makalah ok

Click here to load reader

  • date post

    25-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    423
  • download

    3

Embed Size (px)

Transcript of makalah ok

1

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Negara Indonesia merupakan salah satu Negara berkembang yang perlu adanya proses untuk menjadi maju, salah satu proses tersebut adalah dengan mencerdaskan anak bangsa. Dengan pendidikan yang bermutu dan berkualitas yang dapat meningkatkan kecerdasan anak bangsa.Dari zaman ke zaman sistem kurikulum pendidikan yang ada Indonesia selalu ada perubahan demi mencerdaskan anak bangsa.Salah satu sistem kurikulum yang baru saat ini adalah sistem Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan bentuk operasional kurikulum dalam konteks disentralisasi pendidikan.Penyusunan kurikulum ini juga melibatkan guru, komite sekolah dan dewan pendidikan.Keterlibatan pihak-pihak tersebut dalam pengembangan

kurikulum dapat membangkitkan gairah dan rasa memiliki yang lebih tinggi, serta tanggung jawab yang lebih besar terhadap kurikulum, yang diharapkan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. SMK Piri Sleman Yogyakarta merupakan salah satu SMK yang menerapkan sistem kurikulum KTSP di lingkungan pendidikannya.Dalam pelaksanaannya, SMK Piri Sleman Yogyakarta menggunakan pendekatan pembelajaran. Yaitu Kurikulum ini dibuat kemudian dituangkan oleh guru atau tenaga pengajar di lingkungan SMK dalam bentuk silabus dan diuraikan menjadi rencana pelaksanaan pembelajaran dan diaplikasikan langsung ke peserta didik. Standar yang digunakan mengacu pada sederetan standar minimal yang diterapkan pemerintah kemudian dilengkapi dengan standar yang dibuat langsung oleh pihak sekolah.

1Laporan Manajemen Kurikulum SMK Piri Sleman 2010

2

B. Batasan Masalah Pembahasan makalah ini hanya dibatasi pada Manajemen kurikulum dilaksanakan pada SMK Piri Sleman Yogyakarta mengenai masalah yang dihadapi dan cara penyelesaiannya.

C. Tujuan Penulisan 1. Dapat mengetahui respons sekolah kejuruan terhadap kurikulum berbasis tingkat stuan pendidikan, penegmbanganya dan evaluasi kurikulum yang dilakukan pihak sekolah guna menyesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan perkembangan industry local maupun nasional. 2. Dapat menjembatani hubungan antara pihak Universitas dan sekolah melalui presentasi laporan, denagan harapan hasil laporan bisa di ajukan ke pihak Universitas sebagai wacana dalam menentukan arah pembinaa sekolah sekolah kejuruan. 3. Mahasiswa dapat memahami kurikulum tingkat stauan pendidikan yang saat ini telah digunakan oleh seluruh sekolah, sebagai bekal dalam menghadapi dunia pendidikan kelak.

Laporan Manajemen Kurikulum SMK Piri Sleman 2010

3

BAB II KAJIAN TEORI

A. Pengertian kurikulum. Pengertian kurikulum telah banyak di kemukakan oleh banyak ahli dengan penjabaran yang berbeda beda. Beberapa dari pengertian kurikulum adalah sebagai berikut: 1. Kurikulum ialah suatu patokan rencana-rencana dalam hal

penyelenggaran pembelajaran yang memiliki tujuan dan cita-cita tertentu yang berlandaskan pada pengalaman-pengalaman flexible (dapat pembelajaran

sebelumnya,

yang bersifat

mengalami-mengalami

perbaikan) dan didesain oleh sekolah agar murid-murid itu memiliki representasi fungsi langsung di masyarakat. 2. Pengertian kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk

mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurikulum sebagai rencana tidak hanya terdiri atas mata pelajaran (course of study), atau uraian isi mata pelajaran (course content) atau persiapan mengajar (teaching preparation) dalam bentuk silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran, tetapi mencakup semua dokumen tertulis yang berkaitan dengan landasan dan azas-azas pengembangan kurikulum, struktur dan sebaran mata pelajaran, serta pedoman-pedoman pelaksanaannya. 3. Curriculum is used liberally by educators to mean all learning experiences provided by the school or college. 4. William B. ragan. Dalam buku Modern Elementary Curriculum (1996) menjelaskan arti kurikulum sebagai berikut: The Tendency in recent decades has been to use the term in broarder sense to refer to the whole life and progam of school accepts responsibility. It donates the result of effort on the part of the adults of one community, and the nation to bring to the children the finest, most whole some influence that exist in theLaporan Manajemen Kurikulum SMK Piri Sleman 2010

3

4

culture. Ragan menggunakan arti kurikulam dalam arti yang luas meliputi seluruh progam dan kehidupan dalam sekolah, yakni segala pengalaman anak di bawah tanggung jawab sekolah. Kurikulum tidak hanya meliputi bahan pelajaran. Masih banyak lagi definisi kurikulum yang dikemukakan para ahli dengan pendapat yang berbeda pula. Pengertian yang kami ambil adalah yang tercantum dalam UU no 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional,yang menyatakan : kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan,isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan

pendidikan tertentu. B. ASAS ASAS KURIKULUM. 1. Asas filosofi. Terdapat berbagai macam aliran filsafat, masing masing dengan dasar pemikiran tersendiri. Disini akan kami bicarakan dengan singkat beberapa buah yakni: a. Aliran Parennialisme. Aliran ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan intelektual anak melalui pengetahuan yang abadi, universal dn absolute atau perennial yang ditemukan dan diciptakan para pemikir unggul sepanjang masa yang dihimpun dalam the great books atau buku agung kebenaran dalam buku itu di pertahankan teguh terhadap segala perubahan jaman. b. Aliran idealism. Filasfat ini berpendapat bahwa kebenaran itu berasal dari atas, dari dunia supra natural dari tuhan. Boleh dikatakan hamper semua agama menganut filsafat idealism. Kebenaran dipercayai datangnya dari tuhanyang diterima melalui wahyu. Kebenaran ini termasuk dogma dan norma norma yang bersifat mutlak. Apa yang datang dari tuhan baik dan benar. Tujuan hidup adalah memenuhi kehendak tuhan.Laporan Manajemen Kurikulum SMK Piri Sleman 2010

5

c. Aliran Reliasme Filsafat realisme mencari kebenaran di dunia melalui pengamatan dan penelitian ilmiah dapat ditemukan hokum alam. Mutu kehidupan senantiasa dapat di tingkatkan melalui kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuan hidup adalah memperbaiki kehidupan melalui penelitian ilmiah.

d. Aliran pragmatisme. Aliran ini instrumentalisme atau utilitarianime dan berpendapat bahwa kebenara adalah tentative dan dapat berubah. Yang baik, ialah yang berakibat baim bagi masyarakat. Tujuan hidup adalah mengabdi kepada masyarakat dengan peningkatan kesejahteraan manusia. Aliran pragmatism sering berjalan dengan aliran rekunstruksisme yang berpendirian bahwa sekolah harus berada pada garis depan pembangunan dan perubahan masyarakat. Sekolah ini menjauhi indoktrinasi dan mengajak siswa secara kritis menganalisis isu isu sosial. e. Aliran eksistensialisme. Filsafat ini mengutamakan individu sebagai faktor penentu apa yang baik dan benar. Norma norma hidup berbeda secara individual dan ditentukan masing masing secara bebas, namun denagn pertimbangan jangan menyinggung perasaan orang lain. Tujuan hidup adalah menyempurnakan diri, merealisasikan diri. Sekolah yang berdasarkan eksistensialisme mendidik anak agar yang menentukan pilihanya dan keputusan sendiri dengan menolak otoritas orang lain. Ia haru bebas berfikir dan mengambil keputusan sendiri secarabertanggung jawab. Sekolah ini menolak segala kurikulum, pedoman, instruksi, buku wajib, dan lain lain dari pihak luar. Anak harus mencari identitas sendiri, menentukan standartnya sendiri dan kurikulumnya sendiri. Dengan sendirinya mereka tidak di persiapkan untuk menempuh Ujian Nasional.Laporan Manajemen Kurikulum SMK Piri Sleman 2010

6

C. KOMPONEN KOMPONEN KURIKULUM. Ralph W. Tyler dalam bukunya Basic Principles Of Curriculum And Instruction (1949) mengkaji 4 pertanyaan pokok: 1. Tujuan apa yang hendak dicapai sekolah? memilih bahan pelajaran guna mencapai tujuan

2. Bagaimana pendidikan?

3. Bagaimana bahan yang disajikan agar efektif diajarkan? 4. Bagaimana efektifitas belajar dinilai? Keempat pertanyaan ini menghasilkan 4 komponen kurikulum yang saling berhubungan yaitu: tujuan, bahan pelajaran, proses belajar mengajar dan evaluasi atau penilaian. D. TUJUAN PENDIDIKAN. Tujuan pendidikan nasioanal secra makro diarahkan membentuk organisasi pendidikan yang bersifat otonom sehingga mampu melakukan inovasi dalam pendidikan untuk menuju suatu lembaga yang beretika, selalu menggunakan nalar, berkemampuan komunikasi sosial yang positif dan memiliki sumber daya manuasia yang sehat dan tangguh. Secara mikro bertujuan membentuk manusia yang yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa, beretika, memiliki nalar, berkemampuan komunikasi sosial dan berbadan sehat sehingga menjaadi manusia mandiri. Benyamin Bloom merumuskan tujuan pendidikan / pembelajaran sebagai berikut: 1. Tujuan kognitif. Ranah kognitif meliputi segi intelektual dan proses kognitif, yakni: a. Mengetahui, yaitu mempelajari dan mengingat fakta,kata kata, istilah, peristiwa, konsep, prinsip, aturan, kategori, metodologi, teori dan sebagainya. b. Memahami, yaitu menafsirka sesuatua, menterjemahkanya dalam bentuk lain, menyatakan dengan kata kata sendiri, mengambil

Laporan Manajemen Kurikulum SMK Piri Sleman 2010

7

kesimpulan berdasarkan apa yang diketahui, menduga akibat sesuatu berdasarkan pengetahuan yang dimiliki dan sebagainya. c. Menerapkan, yaitu menggunakan apa yang dipelajari dalam situasi baru,menstranfer. d. Menganalisis, yaitu menguraikan sesuatu keseluruhan kedalam bagian bagian untuk melihat hakekat bagian serta hubungan antara bagian bagian itu. e. Mensintesis, yaitu menggabungkan bagian bagian dan secra kreatif membentuk suatu yang baru. f. Mengevaluasi, yaitu menggunakan criteria untuk menilai sesuatu. 2. Tujuan afektif,berkenaan dengan kesadaran akan sesuatu, perasaan dan penilaian tentang sesuatu. a. Memperhatikan, menunjukkan minat, sadar akan adanya suatu gejala, kondisi, situasi atau masalah. b. Merespons, atau member reaksi terhadap gejala, situasi, atau kegiatan itu sambil merasa kepuasan. c. Menghargai, menerima suatu nilai, mengutamakanya, bahkan menaruh komitmen dalam nilai itu. percaya akan kebikan nilai itu dan rela untuk mempertahankanya. d. Mengkarakterisasi, nilai nilai, menginternalisasikan,

menjadikanya bagian dari pribadinya dan menerimanya sebagai falsafah hidupnya. 3. Tujuan Psikomotor Ranah psikomator atau psycho-motor domain, meliputi tingkatan kegiatan berikut: a. Melakukan gerakan fisik seperti berjalan melompat, berdiri, berlari, menarik, mendornag dan masipulasi. b. Menunjukkan kemampuan perceptual secara visual, auditif, taktikal, kinestetik, serta mengkoordinasikan seluruhnya. c. Memperlihatkan kemampuan fisik yang mendukung ketahanan, kekuatan, kelenturan, kelincahan dan kecepatan beraksi.Laporan Manajemen Kurikulum SMK Piri Sleman 2010

8

d. Melakukan gerak yamg terampil serta terkoordinasi dalam permainan,olahraga dan kesenian atau kerja mesin dan fabrikasi. e. Mengadakan komunikasi non verbal, yaki dapat menyampaikan pesan melalui gerak muka,gerak tangan, penampilan dan ekspresi kreatif seperti program kreatifitas siswa. Buah pikiran Bloom Cs menjadi popular setelah timbul aliran pendidikan kearah pengkhususan tujuan,sehingga hasil yang belajar dapat diamati dan di ukur. Tujuan pendidikan yang cukup terkenal ialah the seven cardinal principe yaiut tujuh prinsip pokok cardinal, adalah sebagai berikut: 1. Health (kesehatan). 2. Command of fundamental procces (penguasaan keterampilan dasar seperti membaca, menulis, berhitung). 3. Worthy home membership berharga) 4. Vocational efficiency ( efisiensi dalam pekerjaan). 5. Citizenship (kewarganegaraan). 6. Worthy use of leisure (penggunaan waktu senggang secara bermanfaat). 7. Satisfaction of religious needs ( pemuasan kebuthuan keagamaan). Selanjutnya akan kami berikan tujuan tujuan pendidikan menurut Education Policies Commission (1938), yaitu: 1. Self realization,perwujudan pribadi. 2. Human relationship, hubungan antar manusia. 3. Economis efficiencies, ekonomi efisien. 4. Civic responsibility, tanggun jawab warga Negara. (menjadi anggota keluarga yang

Laporan Manajemen Kurikulum SMK Piri Sleman 2010

9

BAB III PEMBAHASAN

A. Tinjauan Umum Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tidak terkecuali KTSP, Kurikulum ini disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah.Jadi KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. Pengembangan Kuikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional.Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan.Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut yaitu standar isi (SI) dan standar kompetensi lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 (UU 20/2003) Tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 (PP 19/2005) tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan kurikulum KTSP pada jenjang pendidikan dasar dan menengah disusun oleh satuan pendidikan dengan mengacu pada SI dan SKL serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Penyusunan KTSP juga harus mengikuti ketentuan lain yang menyangkut kurikulum dalam UU 20/2003 dan PP 19/2005. Panduan yang disusun oleh BSNP terdiri atas dua bagian.Pertama,Panduan umum yang memuat ketentuan umum pengembangan kurikulum yang dapat diterapkanLaporan Manajemen Kurikulum SMK Piri Sleman 2010

9

10

pada satuan pendidikan dengan mengacu pada standar kompetensi dan kompetensi dasar yang terdapat dalam SI dan SKL.Termasuk dalam ketentuan umum adalah penjabaran amanat dalam UU 20/2003 dan ketentuan PP 19/2005 serta prinsip dan langkah yang harus diacu dalam pengembangan KTSP.Kedua,Model KTSP sebagai salah satu contoh hasil akhir

pengembangan KTSP dengan mengacu pada SI dan SKL dengan berpedoman pada panduan umum yang dikembangkan BSNP. Sebagai model KTSP, tentu tidak dapat mengakomodasi kebutuhan seluruh daerah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan hendaknya digunakan sebagai referensi. Panduan pengembangan kurikulum disusun antara lain agar dapat memberi kesempatan pada peserta didik untuk : 1. Belajar untuk beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa 2. Belajar untuk memahami dan menghayati 3. Belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif 4. Belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain 5. Belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.

B. Manajemen KTSP di SMK Piri Sleman 1. Pertimbangan Perumusan KTSP a. Spektrum dari pemerintah Dalam menentukan kurikulum sistim KTSP dilingkungannya mengacu pada standar nasional pendidikan (SNP pasal 1 ayat 15), dikemukakan bahwa kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan.Seperti di SMK Piri Sleman, rumusan sistem KTSP dibuat oleh komite sekolah, kepala sekolah, staff kurikulum, perwakilan tenaga pengajar dan pihak dunia industri.Penyusunan KTSP ini memperhatikan dan berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan yangLaporan Manajemen Kurikulum SMK Piri Sleman 2010

11

ditentukan oleh dinas pendidikan kemudian dikembangkan oleh pihak sekolah. Sekolah dan komite sekolah mengembangkan KTSP dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan. Pengembangan KTSP dibawah supervise dinas pendidikan kabupaten atau kota serta departemen lain yang bertanggungjawab dibidang pendidikan.Sekolah dapat bertanggung jawab tentang mutu pendidikan masing-masing kepada pemerimtah, orang tua, peserta duduk dan masyarakat pada umumnya sehingga sekolah berupaya semaksimal mungkin untuk melaksanakan dan mencapai sasaran KTSP. b. Kesesuaian kebutuhan DU/DI Peranan dunia industri sangat berpengaruh terhadap hasil lulusan SMK, karena dengan terlibatnya dunia industri dalam perumusan KTSP. Siswa akan mendapatkan pengalaman dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.Pihak dunia industri akan memberikan masukan kepada pihak sekolah mengenai kebutuhan lulusan atau calon pekerja untuk bisa mencapai kompetensi yang sesuaidengan DU/DI.

2.

Acuan Dasar Pengembangan KTSP a. Standar isi Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik. standar isi untuk satuan pendidikan SMK Piri Sleman mencakup lingkup materi minimal dan tingkat kompetensi minimal untuk mencapai kompotensi minimal pada jenjang dan jenis pendidikan kejuruan. SMK Piri Sleman mengembangkan cakupan lingkup materi

Laporan Manajemen Kurikulum SMK Piri Sleman 2010

12

kemudian tingkat kompetensi untuk mencapai tingkat kompetensi maksimal siswa dilingkungan SMK Piri. Pengelompok mata pelajaran SMK Piri ditentukan

berdasarkan urutan sistem KTSP. Seperti kelompok mata pelajaran agama ditempatkan diurutan teratas karena kelompok mata

pelajaran dan akhlak mulia dimaksudkan untuk membentuk peserta didik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Mencakup etika atau budi pekerti sebagai perwujudan dari pendidikan agama. Kemudian mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, ilmu pengetahuan dan teknologi.

b.

Standar Kompetensi Lulusan SKL adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup pengetahuan keterampilan dan sikap yang digunakan sebagi pedoman penilaian dalam menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan.Standar Kompetensi Lulusan yang diterapakan di SMK Piri Sleman meliputi standar kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran.Standar Kompetensi di SMK Piri Sleman bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan pengetahuan kepribadian, akhlak mulia serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya.

c.

Acuan Operasional Penyusunan KTSP Acuan operasioanal penyusuan operasional KTSP meliputi 12 poin, yaitu : peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia ; peningkatan kompetensi; kecerdasan dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan serta kemampuan peserta didik; keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan; tuntutan

pembangunan daerah dan nasional; tuntutan dunia kerja dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi; agama; dinamikaLaporan Manajemen Kurikulum SMK Piri Sleman 2010

13

perkembangan global; persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan; kondisi sosial budaya setempat; kesetaraan gender dan karakteristik satuan pendidikan. Aspek-aspek diatas harus dijadikan acuan oleh pengembang kurikulum tingkat satuan pendidikan di sekolah masing-masing tak terkecuali ndi SMK Piri Sleman.Meskipun demikian para pengembang kurikulum tidak harus terpaku pada acuan operasional di atas, tetapi mereka bisa mengembangkan dan menyesuaikan acuan tersebut dengan situasi dan kondisi daerah, karakteristik dan kemampuan peserta didik serta sarana dan prasarana yang tersedia.

3.

Nilai positif dan Negatif tentang KTSP a. Nilai Positif Nilai positif dalam penerapan KTSP adalah lebih bisa diterima oleh masyarakat industri.Hal ini disebabkan karena kesesuaian antara kurikulum pendidikan dengan kompetensi yang harus dimiliki oleh peserta didik.Ini juga berkaitan dengan standar kompetensi kelulusan minimal yang harus dimiliki siswa. b. Nilai Negatif Nilai negatif dalam penerapan KTSP adalah KTSP mengharuskan peningkatan SDM yang sesuai dengan standar SDM yang diberikan pemerintah.Namun kenyataannya di lapangan masih banyak guru yang kemampuan SDM nya rendah. Tenaga pengajar yang ada juga masih minim mendapat penataran-penataran kependidikan juga mengenai pengembangan kurikulum yang diberikan oleh dinas pendidikan setempat untuk menyesuaikan pada standar SDM tenaga pengajar yang telah ditentukan. KTSP mengharuskan ketersediaan sarana dan prasarana yang menunjang untuk proses belajar mengajar. Kurangnya ketersediaan sarana dan prasarana pendukung akan menghambat kegiatan belajar sebagai pemahaman lanjut kepada siswa. Perkembangan teknologiLaporan Manajemen Kurikulum SMK Piri Sleman 2010

14

dalam dunia industri tidak diikuti dengan penyesuaian proses pembelajaran pada lingkungan pendidikan. Hal ini dikarenakan dari pihak sekolah tidak mampu menyediakan sarana dan prasarana belajar yang sesuai dengan perkembangan teknologi di dunia industri yang semakin pesat. Penerapan KTSP yang merekomendasikan pengurangan jam pelajaran praktik. Hal ini bertolak belakang dengan orientasi SMK untuk menyiapkan tenaga siap kerja yang seharusnya memperbanyak proporsi jam pelajaran praktik. Namun dalam KTSP lebih memperbanyak proporsi jam pelajaran normative dan adaptif.

4.

Komponen Tersulit Yang Dihadapi Dalam Pengembangan KTSP a. Sarana dan Prasarana Di SMK Piri Sleman Yogyakarta yang masih menjadi kendala dalam pengembangan KTSP adalah pada kondisi sarana dan prasarana yang ada.Standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dicapai mengharuskan ketersediaan sarana dan prasarana pendukung.Kendala dana masih menjadi masalah pada umumnya, karena penyediaan sarana dan prasarana berkaitan langsung dengan ketersediaan biaya pengadaannya. b. SDM Tenaga Pengajar Kemajuan teknologi di dunia Industri tidak diikuti dengan peningkatan SDM menjadi lebih baik.Dinas pendidikan harus senantiasa menyelenggarakan pelatihan pelatihan kepada tenaga pengajar. Sehingga diperoleh tenaga pengajar yang berkompeten dan berkualitas.

5.

Peningkatan Kualitas Lulusan Dengan Adanya KTSP Langkah langkah yang dilakukan SMK Piri Sleman Yogyakarta untuk meningkatkan kualitas lulusan antara lain: a. Menciptakan iklim belajar yang kondusifLaporan Manajemen Kurikulum SMK Piri Sleman 2010

15

Pengembangan KTSP perlu didukung oleh iklim pengembangan yang kondusif bagi terciptanya suasana yang aman, nyaman dan tertib. Sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung dengan tenang dan menyenangkan. Iklim yang demikian akan mendorong terwujudnya proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan bermakna yang lebih menekankan pada belajar mengetahui, belajar berkarya, belajar menjadi diri sendiri dan belajar hidup bersama secara harmonis. b. Kemandirian Guru Untuk menemukan solusi terhadap berbagai masalah dalam pembelajaran dalam KTSP guru juga harus bekerja mandiri untuk memperbaiki diri dalam pembelajaran. Hal ini penting agar ia benarbenar menjadi guru yang mampu digugu dan ditiru. Sehingga tidak hanya mampu mengembangkan KTSP tetapi guru juga harus dapat melaksanakannya secara efektif dan menyenangkan. c. Penanaman Jiwa Wirausaha Pemberian mata pelajaran kewirausahaan akan menumbuhkan jiwa entrepreneurship pada siswa. Pemberian pelajaran ini berguna untuk menyiapkan mental wirausaha pada siswa. Sehingga siswa tidak terpaku pada kebutuhan di Industri saja tetapi setelah lulus siswa dapat memulai usaha sendiri atau berwiraswasta.

6.

Mekanisme Penyusunan KTSP a. Pembentukan Tim Kerja Dalam rangka pengembangan KTSP, setiap satuan pendidikan pada SMK Piri Sleman Yogyakarta perlu membentuk tim pengembang kurikulum. Tim pengembang KTSP terdiri dari guru, kepala sekolah, guru pembimbing (konselor), komite sekolah dan dalam hal tertentu dapat melibatkan orang tua dan peserta didik.

Laporan Manajemen Kurikulum SMK Piri Sleman 2010

16

b. Penyusunan Draft Setelah terbentuk tim pengembang KTSP, selanjutnya

melakukan mengembangan draft KTSP yang lengkap mulai dari perumusan visi dan misi satuan pendidikan sampai rencana pelaksanaan dan pembelajaran (RPP), yang siap diaktualisasikan dalam pembelajaran. c. Revisi dan Finalisasi Penyusun kurikulum tingkat satuan pendidikan merupakan bagioan dari kegiatan perencanaan SMK.Kegiatan ini dapat berupa bentuk rapat kerja yang dilaksanakan dalam jangka waktu sebelum tahun pelajaran baru. Kegiatan penyusunan kurikulum tingkat

satuan pendidikan secara garis besar meliputi : penyiapan dan penyusunan draft; review dan revisi, serta finalisasi. Langkah lebih rinci dari masing-masing kegiatan dapat diatur dan dikembangkan oleh tim penyusun kurikulum pada masing-masing satuan

pendidikan.

7.

Kendala KTSP Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, khususnya pasal 3 menyatakan: Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk

berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk melaksanakan fungsi di atas, salah satu komponen yang paling penting dalam suatu sistem pendidikan adalah adanya sebuah kurikulum tidak terkecuali di SMK Piri Sleman. Karena melalui kurikulumlah peserta didik diantar untuk mencapai tujuan yang telahLaporan Manajemen Kurikulum SMK Piri Sleman 2010

17

ditetapkan, segenap potensinya dikembangkan seoptimal mungkin melalui proses pembelajaran. Saat ini sistem pendidikan nasional Indonesia telah menetapkan Kurikulum KTSP untuk diberlakukan secara nasional. KTSP ditetapkan untuk dilaksanakan, namun berbagai

permasalahan dan kendala masih dihadapi oleh sekolah maupun guru. Di satu sisi setiap sekolah harus melaksanakan KTSP, di sisi lain berbagai macam permasalahan dan kendala sampi saat ini masih belum dapat diselesaikan. Hal tersebut tidak hanya terjadi di sekolah-sekolah yang jauh dari kota besar, tetapi juga terjadi di sekolah-sekolah yang berdekatan dengan kota besar, bahkan di kota besar seperti Sleman ini yang kelihatannya adem ayem, tetapi sebenarnya menyimpan berbagai persoalan yang sampai saat ini belum bisa teratasi. Diantara kendalakendala yang dihadapi sekolah dalam menyusun KTSP adalah : a. Kurangnya SDM yang diharapkan mampu menjabarkan KTSP pada kebanyakan sekolah. Sebagian besar guru belum bisa diharapkan memberikan kontribusi pemikiran dan ide-ide kreatif untuk menjabarkan panduan kurikulum itu (KTSP), baik di atas kertas maupun di depan kelas. Selain disebabkan oleh rendahnya kualifikasi, juga disebabkan pola kurikulum lama yang terlanjur mengekang kreativitas guru. b. Belum maksimalnya sosialisasi dan pelatihan terhadap guru-guru, bahkan masih ada guru-guru yang belum mendapat sosialisasi dan pelatihan, sehingga masih banyak para guru dan pemangku kepentingan (stakeholders) yang belum memahami KTSP. c. Masih banyak guru-guru yang berpersepsi sebagai penerima-pasif pengambilan keputusan kurikulum.

8.

Prinsip Dasar Pengelolaan KTSP di SMK PIRI Sleman Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) diharapkan menampilkan kekhasan atau keunggulan masing-masing satuan

Laporan Manajemen Kurikulum SMK Piri Sleman 2010

18

pendidikan. Sebelum menyusun KTSP satuan pendidikan terlebih dahulu perlu melakukan kajian atau analisis tentang potensi kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan yang dihadapi baik pada saat ini maupun masa datang. Hasil analisis ini akan menjadi acuan dalam pengembangan visi, misi, strategi, dan program-program pembelajaran yang relevan dengan kondisi, potensi dan kebutuhan peserta didik serta daerah sekitarnya. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pada bagian penjelasan mengamanatkan bahwa salah satu strategi pembangunan pendidikan nasional adalah pengembangan dan pelaksanaan kurikulum berupaya berbasis setiap kompetensi, siswanya arah proses belajar

pembelajarannya

berpeluang

merefleksikan pengetahuan, keterampilan dan sikap secara utuh dalam kehidupan sehari-hari. KTSP di SMK Piri Sleman dikembangkan memiliki ciri-ciri sebagai berikut: (1) memiliki visi dan misi yang dikembangkan berdasarkan potensi, kondisi, dan kebutuhan satuan pendidikan yang bersangkutan, (2) kegiatan belajar-mengajar berpusat pada peserta didik, megembangkan kreativitas, menciptakan kondisi yang menyenangkan, menantang dan kontekstual, (3) penilian berbasis kelas yang bersifat internal sebagai bagian dari proses pembelajaran dan berorientasi pada kompetensi serta patokan ketuntasan belajar yang diperoleh melalui berbagai cara, tes dan non tes, kumpulan kerja siswa, hasil karya,

penugasan, unjuk kerja dan tes tertulis, (4) pengelolaan satuan pendidikan lebih bersifat "school based management" untuk: pencapaian visi dan misi sekolah, pengembangan perangkat kurikulum oleh sekolah, pemberdayaan tenaga pendidikan dan sumber daya lainnya, kolaborasi secara horizontal dengan sekolah lain dan komite sekolah serta organisasi profesi, serta kolaborasi secara vertikal dengan Dinas dan Dewan Pendidikan.

Laporan Manajemen Kurikulum SMK Piri Sleman 2010

19

Guru sebagai pembuat dan pelaksana serta pengembang KTSP melakukan koordinasi, kerjasama dengan semua unsure intern dan ekstern satuan pendidikan. Koordinasi diperlukan dalam menyikapi inovasi pendidikan khususnya mengimplementasikan KTSP. Prinsip dasar dalam koordinasi adalah adanya kesamaan visi dan kesamaan langkah semua unsure intern dan ekstern satuan pendidikan. Prinsip manajemen yaitu P (Planning), O (Organizing), A (Actuating), dan C (Controlling) serta R (Reporting) tetap diperlukan oleh guru sebagai pengembang KTSP sebagai bahan pertimbangan memperbaiki KTSP tahun pelajaran berikutnya. KTSP dievaluasi dan disempurnakan serta ditetapkan setiap awal tahun pelajaran oleh Kepala Sekolah dan direkomendasi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten. Prinsip dasar KBM memberdayakan semua potensi yang dimiliki siswa, mengembangkan inovasi dan kreativitas siswa, menciptakan kondisi menyenangkan dan menantang, mengembangkan beragam kemampuan yang bermuatan nilai, menyediakan pengalaman belajar yang beragam dan belajar melalui berbuat, sehingga mereka akan mampu meningkatkan pemahamannya terhadap fakta/konsep/prinsip dalam kajian ilmu yang dipelajarinya yang akan terlihat dalam kemampuannya untuk berpikir logis, kritis, dan kreatif. Prinsip KBM di atas akan mencapai hasil yang maksimal dengan memadukan berbagai metode dan teknik serta media pembelajaran yang memungkinkan semua indera digunakan sesuai dengan karakteristik masing-masing pelajaran. Penilaian berbasis kelas merupakan suatu kegiatan pengumpulan informasi tentang proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan oleh guru yang bersangkutan sehingga penilaian tersebut akan mengukur apa yang hendak diukur dari siswa. Prinsip penilaian berbasis kelas tidak terpisahkan dari KBM, menggunakan acuan patokan, menggunakan berbagai cara penilaian (tes dan non tes), mencerminkan kompetensi siswa secara komprehensif, berorientasi pada kompetensi, valid, adil,Laporan Manajemen Kurikulum SMK Piri Sleman 2010

20

terbuka, berkesinambungan, bermakna, dan mendidik seta dilakukan oleh guru dan siswa. Hal ini perlu dilakukan bersama karena hanya guru yang bersangkutan yang paling tahu tingkat pencapaian belajar siswa yang diajarnya. Setelah melakukan serangkaian penilaian yang sesuai dengan prinsip-prinsip di atas, maka orang tua siswa akan menerima laporannya secara komunikatif dengan menitik beratkan pada kompetensi yang telah dicapai oleh anaknya di sekolah. Pengelolaan KTSP mengacu pada kesatuan dalam kebijaksanaan dan keberagaman dalam pelaksanaan, kesatuan dalam kebijaksanaan ditandai dengan sekolah-sekolah menggunakan perangkat dokumen KTSP yang sama dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. Sedangkan Keberagaman dalam pelaksanaan ditandai dengan

keberagaman silabus yang akan dikembangkan oleh sekolah masingmasing sesuai dengan karakteristik sekolahnya sehingga banyak pihak/instansi yang akan berperanan dan bertanggung jawab dalam melaksanakannya, misalnya: sekolah, kepala sekolah, guru, dinas pendidikan kebupaten atau kota, dinas pendidikan propinsi dan DEPDIKNAS. Prinsip keberagaman dalam pelaksanaan KTSP maka setiap sekolah dan guru dilapangan mempunyai tanggung jawab untuk menterjemahkan KTSP ke dalam bentuk silabus yang akan mereka gunakan dalam pembelajaran di dalam kelas. Silabus yang dibuat oleh masing-masing sekolah karakteristik sekolahnya, dan baik guru dari tersebut aspek disusun berdasarkan sekolah,

kemampuan

kemampuan guru, kemampuan siswa, sarana/prasarana yang dimiliki sekolah dan sebagainya. Selain itu dalam menyusun silabus tidak ada acuan baku mengenai format dan isinya sehingga guru diberi keleluasaan yang besar untuk mengapresiasikan kemampuannya

menerjemahkan KTSP. Dalam penyusunan silabus dapat dilakukan dengan melibatkan para ahli atau instansi yang relevan di daerahLaporan Manajemen Kurikulum SMK Piri Sleman 2010

21

setempat seperti tokoh masyarakat, instansi pemerintah, komite sekolah, dewan pendidikan, instansi swasta, perusahaan, perindustrian, dan sebagainya. Keunggulan KTSP, di antaranya adalah memberikan keleluasaan kepada guru dan sekolah untuk membuat kurikulum sendiri yang disesuaikan dengan keadaan siswa, keadaan sekolah, dan keadaan lingkungan. Sekolah bersama dengan komite sekolah dapat bersamasama merumuskan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan, situasi, dan kondisi lingkungan sekolah. Sekolah dapat bermitra dengan stakeholder pendidikan, misalnya, dunia industri, kerajinan, pariwisata, petani, nelayan, organisasi profesi, dan sebagainya agar kurikulum yang dibuat oleh sekolah benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

9.

Perbedaan KBK dan KTSP Berikut ini kami rangkum perbedaan dan persamaan antara Kurikulum 2004 dan Kurikulum 2006. Tabel : Perbandingan Kurikulum 2004 (KBK) dan 2006 (KTSP) ASPEK KURIKULUM 2004 KURIKULUM 2006

1. Landasan Hukum

Tap

MPR/GBHN

UU

No.

20/2003

Tahun 1999-2004

Sisdiknas

UU No. 20/1999 Pemerintah-an Daerah

PP No. 19/2005 SPN Permendiknas No. 22/2006 Standar Isi

UU Sisdiknas No 2/1989 kemudian

Permendiknas 23/2006

No. Standar

diganti dengan UU No. 20/2003

Kompetensi Lulusan

PP No. 25 Tahun

Laporan Manajemen Kurikulum SMK Piri Sleman 2010

22

2000 pembagian

tentang

kewenangan 2. Implementasi / Pelaksanaan Kurikulum

Bukan Keputusan/ Peraturan

dengan

Peraturan

Mendiknas

RI No. 24/2006 tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri No. 22 tentang SI dan No. 23 tentang SKL

Mendiknas RI Keputusan Dirjen Dikdasmen No.399a/C.C2/Kep /DS/2004 2004.

Tahun

Keputusan Direktur num DikmeNo.

766a/C4/MN/2003 Tahun 2003, dan No. 1247a/

C4/MN/2003 Tahun 2003. 3.Ideologi Pendidikan yang Dianut

Liberalisme Pendidikan terciptanya yang kompeten, profesional kompetitif dan : SDM cerdas,

Liberalisme Pendidikan : terciptanya SDM yang cerdas, profesional kompetitif kompeten, dan

Laporan Manajemen Kurikulum SMK Piri Sleman 2010

23

4. Sifat (1)

Cenderung Sentralisme Pendidikan :

Cenderung Desentralisme Pendidikan : Kerangka Dasar Kurikulum

Kurikulum disusun oleh secara Tim Pusat rinci;

disusun oleh Tim Pusat; dan komite serta pihak SMK Piri Sleman

Daerah/Sekolah hanya melaksanakan

mengembangkan lebih lanjut.

5. Sifat (2)

Kurikulum disusun rinci Pusat Dikmenum/ Dikmenjur Puskur) dan oleh Tim (Ditjen

Kurikulum merupakan kerangka Tim BSNP dasar oleh

6. Pendekatan

Berbasis Kompetensi

Berbasis Kompetensi Hanya terdiri atas : SK dan KD. Komponen

Terdiri atas : SK, KD, MP dan

lain dikembangkan oleh guru

Indikator Pencapaian 7. Struktur

Berubahan banyak

relatif

Penambahan

mata

pelajaran untuk Mulok dan diri

dibandingkan kurikulum sebelumnya (1994 suplemen 1999)

Pengem-bangan untuk semua

jenjang sekolah Ada perubahan nama mata pelajaran sperti

Ada

perubahan

Laporan Manajemen Kurikulum SMK Piri Sleman 2010

24

nama pelajaran

mata

DKK Ada perubahan jumlah jam pelajaran setiap

mata pelajaran

8. Beban Belajar

Jumlah Jam/minggu : SMK/MAK = 3539/minggu

Jumlah Jam/minggu : SMK/MAK= 39/minggu 38-

Lama belajar per 1 JP: SMK/MAK = 45 menit

Lama belajar per 1 JP: SMK/MAK = 45 menit

9. Pengembangan Kurikulum lebih lanjut

Hanya

sekolah

Semua sekolah /satuan pendidikan membuat KTSP. wajib

yang mampu dan memenuhi dapat mengembangkan KTSP.

syarat

Silabus bagian

merupakan tidak

terpisahkan dari KTSP membuat Guru harus membuat Rencana Pelaksanaan

Guru

silabus atas dasar Kurikulum Nasional RP/Skenario Pembelajaran 10. Prinsip Pengembangan Kurikulum 1. Keimanan, Budi dan

Pembelajaran (RPP)

1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan

Pekerti Luhur, dan Nilai-nilai Budaya

Laporan Manajemen Kurikulum SMK Piri Sleman 2010

25

2. Penguatan Integritas Nasional 3. Keseimbangan Etika, Estetika, Kinestetika 4. Kesamaan Memperoleh Kesempatan 5. Perkembangan Pengetahuan Teknologi Informasi 6. Pengembangan Kecakapan Hidup 7. Belajar Sepanjang Hayat 8. Berpusat Anak 9. Pendekatan Menyeluruh Kemitraan 11. Prinsip Pelaksanaan Kurikulum Tidak prinsip pelaksanaan kurikulum terdapat dan pada dan Logika, dan

kepentingan didik lingkungannya

peserta dan

2. Beragam dan terpadu 3. Tanggap perkembangan terhadap ilmu

pengetahuan, teknologi, dan seni 4. Relevan dengan

kebutuhan kehidupan 5. Menyeluruh berkesinam-bungan 6. Belajar hayat 7. Seimbang kepentingan antara nasional sepanjang dan

dan kepentingan daerah

1. Didasarkan pada potensi, perkembangan dan kondisi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang berguna bagi dirinya. Menegakkan lima pilar

Laporan Manajemen Kurikulum SMK Piri Sleman 2010

26

belajar: a. belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, b. belajar untuk memahami dan menghayati, c. belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif, d. belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain, e. belajar untuk membangun dan menemukan jati diri, melalui proses pembela-jaran yang efektif, aktif, kreatif & menyenangkan. 3. Memungkinkan peserta didik mendapat pelayanan perbaik-an, pengayaan, dan/atau percepatan sesuai dengan potensi, tahap perkembangan, dan kondisinya dengan memperhatikan keterpaduan pengembangan pribadiLaporan Manajemen Kurikulum SMK Piri Sleman 2010

27

peserta didik yang berdimensi ke-Tuhanan, keindividuan, kesosialan, dan moral. 1. Dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling meneri-ma dan menghargai, akrab, terbuka, dan hangat, dengan prinsip tut wuri handayani, ing madia mangun karsa, ing ngarsa sung tulada 5. Menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia, sumber belajar dan teknologi yang memadai, dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. 6. Mendayagunakan kondisi alam, sosial dan budaya serta kekayaan daerah untuk keberhasilan pendidikan dengan muatan seluruh bahan kajian secara optimal.

Laporan Manajemen Kurikulum SMK Piri Sleman 2010

28

7. Diselenggarakan dalam kese-imbangan, keterkaitan, dan kesinambungan yang cocok dan memadai antarkelas dan jenis serta jenjang pendidikan.

Laporan Manajemen Kurikulum SMK Piri Sleman 2010

29

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa kurikulum KTSP yang dilaksanakan di SMK Piri Sleman Yogyakarta, masih terdapat banyak kendala-kendala baik itu pada sarana dan prasarana yang kurang memadai untuk menunjang proses belajar mengajar sesuai dengan tuntutan KTSP. Pada SDM tenaga pengajar di SMK Piri Sleman Yogyakarta sangat membutuhkan pelatihan pada alat-alat baru sesuai kemajuan teknologi dan pelatihan pengembangan kurikulum KTSP sehingga tenaga pendidik dapat

menjabarkan karakteristik KTSP dengan maksimal.Hal ini penting agar implementasinya diterima semua pihak baik peserta didik, masyarakat dan dunia industri.

B. Saran 1. KTSP harus dikembangkan sesuai dengan visi misi, tujuan, kondisi dan ciri khas satuan pendidikan. Oleh karena itu penyusunan KTSP harus mencakup seluruh komponen-komponen yang ada. 2. SMK harus lebih intensif membina kerja sama dengan dunia industri.

Laporan Manajemen Kurikulum SMK Piri Sleman 2010

29

30

REFERENSI

Mulyasa, E. (2002). KBK Konsep Karakteristik dan Implementasi. Bandung: Rosdakarya.

Mulyasa, E. (2007). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung: Rosdakarya.

Rochmat Wahab, dkk. (2008). Panduan KKN-PPL UNY 2008. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta

Sugeng Mardiyono,dkk. (2008). Panduan Pengajaran Mikro Universitas Negeri Yogyakarta 2007. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta

Undang-undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Jakarta: Sinar Grafika.

Wawancara dengan Bapak Asrori, MA Selaku Kepala Sekolah Smk Piri Sleman.

Wawancara dengan Bapak Sarwan Sutomo, S.Pd.I. Selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK Piri Sleman.

Wawancara dengan Bapak Sumarno Pradnya Prahara, M.Eng. Selaku Ka.Prodi Otomotif SMK Piri Sleman.

Wawancara dengan Bapak Drs. Mardianto Selaku Pengajar Mata Pelajaran PDTM dan Gambar Mesin Prodi Mesin SMK Piri Sleman.

Laporan Manajemen Kurikulum SMK Piri Sleman 2010

Lampiran 1

31

VISI DAN MISI SMK PIRI SLEMANVISI Membentuk tenaga kerja tingkat menengah yang berkualitas dan beraklak mulia MISI 1. Meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT 2. Menciptakan komitment yang tinggi dengan Allah SWT dan Rasul_Nya 3. Menyiapkan siswa agar mampu memiliki karir, mampu berkompetensi, mampu mengembangkan diri dan siap memasuki lapangan kerja 4. Menyiapkan tenaga kerja tingkat menengah untuk mengisi kebutuhan DU/DI pada saat ini maupun pada masa yang akan dating. 5. Menyiapkan tamatan menjadi warga Negara yang produktif, adaptif dan kreatif.

Laporan Manajemen Kurikulum SMK Piri Sleman 2010

32

LAPORAN

MANAJEMEN KURIKULUMDI DI SMK PIRI SLEMAN YOGYAKARTA

Disusun Oleh: 1. Toni Budiarto 2. Syaifi Abdurrahman 3. Amirudin 4. Fandi Achmad 5. Frendy 6. Yanuar Nugroho 7. Setyo Jatu Nugroho 8. Ibnu Anjar 9. Bayu Rahmat Setiadi (09503242004) (07503241002) (07503241008) (07503241014) (07503241013) (09503242005) (07503241029) (07503241019) (09503242009)

PENDIDIKAN TEKNIK MESIN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2010Laporan Manajemen Kurikulum SMK Piri Sleman 2010

33

Laporan Manajemen Kurikulum SMK Piri Sleman 2010