Makalah Menejemen Mutu

download Makalah Menejemen Mutu

of 22

  • date post

    28-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    70
  • download

    7

Embed Size (px)

description

Makalah Menejemen Mutu

Transcript of Makalah Menejemen Mutu

KONSEP PENERAPAN SISTEM MENEJEMEN MUTU ISODisusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Manajement Mutu TerpaduDosen Pengampu : Drs. Eko Nusantoro, M.Pd.

Zakki Nurul Amin, S.Pd.Oleh Kelompok 12:Abdul kholiq

1301412110

Tyas Ayu Prafitri

1301412117Elvia Purwaningrum DP

1301412118JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2014

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena rahmat, taufiq dan hidayahNya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan karya ilmiah ini. Kedua kalinya sholawat serta salam tetap tercurahkan kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW yang telah mengarahkan kita kepada agama yang diridloi Allah SWT yakni agama Islam.

Karena anugerah dan bimbingan-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini yang merupakan salah satu tugas dari mata kuliah Manajement Mutu Terpadu. Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini banyak sekali terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah ini.Kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kami khususnya dan kepada para pembaca umumnya.

Semarang, 19 juni 2014

Penyusun

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL i

KATA PENGANTAR ii

DAFTAR ISI iii

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG 1

B. RUMUSAN MASALAH 1

C. TUJUAN1

BAB II PEMBAHASANKONSEP PENERAPAN MENEJEMENT MUTU ISO..3JENIS PENGGUNAAN ISO...6STRUKTUR ORGANISASI DALAM PENERAPAN QMS ISO.....9TAHAPAN -TAHAPAN QMS ISO...10HAMBATAN DALAM MENERAPKAN QMS ISO....11

BAB III PENUTUP

KESIMPULAN 18DAFTAR PUSTAKA 19BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Pembangunan suatu bangsa tidak akan pernah berhenti dan selesai. Bangsa Indonesia tidak pernah berhenti membangun sektor pendidikan dan perindustrian atau yang lainnya dengan maksud agar kualitas sumber daya manusia yang dimiliki mampu bersaing secara global. Jika demikian halnya, persoalan unggulan kompetitif bagi lulusan suatu institusi pendidikan misalnya sangat perlu untuk dikaji dan diperjuangkan ketercapaiannya dalam proses belajar mengajar oleh semua lembaga pendidikan sehingga lembaga pendidikan yang bersangkutan mampu menegakkan akuntabilitas kepada lingkungannya. Untuk dapat melakukan hal - hal yang demikian, lembaga pendidikan perlu melakukan berbagai upaya ke arah peningkatan kualitas secara berkesinambungan.

Tanpa ada peningkatan kualitas secara berkesinambungan, pembangunan pendidikan akan terjebak pada upaya sesaat dan hanya bersifat tambal sulam. Sebaliknya, agar sector-sektor di Indonesia mampu mendorong semua proses maka harus direncanakan dan diprogramkan secara sistematis dan ada peningkatan kualitas secara berkesinambungan.

Suatu lembaga akan terus eksis bila produk yang dihasilkan dapat memberikan kepuasan bagi para pelanggannya. untuk mempertahankan eksistensi, maka perlu jaminan kepuasan pelanggan dan proses perbaikan berlanjut harus senantiasa diupayakan.

Upaya yang perlu dilakukan yaitu dengan menerapkan Sistem Manajemen Mutu Standar Internasional ISO 9001:2008. Dalam Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2008 bertujuan mewujudkan kebutuhan pelanggan melalui manajemen proses yang standar dan konsisten. Manajemen proses yang demikian diatur aplikasi dan implementasinya dalam 8 (delapan) Klausul ISO serta akan dibuktikan efektifitasnya dengan adanya Audit Internal dan Eksternal maka jalannya proses pendidikan dapat dipantau dan terukur tingkat pencapainnya. Dengan demikian layanan pendidikan mampu memenuhi kebutuhan kompetensi peserta didik sesuai tuntutan kepuasan pelanggan dan mampu menghasilkan lulusan yang dapat bersaing secara global

B. RUMUSAN MASALAHDari latar belakang di atas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :

1.Apakah Konsep secara umum penerapan sistem manajemen mutu ISO?

2.Apakah jenis-jenis pengguna ISO ?3.Apakah struktur organisasi dalam penerapan QMS ISO ?4.Apakah tahap-tahap QMS ISO ? 5.Apakah hambatan dalam menerapkan QMS ISO ?

C. TUJUAN1.Mengetahui Konsep secara umum penerapan sistem manajemen mutu ISO2.Mengetahui jenis-jenis pengguna ISO3.Mengetahui struktur organisasi dalam penerapan QMS ISO4.mengetahui tahap-tahap QMS ISO5.mengetahui hambatan dalam menerapkan QMS ISO

BAB II

PEMBAHASANA. KONSEP PENERAPAN MANAJEMEN MUTU ISOKonsep secara umum penerapan sistem manajemen mutu ISO

ISO 9000 series adalah standard quality manajemen yang dibentuk berdasarkan dari konvensi ISO/TC 176 (ISO Technical Committee 176) pada 1979. ISO-9000 di bentuk sebagai dasar dari suatu seri standard quality manajemen, yang di susun secara lengkap pada 1982 dan dikenalkan secara umum pada 1983. ISO 9000 seri standard memperkenalkan persyaratan-persyaratan penting yang perusahaan butuhkan untuk menjamin konsistensi produksi dan pengiriman yang tepat waktu terhadap barang dan jasa kepada pasar.

Persyaratan-persyaratan tersebut dapat dipenuhi dengan jalan membangun standard-standard yang tersusun sebagai sistem manajemen kualitas. Konsistensi terhadap semua kebutuhan dan persyaratan konsumen setiap waktu adalah sangat penting untuk menjaga kepuasan dan loyalitas pelanggan. Jika perusahaan kita tidak melaksanakan hal tersebut akan membuat pasar dan pelanggan akan berpaling dari kita dan berpindah kepada saingan kita.

ISO-9000 seri mampu memberikan keuntungan dalam manajemen kualitas bagi semua organisasi ,baik organisasi besar maupun kecil, organisasi masyarakat atau swasta tanpa terlalu mencampuri bagaimana organisasi itu harus berjalan.

ISO-9000 menerangkan persyaratan-persyaratan apa yang harus dipenuhi bukan bagaimana cara memenuhi persyaratan tersebut. Hal ini memungkinkan adanya persamaan standart bagi semua organisasi atau perusahaan tapi memberikan celah bagi organisasi tersebut untuk menyesuaikan organisasinya sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan orgainasi tersebut yang berbeda dengan organisasi lainnya.

Dengan penerapan ISO-9000 dengan benar maka organisasi akan mampu membangun perusahaannya sehingga mempunyai kemampuan penyediaan barang dan pelayanan yang sesuai dengan keiniginan dan kebutuhan. Hal ini akan membuat perusahaan lebih menarik bagi pelanggan baik lama atau baru dan meningkatkan kepercayaan mereka bahwa perusahaan mampu memenuhi harapan atau tuntutan mereka.

Perlu diketahui ISO-9000 merupakan standar manajemen mutu bukan standar produk, sehingga perusahaan yang telah mendapat sertifikat ISO 9000 tidak dapat mempublikasikan atau mengiklankan bahwa produknya telah memenuhi standar internasional.

Selain itu untuk menjamin bahwa ISO 9000 dapat menyesuaikan dengan perkembangan jaman maka setiap 6 tahun akan diadakan review dan revisi terhadap standard ISO. Saat Ini ISO 9000-2000 adalah yang terbaru dengan revisi dan pengurangan pada beberapa point. ISO 9000 seri mempunyai 3 standard yaitu : ISO 9001, ISO 9002 and ISO 9003.Pentingnya Sistem Manajemen Kualitas

Gelombang globalisasi ekonomi akibat AFTA, GATTS, APEC, WTO, dan lain sebagainya, telah menciptakan kancah kompetisi yang semakin bebas dan ketat. Proteksi yang sebelumnya menjadi benteng bagi produk barang dan jasa dalam negeri, akan hilang diterjang arus liberalisasi. Produk barang dan jasa luar negeri akan bebas masuk ke pasar domestik. Menghadapi situasi seperti ini, terdapat dua pilihan bagi para pelaku usaha jasa konstruksi dan jasa konsultansi yaitu masuk dalam arena kompetisi atau keluar arena kompetisi. Kedua keputusan tersebut memiliki konsekuensi yang sama beratnya. Memasuki arena kompetisi tanpa kekuatan dan strategic sama saja dengan bunuh diri. Keluar dari arena kompetisi tidak berarti luput dari hempasan gelombang globalisasi, malahan boleh jadi dampaknya lebih dahsyat dari pada ikut bertarung pada era kompetisi tersebut. Strategi kompetisi yang paling dapat diandalkan oleh pelaku usaha jasa konstruksi dan jasa konsultansi adalah strategi kualitas. Oleh karena itu, para pelaku usaha jasa konstruksi dan konsultansi harus terus berusaha untuk mengembangkan konsepsi dan teknologi kualitas, sejalan dengan kecenderungan globalisasi. Diantara alternatif pilihan yang ada, nampaknya sistem manajemen kualitas ISO9000 dan Total Quality Management (TQM) adalah pilihan yang tepat dan efektif bagi para pelaku usahajasa konstruksi dan konsultansi. TQM mengembangkan konsep kualitas dari sudut pandang pengguna jasa konstruksi dan jasa konsultansi yang mengartikan kualitas adalah kesesuaian. Bila suatu konstruksi prasarana atau infrastruktur dibangun, dibiayai dan digunakan atau dimanfaatkan oleh pengguna jasa (pemerintah dan masyarakat) sesuai dengan persyaratan, maka dapat dikatakan berkualitas. Persyaratan yang dimaksudkan adalah sesuai dengan kebutuhan dan keinginan penggunaj asa. Oleh karena itu dalam konsep TQM, pengguna jasa bukan hanya diartikan sebagai pembeli bangunan, tetapi diartikan juga sebagai proses berikutnya dan pihak yang menentukan persyaratan. Usaha-usaha peningkatan dan pengendalian kualitas pada awalnya hanya dalam lingkup penyedia jasa dan pengguna jasa. Sehingga diperlukan pihak ketiga yang sifatnya independen. Kehadiran pihak ketiga ini dianggap lebih obyektif dan dapat diterima kedua belah pihak. Sehingga memunculkan lembaga akreditasi di beberapa negara dengan menggunakan produk standar seperti: ASTM, JIS, BS dan lain sebagainya. Untuk memberikan jaminan pada semua pihak yang terlibat dalam perdagangan global (termasuk pelayanan jasa konstruksi/ konsultansi) bagi pihak pengguna jasa, diperlukan pihak ketiga yang independen dan dapat diterima semua pihak. Demikian sedikit kupasan mengenai hubungan globalisasi, jasa konstruksi, konsultansi dengan manajemen kua