Makalah Ok Ok

Click here to load reader

  • date post

    26-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    222
  • download

    13

Embed Size (px)

Transcript of Makalah Ok Ok

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangBaut dan mur dapat digunakan untuk proses penyambungan antara dua bagian bahan dengan proses penyambungannya dapat dilakukan dengan mengebor bagian pelat atau bahan yang akan disambung sesuai dengan diameter baut dan mur. Untuk pondasi suatu mesin kapal ukuran yang dibuat tergantung ukuran mesinnya, hal ini dikarenakan kekuatanmur dan baut yang berbeda-beda, pemasangan harus sesuai dengan kekuatan torsinya. Untuk mengetahui kekuatan torsi suatu baut dapat diukur dengan menggunakan alat uji torsi. Baut untuk pondasi mesin induk sebuah kapal menggunakan baut M 23 dan untuk mesin bantunya menggunakan baut M 16. Sambungan mur dan baut ini dimaksudkan sebagai sambungan yang tidak tetap artinya sewaktu-waktu sambungan ini dapat dibuka.Tujuan pembuatan sistem penyambungan seperti ini, karena sifat baut tidak akanbertahan selamanya, namun pada suatu saat sambungan ini dapat patah, dengan system inilah yang memudahkan untuk melakukan pemasangan kembali.Hanya dengan menggunakan kunci dengan ukuran baut kita dapat membuka dan memasangnya. Beda halnya dengan sistem sambungan lain seperti las, yang tidak akan mungkin sanggup menahan getaran yang besar dari suatu mesin. Oleh karena itu penyambungan dengan mur dan baut adalah cara yang paling efektif digunakan pada bahan yang membutuhkan sambungan yang kuat seperti pondasi mesin.

1.2 Maksud dan TujuanAdapun maksud dan tujuan pembahasan makalah ini, yaitu berdasarkan rumusan masalah di atas.1. Untuk mengetahui pengertian mur dan baut.2. Untuk mengetahui kegunaan mur dan baut.3. Untuk mengetahui ukuran standar mur baut yang digunakan pada pondasi mesin.4. Untuk mengetahuicara memilihmur baut yang berkualitas baik.Dengan tercapainya tujuan-tujuan tersebut, kita dapat menerapkannya langsung dikehidupan kita terutamanya dalam bidang perkapalan.1.3 SasaranPembuatan Makalah ini di tujukan kepada individu,Mahasiswa, Pekerja Galangan Kapal dan Masyarakat luas di Indonesia untuk memberi pengetahuan lebih mengenal Mur dan Baut didalam lingkungan galangan maupun lingkungan yang berhubungan, karena penggunaan mur baut pasti juga diterapkan dalam kehidupan masyarakat.

1.4 Metode PenulisanPenulisan memakai kajian literature dan kepustakaan dalam penulisan makalah ini. Referensi makalah ini bukan hanya bersumber dari survey lapangan,melainkan juga diambil dari media lain seperti website dan media massa yang di ambil dari internet.

BAB IIPERMASALAHAN

2.1 Rumusan MasalahBerdasarkan uraian di atas maka berikut penulis akan merumuskan beberapa rumusan masalah sebagai berikut :1. Apakah pengertian penertian mur dan baut?2. Apasaja kegunaan dari mur dan baut?3. Berapakah ukuran standar dari mur dan baut yang digunakan pada pondasi mesin?4. Bagaimanacara Menjaga Mur dan Baut Agar kualitasnya tetap bagus untuk digunakan?2.2 Batasan Masalah1. Pengertian Mur dan Baut.2. Kegunaan Mur dan Baut.3. Ukuran Standar Mur dan Baut Pondasi Mesin.4.Menjaga Kualitas Mur dan Baut Agar Tetap Bagus.

BAB IIIPEMBAHASAN

3.1 Pengertian Mur Dan BautA. Pengertian BautBaut merupakan suatu batang atau tabung dengan alur heliks pada permukaannya. Penggunaan utamanya adalah sebagai pengikat (fastener) atau sambungan atau pengikat yang tidak permanen -sehingga dapat dibongkar pasang- untuk menahan dua obyek bersama, dan sebagai pesawat sederhana untuk mengubah torka (torque) menjadi gaya linear. Baut dapat juga didefinisikan sebagai bidang miring yang membungkus suatu batang.Cara pembuatan baut ini adalah sebagai berikut,1. Pembuatan bautAda beberapa langkah yang harus dilakukan agar dapat menghasilkan benda kerja berbentuk baut. Langkah-langkahnya yaitu : a) Pemotongan benda kerjaLangkah ini merupakan langkah awal yang harus dilakukan.Silinder pejal dengan diameter dan panjang tertentu dipotong.Pemotongan dilakukan dengan gergaji mesin.Pemotongan dengan gergaji mesin, benda kerja ditempatkan tepat di bawah pisau pemotongnya, kemudian di potong sehingga panjang yang terbentuk dapat memenuhi pembuatan baut dengan ukuran yang kita inginkan.memotong dengan mesin ini menghasilkan permukaan yang halus dan memakan waktu yang tidak lama. Sebelumnya, ukur dahulu panjang baut yang akan dibuat dengan menggunakan jangka sorong. Memotong menggunakan mesin harus sangat hati-hati karena akan menimbulkan percikan api dan suara yang keras. Maka dari itu, ketika memotong kita haruskan menggunakan kacamata.b) PembubutanSetelah dipotong, kemudian silinder dibubut. Sebelumnya ukur terlebih dahulu bagian yang akan dibubut dengan menggunakan jangka sorong dan penggaris. Pembubutan harus dilakukan secara konstan, yaitu kecepatan memutar mesin haruslah tetap.Sehingga benda kerja yang dihasilkan memiliki permukaan yang rata.Pembubutan dilakukan berulang-ulang hingga menghasilkan diameter baut yang diinginkan.caranya dengan mengatur skala pada mesin bubut. Sebelum melakukan pembubutan, pastikan bahwa benda kerja tepat berada di tengah (center) dan tertancap kuat. Hal ini dilakukan agar ketika pembubutan dimulai, benda kerja tidak akan goyang. Jika posisi baut itu miring, maka baut yang terbentuk pun tidak akan sempurna dan secara ekstetika tidak indah dan bentuknya pun akan menjadi miring sehingga tidak muat untuk dipasangkan mur. Lalu, sebelum menyalakan mesin, goreskan dahulu mata bor kepada benda kerjanya. Selain itu, kita pun harus memberikan air selama proses berlangsung agar mata bor tidak panas.Gb. Proses pembubutanc) MengikirMengikir dilakukan setelah silinder selesai dibubut.Bagian yang dikikir yaitu bagian hasil pembubutan. Silinder yang akan dikikir ditempatkan di atas ragum, sehingga pengikiran akan lebih mudah. Dalam mengikir, usahakan dilakukan satu arah agar hasil yang diperoleh akan baik.d) Membuat UlirSetelah permukaan silinder halus, maka langkah berikutnya adalah pembuatan ulir. Tentukan panjang ulir yang akan diikir. oleh karena itu, harus diukur dan diberi tanda terlebih dahulu. Alat yang digunakan adalah snay.Jadi, baut ditempatkan di atas ragum dengan posisi kepala baut di bawah. Kemudian memasangkan tap dengan ukuran tertentu kedalam baut. Kemudian diputar mengikuti arah jarum jam.Snai yang digunakan ada tiga buah.Yang pertama yang lancip, lalu agak lancip dan yang terakhir yang tumpul.Ketika menyenai, perlu ditambahkan sedikit oli sebagai pelumas, sehingga ketika memutar snay tidak terlalu sulit. Penyenaian dilakukan hingga batas baut yang akan diulir, setelah selesai putar snay berlawanan jarum jam. Pada saat penggunaan snai harus hati-hati.Karena benda kerja dijepit pada snay, maka harus diperhatikan betul apakah benda kerja terjepit sempurna. Jika tidak terjepit dengan sempurna maka resiko tidak terbentuk ulir dengan sempurna dan resiko sney patah akan terjadi. Snay bisa patah jika kita terlalu kencang memutar snai dan snai tidak terjepit benar.1.Jenis Ulir dan FungsinyaSecara umum jenis ulir dapat dilihat dari gerakan ulir, jumlah ulir dalam tiap gang (pitch) dan bentuk permukaan ulir.Bisa juga jenis ulir ini dilihat dari standar yang digunakan, misalnya ulir Whitworth, ulir metrik dan sebagainya.

a. Jenis Ulir Menurut Arah Gerakan Jalus UlirMenurut arah gerakan ulir dapat dibedakan dua macam ulir yaitu ulir kiri dan ulir kanan.Untuk mengetahui apakah suatu ulir termasuk ulir kiri atau ulir kanan dilihat arah kemiringan sudut sisi ulir. Atau bisa juga dicek dengan memutar pasangan dari komponen-komponen yang berulir misalnya mur dan baut. Apabila sebuah mur dipasangkan pada baut yang kemudian diputar ke kanan (searah jarum jam) ternyata murnya bergerak maju maka ulir tersebut termasuk ulir kanan. Sebaliknya, bila mur diputar arahnya ke kiri (berlawanan dengan arah jarum jam) ternyata murnya bergerak maju maka ulir tersebut termasuk ulir kiri. Jadi, pada ulir kanan, kalau akan melepaskan mur dari bautnya maka mur harus diputar ke kiri. Sedangkan pada ulir kiri, untuk melepaskan murnya adalah dengan memutar mur ke kanan. Yang paling banyak digunakan adalah ulir kanan.b. Jenis Ulir Menurut Jumlah Ulir Tiap Gang (Pitch)Dilihat dari banyaknya ulir tiap gang (pitch) maka ulir dapat di bedakan menjadi ulir tunggal dan ulir ganda. Ulir ganda artinya dalam satu putaran (dari puncak ulir yang satu ke puncak ulir yang lain) terdapat lebih dari satu ulir, misalnya dua ulir, tiga ulir dan empat ulir. Untuk ulir ganda ini biasanya disebutkan berdasarkan jumlah ulirnya, misalnya ganda dua, ganda tiga dan ganda empat.Gambar 4.1 menunjukkan bagan dari ulir tunggal dan ulir ganda.Melihat bentuknya, maka satu putaran pada ulir ganda dapat memindahkan jarak yang lebih panjang dari pada satu putaran ulir tunggal.

Gambar 4.1.Ulir tunggal dan ulir ganda.

c. Jenis Ulir Menurut Bentuk Sisi UlirMelihat bentuk dari sisi ulir ini maka ulir dapat dibedakan menjadi ulir segi tiga, segi empat, trapesium, parabol (knuckle).Bentuk ulir ini juga ada kaitannya dengan standar yang digunakan.Berikut ini berapa contoh dari bentuk ulir.

Ulir Metrik (ISO) British Standard Whitworth

d. Fungsi UlirDengan adanya sistem ulir memungkinkan kita untuk menggabungkan atau menyambung beberapa komponen menjadi satu unit produk jadi. Berdasarkan hal ini maka fungsi dari ulir secara umum dapat dikatakan sebagai berikut:

a. Sebagai alat pemersatu, artinya menyatukan beberapa komponenMenjadi satu unit barang jadi.Biasanya yang digunakan adalah ulirulir segi tiga baik ulir yang menggunakan standar ISO, British Standard maupun American Standard.b. Sebagai penerus daya, artinya sistem ulir digunakan untukMemindahkan suatu daya menjadi daya lain misalnya sistem ulir pada dongkrak, sistem ulir pada poros berulir (transportir) pada mesin-mesin produksi, dan sebagainya. Dengan adanya sistem ulirini, maka beban yang relatif berat dapat ditahan/diangkat dengan daya yang relatif ringan.Ulir segi empat banyak digunakan disini.c. Sebagai salah satu alat untuk mencegah terjadinya kebocoran,Terutama pada sistem ulir yang digunakan pada pipa.Kebanyakan yang dipakai untuk penyambungan pipa ini adalah ulir-ulir Whitworth.2. Beberapa Istilah Penting Pada UlirPenggunaan kata istilah di atas tidak untuk menunjukkan adanya arti-arti lain dari ulir, melainkan untuk menunjukkan adanya dimensidimensi yang penting untuk diketahui setiap kali membicarakan masalah ulir.Beberapa dimensi yang penting dari ulir dapat dilihat pada Gambar 4.3 berikut ini.

Gambar 4.3. Dimensi penting dari ulir1. Diameter mayor (diameter luar) adalah diameter terbesar dari ulir.2. Diameter minor (diameter inti) adalah diameter terkecil dari ulir.3. Diameter pit (diameter tusuk) Diameter ini adalah diameter semu yang letaknya diantara diameter luar dan diameter inti. Pada radius dari diameter tusuk inilah letaknya titik-titik singgung antara pasangan dua buah ulir sehingga pada titik-titik tersebutlah yang akan menerima beban terberat sewaktu pasangan ulir dikencangkan.4. Jarak antara puncak ulir yang disebut juga dengan istilah pitchMerupakan dimensi yang cukup besar pengaruhnya terhadap pasangan ulir. Karena apabila jarak antara puncak ulir yang satu dengan puncak ulir yang lain tidak sama maka ulir ini tidak bisa dipasangkan dengan ulir yang lain yang jarak puncak ulirnya masing-masing adalah sama. Kalaupun bisa tentu dengan jalan dipaksa yang akhirnya juga akan merusakkan ulir yang sudah betul. Akibatnya pasangan dari beberapa komponen dalam satu unit pun tidak bisabertahan lama. Jadi, dalam proses pembuatan jarak puncak ulir harus diperhatikan betul-betul, sehingga kesalahan yang terjadi pada jarak puncak ulir masih dalam batas-batas yang diijinkan.5. Sudut ulir Sudut ulir adalah sudut dari kedua sisi permukaan ulir yang satuannya dalam derajat.Untuk American Standard dan ISO sudut ulirnya adalah 600.Untuk ulir Whitworth sudut ulirnya 55.6. Kedalaman ulir adalah jarak antara diameter inti dengan diameter luar.

3. Standar UmumStandar Umum untuk Ulir Yang akan dibicarakan disini adalah ulir menurut ISO Metrik dan ulir Unified. Ulir ISO metrik satuannya dalam milimeter dan ulir Unified satuannya dalam inchi.Perbandingan ukuran ulir Metris dengan Unifield

Pembuatan ulir bisa dilakukan dengan bermacam cara antara lain yaitu dengan: mesin bubut, snei, tap, dan kadang-kadang bisa juga dengan mesin freis. Yang paling banyak dilakukan adalah dengan mesin bubut dan dengan snei atau tap. Karena pembuatan ulirnya sebagian besar dengan mesin maka kesalahan dalam pembuatan bisa terjadi.e) Membuat segi enamLangkah ini merupakan langkah terakhir dari rangkaian pembuatan baut.Sebelumnya, kita membuat pola segi enam di kertas, kemudian ditempelkan di kepala baut.Dan dipotong sesuai bentuk gambar.

B. Pengertian MurMur merupakan pasangan baut yang sama-sama memiliki fungsi sebagai penyambung/pengikat permanen. Pada umumnya, bentuk mur adalah segi enam. Tetapi untuk pemakaian khusus, dapat dipakai mur dengan bentukyang bermacam-macam, seperti mur bulat, mur flens, mur tutup, mur mahkota dan mur kuping.Adapun cara pembuatan mur adalah sebagai berikut,a) Pembuatan murLangkah langkah dalam pembuatan mur hampir sama seperti membuat baut. Yang berbeda yaitu adanya proses pengeboran dan pengetapan dalam membuat mur. Pengeboran dilakukan setelah memotong silinder sehingga menghasilkan 2 bagian yang berukuran kecil.Pemotongannya dilakukan dengan menggunaka gergaji besi.Memang sangat sulit memotong dengan gergaji besi. Kesulitan yang dialami yaitu ketika akan menggoreskannya kepada silinder, juga ketika ditengah-tengah pemotongan sangat berat. Sehingga waktu yang digunakan dalam proses ini cukup lama dan jika dibandingkan, hasil yang diperoleh dengan gergaji besi tidak sebaik dengan gergaji mesin.Sebelum dibor, kita beri tanda di tengah-tengah mur. Kemudian dititikdengan penitik agar ketika melubangi, mata bor tidak goyang, tapi langsung tepat sasaran. Namun, hasil pengeboran mur kelompok kami tidak pas di center, sedikit keluar batas. Hal ini mungkin terjadi karena jam terbang yang kurang, sehingga keahlian dalam mengebor masih minim. Proses ini harus dilakukan dengan pengawasan penuh hampir sama seperti bubut dan dilakukan dengan kehati-hatian dalam menentukan kecepatan bor. Hal ini harus diperhatikan karena jika kita membor besi dengan kecepatan yang terlalu kencang atau cepat maka resiko mata bor patah akan terjadi karena mata bor menjadi lebih cepat panas apalagi jika kita tidak memberikan cairan pendingin atau oli pada saat proses pemboran.Setelah dibor, lalu dibuat alur di dalam mur tersebut dengan menggunakan tap. Sama halnya dengan membuat ulir dengan snay, mengulir dengan tap pun harus diberikan oli. Dalam proses inikesulitan yang dialami yaitu pada awal pengetapan, agak berat, namun setelah beberapa lama , pengetapan menjadi lebih mudah.Proses terakhir yaitu membuat bentuk segi enam. Pembentukannya kali ini menggunakan kikir, sehingga hasil yang diperoleh lebih baik dari baut yang dibuat dengan gergaji. Pembahasan proses di atas merupakan rangkaian kerja yang dilakukan dalam pengerjaan mur dan baut.

3. 2 Kegunaan Mur Dan BautAda banyak kegunaan mur dan baut, diantaranya sebagai berikut,a) Untuk menyatukan 2 komponen mesin yang terpisahb) Untuk melepas atau meperbaiki komponen yang akan digantic) Untuk memudahkan pelepasan kedua komponen tersebut karena telah adanya alur.d) Menyingkat waktu pengerjaan.

3. 3 Ukuran Standar Mur Baut Pada Pondasi MesinBerdasarkan kegiatan survey yang kelompok kami lakukan di PT Janata Marina Indah-Semarang dan mengunjungi kamar mesin Kmp Royal Nusantara yang sedang melakukan reparasi di sana. Kami menemui Pak Aris (kepala kamar mesin Kmp Royal Nusantara) dan mendapatkan penjelasan-penjelasan tentang mur dan baut yang digunakan pada pondasi kamar mesin. Mur baut untuk penggunaan dalam pondasi mesin kapal itu berbeda-beda, berbeda pada mesin induk ( Main Engine ) berbeda juga pada mesin bantu ( Auxilary Engine ), penggunaan mur dan baut pada pondasi mesin induk biasa memakai mur baut yang berukuran :Spesifikasi Mur Dan Baut Pada Pondasi Mesin Kmp Royal Nusantara1 ME ( Main Engine )Gambar pada survey

BAUT MAIN ENGINE

Kepala baut M 24 x 3 LH:Tinggi kepala baut ( t ): 19 mmDiameter kepala baut (2d) : 2 x 25 : 46 mmDiameter Ulir(d): 24 mmPanjang panpes ( Bahan sisa Ulir ) : 86 mmPanjang ulir: 90 mmPanjang Baut: 175 mmPitch ( kisar ): 3 mmTorsi ( Kekuatan Tekan ): 500 kgMUR PONDASI MESIN

Diameter Mur (d): 24 mm1) Diameter kepala Mur: 40,6 mm2) Diameter kepala Mur: 46 mm6) Tinggi Mur: 25 mmDraft Halus : 1,5 mm

2. AE ( Auxiliary Engine )Gambar pada survey

BAUT AUXILIARY ENGINE

Kepala baut M 16 x 2 LH:Tinggi kepala baut ( t ): 14 mmDiameter kepala baut (2d) : 2 x 25 : 26 mmDiameter Ulir(d): 16 mmPanjang panpes ( Bahan sisa Ulir ) : 60 mmPanjang ulir:66 mmPanjang Baut: 140 mmPitch ( kisar ): 2 mmTorsi ( Kekuatan Tekan ): 350 kg

MUR PONDASI MESIN AUXILIARY

Diameter Mur (d): 16 mm1) Diameter kepala Mur: 26 mm2) Diameter kepala Mur: 30 mm6) Tinggi Mur: 19 mmDraft Halus : 1,5 mmMengapa dipilih ukuran tersebut , itu dikarenakan pada mesin induk memerlukan pondasi yang lebih kuat dari pada mesin bantu, masalahnya pada mesin induk terdapat beban yang berat yang diterima oleh mur bautnya itu sendiri yang disebabkan oleh kinerja mesinnya.Sedangkan pada mesin bantu mur dan baut yang digunakan berukuran lebih kecil dari pada yang digunakan pada mesin induk.Pemasangan mesin utama kapal dilaksanakan saat kapal telah dilakukan erection, yaitu saat penyatuan block-block secara menyeluruh.Secara umum sistem pemasangan dibagi beberapa tahap. Tahapan pertama adalah mengecek keadaan mesin utama dan plat tempat dudukan mesin yang biasa disebut (identification material dan clearance) oleh pihak quality control. Sebelum pemasangan para teknisi harus mengetahi posisi dan besarnya trim kapal serta temperature saat pemasangan. Setelah mesin masuk kedalam ruang mesin melalui engine casing,mesin harus ditahan oleh jack bolt untuk sementara. Fungsi dari jack bolt adalah sebagai membantu kelurusan mesin sampai ujung propeller. Setelah jack bolt dipasang sesuai dengan kelurusan lubang stern, langkah selajutnya adalah memberikan marine chock dan yang terakhir mengencangkan holding down bolt, serta memasang side dan end chock setelah pelepasan jack bolt.3. 4 Menjaga Kualitas Mur dan BautUntuk menjaga mur dan baut agar tetap berkualitas baik, ada beberapa hal yang harus dilakukan. Cara-cara tersebut adalah dengan melakukan hal-hal berikut,1. Pemilihan Mur Dan BautPerhatikan tonjolan (cones) dari mur atau baut. Jika cones tidak sesuai velg maka akan menyebabkan lubang. Oleh karena itu, kita harus selalu memperhatikannya.2. Derat atau ulirDerat harus sesuai dengan lubang di teromol. Kalau derat di baut terlampau besar (kasar) dan dipaksakan, maka hal itu akan membuat ulir di lubang teromol termakan (rusak). Jika sudah terpasang, maka baut susah dibuka, yang akan menyebabkan kemacetan waktu penguncian atau pembukaan menjadi susah. Gunakan oli agar alurnya lancer.3. GemukJika baut roda sudah berkarat, maka hal itu bisa mengakibatkan baut susah dibuka atau seret. Sebaiknya, sebelum dipasang, olesi baut dengan gemuk.Namun, jangan terlalu banyak karena baut bisa masuk dengan tidak sempurna.4. Mengencangkan BerlebihanDisarankan, jangan mengencangkan baut atau mur berlebihan karena bisa bikin ulir pengunci roda itu rusak. Lebih parah, jika kualitas baut atau mur tidak bagus. Ini bisa mengakibatkan baut menjadi mulur.5. Kencangkan MenyilangJangan mengencangkan hanya dari satu bagian saja, maisalnya hanya bagian kanan. Hal ini akan menyebabkan kerapatan pada satu bagian dan bagian satunya akan longgar. Yang lama kelamaan hal ini dapat menyebabkan kepatahan baut.BAB IVPENUTUP

3.1 KesimpulanDari pembahasan ini dapat ditarik suatu kesimpulan :Baut merupakan suatu batang atau tabung dengan alur heliks pada permukaannya. Penggunaan utamanya adalah sebagai pengikat (fastener) atau sambungan atau pengikat yang tidak permanen, sehingga dapat dibongkar pasang untuk menahan dua obyek bersama, dan sebagai pesawat sederhana untuk mengubah torka (torque) menjadi gaya linear. Pemasangan atau penyambungan ini ditujukan karena sifat baut tidak akan bertahan selamanya, namun pada suatu saat sambungan ini dapat patah, dengan system inilah yang memudahkan untuk melakukan pemasangan kembali ataupun penggantian.Penggunaan mur dan baut ada aturan-aturannya berdasarkan kekuatan torsinya, untuk pondasi mesin induk digunakan baut M 24 dan untuk pondasi mesin pendukung menggunakan baut M 16. Penggunaan mur dan baut juga harus diperhatikan pemeliharaannya, karena jika mur dan baut tidak diperhatikan akan menyebabkan kerusan yang begitu cepat. Hal-hal yang perlu dilakukan sepertipemilihan mur dan baut, derat atau ulir,gemuk,mengencangkan berlebihan, pengecangan menyilang. Cara-cara ini harus dilakukan dengan yang seharusnya.

3.2 SaranDengan diselesaikannya makalah ini penulis berharap makalah ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan pembaca. Selanjutnya penulis juga mengharapkan kritik dan saran guna peningkatan kualitas dalam penulisan makalah ini.

DAFTAR PUSTAKA

Kusumawijaya, Marco 2010. Kegunaan Mur Dan Baut. Jaya Press. Jakarta .

Ali, Rahmat. 2006.Gatra. Era Media Informasi. Jakarta.

Harsokoesoemo,Darmawan .2008 .Daftar Istilah Teknik Mesin. Departemen Mesin, ITB. Bandung.Yusuf, Asep, STP MT. Modul 4 Perbengkelan Pertanian, Jatinangor.Maran,Z.D. 2007. Peralatan Bengkel Otomotif. Andi : Yogyakarta.

MUR DAN BAUT PONDASI MESINPage 1