya akan menjadi sekumpulan besar di satu bidang dan tidak akan bisa bergerak, karena tendon yang menghubungkan otot dengan tulang. Bursa subcutanea calcanea, terletak di antara kulit dan tendo calcaneus, memungkinkan kulit bergerak pada tendo yang longgar, dan suatu bursa tendinis calcanei profunda (bursa retrocalcaneus/bursa tendinis calcanei), terletak di antara tendo dan calcaneus, memungkinkan tendo bergeser pada tulang.

Fungsi Tendon:1.Membawa kekuatan tarik tendon dari otot ke tulang2.Membawa pasukan kompresi ketika membungkus tulang seperti katrol 3.Menekuk dan meregangkan (flex) semua sendi dan otot untuk menahan tulang. 4.Tendon yang menghubungkan otot dengan tulang.5.Hal ini juga memungkinkan tendon untuk menyimpan dan memulihkan energi pada efisiensi yang tinggi. Sebagai contoh, selama langkah manusia, Achilles tendon peregangan sebagai dorsiflexes sendi pergelangan kaki. Pada bagian terakhir langkahnya, sebagai kaki plantar-flexes (jari-jari kaki menunjuk ke bawah), yang disimpan energi elastis dilepaskan. Lebih jauh, karena meregangkan tendon, otot dapat berfungsi dengan kurang atau bahkan tidak ada perubahan panjang, yang memungkinkan otot untuk menghasilkan kekuatan yang lebih besar.6.Ketika otot gastrocnemius (di betis) kontraksi (lebih pendek), tendon yang melekat dari otot ke tulang tumit (kalkaneus) bergerak.7.Sebagai memperpendek otot, tendon bergerak ketitik ke bawah kaki. Ini adalah tindakan yang memungkinkan seseorang untuk berdiri di atas kaki seseorang, berlari, melompat, berjalan normal, dan untuk naik dan turun tangga.

Tendo Achilles atau Tendon Calcaneus adalah tendo pada bagian tungkai bawah. Tendon tersebut berfungsi untuk melekatkan otot Gastrocnemius dengan otot Soleus ke salah satu tulang penyusun pergelangan kaki, yaitu Calcaneus. Tendon achill es berasal gabungan dari tiga otot yaitu gastronemius, soleus, dan otot plantaris kaki. Tendon achilles adalah tendon yang tertebal dan terkuat pada tubuh manusia yang panjangnya 15 cm, dimulai dari pertengahan tungkai bawah. Kemudian stukturnya mengumpul dan melekat pada bagian tengah belakang tulang calcaneus. Tendon bertindak sebagai transduser dari gaya yang dihasilkan oleh kontraksi otot terhadap tulang yang dimulai dari pertengahan tungkai bawah.

LO.1.2 MikroskopikBagian pelengkap tendon Achilles terdapat tulang rawan fibrocartilage dan 4 zona jaringan, yaitu jaringan ikat padat, fibrokartilago yang belum dikalsifikasi, fibrokartilago yang sudah terkalsifikasi dan tulang. Zona fibrocartilage yang sudah dan yang belum terkalsifikasi pada pertemuan osteotendinosus disebut fibrokartilago entesis. Ini mencegah bengkoknya serat tendon dari hubungan dengan jaringan yang keras dan melindunginya. Matrix extraseluler dari tendon Achilles kebanyakan tersusun oleh kolagen tipe 1, jika kasusnya dengan tendon pada tubuh manusia, tetapi terdapat juga kolagen tipe 2 dalam jumlah yg sedikit pada pertemuan osteotendinosus dan tipe 3,4,5 pada endotenon dan dinding vascular (Josza & Kannus 1997). Ada protein extraseluler minor, yaitu elastin, proteoglikan, glikosaminaglikan dan berbagai bentuk molekul kecil di Antara serat-serat kolagen (Karpakka 1991). Fungsi matrix extraseluler adalah untuk membantu dan mengatur elemen selular dan struktur tendon. Molekul-molekul kolagen membentuk mikrofibril, fibril dan serat kolagen dengan cara penyilangan intermolecular, dimana sangat penting untuk kekakuan dan kekuatan jaringan. Jadi, semakin banyak penyilangan, semakin kaku jaringannya (Zernicke & Loitz 1992). Tendon bertindak sebagai transduser dari gaya yang dihasilkan oleh kontraksi otot terhadap tulang. Kolagen merupakan 70% dari berat kering tendon, sekitar 95% dari kolagen tersebut merupakan kolagen tipe I, dengan jumlah elastin yang kecil. Serat elastin dapat menjalani tekanan sebesar 200% sebelum rusak. Jika serat elastin ada pada tendon dalam proporsi yang besar maka akan ada penurunan dalam besarnya gaya yang ditransmisikan ke tulang.

Serabut kolagen memiliki daya tahan tarik tinggi. Serabut kolagen dijumpai pada tendon, ligamen, kapsula, dll. Serabut ini bening dan terlihat garis memanjang. Bilakolagen direbus akan menghasilkan gelatin. Serabut kolagen dapat dicerna oleh pepsindan enzim kolagenase. Paling tidak telah dikenal 2 jenis serabut kolagen dengan variasi pada urutan asam amino dari rantai (alfa). Dari 20 jenis tersebut, ada 6 tipe kolagen yang paling utama dan secara genetik berbeda. Keenam tipe kolagen tersebut adalah:1. Tipe I: tipe kolagen yang paling banyak ditemukan. Terdapat pada jaringan ikat dewasa, tulang, gigi dan sementum2. Tipe II: tipe kolagen ini dibentuk oleh kondroblas dan merupakan unsur utama penyusun matriks tulang rawan. Kolagen ini ditemukan pada kartilago hyalin dan elastik3. Tipe III : Kolagen ini ditemukan pada awal perkembangan beberapa jenis jaringan ikat. Pada keadaan dewasa kolagen ini terdapat pada jaringan retikuler.4. Tipe IV: terdapat pada lamina densa pada lamina basalis dan diperkirakan merupakan hasil sel-sel yang langsung berhubungan engan lamina tersebut5. Tipe V: terdapat pada plasenta, dan berhubungan dengan kolagen tipe I6. Tipe VI: terdapat pada basal lamina

Serat kolagen terdapat pada semua jenis jaringan ikat yang terdiri atas protein-protein kolagen. Dalam keadaan segar, kolagen berwarna putih. Diameternya berkisar antara 1-12 mikron. Beberapa serabut bergabung menjadi berkas serabut yang lebih besar. Dalam keadaan segar bersifat lunak, dan sangat kuat. Susunan serabut kolagen bergelombang, karenannya bersifat lentur. Benang serabut kolagen yang paling halus yang dapat dilihat dengan mikroskop cahaya adalah fibril dengan tebal kurang lebih 0,3 sampai 0,5 m. Selanjutnya fibril ini disusun oleh satuan serabut yang lebih kecil yang disebut miofibril dengan diameter 45 sampai 100nm. Miofibril ini hanya terlihat dengan mikroskop elekron dan tampak mempunyai garis melintang khas dengan periodisitas 67 nm.

Meskipun tendon Achilles normal hampir seluruhnya terdiri dari kolagen tipe-I, tendon Achilles yang putus juga berisi proporsi besar dari kolagen tipe-III. Fibroblast dari tendon Achilles yang putus menghasilkan baik kolagen tipe-I dan tipe-III pada kultur. Kolagen tipe-III kurang tahan terhadap kekuatan tarikan dan karena itu dapat mempengaruhi putusnya tendon secara spontan. Tendon Achilles normal menunjukkan pengaturan selular yang terorganisir dengan baik, sangat berbeda dengan tendon yang putus. Tenosit, yang merupakan fibroblast khusus,muncul pada potongan longitudinal. Pengaturan yang baik ini disebabkan oleh sekresikolagen secara sentrifugal yang seragam disekitar kolom tenosit, yang menghasilkan baik komponen fibriler dan nonfibriler dari matriks eksraseluler dan juga dapat menyerap kembali serat-serat kolagen.

Struktur:1.Kolagen (70% dari berat kering tendon)2.Glycine (33%)3.Proline (15%)4.Hydroxyproline (15%)Blood Supply:1.Pembuluh darah di perimysium (meliputi tendon)2.Pada periosteol insertion3.Jaringan sekitarnya(Tambajong J,Wonodirekso S.1996. Buku Teks Histologi. Jakarta: EGC (Indonesia))

LO.1.3 Kinesiologi GerakanTerletak pada articulatio talocruralis Jenis sendi: sendi engsel/gynglimusGerak:Dorsofleksi: M. tibialis anterior, M. extensor digitorum longus, M. peroneus tertius dan M. extensor hallucis longus.Plantar fleksi: M. gastrocnemius, M. soleus, M. plantaris, M. flexor hallucis longus, M. peroneus longus dan brevis M. tibialis posteriorSumbu gerak:Sumbu gerak pada sendi ini adalah sumbu frontal yang berjalan dari craniomedialis pergerakan pada articulation talocrularis, punya sumbu gerak frontal yang berjalan dari craniomedialis ujung bawah malleolus medialis sampai caudolateralis ujung bawah malleolus lateralis membentuk sumbu transversal 7 derajat & sumbu frontal 13 derajat dari bidang frontal.Normal: Ketika otot gastrocnemius (di betis) berkontraksi (memendek), tendon yang melekatdari otot ke tulang tumit (kalkaneus) bergerak. Saat memendek, tendon bergerak ke bawahkaki. Ini adalah tindakan yang memungkinkan seseorang berdiri di atas jari kakinya sendiri,berlari, melompat, berjalan normal, dan untuk naik turun tangga (tindakan jinjit).

Articulatio:a)Articularis Subtalaris (Talocalcanea)Tulang: Os. Talus & os. CalcaneusJenis sendi: GlidingGerak sendi: GeserSumbu gerak: Mempunyai sumbu gerak yang berjalan dari posteriorinferior menuju anterosuperior os. CalcaneusMemperkuat sendi: Ligamentum talocalcaneum laterale, ligamentum talocacaneum mediale, anterior, posterior & logamentum talocalcaneum interoseum.Pada articulatio subtalaris dapat dilihat gerak eversi dimana telapak kaki bergerak ke lateral, sedangkan gerak inversi bergerak ke medial. Seringkali istilah inversi & eversi digantikan dengan istilah pronasi dan supinasi. Eversi 5 derajat terjadi akibat dorsofleksi dan abduksi. Sedangkan inversi 20 derajat akibat plantarfleksi dan adduksi.

b.) Articularis TalocalcaneonavicularisTulang: Os. Talus, Os. Calcaneus, Os. CuboideumJenis sendi: GlidingGerak sendi: Geser & RotasiMemperkuat sendi: Ligamentum talonaviculare & ligamentum calcaneonaviculare

c.) Articularis CalcaneocuboideaTulang: Os. Calcaneus & Os. CuboideumJenis sendi: PlanaGerak sendi: Geser & sedikit rotasiMemperkuat sendi: Ligamentum calcaneocuboideum dorsale at plantare, ligamentum plantar longum & articulationes tarsometatarsales

LI.2. Rupture Tendo AchillesLO.2.1 DefinisiRuptur adalah robeknya atau koyaknya jaringan. Ruptur tendon achilles adalah robek, pecah atau terputusnya tendon achilles. Tendon ini merupakan jaringan fibrosa di bagian belakang pergelanga