LP Konsep Hipertensi asuhan keperawatan

download LP Konsep Hipertensi asuhan keperawatan

of 24

  • date post

    06-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    43
  • download

    11

Embed Size (px)

description

nurse

Transcript of LP Konsep Hipertensi asuhan keperawatan

23

BAB 1TINJAUAN PUSTAKA

1.1 Konsep Dasar Hipertensi1.1.1 DefinisiHipertensi dikategorikan ringan apabila tekanan diastoliknya antara 95-104 mmHg, hipertensi sedang jika tekanan diastoliknya antara 105 dan 114 mmHg, dan hipertensi berat bila tekanan diastoliknya 115 mmHg atau lebih. Pembagian ini berdasarkan peningkatan tekanan diastolic karena dianggap lebih serius dari peningkatan sistolik (Smith Tom, 1995). Hipertensi adalah tekanan darah tinggi atau istilah kedokteran menjelaskan hipertensi adalah suatu keadaan dimana terjadi gangguan pada mekanisme pengaturan tekanan darah (Mansjoer, 2000:144).Hipertensi adalah suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan diastolik lebih dari 90 mmHg. Pada manula hipertensi didefinisikan sebagai tekanan sistolik lebih dari 160 mmHg dan tekanan diastolik lebih dari 90 mmHg. (Brunner and Suddarth, 2002).1.1.2 EtiologiHipertensi menurut Lany Gunawan (2005) penyebabnya dapat dibedakan menjadi 2 golongan besar yaitu: 1. Hipertensi essensial (hipertensi primer) yaitu hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya.2. Hipertensi sekunder yaitu hipertensi yang di sebabkan oleh penyakit lain.

1Hipertensi primer terdapat pada lebih dari 90% penderita hipertensi, sedangkan 10% sisanya disebabkan oleh hipertensi sekunder. Meskipun hipertensi primer belum diketahui dengan pasti penyebabnya, data-data penelitian telah menemukan beberapa faktor yang sering menyebabkan terjadinya hipertensi. Pada umunya hipertensi tidak mempunyai penyebab yang spesifik. Hipertensi terjadi sebagai respon peningkatan cardiac output atau peningkatan tekanan perifer. Namun ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi:a. Genetik: Respon nerologi terhadap stress atau kelainan eksresi atau transport Na.b. Obesitas: terkait dengan level insulin yang tinggi yang mengakibatkan tekanan darah meningkat.c. Stress Lingkungan.d. Hilangnya elastisitas jaringan dan arterisklerosis pada orang tua serta pelebaran pembuluh darah1.1.3PatofisiologiDidalam jantung, meningkatkan resistensi dikopensasikan dengan meningkatnya tekanan dari kontraksi myocardial, dan kelebihan waktu hipertropi ventrikel kiri mengakumulasi meningkatnya beban kerja. Meningkatnya volume darah sesudah meningkatnya masing-masing tekanan systole di jantung sampai aliran darah kembali ke vena pulmonary dan pembuluh kapiler paru-paru.Dalam keadaan normal jantung memiliki kemampuan untuk memompa lebih dari daya pompanya dalam keadaan istirahat. Kalau jantung menderita beban volume atau tekanan berlebihan secara terus-menerus, maka ventrikel dapat melebar untuk meningkatkan daya kontraksi sesuai dengan hukum starling yaitu hipertrophi untuk meningkatkan jumlah otot dan kekuatan memompa sebagai kompensator alamiah.Jika mekanisme pengkompensasian tidak dapat menopang perfusi perifer yang memadai, maka aliran harus dibagi sesuai kebutuhan. Darah akan dipindahkan dari daerah-daerah yang tidak vital seperti kulit dan ginjal sehingga perfusi darah ke otak dan jantung dapat dipertahankan. Akibatnya tanda permulaan dari syok atau perfusi jaringan yang tidak adekuat adalah berkurangnya pengeluaran air seni, kulit dingin. Perubahan bermakna pada aliran darah yang menuju organ vital terjadi.Tekanan arteri sistemik ditimbulkan oleh cardiac output dan tahanan perifer total. Cardiac output ditentukan oleh isi sekuncup (stroke volume) dan denyut jantung. Sedang tahan perifer dipelihara oleh sistem saraf otonom dan sirkulasi hormon. Setiap perubahan pada tahanan perifer, denyut jantung dan stroke volume akan merubah tekanan arteri sistemik.Terdapat empat sistem kontrol yang mempertahankan tekanan darah yaitu sistem baroreseptor arteri, regulasi volume cairan tubuh, sistem renin angiotensin dan autoregulasi vaskuler.Stimulasi baroreseptor di sinus karotikus dan arkus aorta akan merangsang sistem saraf simpatik sehingga menimbulkan peningkatan epinefrin dan norepinefrin. Keadaan ini menimbulkan peningkatan cardiac output dan resistensi vaskuler sistemik.Perubahan volume cairan akan mempengaruhi tekanan arteri sistemik. Jika di dalam tubuh terdapat air dan garam yang berlebihan, maka akan meningkatkan aliran balik vena, cardiac output dan tekanan.Autoregulasi pembuluh darah adalah proses yang mempertahankan perfusi ke suatu jaringan tetap konstan. Jika aliran berubah, proses autoregulasi akan menurunkan resistensi vaskuler sehingga mengakibatkan penurunan atau peningkatan aliran.Meskipun jelas bahwa aterosklerosis dan hipertensi ada hubungannya, hal ini tidak tentu mana penyebab dan mana akibat. Dalam beberapa kasus aterosklerosis, meningkatnya tekanan arteri dan resistensi perifer terhadap aliran darah, memberikan dampak terhadap aliran darah yang meningkat.Renin merupakan enzim yang disekresikan oleh sel jukstaglumerulus ginjal dan terikat dengan aldeosteron dalam lingkungan umpan balik negatif. Produk akhir kerja renin pada subtratnya adalah pembentukan angiotensin peptida II, mempengaruhi aldosteron untuk terjadi pengikatan natrium dan air ke interstitial sehingga volume pembuluh darah meningkat. Ketidakcocokan sekresi renin meningkatkan perlawanan periphenal, mitral eskemi arteri ginjal akan membebaskan renin yang menyebabkan kontraksi arteri dan meningkatkan tekanan darah.Dalam rokok terdapat nikotin yang dapat mengendap di dalam pembuluh darah yang mengakibatkan arteriosklerosis sehingga kerja dalam pembuluh darah tidak dapat sempurna yang berakibat timbulnya peningkatan tekanan darah.Nyeri (Sakit kepala) keadaan dimana seorang individu mengalami nyeri yang menetap atau intermiten yang berlangsung selama enam bulan atau lebih. Yang di tandai dengan peningkatan pembuluh darah ke otak.Intoleransi aktifitas terjadi karena penurunan aktifitas seseorang untuk mempertahankan aktifitas sampai ketingkat yang di inginkan.di karenakan suplai O2 menurun sehingga terjadi kelemahan fisik.Kurang informasi yang tidak adekuat yang menyebabkan individu atau kelompok mengalami defisiensi pengetahuan kognitif atau ketrampilan psikomotor berkenaan dengan kondisi atau rencana pengobatan sehingga terjadi kurang pengetahuan.Penurunan curah jantung adalah keadaan di mana seseeorang individu mengalami penurunan jumlah darah yang di pompakan di karenakan beban kerja jantung meningkat dan suplai O2 ke otak menurun.Klasifikasi pengukuran tekanan darah berdasarkan The Sixth Report of the Joint National Committe on Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure, 1997.KategoriSistolik (mmHg)Diastolik (mmHg)Rekomendasi

Normal < 130< 85Periksa ulang dalam 2 tahun

Perbatasan 130-13985-89Periksa ulang dalam 1 tahun

Hipertensi tingkat 1140-15990-99Konfirmasi dalam 1 atau 2 bulanAnjurkan modifikasi gaya hidup

Hipertensi tingkat 2160-179100-109Evaluasi atau rujuk dalam 1 bulan

Hipertensi tingkat 3>180> 110Evaluasi atau rujuk segera dalam 1 minggu berdasarkan kondisi klinis

1.1.4Tanda Dan GejalaMenurut Rokhaeni (2001), manifestasi klinis beberapa pasien yang menderita hipertensi yaitu:1. Mengeluh sakit kepala, pusing2. Lemas, kelelahan3. Sesak nafas4. Gelisah5. Mual6. Muntah7. Epistaksis8. Kesadaran menurun1.1.5PenatalaksanaanDeteksi dan tujuan penatalaksanaan hipertensi adalah menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan mortalitas serta morbiditas yang berkaitan. Tujuan terapi adalah mencapai dan mempertahankan tekanan sistolik di bawah 140 mmHg dan tekanan diastolic di bawah 90 mmHg dan mengontrol faktor risiko. Hal ini dapat di capai melalui modifikasi gaya hidup saja atau dengan obat anti hipertensi.1.1.6Terapi tanpa Obat a) Diet yang dianjurkan untuk penderita hipertensi adalah:1. Penurunan konsumsi garam dari 10 gr/hari menjadi 5 gr/hari2. Diet rendah kolesterol dan rendah asam lemak jenuh3. Penurunan berat badan4. Penurunan asupan etanolb) Latihan fisik atau olahraga yang teratur dan terarah.1. Olahraga yang dianjurkan seperti lari, jogging, bersepeda, berenang, dan lain-lain.2. Lamanya latihan berkisar antara 20-25 menit berada dalam zona latihan.3. Intensitas olahraga yang baik antara 60-80% dari kapasitas aerobic atau 72-80% dari denyut nadi maksimal yang disebut zona latihan.4. Frekuensi latihan sebaiknya 3 kali/minggu dan lebih baik lagi 5 kali/minggu.c) Pendidikan kesehatan (penyuluhan)Tujuan pendidikan yaitu untuk meningkatkan pengetahuan pasien tentang penyakit hipertensi dan pengelolaannya sehingga pasien dapat mempertahankan hidupnya dan mencegah komplikasi lebih lanjut.1.1.7Terapi dengan ObatTujuan pengobatan hipertensi tidak hanya menurunkan tekanan darah saja tetapi juga mengurangi dan mencegah komplikasi akibat hipertensi agar penderita dapat bertambah kuat. Pilihan obat untuk penderita hipertensi adalah sebagai berikut:1. Hipertensi tanpa komplikasi: diuretic, beta blocker.2. Hipertensi dengan indikasi penyakit tertentu: inhibitor ACE, penghambat reseptor angiotensin II, alfa blocker, alfa-beta-blocker, beta blocker, antagonis Ca dan diuretic3. Indikasi yang sesuai Diabetes Mellitus tipe I dengan proteinuria diberikan inhibitor ACE.4. Pada penderita dengan gagal jantung diberikan inhibitor ACE dan diuretic.5. Hipertensi sistolik terisolasi: diuretic, antagonis Ca dihidropiridin kerja sama.6. Penderita dengan infark miokard: beta blocker (non ISA), inhibitor ACE (dengan disfungsi sistolik).1.1.8Pemeriksaan Penunjang1. Riwayat dan pemeriksaan fisik secara menyeluruh.2. Pemeriksaan retina.3. Pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui kerusakan organ seperti ginjal dan jantung.4. EKG untuk mengetahui hipertropi ventrikel kiri.5. Urinalisa untuk mengetahui protein dalam urin, darah, glukosa.6. Pemeriksaan: renogram, pielogram intravena arteriogram renal, pemeriksaan fungsi ginjal terpisah dan penentuan kadar urin. 7. Foto dada dan CT scan.

1.1.9Pencegahana) Pencegahan PrimerFaktor resiko hipertensi antara lain: tekanan darah diatas rata-rata, adanya hipertensi pada anamnesis keluarga, ras (negro), tachycardi,