Pleno1 Cardio

download Pleno1 Cardio

of 34

  • date post

    06-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    234
  • download

    4

Embed Size (px)

description

pleno cardio

Transcript of Pleno1 Cardio

Sesak Napas

Kelompok 4Tutor : dr. Giffarani & dr.Lailan Sesak NapasArdiansyahAzlin Nur SulianyErlisa Azizatul ArifahFanny FadhilatunnisaLaras Asri FatahaniNovaldi PramudithaPutri Lathifa AnnaafiRizky NugrahaTria ListianiGaeby MaretaChonita

Skenario Seorang wanita umur 60 tahun mengeluh cepat capek dan sesak napas sewaktu bergiat. Dia tidak dapat melakukan kegiatan dirumah lebih lama tanpa sering beristirahat dengan kesukaran bernapas. Pergelangan kaki membengkak pada siang hari dan berkurang pada malam hari. Pada pemeriksaan dokter, ditemukan adanya pernapasan cepat, pada pemeriksaan auskultasi didengar adanya bunyi krepitasi. Nadi reguler dan tekanan darah sistemik dalam batas normal, tetapi terdapat bendungan vena leher meskipun pada posisi tegak. Ictus cordis teraba di linea axillaris anterior kiri/ruang interkostal V. Gambaran rontgen dada menunjukkan CTR 0,69, dan terlihat adanya bendungan pembuluh darah paru. Penderita diobati dengan digoxin dan diuretik sehingga keluhan penderita berkurang.Kata sulitKrepitasi: bunyi dari organ dalam apabila ada benturan dari benda padat, cair dan gasCTR: besarnya jantung pada lapang paru.Digoxin: obat gagal jantung.Ictus cordis: bunyi dari katup mitral di intercosta V di sebelah medial mid clavikularis kiri.Kata/kalimat kunciWanita usia 60 tahunCepat capek dan sesak napas saat beraktivitasSukar bernapasPergelangan kaki bengkak pada siang hari dan berkurang pada malam hariPemeriksaan fisik terdapat napas cepat dan pada auskultasi terdapat bunyi krepitasiNadi reguler dan tekanan darah sistemik normalTerdapat bendungan vena leherIctus cordis teraba pada linea axillaris anterior sinistra/ruang intercostalis VPada gambaran rontgen CTR 0,69 terlihat ada bendungan pembuluh darah paruDiobati dengan digoxin dan diuretik sehingga keluhan berkurangPertanyaan Jelaskan anatomi, histologi dan fisiologi pada cardiovaskuler!Apa yang menyebabkan wanita tersebut merasa cepat capek dan sesak napas saat beraktivitas?Mengapa pada pemeriksaan auskultasi terdapat bunyi krepitasi?Apa faktor yang menyebabkan sesak napas?Jelaskan perbedaan sesak napas pada cardiovaskuler dan non-kardiovaskuler!Jelaskan mekanisme terjadinya bendungan vena leher!Jelaskan cara kerja digoxin dan diuretik pada kasus!Mengapa pernapasan cepat sedangkan nadi reguler dan tekanan darah sistemiknya normal?Jelaskan bagaimana interpretasi CTR pada kasus?Mengapa pergelangan kaki bengkak pada siang hari dan berkurang pada malam hari?Mengapa pada pemfis teraba ictus cordis di linea axillaris anterior kiri intercosta V?Jelaskan pengaruh jenis kelamin dan usia pada skenario!DD

...Mekanisme Cepat Capek dan SesakVentrikel Kiri Gagal Memompa > Gagal Jantung Curah Jantung Akhri sistol : darah lebih tersisaFase Diastol : Darah dari atrium masukTekanan dan VAD Tekanan Atrium Bendungan vena pulmonalisTekanan Hidrostatik di Kapiler Paru Transudasi Cairan ke Jar. Intertisium dan alveolusEdema Paru ComplianceDispneaSuplai Darah Pemenuhan O2 terhadap sel (hanya) Metabolisme AnaerobATP Energi Cepat CapekFaktor Penyebab Sesak NapasJelaskan perbedaan sesak nafas kardiovaskular & non kardiovaskular !KardiovaskularNon kardiovaskularAda tekanan berat menimpa dada sebelah kiriNyeri seperti ditusuk disebelah kiriDisertai bengkak pada tungkai

Sesak seluruh dada baik kiri maupun kananDemamLemasSuara Paru Tambahan

Bendungan pada leher Penyempitan katup trikuspidalisMenghambat aliran darah dari atrium kanan ke ventrikel kananBeban kerja atrium kanan dan tekanan yang lebih besarAtrium dilatasi dengan cepat volume dan tekanan atrium kanan Penimbunan darah pada vena sistemik (kongesti vena leher) Penyebab Bengkak Pada Pergelangan Kaki

ICTUS CORDISRumus CTR = A+B / CJika CTR >0.5 maka dikategorikan sebagai Cardiomegaly

digoxinEfek digoxin pada gagal jantung :Inotropik positifKronotropik negatifMengurangi aktifasi saraf simpatis

diuretik 20DiuretikDiuretik kurangi cairan ekstrasel dan preload, kurangi gejala kongesti dan perbaiki kapasitas gerak badan, tetapi tak turunkan mortalitasObat ini menghambat Na/ K/ 2Cl- di lumen sehingga menurunkan reabsorpsi NaCl dan juga mengurangi potensial positif di lumen akibat siklus K sehingga meningkatkan eksresi Mg2+ dan Ca2+.

Gagal Jantung KongestifCor PulmonalDefinisiKeadaan dimana terjadi gagal jantung pada jantung bagian kiri dan bagian kanan yang terjadi pada saat yang bersamaanDefinisiHipertrofi atau dialatasi ventrikel kanan akibat hipertensi pulmonal yang disebabkan penyakit parenkim paru dan atau pembuluh darah paru yang tidak berhubungan dengan kelainan jantung kiriEpidemiologiDi eropa kejadiaan gagal jantung berkisar 0,4%-2% dan meningkat pada usia yang lanjut

(IPD jilid 2 edisi V, hal 1596)

EpidemiologiPenyakit obstruksi PPOK merupakan penyebab utama isufisiensi respirasi kronik dan korpulmonal diperkiran 80-90% kasus

EtiologiPenyebab dari gagal jantung :Disfungsi miokardEndokardiumPerikardiumPembuluh drah besarAritmiaKelainan katupDan gangguan irama Terkadang terjadi akibat penyakit jantung koroner biasa terjadi akibat infark miokard.Di indonesia angkaTertinggi akibat Hipertensi , jantung Koroner dan katup

EtiologiDapat digolongkan daalam 4 kelompokPenyakit pembuluh darah paruTekanan darah pada arteri pulmonal oleh tumor mediastinum, aneurismaPenyakit neuromuskular dan dinding dadaPenyakit yang mengenai aliran udara paru alveoli termasuk PPOKGejala & Tanda Klinis penurunan tekanan drah sistemikKelelahanPeningkatan denyut jantungEkspansi volume plasmaKelelahanPeningkatan penimbunan darah dalam venaDistensi vena jugularisPenurunan tekanan darah sistemikPenurunan oksigenasi darah

Gejala & Tanda KlinisTingkat klinis corpulmonal dimulai PPOK kemudian PPOK denga hipertensi pulmonal dan akhirnya menjadi hipertensi pulmonal serta gagal jantung kanan Pemeriksaan penunjang Radiologis (X-ray) foto toraxMRI/ultrasonografiElektrokardiografiEkokardiografiAnalisa gas darahLaboratorium : kreatinin, gula darah, elektrolit, urea, kreatinin, albumin

Pemeriksaan penunjangRadiologis (X-ray) foto toraxMRI/ultrasonografiElektrokardiografiEkokardiografiLaboratorium : kreatinin, gula darah, elektrolit, urea, kreatinin, albuminTes faal paru

Penatalaksanaan mengurangi beban kerjaMemeperkuat kontraktilitas miokardMengurangi kelebihan cairan dan garamMelakukan tindakan dan pengobatan pada faktor pencetusTerapi oksigen

Farmakologi :DiuretikaVasodilator:Nitrat (isosorbid dinitrat)Penghambat ACE bloker (captopril)Obat-obatan tinotropik

PenatalaksanaanFlebotomyTerapi oksigen

Farmakologi :DiuretikaDigitalisVasodilator :Nitrat (isosorbid dinitrat)Penghambat ACE bloker (captopril)PrognosisPenderita yang telah mengalami gagal jantung tetap bertahan hidup sampai beberapa tahun dengan pengobatan yang baik

PrognosisHarus diimbangi dengan teraapi optimal PPOK untuk mencegah atau memperlambat timbulnya hipertensi pulmonal, terapi tambahan baru diberikan bila timbul tanda-tanda gagal jantung kananStenosis MitralStenosis MitralDefenisiGangguan aliran darah dari atrium kiri melalui katup mitral karena obstruksi pada level katup mitral.EtiologiEndokarditis reumatika Vegetasi SLE RA Cor atriumMiksoma atrium fibrosis dan fosi komisura katup mitral pada fase penyembuhan demam reumatik.Patofisiologi (-) luas efektif lubang mitral = (-) daya alir katup mitral. Tekanan di ruang atrium kiri perbedaan tekanan antara atrium kiri & ventrikel kiri pada waktu diastol. Terjadi bendungan pada atrium kiri bendungan vena dan kapiler paru. tekanan a.pulmonal pelebaran ventrikel kanan & insufisiensi katup trikuspid atau pulmonal.Kompensasi tubuh menaikkan curah jantung (takikardia).Regangan pada otot atrium menyebabkan gangguan elektris fibrilasi atrium. Mengganggu pengisian ventrikel dari atrium trombus di atrium kiri.Gejala Klinik Takikardia Dispneu Fatig HemoptisisPenatalaksanaanAntibiotik golongan penisilin, eritromisin, sulfa,sefalosporin untuk mencegah endokarditis. Anti aritmia utk mencegah fibrilasi atrium. Untuk mencegah emboli di gunakan antikoagulan warfarin. Intervensi bedah ( valvulotomi,rekonstruksi aparat subvalvuler, komisurotomi atau penggantian katup) non bedah (valvulotomi dengan dilatasi balon)Referensi:

National Heart, Lung, and Bethesda, COPD, U.S.Department of Health, 2003. Kurt J. Isselbacher, Eugene Braunwald, Jean D. Wilson, Joseph & Martin, Anthony S Fauci, Dennis L Kasper, edis bahasa Indonesia; Ahmad H. Asdie Prof. dr. Sp.PD, ke : Prinsip-prinsip Ilmu Penyakit Dalam Harrison, edisi 15, volume 3, 2002Buku ajar kardiologi