Makalah Diet Hati Ok

download

of 22

  • date post

    12-Apr-2016
  • Category

    Documents
  • view

    180
  • download

    23

Embed Size (px)

description

DIET HATI

transcript

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Penyakit hati di Indonesia umumnya masih tergolong tinggi. Berdasarkan laporan, penderita penyakit hati yang di rawat di beberapa rumah sakit sentra pendidikan, umumnya penyakit hati menempati urutan ketiga selah penyakit infeksi dan paruBAB II

ISI

A. GAMBARAN UMUM Hati adalah organ tubuh yang sangat berperan dalam proses homeostasis, dan merupakan organ metabolik terbesar yang tidak hanya berfungsi pada pengolahan dan penyimpanan nutrien,namun hepar juga memiliki fungsi sebagai detoksifikasi atau degradasi zat zat sisa dan senyawa asing lainnya. Penyakit hati adalah suatu istilah untuk sutau sekumpulan kondisi-kondisi, penyakit-penyakit dan infeksi-infeksi yang mempengaruhi sel-sel, jaringan-jaringan, srtuktur dan fungsi dari hati.1. FUNGSI HATIa. Metabolisme karbohidrat. b. Mengubah pentosa dan heksosa yang diserap dari usus halus menjadi glikogenmekanisme ini disebut glikogenesis. c. Pembentukan pentose.d. Metabolisme lemak. Hati tidak hanya membentuk/ mensintesis lemak tapi sekaligus mengadakan katabolisis asam lemak.e. Pembentukan dan pemecahan fosfolipid.f. Metabolisme protein.g. Pembentukan pembekuan darah. h. Metabolisme vitamin. Semua vitamin disimpan di dalam hati khususnya vitamin A, D, E, dan K. i. Detoksikasi.j. Fagositosis dan imunitas.Penyakit hati adalah suatu istilah untuk sutau sekumpulan kondisi-kondisi, penyakit-penyakit dan infeksi-infeksi yang mempengaruhi sel-sel, jaringan-jaringan, srtuktur dan fungsi dari hati.2. Penyakit hati bisa disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya :a. Kerusakan-kerusakan bawaan sejak lahir atau kelainan-kelainan hati yang hadir pada kelahiranb. Kelainan-kelainan metabolisme atau kerusakan dalam proses dasar tubuhc. Infeksi-infeksi virus atau bakteri misalnya hepatitis virus. Ditularkan melalui makanan & minuman yang terkontaminasi, suntikan, tato, tusukan jarum yang terkontaminasi, kegiatan seksual, dll.

d. Alkohol atau keracunan oleh racun. Karena alkohol bersifat toksin bagi hati.e. Obat-obat terentu yang merupakan racun bagi hatif. Kekurangan Gizi (nutrisi)g. Trauma atau luka 3. Gejala Penyakit HatiGejala penyakit hati yang umum muncul adalah :

a. Kelelahan

b. Kurang selera makan

c. Mual dan muntah

d. Sakit perut dan perut kembung

e. Mata bewarna kuning dibagian mata putih serta dibagian kulit atau mengalami penyakit kuningf. Air kencing atau air kemih yang berubah warna menjadi warna teh

g. Warna tinja yang pucat dan seperti warna tanah liat

4. Komplikasi Yang Terjadi Pada Penyakit Hati Adalah :

a. Abdominal yang mengalami pembengkakan

b. Lebih mudah mengalami lebam

c. Tingkah laku yang berubah dan kepekaan yang berubah

d. Mengalami muntah darah

e. Tinja yang berwarna hitamB. KLASIFIKASI PENYAKIT HATI

Ada dua jenis penyakit hati yang sering ditemukan yaitu hepatitis dan sirosis hati.

1. Hepatitis

Hepatitis merupakan gangguan pada fungsi hati atau dapat disebut juga gangguan dan peradangan pada sel-sel hati. Peradangan hati ini diakibatkan oleh berbagai macam penyebab, diantaranya infeksi oleh Cytomegalovirus ( CMV ) dan virus Monoknukleosis infeksiosa, penyebab lainnya adalah kebiasaan mengkonsumsi alkohol serta obat-obatan terlarang. Bentuk dari penyakit hepatitis ada yang bisa mengakibatkan penyakit akut seperti Hepatitis A, ada juga yang mengakibatkan hepatitis kronik seperti Hepatitis B dan Hepatitis C, dan ada pula yang kemudian berkembang menjadi kanker hati seperti Hepatitis B dan Hepatitis C.Gejala Umum Hepatitis :a. Lemah, letih, lesu dan nyeri otot.b. Demam ringan.c. Mual, kurang nafsu makan, dan tubuh menguning, (mata, kulit menguning).d. Kencing berwarna gelap, kotoran berwarna pucat, kadang-kadang gejala sangat ringan seperti flu.e. Warna kuning yang timbul pada mata, kulit, disertai demam, cepat lelah dan pusing juga bisa disertai pingsan.

Besdasarkan jenis penyebabnya hepatitis dibedakan menjadi :

a. Hepatitis A

Hepatitis A adalah penyakit peradangan hati yang termasuk kategori ringan dan apabila ditangani sejak dini dengan baik, tidak menyebabkan kematian. Hepatitis A disebabkan oleh virus Hepatitis A ( VHA ) yaitu jenis hepatitis yang paling ringan, namun sangat menular. Virusnya ditemukan dalam tinja penderita Hepatitis A sekitar 2 minggu sebslum dan 7 harisetelah terinfeksi.Penularan jenis Hepatitis A ini melalui :

1) Kontak langsung, contohnya setelah membersihkan seorang penderita hepatitis yang baru saja BAB, kemudian tidak mencuci tangan dengan sabun, maka bisa tertular.

2) Makanan dan minuman yang telah terkontaminasi dengan virus Hepatitis A.b. Hepatitis B

Hepatitis B dikategorikan sebagai penyakit menular dan termasuk penyakit menular berbahaya, dan termasuk dalam kategori hepatitis akut dan menahun. Jenis hepatitis B dapat menimbulkan peradangan dan kerusakan sel-sel hati, virus dapat bertahan dan menetap di dalam tubuh, sehingga bersifat kronis dan selanjutnya berpotensimerusak jaringan hati secara perlahan, mengakibatkan organ hati rusak, mengecil, dan mengeras ( sirosis ) atau timbul kanker hati.Sebagian penderita hepatitis B akan sembuh sempurna dan mempunyai kekebalan seumur hidup, tapi c. Hepatitis C

Hepatitis C adalah penyakit jenis hepatitis yang disebabkan oleh virus Hepatitis C ( Hepatitis C Virus- HCV ) dan ditularkan melaui jarum suntik, jarum tindik, dan tato yang terinfeksi dantransfusi darah atau produk darah yang terinfeksi, cuci darah, cangkok organ. Selain itu juga alat perawatan tubuh bersama seperti silet, cukur, sikat gigi dan gunting kuku. Bedanya dengan jenis hepatitis B, penularan hepatitis C tidak melalui kontrak pribadi misalnya hubunhan seks atau kelahiran bayi dari ibu yang terinfeksi. Namun sumber penularan terbesar adalah jarum suntik yang digunakan bersanma-sama diantara pengguna narkoba. Jenis hepatitis C lebih ganas dibanding jenis hepstitis B. Jenis hepatitis C ini sering kali tanpa gejala sehingga penderita bisa bertahun-tahun terinfeksi tanpa menyadari bahwa dirinya mengidap VHC dan berpotensi menularkannya. VHC berada dalam darah dan cairan tubuh, dapat dideteksi dengan pemeriksaan darah khusus, dimana di dalam darah ditemukan adanya HVC-RNA setelah 1-2 minggu terinfeksi virus jenis hepatitis C ( VHC ).d. Hepatitis DHepatitis D adalah penyakit hepatitis jenis D yang disebabkan oleh virus yang dikenal dengan sebutan Delta yaitu virus cacat yang perkembangannya dibantu oleh oleh Hepatitis B. Virus Hepatitis D ini paling berbahaya walaupun jarang memasuki jaringan tubuh manusia. Hepatitis D ( VHD ) yang lain adalah infeksi virus pada organ hati yang hanya bisa diperoleh atau hanya bisa terjadi pada mereka yang telah mengidap Hepatitis B aktif. Kolaborasi jenis Hepatitis B ( VHB ) dan jenis Hepatitis D ( VHD ) tersebut bisa akut atau sembuh sendiri atau berkembang menjadi parah ( kronis ) sehingga timbul filminan hepatitis, masa inkubasi jenis Hepatitis D ini antar 3-7 minngu.e. Hepatitis E

Hepatitis E adalah penyakit hati yang disebabkan virus jenis Hepatitis E ( VHE ). Jenis Hepatitis E ditemukan pada tahun 1980-an. Hepatitis E didiagnosa setelah ditemukan virus VHE dalam darah yang disertai dengan zat nati-IgM dan anti-VHE. Menurut para ahli, jenis Hepatitis E tidak perlu ditakuti meski bersifat menahun.

2. Sirosis HepatisSirosis hati adalah penyakit hati menahun yang ditandai dengan proses peradangan, nekrosis hati, usaha regenerasi dan penambahan jaringan ikat difus dengan terbentuknya nodul yang mengganggu susunan lobulus hati.

Sumber penyebab sirosis hati yaitu kebiasaan meminum alkohol, dan infeksi virus hepatitis C. Penyebab umum sirosis hati lainnya meliputi :a. Infeksi kronis virus hepatitis B.

b. Hepatitis autoimun. Sistem kekebalan tubuh biasanya membuat antibodi untuk menyerang bakteri, virus, dan kuman lainnya. Pada hepatitis autoimun, sistem kekebalan tubuh membuat antibodi terhadap sel-sel hati yang dapat menyebabkan kerusakan dan sirosis.

c. Penyakit yang menyebabkan penyumbatan saluran empedu sehingga tekanan darah terhambat dan merusak sel-sel hati. Sebagai contoh : sirosis bilier primer, Primary Sclerosing dan masalah bawaan pada saluran empedu.

d. Non-Alcohol Steato-Hepatitis ( NASH ). Ini adalah kondisi dimana lemak menumpuk di hati sehingga menciptakan jaringan parut dan sirosis. Kelebihan berat badan ( obesitas ) meningkatkan risiko mengembangkan NASH.e. Reaksi parah terhadap obat tertentu.

f. Beberapa racun dan polusi lingkungan.

g. Gagal jantung parah yang dapat menyebabkan tekanan balik darah dan proses penghambatan di hati.

h. Beberapa penyakit herediter yang langka sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel hati, seperti hemokromatosis ( kondisi yang menyebabkan timbunan abnormal zat besi di hati dan bagian lain tubuh ) dan penyakit Wilson ( kondsi yang menyebabkan penumpukan abnormal zat tembaga di hati dan bagian lain tubuh ).

Sirosis ditahap awal tidak menimbulkan gejala apapun. Oleh karena itu, pasien sirosis ringan dan moderat mungkin menderita untuk waktu yang lama tanpa menyadari penyakitnya. Pada tahap ini, tes fungsi hati dapat mendeteksi perubahan yang mengarah pada disfungsi hati, seperti :

a. Kegagalan membuat cukup protein seperti albumin yang membantu untuk mengatur komposisi cairan di dalam aliran darah dan tubuh.b. Kegagalan membuat bahan kimia yang cukup diperlukan untuk pembekuan darah.

c. Kurang mampu mengolah limbah kimia dalam tubuh seperti bilirubun sehingga menumpuk di dalam tubuh.

d. Kurang mampu memproses obat, racun, dan bahan kimia lainnya yang kemudian bisa menumpuk di dalam tubuh.

Pada tahap akhir, sirosis hati terkait dengan banyak gejala. Sebagian besar gejalanya adalah akibat dari jaringan hati fungsional yang tersisa terlalu sedikit untu