Pleno Pemicu 1 Etika - Kelompok 10

download Pleno Pemicu 1 Etika - Kelompok 10

of 58

  • date post

    22-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    11
  • download

    2

Embed Size (px)

description

Etika

Transcript of Pleno Pemicu 1 Etika - Kelompok 10

  • KELOMPOK 10KELAKUAN SI CALON DOKTER

  • KELOMPOK 10Fasilitator : dr. Frans Sukardi

    NamaNIMIvo Ariandi405070015Fiona405070016Andi405070022Novy Ayunita405070040Boyke405070050Miske Marsogi405070055Meilie405070111Rika stefani405070119Yuliana405070135Kristian Wongso405070136Anne405070147

  • SKENARIOSeorang mahasisiwi kedokteran Universitas swasta di Jakarta diyudisium 1 minggu yang lalu setelah menyelesaikan Kepaniteraan Klinik. Sebelum pelantikan dan pengambilan Sumpah Dokter, ia harus mengikuti UKDI (Ujian Kompetensi Dokter Indonesia) yang akan diselenggarakan 1 bulan mendatang.Sambil menunggu UKDI, ia mengisi waktu dengan menjalankan praktik kedokteran di sebuah Balai Pengobatan Umum. Dalam praktiknya sehari-hari, ia sering memberikan perlakuan yang berbeda antara pasien yang mampu dengan yang kurang mampu secara finansial. Ia cenderung bersikap kurang ramah terhadap pasien yang kurang mampu, sedangkan untuk pasien yang mampu, ia akan memasang tarif pengobatan yang cukup mahal.Karena niat awalnya menjadi seorang dokter untuk mendapatkan penghidupan yang berkelimpahan, maka ia tidak segan membujuk pasiennya untuk menyetujui tindakan medis yang seharusnya tidak perlu dilakukan, misalnya menyuntik pasien tanpa indikasi yang jelas. Bila pasien menolak tindakan medis yang dianjurkannya, ia akan menakut-nakuti pasien tersebut dengan mengatakan penyakitnya akan sukar sembuh. Ia juga sering memuji-muji dirinya sebagai dokter yang kompeten dan sering menjelek-jelekkan dokter lain di depan pasiennya. Hubungannya dengan dokter lain yang juga bekerja di Balai Pengobatan tersebut kurang harmonis. Bahkan karena suatu hal yang dianggapnya benar, ia pernah menghardik dokter tersebut dengan kata-kata kasar yang tidak pantas diucapkan oleh seorang dokter, dan menganggap rekannya itu tidak kompeten menjadi seorang dokter.Apa yang dapat Anda pelajari dari pemicu di atas?

  • Learning Objective (LO)Mengetahui & menjelaskan:Sumpah dokterKodeki (Kode Etik Kedokteran Indonesia)Informed consentProsedur hingga dapat izin praktekSanksi bagi dokterHak & kewajiban dokter & pasienMalpraktik

  • SK Menkes No. 434/Menkes/SK/X/1983

  • Declaration of Geneve

  • Sumpah Hipokrates

  • ETIKA & MORALDefinisi etika:Berkaitan erat dg falsafah & moral.Suatu disiplin yg menilai & mempelajari baik-buruknya, perilaku, sikap tindak manusia.Etika masyarakat moral:Apa yg dianggap seharusnya oleh masyarakat (baik atau buruk) dalam waktu kurun tertentu.Etika kalau sudah dipakai sbg profesi, maka harus tertulis Kode Etik Profesi.Pelaksanaan kode etik profesi diawasi majelis profesi, namun badan ini hanya beri nasihat atau teguran atau rekomendasi kepada badan profesinya.

  • KODE ETIK KEDOKTERAN INDONESIA (1993)

  • MUKADIMAHInhotep dari Mesir, Hippocrates dari Yunani, Galenus dari Roma, merupakan beberapa ahli pelopor kedokteran kuno yang telah meletakkan sendi-sendi tokoh dan organisasi kedokteran yang tampil ke forum internasional,kemudian mereka bermaksud mendasarkan tradisi dan disiplin kedokteran tersebut atas suatu etik yang professional. Etik tersebut, sepanjang masa mengutamakan penderita yang berobat serta demi keselamatan dan kepentingan penderita. Etik ini sendiri memuat prinsip-prinsip, yaitu:Beneficence Kewajiban berbuat yang baik terhdp manusia dan masyarakat.Non maleficence Kewajiban tidak menimbulkan mudarat (do no harm).Autonomi (Respect for the autonomy of persons).- Otonomi; menghormati hak orang untuk mengambil keputusan untuk dan tentang dirinya sendiri.- Berkata benar (truth telling).- Menjaga kerahasiaan (konfidensialitas).- Menjaga kepercayaan, memenuhi kewajiban, menepati janji, dsb.Justice Keadilan sosial; tdk membedakan latar belakang orangKeadilan distributif; distribusikan sumberdaya kesehatan secara adil.Berlaku fair.

  • KEWAJIBAN UMUM

    PASALISIPasal 1Setiap dokter harus menjunjung tinggi, menghayati, dan mengamalkan Sumpah Dokter.Pasal 2Seorang dokter harus senantiasa melakukan profesinya menurut ukuran tertinggi. Pasal 3Dalam melakukan pekerjaan kedokterannya, seorang dokter tidak boleh dipengaruhi oleh pertimbangan keuntungan pribadi, yang mengakibatkan hilangnya kebebasan profesi.Pasal 4Setiap dokter harus menghindarkan diri dari perbuatan yg bersifat memuji diri.Pasal 5Tiap perbuatan atau nasehat yg mungkin melemahkan daya tahan mahluk insani, baik psikis maupun fisik, hanya diberikan untuk kepentingan dan kebaikan penderita.Pasal 6Setiap dokter senantiasa berhati-hati dalam mengumumkan dan menerapkan setiap penemuan teknik atau pengobatan baru yg belum diuji kebenarannya serta hal2 yg dpt menimbulkan keresahan di masyarakat.Pasal 7Seorang dokter hanya memberi keterangan atau pendapat yg dapat dibuktikan kebenarannya.Pasal 8Dalam melakukan pekerjaannya, seorang dokter harus mengutamakan kepentingan masyarakat dan memperhatikan semua aspek pelayanan kesehatan yg menyeluruh (promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif), serta berusaha menjadi pendidik dan pengabdi masyarakat yg sebenarnya.Pasal 9Setiap dokter dalam bekerja sama dengan pejabat di bidang kesehatan dan bidang lainnya serta masyarakat, harus memelihara saling pengertian sebaik-baiknya.

  • KEWAJIBAN DOKTER TERHADAP PENDERITA

    PASALISIPasal 10Setiap dokter harus senantiasa mengingat akan kewajiban melindungi hidup makhluk insani.Pasal 11Setiap dokter menghormati hak asasi penderita.Pasal 12Setiap dokter wajib bersikap tulus ikhlas dan mempergunakan segala ilmu dan keterampilannya untuk kepentingan penderita. Dalam hal ia tidak mampu melakukan suatu pemeriksaan atau pengobatan, maka ia wajib merujuk penderita kepada dokter lain yg mempunyai keahlian dalam bidang penyakit tersebut.Pasal 13Setiap dokter harus memberikan kesempatan kepada penderita agar senantiasa dapat berhubungan dengan keluarga dan penasehatnya dlm beribadat dan atau dalam masalah lainnya.Pasal 14Setiap dokter wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya ttg seorang penderita, bahkan juga setelah penderita itu meninggal dunia.Pasal 15Setiap dokter wajib melakukan pertolongan darurat sebagai suatu tugas perikemanusiaan, kecuali bila ia yakin ada orang lain yang bersedia dan lebih mampu memberikannya.

  • KEWAJIBAN DOKTER TERHADAP TEMAN SEJAWATNYA

    PASALISIPasal 16Setiap dokter memperlakukan teman sejawatnya sebagaimana ia sendiri ingin diperlakukan.Pasal 17Seorang dokter tidak boleh dengan sengaja mengambil alih penderita dari teman sejawatnya.

  • KEWAJIBAN DOKTER TERHADAP DIRI SENDIRIPENUTUP

    PASALISIPasal 18Setiap dokter harus memelihara kesehatannya, supaya dpt bekerja dengan baik.Pasal 19Seorang dokter hendaknya selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan tetap setia pada cita-citanya yg luhur.

    PASALISIPasal 20Setiap dokter harus berusaha dgn sungguh2 menghayati dan mengamalkan Kode Etik Kedokteran Indonesia.

  • PELANGGARAN ETIK KEDOKTERAN

  • PELANGGARAN ETIK KEDOKTERANHal-hal dibawah ini juga termasuk melanggar etika, dan tidak selayaknya dilakukan oleh dokter:Menjual nama.Dengan memasang papan praktek disuatu tempat , termasuk disuatu rumah sakit, padahal dokter yang bersangkutan jarang atau bahkan tidak pernah datang ketempat atau rumah sakit tersebut, sedangkan yang menjalankan praktek sehari-harinya adalah dokter lain bahkan dokter yang tidak mempunyai keahlian yang sama dengan dokter yang namanya tertera pada papan praktek.Mengeksploitasi dokter lain.Misalnya dokter yang dalam keadaan dibawah perintah seperti residen, bawahan dalam kesatuan, dimana pembagian imbalan jasa tidak adil.

  • Sebuah contoh pelanggaran etik, dapat dicermati dari sebuah pengaduan seorang kerabat pasien yang menulis surat kepada Organisasi IDI, yang disertai dengan bukti-bukti yang cukup valid.Pelanggaran dibidang etik kedokteran yang serius sering disebut sebagai Serious Professional MisconductUmumnya tingkah laku dokter yang melanggar etika kedokteran yang dapat digolongkan dalam Serious Professional Misconduct, dapat dibedakan dalam 4 kelompok yaitu:Akibat kelalaian atau ketidak pedulian dokter yang menyangkut tanggung jawabnya terhadap pasien dalam melakukan pengobatan.Dokter menyalahgunakan kewenangan atau kepandaianSikap tindak dokter yang mendiskreditkan reputasi profesi medik.Dokter yang mengiklankan diri, mempengaruhi pasien atau merendahkan kepandaian dokter lain.Pelanggaran profesi lainnya PELANGGARAN ETIK KEDOKTERAN

  • Dinegara seperti Inggris, tingkah laku dokter yang dianggap melanggar etik ini diperiksa oleh badan yang disebut sebagai GMC (General Medical Council).Keputusannya, diumumkan lengkap berikut data pribadi (nama, spesialisasi, masalahnya, bersalah atau tidaknya, sanksi yang dijatuhkan dan segala sesuatu yang berkenaan dengan sanksi tersebut).GMC di Inggris, berfungsi sebagai Badan Peradilan Etik dan Disiplin, yang di Indonesia mirip dengan Konsil Kedokteran dengan Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia, yang dibentuk sesuai dengan Amanat Undang-Undang No. 29/2004 tentang Praktik Kedokteran.PELANGGARAN ETIK KEDOKTERAN

  • Beberapa perbuatan yang sering dilakukan oleh dokter dan termasuk pelanggaran etik, antara lain:Menentukan tarip yang tidak wajar dan tidak melihat kemampuan pasien, termasuk disini ialah Menarik imbalan jasa dari Sejawat dokter.Memberi resep kepada pasien berdasar sponsor atau semacamnya dari perusahaan farmasi, baik langsung maupun melalui representatifnya.Melakukan tindakan medik yang tidak sesuai dengan kebutuhan pasien ataupun tidak perlu, termasuk untuk diagnostik maupun terapeutik.Menganjurkan atau menerima pasien datang berulang-ulang tanpa indikasi yang jelas.Merujuk pasien ke Dokter Ahli tertentu atau Klinik/Rumah Sakit tertentu karena mendapat imbalan jasa dari tempat merujuk.Langsung mengambil alih pasien tanpa permintaan atau persetuj