LP GGK Hipertensi

download LP GGK Hipertensi

of 33

  • date post

    26-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    60
  • download

    33

Embed Size (px)

description

hemodialisa

Transcript of LP GGK Hipertensi

LAPORAN PENDAHULUAN GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN ETIOLOGI HIPERTENSI DI INSTALASI HEMODIALISA RSD dr. SOEBANDI JEMBER

disusun untuk memenuhi tugas pada Pendidikan Profesi NersStase Keperawatan Medikal Bedah

olehAulia Royyani ElyaNIM 102311101091

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERSPROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATANUNIVERSITAS JEMBER2015

LEMBAR PENGESAHAN

Laporan pendahuluan gagal ginjal kronik dengan etiologi hipertensi di Instalasi Hemodialisa RSD dr. Soebandi telah disetujui dan disahkan pada:hari, tanggal: _______, _____________ 2015tempat: Instalasi Hemodialisa RSD dr. Soebandi Jember

Jember, 2015

Pembimbing Klinik

_____________________ NIP.

Mahasiswa

Aulia Royyani Elya NIM 102311101091

Pembimbing Akademik

_________________________NIP.

A. Konsep Teori Gagal Ginjal Kronik1. DefinisiGagal Ginjal Kronik (GGK) adalah penurunan fungsi ginjal secara progresif yang bersifat kronik dan ireversibel dimana massa ginjal yang masih ada tidak mampu lagi untuk mempertahankan lingkungan internal tubuh (Brooker, 2008; Black & Hawks, 2005). GGK atau penyakit renal tahap akhir (ESRD/End Stage Renal Disease) merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan ireversibel dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit, menyebabkan uremia (Smeltzer & Bare, 2001). GGK ditandai dengan berbagai kelainan akibat penurunan jumlah total nefron. Ginjal normal mempunyai 2 juta nefron secara total. GGK muncul hanya bila jumlah nefron berkurang sekitar 25% dari jumlah tersebut (Chandrasoma, 2005).National Kidney Foundation-Kidney Outcome Quality Initiative (NKFK/ DOQI) mendefinisikan GGK dalam beberapa kriteria sebagai berikut (NationalKidney Foundation, 2002).a. Kerusakan ginjal selama 3 bulan atau lebih, ditandai oleh adanya abnormalitas struktur atau fungsi ginjal, dengan atau tanpa penurunan laju filtrasi glomerulus, yang dimanifestasikan oleh:1) abnormalitas patologis; atau2) tanda kerusakan ginjal, meliputi abnormalitas komposisi darah atau urin, atau abnormalitas hasil tes.b. Laju Filtrasi Glomerulus (LFG) < 60 ml/mnt/1.73 m2 selama 3 bulan atau lebih, dengan/tanpa kerusakan ginjal.Klasifikasi penyakit ginjal kronik didasarkan pada dua hal yaitu : a. Derajat (stage) yaitu berdasarkan LFG dengan rumus Cockcroft-GaultRumus dari Cockcroft-Gault dalam Ahmed & Lowder (2012) adalah :

1) Rumus Cockcroft-Gault untuk laki-laki :GFR = (140-umur) x BB72 x serum Creatin

2) Rumus Cockcroft-Gault untuk wanita adalah :GFR = (140-umur) x BB x 0,8572 x serum Creatin

Tabel 1. Klasifikasi penyakit Gagal Ginjal Kronik berdasarkan LFG dengan rumus Kockroft-GaultDerajatPenjelasanLFG (ml/mn/1.73m2)

1Kerusakan ginjal dgn LFG normal atau 90

2Kerusakan ginjal dgn LFG ringan60 89

3Kerusakan ginjal dgn LFG sedang30 59

4Kerusakan ginjal dgn LFG berat15 29

5Gagal ginjal< 15 atau dialisis

Sumber : Sudoyo. 2006. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta : FKUI

b. Berdasarkan diagnosa kausa/etiologi

Tabel 2. Klasifikasi penyakit Gagal Ginjal berdasarkan kausa/etiologiPenyakitTipe mayor

Penyakit ginjal diabetes Diabetes tipe 1 dan 2

Penyakit ginjal non diabetes Penyakit glomerular (penyakit otoimun, infeksi sistemik, obat, neoplasia), Penyakit vascular (penyakit pembuluh darah besar, hipertensi, mikroangiopati), Penyakit tubulointerstitial (pielonefritis kronik, batu, obstruksi, keracunan obat), Penyakt kistik (ginjal polikstik)

Penyakit pada transplantasi Rejeksi kronik, Keracunan obat (siklosporin/takrolimus), Penyakit recurrent (glomerular), Transplant glomerulopathy

Sumber : Sudoyo. 2006. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: FKUI

2. EtiologiSemua keadaan yang mengganggu struktur dan fungsi normal ginjal akhirnya dapat menyebabkan GGK. Penyebab utama GGK mencakup nefropati refluks, penyakit ginjal polikistik dewasa, glomerulonefritis, penyakit tubulointerstisial, diabetes, dll (Brooker, 2008). Baradero dkk. (2008) menyatakan bahwa penyebab utama GGK adalah diabetes melitus (32%), hipertensi (28%), dan glomerulonefritis (45%).Menurut Smeltzer & Bare (2001), GGK dapat disebabkan oleh penyakit sistemik seperti diabetes melitus, glomerulonefritis kronis, pielonefritis, hipertensi yang tidak dapat dikontrol, obstruksi traktus urinarius, lesi herediter seperti penyakit ginjal polikistik, gangguan vaskuler, infeksi, medikasi, atau agens toksik.Price & Wilson (2005) membagi penyebab GGK menjadi delapan klasifikasi sebagai berikut:Tabel 3. Klasifikasi etiologi gagal ginjal kronikKlasifikasi PenyakitPenyakit

Penyakit infeksitubulointerstitialPielonefritis kronik atau refluks nefropati

Penyakit peradangan Glomerulonefritis

Penyakit vascular hipertensifNefrosklerosis benigna

Stenosis arteria renalis

Gangguan jaringan ikatLupus eriternatosus sistemik

Poliarteritis nodosa

Sklerosis sistemik progresif

Gangguan kongenital dan herediterPenyakit ginjal polikistik

Asidosis tubulus ginjal

Penyakit metabolikDiabetes melitus

Gout

Hiperparatiroidisme

Amiloidosis

Nefropati toksik Penyalahgunaan analgesik

Nefropati timah

Nefropati obstruktifTraktus urinarius bagian atas: batu, neoplasma, fibrosis retroperitoneal

Traktus urinarius bagian bawah: hipertrofi prostat, striktur uretra, anomali kongenital leher vesika urinaria dan uretra

Sumber: Price, S.A., & Wilson, L.M.C. 2005. Patofisologi: Konsep Klinik dan Proses-Proses Penyakit. Edisi 6. Volume 2. Jakarta: EGC.

Etiologi gagal ginjal kronik jika diklasifikasikan menjadi etiologi pre renal, renal, dan post renal, akan menjadi sebagai berikut:a. Pre renalPenyebab gagal ginjal ini berasal dari luar ginjal, namun akan mempengaruhi ginjal, penyebab tersebut antara lain:1) Penyakit vascular hipertensif, diantaranya nefrosklerosis benigna dan stenosis arteria renalis2) Penyakit metabolik, diantaranya diabetes mellitus, gout, hiperparatiroidisme, amiloidosis3) Nefropati toksik, diantaranya yaitu penyalahgunaan analgesik, nefropati timah4) Gangguan jaringan ikat, diantaranya lupus eriternatosus sistemik, poliarteritis nodosa, sklerosis sistemik progresifb. RenalPenyebab renal ini etiologi yang berasal dari ginjal itu sendiri, diantaranya yaitu:1) Penyakit infeksi tubulointerstitial, diantaranya pielonefritis kronik atau refluks nefropati2) Penyakit peradangan, diantaranya glomerulonefritis3) Gangguan kongenital dan herediter, diantaranya penyakit ginjal polikistik dan asidosis tubulus ginjal.c. Post renalGagal ginjal yang disebabkan oleh gangguan yang terjadi di saluran urin setelah ginjal, yaitu nefropati obstruktif, dibagi menjadi dua:1) Traktus urinarius bagian atas: batu, neoplasma, fibrosis retroperitoneal2) Traktus urinarius bagian bawah: hipertrofi prostat, striktur uretra, anomali kongenital leher vesika urinaria dan uretra.

3. Tanda dan gejalaPasien GGK akan memperlihatkan sejumlah tanda dan gejala karena padaGGK setiap sistem tubuh dipengaruhi oleh kondisi uremia. Keparahan tanda dangejala bergantung pada bagian dan tingkat kerusakan ginjal, kondisi lain yang mendasari, dan usia pasien (Smeltzer & Bare, 2001). Manifestasi klinis GGK diantaranya sebagai berikut.a. Gangguan KardiovaskulerSmeltzer & Bare (2001) menyatakan bahwa gangguan kardiovaskuler pada GGK mencakup hipertensi (akibat retensi cairan dan natrium dari aktivasi sistem renin-angiotensin-aldosteron), gagal jantung kongestif, dan edema pulmoner (akibat cairan berlebih), dan perikarditis (akibat iritasi pada lapisan perikardial oleh toksin uremik).b. Gangguan HematologikPenurunan produksi eritropoietin oleh ginjal menyebabkan anemia normositik normokromik. Fungsi trombosit menjadi abnormal sehingga menyebabkan kecenderungan perdarahan. Perdarahan gastrointestinal merupakan manifestasi klinis yang sering terjadi pada uremia kronis (Chandrasoma, 2005).c. Gejala DermatologiGejala dermatologi yang sering terjadi mencakup rasa gatal yang parah (pruritus). Butiran uremik yaitu suatu penumpukan kristal urea di kulit, saat ini jarang terjadi akibat penanganan yang dini dan agresif pada GGK (Smeltzer & Bare, 2001).d. Gejala GastrointestinalGejala gastrointestinal juga sering terjadi dan mencakup anoreksia, mual, muntah, dan cegukan (Smeltzer & Bare, 2001).e. Perubahan NeuromuskulerPerubahan neuromuskuler mencakup perubahan tingkat kesadaran, tidak mampu berkonsentrasi, kedutan otot, dan kejang (Smeltzer & Bare, 2001).f. Ketidakmampuan Pemekatan UrineKetidakmampuan ini merupakan suatu manfestasi klinis awal GGK. Keadaan ini menyebabkan poliuria (peningkatan jumlah keluaran urine), nokturia (urine berlebihan pada malam hari), dan isotenuria (keluaran urine hanya bervariasi sedikit dari berat jenis 1,010). Poliuria sering menyebabkan dehidrasi (Chandrasoma, 2005).g. Asidosis MetabolikKegagalan ekskresi ion hidrogen menyebabkan pengumpulan asam di dalam darah (tubuh menghasilkan asam berlebihan selama metabolisme sel) menyebabkan asidosis metabolik (Chandrasoma, 2005).

h. Hiperparatiroid SekunderKegagalan ginjal mengaktivasi vitamin D pada gagal ginjal kronis menyebabkan gangguan penyerapan usus terhadap kalsium dan hipokalsemia.Kalsium plasma yang rendah menyebabkan kompensasi hiperplasia paratiroiddan peningkatan sekresi hormon paratiroid (Chandrasoma, 2005).i. Osteodistrofi GinjalMetabolisme kalsium dan fosfat yang abnormal menyebabkan perubahan tulang (osteodistrofi ginjal) dan kalsifikasi metastatik. Osteodistrofi ginjaladalah suatu kombinasi kompleks osteomalasia dengan efek hiperparatiroid(osteitis fibrosa kistik). Kalsifikasi metastasik pada dinding pembuluh darahkecil dapat menyebabkan perubahan iskemik pada jaringan yang terkena (Chandrasoma, 200