CA Colon- Lydia

Click here to load reader

  • date post

    06-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    236
  • download

    4

Embed Size (px)

description

ca colon

Transcript of CA Colon- Lydia

MAKALAH PRESENTASI KASUSKARSINOMA KOLON

Disusun oleh :Lydia Amaliya107103001630Pembimbing :dr. Taslim Poniman, SpB(K)BDKepaniteraan Klinik Bedah RSUP Fatmawati

Program Studi Pendidikan Dokter

Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

2012

KATA PENGANTARSegala puji hanya kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat kasih sayang, kenikmatan, dan kemudahan yang begitu besar. Shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW dengan kasih sayangnya yang tiada pernah pudar. Atas nikmat-Nya dan karunia-Nya Yang Maha Besar sehingga penulis dapat menyelesaikan presentasi kasus yang berjudul Karsinoma kolon.Akhir kata, saya mengucapkan terima kasih kepada dr. Taslim Poniman, SpB(K)BD selaku pembimbing yang telah sabar dalam membimbing dan selalu memacu saya untuk segera menyelesaikan presentasi kasus ini. Rasa terima kasih juga saya sampaikan kepada kedua orang tua saya yang tiada henti-hentinya memberikan kasih sayang dan doa yang tulus.

Jakarta, Juni 2012

Lydia AmaliyaDAFTAR ISIKATA PENGANTAR

............................................................. 2

DAFTAR ISI

............................................................. 3

BAB 1 PENDAHULUAN

............................................................. 4

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

............................................................. 52.1 ANATOMI DAN FISIOLOGI............................................................. 5

2.2 DEFINISI

............................................................. 102.3 EPIDEMIOLOGI

............................................................. 102.4 ETIOLOGI & FAKTOR RISIKO............................................................ 112.5 PATOGENESIS

............................................................. 122.6 DIAGNOSIS

............................................................. 142.7 STADIUM

............................................................. 182.8 PENATALAKSANAAN

............................................................. 222.9 PROGNOSIS

............................................................. 23BAB 3 ILUSTRASI KASUS

............................................................. 26BAB 4 ANALISA KASUS

............................................................. 33BAB 4 KESIMPULAN

............................................................. 36DAFTAR PUSTAKA

............................................................. 37BAB I

PENDAHULUANKeganasan kolorektal merupakan keganasan terbanyak diantara seluruh keganasan pada traktus gastrointestinal. Lebih dari 150.000 kasus baru dilaporkan terjadi di Amerika Serikat dan lebih dari 52.000 orang akan meninggal setiap tahunnya meskipun kanker kolorektal menempati urutan kedua penyebab tersering kematian akibat kanker di Amerika Serikat. Insidensinya sama baik pada wanita maupun pria. Angka kematian dari kanker rektal telah meningkat selama 20 tahun terakhir. Dengan adanya diagnosa dini melalui skrining akan sangat menurunkan insidensi terjadinya kanker dan menurunkan angka kematian akibat kanker ini.(1)Meskipun keberhasilan pengobatan adjuvant akhir-akhir ini berkembang secara cepat dan sangat maju, akan tetapi hanya sedikit saja yang meningkatkan harapan hidup pasien. Kunci utama keberhasilan penanganan keganasan kolorektal adalah ditemukannya karsinoma dalam stadium dini, sehingga terapi dapat dilaksanakan secara bedah kuratif. Namun sayang sebagian besar penderita di Indonesia datang dalam stadium lanjut sehingga angka survival rendah, terlepas dari terapi yang diberikan. Penderita datang ke rumah sakit sering dalam stadium lanjut karena tidak jelasnya gejala awal dan tidak menganggap penting gejala dini yang terjadi. Terapi bedah paling efektif bila dilakukan pada penyakit yang masih terlokalisir. Bila sudah terjadi metastasis, prognosis menjadi buruk, karena pilihan terapi mungkin hanya paliatif saja.(2)BAB II

TINJAUAN PUSTAKAANATOMI(3,4)Kolon terdiri dari caecum, appendix, kolon ascendens, kolon transversum, kolon descendens, kolon sigmoideum, rektum serta anus. Mukosa kolon terdiri dari epitel selapis silindris dengan sel goblet dan kelenjar dengan banyak sel goblet, pada lapisan submukosa tidak mempunyai kelenjar. Otot bagian sebelah dalam sirkuler dan sebelah luar longitudinal yang terkumpul pada tiga tempat membentuk taenia koli. Lapisan serosa membentuk tonjolan-tonjolan kecil yang sering terisi lemak yang disebut appendices epiploicae. Didalam mukosa dan submukosa banyak terdapat kelenjar limfa, terdapat lipatan-lipatan yaitu plica semilunaris dimana kecuali lapisan mukosa dan lapisan submukosa ikut pula lapisan otot sirkuler. Diantara dua plica semilunares terdapat saku yang d isebut haustra coli, yang mungkin disebabkan oleh adanya taenia coli atau kontraksi otot sirkuler. Letak haustra in vivo dapat berpindah pindah atau menghilang.

Gambar 1. Anatomi kolonSecara embriologik, kolon kanan berasal dari usus tengah, sedangkan kolon kiri sampai rectum berasal dari usus belakang. Kolon berbentuk tabung muskular berongga dengan panjang sekitar 1,5 m (5 kaki) yang terbentang dari caecum hingga canalis ani. Diameter kolon lebih besar daripada usus kecil, yaitu sekitar 6,5 cm (2,5 inci), tetapi makin dekat anus diameternya semakin kecil. Kolon terdiri dari caecum, appendix, kolon ascendens, kolon transversum, kolon descendens, kolon sigmoideum dan rektum serta anus.

Caecum merupakan kantong yang terletak di bagian proksimal kolon dengan diameter rata rata 7,5 cm dan panjang 10 cm. Caecum terletak pada fossa iliaca kanan di atas setengah bagian lateralis ligamentum inguinale. Biasanya caecum seluruhnya dibungkus oleh peritoneum sehingga dapat bergerak bebas, tetapi tidak mempunyai mesenterium, terdapat perlekatan ke fossa iliaca di sebelah medial dan lateral melalui lipatan peritoneum yaitu plica caecalis, menghasilkan suatu kantong peritoneum kecil, recessus retrocaecalis.

Colon ascenden memanjang dari caecum ke fossa iliaca kanan sampai ke sebelah kanan abdomen. Panjangnya 15 cm, terletak di bawah abdomen sebelah kanan, dan di bawah hati membelok ke kiri. Lengkungan ini disebut fleksura hepatica (fleksura coli dextra) dan dilanjutkan dengan colon transversum.

Colon transversum merupakan bagian kolon yang paling besar dan paling dapat bergerak bebas karena tergantung pada mesocolon, yang ikut membentuk omentum majus. Panjangnya sekitar 45 cm, berjalan menyilang abdomen dari fleksura coli dekstra sinistra yang letaknya lebih tinggi dan lebih ke lateralis. Letaknya tidak tepat melintang (transversal) tetapi sedikit melengkung ke bawah sehingga terletak di region umbilicalis.

Colon descenden panjangnya lebih kurang 25 cm, terletak di bawah abdomen bagian kiri, dari atas ke bawah, dari depan fleksura lienalis sampai di depan ileum kiri, bersambung dengan sigmoid, dan dibelakang peritoneum.

Colon sigmoid panjangnya bervariasi antara 15-50 cm (rata rata 38cm), sangat bebas bergerak dan berbentuk lengkungan huruf S. Terbentang mulai dari apertura pelvis superior (pelvic brim) sampai peralihan menjadi rectum di depan vertebra S-3. Tempat peralihan ini ditandai dengan berakhirnya ketiga teniae coli, dan terletak 15 cm di atas anus. Colon sigmoideum tergantung oleh mesocolon sigmoideum pada dinding belakang pelvis sehingga dapat sedikit bergerak bebas (mobile).Rectum merupakan lanjutan dari kolon, yaitu colon sigmoid dengan panjang sekitar 15 cm. Rectum memiliki tiga kurva lateral serta kurva dorsoventral. Rectum memiliki 3 buah valvula : superior kiri, medial kanan dan inferior kiri. 2/3 bagian distal rectum terletak di rongga pelvic dan terfiksir, sedangkan 1/3 bagian proksimal terletak dirongga abdomen dan relatif mobile. Kedua bagian ini dipisahkan oleh peritoneum reflectum dimana bagian anterior lebih panjang dibanding bagian posterior. Saluran anal (anal canal) adalah bagian terakhir dari usus, berfungsi sebagai pintu masuk ke bagian usus yang lebih proksimal, dikelilingi oleh spinkter ani (eksternal dan internal ) serta otot-otot yang mengatur pasase isi rectum ke dunia luar. Spinkter ani eksterna terdiri dari 3 sling : atas, medial dan depan.

Caecum, kolon asendens, dan bagian kanan kolon transversum diperdarahi oleh cabang a.mesenterika superior yaitu a.ileokolika, a.kolika dekstra dan a.kolika media. Kolon transversum bagian kiri, kolon desendens, kolon sigmoid, dan sebagian rektum diperdarahi oleh a.mesenterika inferior melalui a.kolika sinistra, a.sigmoid dan a.hemoroidalis superior.

Vaskularisasi kolon dipelihara oleh cabang-cabang arteri mesenterica superior dan arteri mesenterica inferior, membentuk marginal arteri seperti periarcaden, yang memberi cabang-cabang vasa recta pada dinding usus. Yang membentuk marginal arteri adalah arteri ileocolica, arteri colica dextra, arteri colica media, arteri colica sinistra dan arteri sigmoidae. Hanya arteri colica sinistra dan arteri sigmoideum yang merupakan cabang dari arteri mesenterica inferior, sedangkan yang lain dari arteri mesenterica superior. Pada umumnya pembuluh darah berjalan retroperitoneal kecuali arteri colica media dan arteri sigmoidae yang terdapat didalam mesocolon transversum dan mesosigmoid. Seringkali arteri colica dextra membentuk pangkal yang sama dengan arteri colica media atau dengan arteri ileocolica. Pembuluh darah vena mengikuti pembuluh darah arteri untuk menuju ke vena mesenterica superior dan arteri mesenterica inferior yang bermuara ke dalam vena porta. Aliran limfe mengalir menuju ke Lnn. ileocolica, Lnn. colica dextra, Lnn. colica media, Lnn. colica sinistra dan Lnn. mesenterica inferior. Kemudian mengikuti pembuluh darah menuju truncus intestinalis.