cakul muskulo

download

of 101

  • date post

    29-Nov-2015
  • Category

    Documents
  • view

    108
  • download

    14

Embed Size (px)

description

oragastra

transcript

  • HISTO MUSKULOSKELETAL Amelya Augusthina Ayusari,dr.

    JARINGAN OTOT

    Terdiri dari sel-sel yang berbeda-beda, mengandung protein

    kontraktil.

    Struktur biologi dari protein ini membangkitkan tekanan yang

    dibutuhkan untuk kontraksi seluler, yang menimbulkan gerakan

    di antara organ tertentu dan tubuh sebagai satu kesatuan.

    Asalnya dari lapisan mesoderm.

    Organel sel otot :

    Sarkoplasma : sitoplasma (kecuali miofibril)

    Retikulum sarkoplasma : retikulum endoplasma yang halus

    Sarkolema : membran sel atau plasmalema

    Jenis jenis jaringan otot berdasarkan ciri morfologis dan fungsional :

    1. OTOT RANGKA

    Terdiri atas berkas-berkas sel yang sangat panjang (30 cm),

    berbentuk silindris, berinti banyak,intinya lonjong berada di tepi

    sel di bawah membrane sel, yang memperlihatkan garis-garis

    melintang, garis tengah 10-100m.

    Kontraksinya cepat, kuat, dan biasanya di bawah kemauan kita.

    Kontraksi ini diakibatkan adanya interaksi dari filament tipis

    aktin dan filament tebal myosin yang susunannya membuat

    molekul tersebut dapat bergeser satu sama lain.

    Hipertrofi : penambahan volume sel (pembentukan myofibril

    baru)

    Hyperplasia : pertumbuhan jaringan melalui peningkatan

    jumlah sel. (otot polos= masih ada kemampuan mitosis)

    Jaringan otot tersusun oleh beberapa fasiculus. Tiap fasiculus

    tersusun oleh beberapa serabut otot/sel otot/miofiber. Tiap

  • serabut otot/sel otot/miofiber tersusun oleh beberapa

    miofibril. Tiap miofibril tersusun oleh beberapa

    miofilamen/filamen.

    Ada 4 protein utama

    filamen otot lurik : aktin, tropomiosin, troponin, miosin

    Filamen tebal : miosin

    Filamen tipis : aktin, tropomiosin, troponin.

    Secara morfologi 2 tipe serat otot:

    1. Serat I : lambat : kaya sarkoplasma yang banyak mioglobin,

    warna merah gelap

    2. Serat II : sedikit mioglobin

    Mioglobin adalah komponen otot pemberi warna (serupa

    dengan hemoglobin)

    Inervasi otot skelet

    Terminal saraf melepas sejumlah kecil neurotransmitter kimia

    untuk merangsang kontraksi otot

    Asetilkolin

    Di dalam retikulum sarkoplasma : terdapat ion kalsium.

    Bila ada kalsium maka otot berkontraksi, bila tidak ada

    kalsium maka terjadi relaksasi.

    Sistem tubulus transversus (kontraksi merata)

    Triad : ada satu unsur T dan 2 gugus lateral retikulum

    sarkoplasma

    Sistem produksi energi : Atp dan fosfokreatin -> asalnya

    dari asam lemak dan glukosa, glikogen otot (sarkoplasma)

    Apa yang terjadi pada penyakit miastenia gravis ? penyakit

    autoimun, dimana terjadi kelemahan otot progresif, reseptor

    asetilkolin menurun, ada antibodi yang menghambat terjadinya

    ikatan komunikasi otot-syaraf.

    2. OTOT JANTUNG

  • Mempunyai garis-garis melintang

    terdiri atas sel-sel yang panjang, bercabang tunggal yang

    terletak paralel satu sama lain.

    Pada tempat kontak ujung ke ujung terdapat diskus

    interkalatus. Kontraksi otot jantung bersifat involunter, kuat,

    dan berirama.

    Garis tengah 15mikrometer

    Panjang : 85-100 mikrometeR

    Inti : satu atau dua, letak ditengah

    Unsur diad : 1 RT dan 1 tubulus T

    Banyak mitokondria.

    3. OTOT POLOS

    Terdiri atas kumpulan sel-sel fusiformis yang tidak

    memperlihatkan garis-garis lurik dengan mikroskop cahaya.

    Proses kontraksi otot polos lambat dan tidak di bawah control

    kemauan.

    Sel panjang, tidak bergaris melintang

    Dibungkus oleh lamina basalis dan jalinan serat retikulin aksi

    bersama

    Bentuk sel fusiform 20 sampai 500 mikrometer. Setiap sel

    punya inti tunggal di pusat pada bagian sel yang lebar (gambar)

    Retikulum sarkoplasma rudimenter dan tidak ada tubulus T.

    Kontraksi ?

    Kalsium bergabung dengan kalmodulin, dan melibatkan hormon

    siklik Amp (cAmp)

    Tinggi : kontraksi (estrogen)

    Rendah : relaksasi (progesteron)

  • REGENERASI

    Otot jantung pd anak anak, setelah dewasa tidak baik luka menjadi

    jaringan parut miokardial

    Otot rangka : sel satelit

    Otot polos : regenerasi aktif

    JARINGAN KARTILAGO

    Komposisi Kartilago :

    1. Sel (Kondrosit / sel tulang rawan)

    Pembuatan preparat Mikroskopis : bentuk bintang.

    Bentuk

    - Di tepi : pipih (muda)

    - Di tengah Bulat (dewasa)

    - Hipertropi

    terdapat dalam Lakuna.

    Sel isogen atau sel nest : banyak kondrosit dalam satu lakuna

    Bersifat skretoris : (Komplek Golgi, Retikulum endoplasmik

    berkembang) : glikosaminoglikan dan kolagen.

    Sitoplasma : glikogen dan lipid

    2. Bahan antar Sel (Matriks)

    Bahan Berbentuk (Kolagen- elastis)

    Bahan dasar Amorf : glikosaminoglikan (asam hialuronat dan

    kondroitin sulfat)

    Matrisk Teritorial (kapsul sel) dan Interteritorial

    Sifat Matriks teritorial : basofilik kuat, metakromatik, reaksi PAS

    positif (kadar kondroitin sulfat lebih tinggi).

    3. Selubung Jr. Pengikat (Perikondrium)

    Selubung jaringan pengikat padat yang meliputi permukaan

    kartilago (kecuali di permukaan sendi).

    Komposisi : Kolagen, fibroblas, sel-sel progenitor mesenkim

    Fungsi : pertumbuhan dan nutrisi kartilago

  • Sifat penting Kartilago :

    Histofisiologi :

    Kartilago avaskuler (O2 rendah) : Penyediaan anergi glikolisis

    anaerob menghasilkan asam laktat. Nutrisi berdifusi melalui cairan

    matriks terbatas. Ketebalan kartilago terbatas.

    Fungsi kondrosit mensinteis bahan matriks

    Dipacu : hormon pertumbuhan dan testoteron. Dihambat oleh kostison

    dan estradiol

    HISTOGENESIS

  • Kartilago Embrional

    1. Kondroblas tersusun rapat, sitoplasma basofilik,

    2. Matriks : homogen

    3. Bagian tepi akan berdeferensiasi menjadi perikondrium

    MACAM KARTILAGO

    Penggolongan kartilago berdasarkan atas Komposisi Matriks :

    K. HIALIN : sistem respirasi, permukan

    sendi, cuping hidung

    - Kondrosit : Dalam lakuna sperti

    bintang, Sel Nest (isogen), Bagian

    tengah lebih besar/ muda , glikogen,

    lemak.

    - Matriks : Homogen, serat kolagen dan

    bahan amorf (proteoglikan); Indek

    bias kedua komponen hampir sama.

    - Matriks Teritorial (lebih basofil, metakromatik, PAS +)

    - Matriks interteritorial

    Perubahan Regresif dan Regenerasi

    Perubahan Regresif :

    Kalsifikasi matriks Hipertropi dan kematian

    kondrosit (vakuolisasi dan transformasi asbes).

    Regenerasi (jelek) :

    Kerusakan proliferasi sel perikondrium :

    - tulang rawan baru

    - j.p. fibrosa

    - osifikasi

    K. ELATIS : daun telinga, tuba auditiva,

    epiglotis

    Keadaan segar warna kekuningan

    Mirip Kartilago Hialin, sel lebih sedikit

    glikogen.

  • Matriks mengandung serat elastis.

    Pertumbuhan secara aposisi dan interstisiil.

    Jarang mengalami perubahan regresif (kalsifikasi).

    K. FIBROUS (fibrokartilago) : diskus intervertebra, insersio tendo-

    tulang.)

    Matriks mengandung serat kolagen

    kasar padat searah beban tarikan.

    Kondrosit tersusun berderet sejajar arah

    serat.

    Matriks amorf : banyak mengandung

    kondroitin sufat

    Tidak memilki periko ndrium, menyatu

    dengan jaringan pengikat padat atau

    kartilago hialin di sekitarnya

    Dengan meningkatnya umur kartilago :

    Matriks : kurang basofilik, kalsifikasi, transformasi asbes (1,2)

    Kondrosit : jumlah berkurang, hipertrofi, vakuolisasi

    JARINGAN TULANG

    Jaringan tulang merupakan jairngan pengikat yang terdiri dari

    komponen sel dan matriks interseluler.

    Pengamatan preparat gosok untuk memperlihatkan komponen

    anorganis dan pengamatan dekalsifikasi untuk memperlihatkan

    komponen organis tulang.

    Diliputi oleh selubung jaringan pengikat fibrous ireguler periosteum

    (permukaan luar) dan endosteum (permukaan dalam).

    Pada saat embrional terdiri dari jaringan tulang muda dan saat

    dewasa sebagian besar akan diganti menjadi jaringan tulang

    dewasa.

    Proses osifikasi jaringan tulang dapat secara (1) primer

    (intramembranosa) dari membran mesenkim dan sekunder

    (endokondral ); dari model kartilago hialin.

  • KOMPONEN JARINGAN TULANG

    1. Matriks Interseluler

    - Organis : Kolagen tulang

    - Anorganis : terutama garam-garam kalsium, lainnya

    Mg,Na, Sitrat, Karbonat.

    2. Sel Jaringan Tulang

    - Osteoblas : aktif; kuboid, prosesus protoplasma saling

    berhubungan, sitoplasma basofili, fungsinya mensitesis

    matriks organis.

    - Osteosit : terdapat dalam lakuna, prosesus protoplasma

    dalam kanalikuli, kromatin padat rasio intu sitoplasma

    besar.

    - Osteoklas : sel besar multi nuklear, sitoplasma pucat

    berbuih, sedikit kromatin inti, terdapat dalam cekungan

    lakuna Howship, fungsinya menyerap matriks tulang.

    3. Selubung Jaringan Pengikat

    Periosteum : Jaringan pengkiat fibrous iregular (1) bagian luar ;

    stratum fibrovaskuler terutama terdiri atas

    j.pengikat padat, pembuluh darah, syaraf dans

    edikit sel (2) bagian dalam ; stratum

    germinativum : sel-sel pipih dan serat elastis,

    kolegn tersusun longgar. Beberap serat kolagen

    menembus jaringan tulang sebagai serat Sha