Asuhan Keperawatan Lansia Pada Ny

download Asuhan Keperawatan Lansia Pada Ny

of 41

  • date post

    13-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    14
  • download

    2

Embed Size (px)

Transcript of Asuhan Keperawatan Lansia Pada Ny

ASUHAN KEPERAWATAN LANSIA PADA NY R DENGAN HIPERTENSI DI PANTI TRESNA WERDHA TERATAIPALEMBANG

MAKALAHDisusun Untuk Menyelesaikan Praktik Klinik Keperawatan GerontikDi Panti Sosial Trena Werdha Palembang

Oleh

Kelompok IV

1.Ari Putra6. Peni kuswita2.Edo Anugrah Hutama7. Risky Kasharita Goce3.Etty Rizky Elvania8. Ria Verani4.Indah Puji Astuti9. Shirly Rizky Fitria5.Karisma Rizky10. Kartika elva WahyuniPSIK VII Reg A.1

Dosen PembimbingDian Emilia S.kep Ners

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATANSEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BINA HUSADADI PALEMBANG2012

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya dengan segala kemampuan dan kesungguhan yang ada serta berkat bantuan dari berbagai pihak sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan di Panti tresna Werdhayang berjudul Asuhan KeperawatanHipertensi pada Ny M. Adapun tujuan dari penulisan laporan ini merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan Praktik Klinik Keperawatan

Dalam penulisan laporan ini penulis mendapatkan bantuan, bimbingan dan doa dari berbagai pihak sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan ini sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Oleh karna itu penulis menyampaikan rasa terima kasih sebesar-besarnya kepada yang terhormat :Penulis menyelesaikan makalah ini melibatkan banyak pihak oleh karena itu dalam kesempatan ini dengan rendah hati penulis mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat:

1.Dr. H Chairil Zaman Msc selaku Direktur STIK Bina Husada Palembang2.Abubakar Siddiq Skp M.kes Selaku kepala Program Studi Ilmu Keperawatan STIK bina husada palembang.3.ibu Edayati selaku kepala panti sosial tresna werdha teratai palembang4.Dede panca Yusman selaku Pembimbing Klinik yang telah banyak memberikan arahan dan bimbingan sehingga makalah ini dapat di selesaikan.5.Ns Dian Emilia S.kep selaku Dosen pembimbing Akademik Keperawatan STIK Bina Husada Palembang6.Seluruh staf yang ada di Panti Tresna werdha7.Seluruh dosen pengajar dan staf STIK Bina Husada Palembang8.Semua pihak yang telah memberikan bantuan sehingga makalah seminar praktek klinik dapat kami selesaikan.

Terima kasih semuanya atas dorongan, bantuan, bimbingan dan arahanya.Penulis menyadari sepenuhnya segala kesalahan dan kekurangan dalam penyusunan makalah ini baik isi maupun cara penulisannya. Untuk itu kami mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari pembaca.Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua, khususnya di bidang keperawatan, Amin ya Rabbal Alamin.

Palembang,Agustus 2012

Penulis

BAB IPENDAHULUAN

1.1Latar BelakangHipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia. Darah tinggi sering diberi gelar The Silent Killer, karena hipertensi merupakan pembunuh tersembunyi, 50% penderita hipertensi tidak menunjukkan gejala yang jelas, apalagi bila masih dalam taraf awal. Penyakit ini banyak ditemui seiring perkembangan zaman dan perubahan pola dan gaya hidup. Perubahan beberapa jenis gaya hidup menjadi modern ternyata membawa dampak yang besar bagi sektor kesehatan masyarakat.Hipertensi adalah kenaikan tekanan darah, baik sistolik maupun diastolik, sama atau lebih dari 140/90 mmHg. Hipertensi menyebabkan kerusakan pelbagai organ tubuh seperti otak, jantung, ginjal, aorta, pembuluh darah perifer, dan retina. Selain itu, juga menyebabkan peningkatan morbiditas (kesakitan) dan mortalitas (kematian) pada gangguan kardiovaskuler dan stroke.Di Amerika Serikat dan beberapa negara maju lainnya hipertensi terjadi pada satu dari empat orang dewasa di antara umur 18 tahun dan satu dari dua orang di atas 50 tahun.Satu-satunya jalan untuk mengetahui bahwa seseorang menderita hipertensi atau tidak, adalah dengan melakukan kontrol teratur terutama bagi yang berusia di atas 40 tahun. "Bila angka diastolik di atas 85, seharusnya sudah mulai hati-hati," Untuk mereka yang mempunyai bawaan atau keturunan, pengontrolan hendaknya sudah dimulai sejak usia 20 - 30-an.Kontrol tekanan darah 24 jam sangat penting pada pasien hipertensiHipertensi dapat dicegah dengan memodifikasi gaya hidup seseorang,

Salah satu penyebab tingginya angka kesakitan dan kematian akibat hipertensi disebabkan oleh perilaku masyarakat itu sendiri. Diperkirakan bahwa 40% sampai 50% klien dengan hipertensi menghentikan program pengobatan dalam tahun pertama. Mengidentifikasi adanya hambatan terhadap kepatuhan memungkinkan perawat untuk merencanakan intervensi untuk menghilangkan masalah ini dan memperbaiki kepatuhan (Miller,1992). Ketidakpatuhan terhadap program terapi merupakan perilaku yang menjadi masalah besar pada penderita hipertensi. Diperkirakan 50% diantara mereka menghentikan pengobatan dalam 1 tahun pemulihan. Pengontrolan tekanan darah yang memadai hanya dapat dipertahankan pada 20%. Namun bila pasien berpartisipasi secara aktif dalam program, termasuk pemantauan diri mengenai tekanan darah dan diit, kepatuhan cenderung meningkat karena dapat segera diperoleh umpan balik sejalan dengan perasaan semakin terkontrol.(Brunner and Suddart, 2002).Hak seseorang untuk menentukan diri sendiri dilindungi melalui proses persetujuan tindakan (inform consent) yang mempunyai tiga syarat: seseorang harus mendapatkan penjelasan akibat dari suatu tindakan, harus mengerti keuntungan dan kerugiannya, serta tidak ada paksaan. Ketika seseorang menolak untuk patuh terhadap anjuran atau intruksi, perawat perlu mengkaji adanya semua elemen yang diperlukan untuk persetujuan tindakan (Cassels &Redman, 1989). Persepsi yang tidak akurat tentang status kesehatan biasanya meliputi kesalahan pengertian penyakit yang dialaminya, keseriusan penyakit, kerentanan untuk terjadinya komplikasi, dan perlunya prosedur untuk pengobatan ataumengontrol penyakit. Untuk itu diperlukan adanya suatu proses penyuluhan kesehatan. Penyuluhan kesehatan adalah proses belajar mengajar yang mempengaruhi perilaku klien dan keluarga melalui perubahan dalam pengetahuan, sikap dan kepercayaan, dan melalui kemahiran ketrampilan psikomotor.

1.2.Tujuan Penulisan1. Tujuan umumMemahami dan menerapkan asuhan keperawatan terhadap klien dengan gangguan sistem kardiovaskular : hipertensi, secara komprehensipf meliputi aspek biopsikososio spiritual2. Tujuan khususMelalui pendekatan proses keperawatan aspek biopsikososio spiritual diharapkan siswa mampu:1. Mampu melaksanakan pengkajian terhadap klien dengan gangguan sistem kardiovaskular: hipertensi2. Mampu mendiagnosa keperawatan sesuai dengan prioritas masalah.3. Mampu membuat rencana tindakan dan rasional dalam praktek nyata sesuai dengan masalah yang diprioritaskan.4. Mampu melaksanakan tindakan dalam praktek nyata sesuai dengan masalah yang telah diprioritaskan.5. Mampu menilai dan mengevaluasi hasil dari tindakan yang telah dilaksanakan pada klien hipertensi.6. Mampu mendokumentasikan rencana tindakan asuhan keperawatan yang telah dilaksanakan.7. Mampu membahas kesenjangan yang terjadi antara teori yang diperoleh dengan studi kasus/ penerapan di lapangan.

BAB IIKONSEP TEORI

2.1 DefinisiHipertensi merupakan suatu keadaan tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya diatas 140 mmHg dan tekanan diastolik diatas 90 mmHg. Pada populasi manula, hipertensi didefinisikan sebagai tekanan sistolik 160 mmHg dan tekanan diastolik 90 mmHg. Institut Nasional Jantung, Paru, dan Darah memperkirakan separuh orang yang menderita hipertensi tidak sadar akan kondisinya. Begitu penyakit ini diderita, tekanan darah pasien harus dipantau dengan interval teratur karena hipertensi merupakan kondisi seumur hidup (Brunner and Suddart , 2002).Hipertensi merupakan gejala yang paling sering ditemui pada orang lanjut usia dan menjadi faktor risiko utama insiden penyakit kardiovaskular. Karenanya, kontrol tekanan darah menjadi perawatan utama orang-orang lanjut usia.Jose Roesma, dari divisi nefrologi ilmu penyakit dalam FKUI-RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta mengungkapkan bahwa pada orang tua umumnya terjadi hipertensi dengan sistolik terisolasi yang berhubungan dengan hilangnya elastisitas arteri atau bagian dari penuaan.

2.2. Anatomi fisiologiJantung terletak dalam rongga dada. Ukuran jantung sebesar genggaman tangan pemiliknya dengan berat sekitar 300 gram. Lihat Gambar 5.7. Jantung dalam sistem sirkulasi berfungsi sebagai alat pemompa darah.\Jantung tersusun atas otot jantung (miokardium) . Bagian jantung luar dilapisi oleh selaput jantung (perikardium). Perikardium terdiri dari 2 lapisan. Lapisan luar disebut lamina panistalis dan lapisan dalam yang menempel pada dinding jantung disebutlamina viseralis. Di antara kedua lapisan tersebut terdapat ruangankavum perikardiiyang berisicairan perikardii. Cairan ini berfungsi untuk menahan gesekan. Bagian dalam jantung dilapisiendokardium.

Jantung mempunyai empat ruangan, yaitu atrium sinister (serambi kiri), atrium dexter (serambi kanan), ventrikel sinister (bilik kiri), dan ventrikel dexter (bilik kanan). Antarsisi kiri dan kanan jantung dipisahkan olehseptum(sekat) yang berupa otot yang padat. Perhatikan Gambar 5.8. (Gambar Jantung)

Atrium merupakan ruangan jantung tempat masuknya darah dari pembuluh balik (vena). Antara atrium kiri dan ventrikel kiri terdapatkatup valvula bikuspidalis (katup berdaun dua).Katup ini berfungsimencegah darah dalam ventrikel kiri agar tidak mengalir kembali ke atrium kiri saat jantung berkontraksi.

Ventrikel mempunyai otot lebih tebal dari pada atrium, keadaan ini disebabkan ventrikel berfungsi memompa darah keluar jantung. Antara atrium kanan dengan ventrikel kanan terdapat katupvalvula trikuspidalis(katup berdaun tiga). Katup ini berfungsi mencegah darah dalam ventrikel kanan agar tidak mengalir kembali ke atrium saat jantung berkontraksi.

Jantung terus-menerus memompa darah ke seluruh bagian tubuh. Jantung memompa darah dengan cara berkontraksi sehingga jantung dapat mengembang dan mengempis. Kontraksi jantung i