Makalah Audit (Ok)

Click here to load reader

  • date post

    08-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    243
  • download

    2

Embed Size (px)

description

audit

Transcript of Makalah Audit (Ok)

MAKALAH AUDIT PROFESI AKUNTAN PUBLIK

OLEH : 1. Yunita Angela (062114124)2. Eka Dewi Hapsari Putri (102114061)3. Patricia Anggit SH (102114068) 4. Kristi Talita Rosari Nugraheni M (102114071)

PRODI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOM UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA2012DAFTAR ISI

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah 1.2 Rumusan Masalah 1. Apakah Pengertian dari Auditing? 2. Bagaimana sejarah perkembangan audit? 3. Bagaimana perbedaan antara auditing dengan akuntansi? 4. Apa saja jenis-jenis dari auditing? 5. Apa saja jenis-jenis dari auditor ? 6. Bagaimana profesi akuntan publik di Indonesia?

PEMBAHASAN

1. Pengertian audit Dalam dunia audit memiliki berbagai istilah atau pengertian. a. Menurut American Accounting Association (AAA) adalah proses sistematis untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara obektif yang berhubungan dengan tindakan-tindakan dan peristiwa ekonomi untuk menentukan tingkat kesesuaian asersi-asersi tersebut dan kriteria yang diterapkan serta mengkomunikasikan hasilnya kepada pengguna informasi tersebut. b. Menurut Alvin Arens adalah pengumpulan dan penilaian bukti atau pengevaluasian bukti mengenai informasi untuk menentukan dan melaporkan tingkat kesesuaian antara informasi tersebut dan kriteria yang di tetapkan. Auditing harus dilakukan oleh orang yang berkompeten dan independen. c. Dari kedua definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa auditing adalah proses pemerikasaan yang sistematis untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai informasi tingkat kesesuaian antara asersi-aserti tentang tindakan atau peristiwa ekonomi dengan criteria yang telah ditetapkan, serta melaporkan hasilnya kepada pihak yang membutuhkan, dimana auditing harus dilakukan oleh orang yang berkompeten dan independen. i. Proses sistematis : serangkaian tahap dan prosedur logis, terstruktur dan terorganisir. Memerlukan perencanaan yang baik dan terstruktur serta terorganisir untuk mendapatkan tujuan dari pemeriksaan yang diharapkan. ii. Memperoleh dan mengevaluasi bukti secara obyektif : bahan bukti terdiri dari lisan dari klien, informasi dari pihak ke tiga dan hasil pengamatan auditor. Dalam pelaksanaan audit adalah proses penentuan jumlah dan kualitas yang diperlukan, serta penilaian kelayakkan informasi yang sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.iii. Assersi (informasi) adalah, pernyataan yang dibuat oleh individu atau entitas yang secara implicit dimaksudkan untuk digunakan oleh pihak lain. Pelaksanaan audit memerlukan informasi yang dapat diverifikasi dan juga membutuhkan kriteria sebagai pedoman untuk mengevaluasi informasi tersebut (misal dalam audit atas Laoran Keuangan oleh kantor akuntan publik, kriteria yang diperlukan adalah prinsip akuntansi secara umum untuk menentukan apakah Laporan keuangan itu dilakukan secara wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum).iv. Kriteria yang di tetapkan : a. Peraturan atau kebijakanb. Budgets, standart-standart kinerjac. Prinsip akuntansi yang berlaku secara umum Standart Akuntansi Keuangan (SAK). v. Kompeten dan Independen : Kompeten : auditor harus mempunyai kemampuan, ahli dan berpengalaman dalam memahami criteria dalam menentukan jumlah bukti yang dibutuhkan untuk mendukung kesimpulan yang diambilnya.Independen : sikap mental yang independen, yang tidak memihak kepada kepentingan siapapun. vi. Pelaporan : laporan yang dibuat adalah laporan tertulis yang menyatakan tingkat kesesuaian antara informasi yang diperikasa dengan kriteria yang ditetapkan.vii. Pihak yang berkepentingan : individu yang menggunakan temuan auditor, manajemen entitas ekonomi, stockholders, investor, dll.

2. Sejarah Perkembangan AuditProses auditing telah banyak diterapkan sejak zaman dahulu, sebelum adanya revolusi, atau dapat dikatakan sejak zaman peradaban Kerajaan telah diberlakukan sistem auditing atas keuangan. a. Kerajaan Mesir Kuno dan Romawi Kuno : adalah awal mula pemeriksaan keuangan dimulai, dimana pemeriksaan dari aktivitas catatan atas penerimaan pajak dan otorisasi pembayaran-pembayaran yang dilakukan oleh rakyat kepada Raja/Negaranya. b. Zaman Revolusi Industri (Inggris, pertengahan 1800) : pada zaman ini proses audit sudah mulai berkembang, audit dilakukan oleh satu orang atau beberapa orang pemegang saham, kemudian berkembang kantor akuntan publik yag pertama pada abad tersebut, yaitu : Deloitte&Co, Price Waterhouse&Co. c. Amerika Utara (USA), dimulai pada akhir1800an dan awal 1900an. Lebih berfokus pada penemuan kekeliruan pada akun-akun neraca dan upaya menekan fraud. Dimulai pada pemberlakuan lisensi Certified Public Accountant(CPA) bagi auditor yang dapat melakukan audit atas penemuan kekeliruan neraca dan upaya menekan terjadinya kecurangan dalam perusahaan. Kemudian berdiri American Institute of Accounts (organisasi profesi akuntan publik) yang kemudian menjadi The American Institute of Certified Public Accountants-AICPA. d. Indonesia : a. Pada Negara Indonesia, istilah auditing baru dikenal pada tahun 1950, dimana proses auditing ini baru dikenal sejalan dengan tumbuhnya perusahaan-perusahaan besar yang berdiri di Indonesia.b. Sejalan dengan pekembangan ekonomi yang pesat serta pertumbuhan perusahaan besar yang semakin membutuhkan jasa auditing maka, 23 Desember 1957 berdiri Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) c. Akhir tahun 1960-awal 1970 permintaan jasa atas auditing meningkat. Selanjutnya IAI menetapkan Prinsip-Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI) dan Norma Pemeriksaan Akuntansi (NPA 1973) d. Proses tersebut terus berlanjut dan mengalami penyempurnaan pada tahun 1984 PAI dan NPA disempurnakan diganti menjadi Standart Akuntansi Keuangan(SAK) dan Standart Profesional Akuntan Publik (SPAP). e. Perkembangan Profesi Akuntan Publik Abad 20 sampai sekarang, dikarenakan adanya berbagai macam faktor yang menjadi pendorong tingginya permintaan jasa audit, adalah : 0. Perkembangan pasar modal 0. Pertumbuhan ukuran dan kompleksitas bisnis1. Regulasi (undang-undang)

Perkembangan AuditPerkembanganwaktuPemakai Laporan auditTujuan AuditPendekatan

1800 Pemilik organisasiPenemuan kecuranganTes keseluruhan

Awal 1900Pemilik dan kreditur Penemuan kecurangan Tes Keseluruhan

1900-1930Pemilik, kreditur, pemerintah Pernyataan bahwa laporan keuangan benar Testing lebih kecil

1930-sekarang Pemilik, kreditur, pemerintah, masyarakat Pernytaan pendapat atas kewajaran penyajian laporan keuanganDipilih sampel

3. Perbedaan Auditing dengan Akuntansi 1. Akuntansi adalah proses pengidentifikasian, penggolongan, peringkasan,pengukuran dari suatu transaksi ekonomi untuk dapat menghasilkaninformasi ekonomi yang berguna bagi pihak yang membutuhkan atas informasi tersebut. 2. Auditing adalah proses penentuan apakah informasi telah mencerminkan dengan benar kejadian ekonomi pada periode akuntansi. Kriteria pada proses ini adalah aturan-aturan akuntansi yaitu prinsip akuntansi yang berlaku umum, maka auditor harus memahami aturan tersebut dengan benar. Auditor juga harus mampu mengumpulkan dan menafsirkan bahan bukti. AkuntansiAuditing

Metode Mengidentifikasi, mengukur, mencatat, mengklasifikasikan, dan mengikhtisarkan peristiwa dan transaksi ekonomi Mengumpulkan dan mengevaluasi bukti mengenai informasi dalam laporan keuangan serta verifikasi kewajaran penyajiannya

Tujuan Mengkomunikasikan informasi keuangan yang relevan dan reliable untuk pengambilan keputusan Meningkatkan kredibilitas laporan keuangan yang dibuat manajemen

Kriteria SAK Standart Auditing

Hasil Laporan Keuangan Laporan Auditor (Operasional)

Tanggung Jawab Manajemen bertanggung jawab atas laporan keuangan yang dibuat Auditor bertanggung jawab atas pernyataan pendapat yang diberikan.

4. Jenis Audit Terdiri dari tiga macam yaitu : 1. Audit atas Laporan Keuangan : untuk menentukan apakah laporan keuangan telah disajikan wajar, sesuai dengan kriteria tertentu. Kriteria yang diberlakukan adalah kriteria yang sesuai dengan PSAK. Bukti audit terdiri dari dokumen, catatan dan sumber-sumber lainnya. Hasil akhir dari audit adalah opini dari akuntan publik sebagai auditor independen. Penggunaannya biasanya ditujukan untuk pihak ekstern perusahaan (kreditur, investor, pemerintah, supplier) 1. Audit Operasional : aktivitas pengumpulan dan evaluasi bukti terkait dengan kegiatan operasional tertentu untk menilai derajat keekonomisan, efisiensi, dan efektivitas kegiatan operasional. 1. Ekonomis biasanya dikaitkan dengan biaya perolehan sumber daya. Ada dua prinsip ekonomi yang bisa digunakan, yaitu : memperoleh sumber daya dalam jumlah tertentu dengan biaya yang serendah-rendahnya, atau mendapatkan sumber daya yang sebanyak-banyaknya dengan biaya tertentu dengan adanya batasan dana. 1. Efisiensi biasanya dikaitkan dengan pemakaian sumber daya(volume) seperti, pemakaian bahan baku, jumlah dan waktu tenaga kerja, pemakaian jam kerja mesin, bahan bakar dibandingkan dengan standart yang telah ditetapkan untuk memperoleh output tertentu. 1. Efektivitas biasanya berhubungan dengan pencapaian hasil dan manfaat yang diperoleh. Audit operasional sering disebut juga dengan audit manajemen, karena aktivitas operasi dikelola oleh manajemen. Audit operasional lebih menekankan pada kegiatan yang dilakukan oleh para staff. 1. Audit Kepatuhan ; menilai ketaatan suatu entitas atau pelaksanaan program/kegiatan tertentu terhadap ketentuan yang berlaku. Pemberian penghargaan terhadap pengelola yang taat dan menjatuhkan sanksi bagi pengelola pelanggaran.

5. Jenis Auditor 1. Akuntan Publik (Auditor Independent) : berasal dari kantor akuntan publik yang bertanggung jawab atas audit laporan keuangan yang historis. Independen yang dimaksud adalah memiliki integritas yang tinggi, tidak memihak, dan oyektif pada masalah. Dasar yang dipegang oleh akuntan publik adalah SPAP, Kode etik akuntan publik, dan Quality Control. 1. Auditor Pemeri