Lp Lansia Dengan Hipertensi

download Lp Lansia Dengan Hipertensi

of 22

  • date post

    16-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    35
  • download

    16

Embed Size (px)

description

lembar balik menyusui

Transcript of Lp Lansia Dengan Hipertensi

Rabu, 19 Desember 2012ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI RUMAH BAHAGIA BINTAN

BAB IPENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

Menurut sumber dari situs internet penuaan adalah proses yang dinamis dan kompleks yang dihasilkan oleh perubahan-perubahan sel, fisiologis, dan psikologis (Ahmad Fauzi dkk, 2002).Pengertian lain mengatakan menua (aging) adalah proses menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti diri dan mempertahankan struktur dan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap penyakit (termasuk infeksi) dan memperbaiki kerusakan yang diderita (Constantinides, 1994). Menua merupakan proses yang dapat dilihat sebagai sebuah kejadian yang berkesinambungan dari lahir sampai meninggal(Ignativicus,Workman, Mishler,1999).Dengan makin lanjutnya usia maka kemungkinan akan terjadinya penurunan anatomik (dan fungsional) atas organ-organnya amakin besar. Peneliti Andres dan Tobin ( seperti dikutip oleh Kane et all) meng-intrroduksi hukum 1% yang menyatakan fungsi organ-organ akan menurun setiap tahunnya satu persen setelah usia 30 tahun. ( Geriatrti, 2004)Hipertensi dapat didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya di atas 140 mmHg dan diastolik di atas 90 mmHg.Pada populasi lansia, hipertensi didefinisikan sebagai tekanan sistolik 160 mmHg dan tekanan diastolik 90 mmHg. (Smeltzer,2001).Menurut Stanley (2007), Hipertensi merupakan faktor risiko utama untuk terjadinya penyakit kardiovaskuler.Untuk itu hipertensi harus diwaspadai secara dini, agar tidak muncul berbagai macam penyakit kardiovaskuler yang tentunya dapat berbahaya bagi manusia itu sendiri.Semakin dini diketahui dan diatasi semakin rendah risiko untuk terserang berbagai penyakit sistem kardiovaskuler.1.2.TujuanTujuan penulisan makalah ini yaitu untuk mengetahui perubahan-perubahan yang terjadi pada dewasa lanjut, perubahan yang dimaksud yaitu perubahan yang terjadi pada sistem persyarafan lansia dan juga dampaknya.

1.3.Manfaat1.3.1.Bagi PenyusunMeningkatkan kemampuan dalam pembuatan makalah dengan menggunakan sumber-sumber yang tersedia.1.3.2.Bagi PembacaDiharapkan dapat menjadi salah contoh pembuatan makalah pada mata ajar keperawatan gerontik.1.3.3.Bagi Prodi Keperawatan TanjungpinangMenjadi bahan bacaan untuk menambah wawasan bagi mahasiswa di Program Studi Keperawatan Tanjungpinangtentang Asuhan Keperawatan Gerontik dengan Hipertensi.

BAB IILAPORAN PENDAHULUANHIPERTENSI

2. 1.PengertianHipertensi dapat didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya di atas 140 mmHg dan diastolik di atas 90 mmHg.Pada populasi lansia, hipertensi didefinisikan sebagai tekanan sistolik 160 mmHg dan tekanan diastolik 90 mmHg. (Smeltzer,2001).Menurut WHO ( 1978 ), tekanan darah sama dengan atau diatas 160 / 95 mmHg dinyatakan sebagai hipertensi.

2. 2.KlasifikasiHipertensi pada usia lanjut dibedakan atas : ( Darmojo, 1999 )1.Hipertensi dimana tekanan sistolik sama atau lebih besar dari 140 mmHg dan / atau tekanan diastolik sama atau lebih besar dari 90 mmHg2.Hipertensi sistolik terisolasi dimana tekanan sistolik lebih besar dari 160 mmHg dan tekanan diastolik lebih rendah dari 90 mmHg.Kalsifikasi hipertensi berdasarkan penyebabnya dapat dibedakan menjadi 2 golongan besar yaitu :1.Hipertensi essensial ( hipertensi primer ) yaitu hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya2.Hipertensi sekunder yaitu hipertensi yang di sebabkan oleh penyakit lain3.2. 3.EtiologiPenyebab hipertensi pada orang dengan lanjut usia adalah terjadinya perubahan perubahan pada :1.Elastisitas dinding aorta menurun2.Katub jantung menebal dan menjadi kaku3.Kemampuan jantung memompa darah menurun4.1% setiap tahun sesudah berumur 20 tahun kemampuan jantung memompa darah menurun menyebabkan menurunnya kontraksi dan volumenya.5.Kehilangan elastisitas pembuluh darah6.Hal ini terjadi karenakurangnya efektifitas pembuluh darah perifer untuk oksigenasi7.Meningkatnya resistensi pembuluh darah perifer

Meskipun hipertensi primer belum diketahui dengan pasti penyebabnya, data-data penelitian telah menemukan beberapa faktor yang sering menyebabkan terjadinya hipertensi. Faktor tersebut adalah sebagai berikut :1.Faktor keturunan2.Ciri perseorangan3.Kebiasaan hidupPenyebab hipertensi sekunder adalah :Ginjal

GlomerulonefritisPielonefritisNekrosis tubular akutTumorVascularAterosklerosisHiperplasiaTrombosisAneurismaEmboli kolestrolVaskulitisKelainan endokrinDMHipertiroidismeHipotiroidismeSarafStrokeEnsepalitisSGBObat obatanKontrasepsi oralKortikosteroid

2. 4.PatofisiologIMekanisme yang mengontrol konstriksi dan relaksasi pembuluh darah terletak dipusat vasomotor, pada medulla diotak.Dari pusat vasomotor ini bermula jaras saraf simpatis, yang berlanjut ke bawah ke korda spinalis dan keluar dari kolumna medulla spinalis ganglia simpatis di toraks dan abdomen.Rangsangan pusat vasomotor dihantarkan dalam bentuk impuls yang bergerak ke bawah melalui system saraf simpatis ke ganglia simpatis. Pada titik ini, neuron preganglion melepaskan asetilkolin, yang akan merangsang serabut saraf pasca ganglion ke pembuluh darah, dimana dengan dilepaskannya noreepineprin mengakibatkan konstriksi pembuluh darah. Berbagai faktor seperti kecemasan dan ketakutan dapat mempengaruhi respon pembuluh darah terhadap rangsang vasokonstriksi.Individu dengan hipertensi sangat sensitiv terhadap norepinefrin, meskipun tidak diketahui dengan jelas mengapa hal tersebut bisa terjadi.Pada saat bersamaan dimana sistem saraf simpatis merangsang pembuluh darah sebagai respons rangsang emosi, kelenjar adrenal juga terangsang, mengakibatkan tambahan aktivitas vasokonstriksi.Medulla adrenal mensekresi epinefrin, yang menyebabkan vasokonstriksi.Korteks adrenal mensekresi kortisol dan steroid lainnya, yang dapat memperkuat respons vasokonstriktor pembuluh darah.Vasokonstriksi yang mengakibatkan penurunan aliran ke ginjal, menyebabkan pelepasan rennin.Renin merangsang pembentukan angiotensin I yang kemudian diubah menjadi angiotensin II, suatu vasokonstriktor kuat, yang pada gilirannya merangsang sekresi aldosteron oleh korteks adrenal.Hormon ini menyebabkan retensi natrium dan air oleh tubulus ginjal, menyebabkan peningkatan volume intra vaskuler.Semua faktor ini cenderung mencetuskan keadaan hipertensi.

Sebagai pertimbangan gerontologis dimana terjadi perubahan structural dan fungsional pada system pembuluh perifer bertanggungjawab pada perubahan tekanan darah yang terjadi pada usia lanjut. Perubahan tersebut meliputi aterosklerosis, hilangnya elastisitas jaringan ikat dan penurunan dalam relaksasi otot polos pembuluh darah, yang pada gilirannya menurunkan kemampuan distensi dan daya regang pembuluh darah. Konsekuensinya, aorta dan arteri besar berkurang kemampuannya dalam mengakomodasi volume darah yang dipompa oleh jantung (volume sekuncup) mengakibatkan penurunan curang jantung dan peningkatan tahanan perifer (Smeltzer, 2001).

Pada usia lanjut perlu diperhatikan kemungkinan adanya hipertensi palsu disebabkan kekakuan arteri brachialis sehingga tidak dikompresi oleh cuff sphygmomanometer (Darmojo, 1999).

2. 5.Tanda Dan GejalaTanda dan gejala pada hipertensi dibedakan menjadi :1.Tidak ada gejalaTidak ada gejala yang spesifik yang dapat dihubungkan dengan peningkatan tekanan darah, selain penentuan tekanan arteri oleh dokter yang memeriksa. Hal ini berarti hipertensi arterial tidak akan pernah terdiagnosa jika tekanan arteri tidak terukur.

2.Gejala yang lazimSering dikatakan bahwa gejala terlazim yang menyertai hipertensi meliputi nyeri kepala dan kelelahan.Dalam kenyataannya ini merupakan gejala terlazim yang mengenai kebanyakan pasien yang mencari pertolongan medis.

Menurut Rokhaeni ( 2001 ), manifestasi klinis beberapa pasien yang menderita hipertensi yaitu :Mengeluh sakit kepala, pusingLemas, kelelahanSesak nafasGelisahMualMuntahEpistaksisKesadaran menurun

2. 6.Pemeriksaan PenunjangHemoglobin / hematokritUntuk mengkaji hubungan dari sel sel terhadap volume cairan ( viskositas ) dan dapat mengindikasikan factor factor resiko seperti hiperkoagulabilitas, anemia.BUN: memberikan informasi tentang perfusi ginjalGlukosaKalsium serumPeningkatan kadar kalsium serum dapat menyebabkan hipertensiKolesterol dan trigliserid serumPeningkatan kadar dapat mengindikasikan pencetus untuk / adanya pembentukan plak ateromatosa ( efek kardiovaskuler )Pemeriksaan tiroidKadar aldosteron urin/serumUrinalisaDarah, protein, glukosa mengisyaratkan disfungsi ginjal dan atau adanya diabetes.Asam uratHiperurisemia telah menjadi implikasi faktor resiko hipertensiSteroid urinKenaikan dapat mengindikasikan hiperadrenalismeIVPDapat mengidentifikasi penyebab hieprtensiseperti penyakit parenkim ginjal, batu ginjal / ureterFoto dadaMenunjukkan obstruksi kalsifikasi pada area katub, perbesaran jantungCT scanUntuk mengkaji tumor serebral, ensefalopatiEKGDapat menunjukkan pembesaran jantung, pola regangan, gangguan konduksi, peninggian gelombang P adalah salah satu tanda dini penyakit jantung hipertensi

2. 7.PenatalaksanaanPengelolaan hipertensi bertujuan untuk mencegah morbiditas dan mortalitas akibat komplikasi kardiovaskuler yang berhubungan dengan pencapaian dan pemeliharaan tekanan darah dibawah 140/90 mmHg.Prinsip pengelolaan penyakit hipertensi meliputi :1.Terapi tanpa Obata.Dietb.Latihan Fisikc.Edukasi PsikologisPemberian edukasi psikologis untuk penderita hipertensi meliputi :

Tehnik BiofeedbackTehnik relaksasi

d.Pendidikan Kesehatan ( Penyuluhan )2.Terapi dengan ObatTujuan pengobatan hipertensi tidak hanya menurunkan tekanan darah saja tetapi juga mengurangi dan mencegah komplikasi akibat hipertensi agar penderita dapat bertambah kuat.Pengobatan hipertensi umumnya perlu dilakukan seumur hidup penderita. Pengobatan standar yang dianjurkan oleh Komite Dokter Ahli Hipertensi ( JOINT NATIONAL COMMITTEE ON DETECTION, EVALU