Makalah Lp Hipertensi

download Makalah Lp Hipertensi

of 24

  • date post

    18-Jul-2016
  • Category

    Documents

  • view

    52
  • download

    3

Embed Size (px)

description

askep hipertensi

Transcript of Makalah Lp Hipertensi

MAKALAH LAPORAN PENDAHULUANHIPERTENSI

1.6.27.3.8.4.9.5.10.

AKADEMI KEPERAWATAN MADIUNTAHUN AKADEMIK 2013/2014

KATA PENGANTAR

Segala puja dan puji stukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang senantiasa telah memberikan rahmat dan nikmatnya diataranya nimat iman dan islam serta kesehatan sehingga karna nikmat yang telah diberikanya kami selaku penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini.

Sholawat serta salam selalu terlimpah curahkan kepada junjungan alam baginda rosul pahlawan revolusi dunia nabi akhir jaman,nabi besar nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita selaku umatnya dari jaman pembodohan jaman keterbelakangan sampai jaman tekhnologi seperti sekararang ini.

Kami mengharapkan semoga makalah ini dapat memberikan sumbangsih untuk meningkatkan pengetahuan bagi pembaca tentang laporan pendahuluan Hipertensi.

Madiun,

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Tekanan darah tinggi yang disebut hipertensi sudah sangat umum para penderita umumnya tidak menyadari bahwa mereka menderita hipertensi. Tetapi bila dibiarkan tanpa perawatan maka itu akan menimbulkan kerumitan yang membahayakan. Orang yang berusia lima puluhan adalah masa usia penuh dengan resiko. Oleh sebab itu perlu pengontrolan tekanan darah untuk penanggulangan lebih dini sehingga tidak berlanjut pada komplikasi yang lebih parah.Hipertensi adalah masalah yang umum karena banyak orang yang menderita walaupun mereka tidak mengetahui sama sekali.Masalah yang dihadapi pada diagnosa yang agak dini adalah gejala-gejala yang tidak nyata pada umunya. Kelihatannya mengherankan tetapi demikianlah kenyataannya dan hal ini telah ditemukan diberbagai negara barat. Di Australia agak tinggi presentase penderita hipertensi. Sekalipun ada 10 % penderita hipertensi dari antara kelompok usia lima puluh sampai lima puluh sembilan tahun, hal itu tidak ditemukan sebelumnya. Tekanan darah mereka diatas 110 diastolik.Ini menunjukkan bahwa penyakit yang parah boleh saja tidak diketahui ditengah tengah masyarakat, dapat pula melumpuhkan kesehatan dan dapat menimbulkan masalah yang berat tetapi penderita tidak mengetahui sama sekali mengenai apa yang terjadi. Sering sudah terlambat dan berkomplikasi barulah diketahui penyebab utamanya.Itulah sebabnya sekarang orang mengetahui bahwa hipertensi itu penyakit yang mempunyai bermacam-macam tingkat sedangkan keadaan yang parah memerlukan pengetahuan yang agak dini supaya segera mendapatkan perhatian dan perawatan.Sudah ditemukan bukti yang cukup yang menyatakan bahwa perawatan yang tepat akan mengurangi jumlah kematian dan hal-hal mengerikan akibat komplikasi dari hipertensi yaitu stroke, penyakit jantung dan ginjal.

B. Tujuan Penulisan1. Tujuan UmumUntuk memperoleh gambran nyata atau informasi tentang asuhan keperawatan pada pasien Hipertensi.2. Tujuan Kususa. Mampu melakukan pengkajian pada pasien hipertensi.b. Mampu menyusun rencana keperawatan pada pasien Hipertensi.c. Mampu melaksanakan tindakan keperawatan pada pasien Hipertensi.d. Mampu melakukan evaluasi keperawatan pasa pasien Hipertensi.

BAB IITINJAUAN TEORI

A. Landasan TeoriDefenisi HipertensiSampai saat ini belum ada definisi yang tepat mengenai hipertensi, oleh karena tidak ada batasan yang jelas yang membedakan antara hipertensi dan normotensi. Namun bukti menunjukkan bahwa peningkatan tekanan darah akan meningkatkan mortalitas dan mordibitas. Secara teoritis, hipertensi sebagai suatu tingkat tekanan darah, dimana komplikasi yang mungkin timbul menjadi nyata. Ada beberapa pendapat lain yang berusaha untuk menjelaskan definisi hipertensi, diantarannya :a. Hipertensi didefinisikan oleh joint national committee on detection, evaluation and treatment of high blood pressure (JNC) sebagai tekanan yang lebih tinggi dari 140/90 mmHg dan diklasifikasikan sesuai derajat keparahannya, mempunyai rentang dari tekanan darah normal tinggi sampai hipertensi maligna. Keadaan ini dikatagorikan sebagai primer/esensial (hampir 90% dari semua kasus) atau sekunder, terjadi sebagai akibat dari kondisi patologis yang dapat dikenali seringkali dapat diperbaiki.b. Definisi hipertensi adalah tekanan darah sistolik 140 mmHg dan tekanan darah diasatolik 90 mmHg, atau bila pasien obat antihipertensi. (Kapita Selecta Kedokteran ,2001, hal.518).c. Menurut WHO, hipertensi adalah kenaikan tekanan darah diatas atau sama 160/95 mmHg.d. Menurut Kaplan, Kaplan mendefinisikan hipertensi berdasarkan atas perbedaan usia dan jenis kelamin :1. Pria usia kurang dari 45 tahun, dikatakan hipertensi apabila tekanan darah pada waktu berbaring diatas atau sama dengan 130/90 mmHg.2. Pria usia lebih dari 45 tahun, dikatakan hipertensi apabila tekanan darahnya diatas 145/95 mmHg.3. Pada wanita tekanan darah diatas atau sama dengan 160/95 mmHg dinyatakan hipertensi.

EtiologiMenurut penyebabnya, hipertensi dibagi menjadi dua yaitu:1. Hipertensi Primer atau Esensial.Hipertensi primer yang tidak diketahui penyebabnya, disebut juga hipertensi Taropatik terdapat sekitar 95 % kasus. Banyak factor yang mempengaruhi seperti genetic, lingkungan, hiperaktivitas, susunan saraf simpatis, sistim rennin angiostensin, defek dalam ekskresi Na, peningkatan Na dan Ca Intraseluler dan factor-faktor yang meningkatkan resiko seperti obesitas, alcohol, merokok serta polisetemia.2. Hipertensi Sekunder atau Hipertensi RenalHipertensi ini dapat diketahui penyebabnya dan biasanya disertai keluhan atau gejala-gejala dari penyakit yang menyebabkan hipertensi tersebut. Penyakit yang dapat menyebabkan hipertensi ini misalnya :a. Kelainan Hormon1. Pil KB: kontrasepsi oral yang mengandung estrogen menyebabkan peningkatan angiostensinogen dan kemudian akan meningkatkan angiostensin II. Peningkatan angiostensin II ini juga dirangsang oleh pengeluaran rennin akibat peningkatan stimulasi syaraf simpatis. Akibat peningkatan angiostensin II ada 2 hal yaitu : aspek konstriktor arteriola perifer dan peningkatan sekresi aldosteron yang mengakibatkan reasorbsi Na dan air.2. Neokromositoma/Tumor Medulla Adrenal atau jaringan pensekresi ketoalamin di bagian lain tubuh: tumor ini mensekresi epinefrin yang menyebabkan kadar glukosa plasma dan tingkat metabolisme meningkat sehingga memungkinkan terjadinya hipertensi.3. Sindrom Chusing, hipertensi pada penyakit ini diakibatkan oleh peningkatan ACSH yang kemudian merangsang peningkatan glukortikod (kortisol) sehingga menyebabkan glukonegenesis dan perubahan dalam distribusi jaringan adipose. Dua hal tersebut meningkatkan obesitas.b. Penyakit MetabolicDiabetes mellitus : pada DM terjadi netropati diabetic mikroangiopati diabetic sehingga mengakibatkan nefropati diabetic dan disfungsi filtrasi glomerulo.

c. Penyakit Ginjal 1. Glomerulo nefritis akut : lesi pada glomerulus menyebabkan retensi air dan garam sehingga menyebabkan hipertensi.2. penyempitan arteri renalisd. Lain-Lain1. Koarktasio aorta/penyempitan congenital suatu segmen aorta torakalis hal ini meningkatkan resistensi aliran darah aorta sehingga mengakibatkan hipertensi berat.2. Pre eklamsia, pada pre eklamsia terjadi retensi pembuluh darah disertai dengan retensi garam dan air.

Manifestasi KlinisGejala yang timbul bervariasi, tergantung dari tinggi rendahnya derajat hipertensi. Pada hipertensi esensial dapat berjalan gejala dan pada umumnya baru timbul gejala terjadi komplikasi pada organ target seperti pada ginjal, mata, otak, dan jantung yang sering dijumpai berupa:1. Sakit kepala2. Vertigo3. Perdarahan retina4. Gangguan penglihatan 5. Proteinuria6. Hematuria7. Tachhicardi 8. Palpitasi9. Pucat dan mudah lelahTetapi kebanyakan pula pasien yang menderita hipertensi tidak mempunyai keluhan. Dan ada juga beberapa pasien mengeluh sakit kepala, pusing, lemas, sesak nafas, kelelahan, kesadaran menurun, gelisah, mual, muntah, epistaksis, kelemahan otot atau perubahan mental.Hipertensi merupakan faktor resiko utama untuk terjadinya penyakit jantung, gagal jantung kongesif, stroke, gangguan penglihatan dan penyakit ginjal.

PatofisiologiDMPenyempitan Koarktasio aortaArteri renalisMikroangiopati/Penyempitan congenital segmenLesi spesifik diabetic Aliran darahaorta torakalispada ginjalnefropati diabeticRetensi aliran darah aortaTekanan filtrasi glomerolusPre eklamsiGlomeruloSel-sel kapilernefritis akutglomerolusmenyempitLesi padaglomerolus

Disfungsi filtrasiFeokromositomaglomerulo EpinefrinPerbedaan antara tingkatfiltrasi glomerolus dan Kadar glukosa dan tingkat penyerapantingkat metabolismekembali oleh tubulus

Retensi Na dan airEfek konstriksi Volume plasmaGenetic Volume plasma

Out put jantung Curah jantung Volume darah dan sirkulasi Volume sirkulasi

HIPERTENSIEfek konstriksi Kerusakan vaskulerarteriola periferpembuluh periferPatofisiologi

HIPERTENSI

Kerusakan vaskulerPembuluh pearifer

Perubahan struktur dalam arteri kecil dan arteriola

Penyumbatan pembuluh/vasokontriksi

Resiko kerusakan perfusi jaringanGangguan sirkulasi

Otak mataginjalginjal

Peningkatan tekanankerusakan selnekrosis fibrinoidcardiac outputVaskuler serebralendotelpada pembuluh *sakit kepalaaferen+penebalan*vertigorobekan/obliterasiintima arterimanifestasi klinis*tachicardi*Perdarahan retina*Perdarahan retinanekrosis kapiler*pucat*Gangguan penglihatan*Gangguan penglihatanglomerolus*mudah lelah sampai dgn kebutaan sampai dgn kebutaan*protein uria*palpitasi*hematuria*diaphorosis

Nyeri akutResiko injuriIntoleransi aktifits

Gagal ginjal akut(komplikasi)

Patofisiologi

Saraf simpatis

Rennin

Angiostensinogen (hati)

Angiostensin I (paru)

ACE (angiostensin converting enzim)Angiostensi II

Rangsang saraf VasokontriksiAldosteron Pusat haus

ADH Retensi Na

Over volum TDOver volum

DiagnosisDiagnosis hipertensi tidak dapat ditegakkan dala