Tutorial Skenario 3 Blok 4.1

download Tutorial Skenario 3 Blok 4.1

of 44

  • date post

    22-Jul-2016
  • Category

    Documents

  • view

    219
  • download

    43

Embed Size (px)

description

Tutorial Skenario 3 Blok 4.1

Transcript of Tutorial Skenario 3 Blok 4.1

Laporan Tutorial Skenario 3

ST Elevasi Miokard Infark (STEMI)Kelompok Tutorial 7

Tutor :

dr. EmiyatiAnggota

Sarah Humaira

G1A112078

Ahmad Solihan Saad

G1A112079

Lily Viva Megawati

G1A112080

Andika Anjani Agustin

G1A112081

Fakhrul Azmi Aly

G1A112084

Luvita Fitri Karlina

G1A111032

Oksaria Sabatini

G1A111021

Oktavia Sulistiana

G1A108082

Rahmawati Risna

G1A108043FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS JAMBI

2014/2015Skenario 3Tn. D 45 tahun, datang ke IGD dengan keluhan nyeri dada retrosternal, menjalar ke rahang dan lengan kiri. Nyeri dirasakan seperti ditindih beban berat, berlangsung lebih dari 30 menit. Nyeri timbul setelah Tn. D bermain futsal. Tn. D mempunyai hipertensi dan kolesterol tinggi. Selain itu Tn. D memiliki kebiasaan merokok hingga 3 bungkus sehari. Pada pemeriksaan fisik didapatkan peningkatan nadi dan tekanan darah. Pada pemeriksaan EKG ditemukan ST elevasi pada lead II,II dan Avf.Klarifikasi Istilah1. Nyeri

: Pengalaman perasaan emosianal yang tidak menyenangkan akibatterjadinya kerusakan aktual maupun potensial atau menggambarkan kondisi terjadinya kerusakan. (1)2. Retrosternal: Daerah di belakang sternum

3. Kolesterol: Jenis khusus lipid yang disebut steroid4. EKG

: Alat bantu diagnostik yang digunakan untuk mendeteksi aktivitas

listrik jantung. (1)Identifikasi Istilah

1. Bagaimana perbedaan nyeri dada karena gangguan kardiovaskular dan non kardiovaskular?

2. Apa penyebab nyeri dada pada Tn. D dan bagaimana mekanismenya?

3. Mengapa nyeri dada menjalar ke rahang dan lengan kiri?4. Mengapa nyeri dirasakan seperti ditindih beban berat? 5. Mengapa nyeri tersebut berlangsung 30 menit? 6. Mengapa keluhan Tn. D timbul setelah main futsal (beraktifitas)?

7. Apa hubungan keluhan Tn. D dengan hipertensi, kolesterol tinggi dan kebiasaan merokok 3 bungkus sehari?

8. Apa hubungan keluhan Tn. D dengan tekanan nadi meningkat?

9. Apa makna klinis dan interpretasi dari pemeriksaan EKG? 10. Bagaimana gambaran EKG normal? 11. Bagaimana cara pemasangan dan pembacaan EKG? 12. Bagaimana alur penegakkan diagnosis? 13. Apa saja diagnosis banding dari keluhan Tn. D? 14. Apa yang terjadi pada Tn. D?

15. Apa definisi dari penyakit Tn. D?

16. Apa etiologi dari penyakit Tn. D?

17. Bagaimana epidemiologi dari penyakit Tn. D?

18. Apa saja klasifikasi dari penyakit Tn. D?

19. Apa saja faktor resiko dari penyakit Tn. D?

20. Bagaimana patofisiologi dan patogenesis dari penyakit Tn. D?

21. Bagaimana manifestasi klinis dari penyakit Tn. D?

22. Bagaimana penatalaksaan dari penyakit Tn. D?

23. Apa saja komplikasi dari penyakit Tn. D?

24. Bagaimana prognosis dari penyakit Tn. D?

25. Bagaimana pencegahan dan edukasi dari penyakit Tn. D?

Analisis Masalah

1. Bagaimana perbedaan nyeri dada karena gangguan kardiovaskular dan non kardiovaskular? (4)Jawab:

Karakteristik

KardiovaskularNon kardiovaskular

LokasiSubternal, retrosternal difusDibawah mammae kiri setempat

Penyebaran Lengan kiri, rahang, punggungLengan kanan

Deskripsi nyeriNyeri terus-menerus, tajam, tertekan, seperti diperas, dipijitTajam, seperti ditusuk-tusuk, seperti di sayat-sayat

Intensitas Ringan sampai beratMenyiksa

Lamanya Bermenit-menitBeberapa detik, berjam-jam, berhari-hari

Dicetuskan olehUsaha fisik, emosi, dinginPernapasan, sikap tubuh, gerakan

2. Apa penyebab nyeri dada pada Tn. D dan bagaimana mekanismenya?Jawab:

Merokok menyebabkan akumulasi toksi di pembuluh darah yang menimbulkan aterosklerosis yang pada akhirnya memicu timbulnya hipertensi. Akibat adanya plak aterosklerosis ini, lumen pembuluh darah menyempit dan memudahkan terjadinya oklusi (penyumbatan) pembuluh darah terutama di arteri koronaria. Oklusi ini mengakibatkan aliran darah koroner tidak adekuat. Sebagai akibatnya, terjadilah iskemia miokard. Terjadi penurunan perfusi jantung yang berakibat pada penurunan intake oksigen dan akumulasi hasil metabolisme senyawa kimia. Akumulasi metabolit ini timbul karena suplai oksigen yang tidak adekuat, maka sel-sel miokard mengompensasikan dengan berespirasi anaerob. Sebagai produk sampingannya yaitu asam laktat. Asam laktat membuat pH sel menurun. Perubahan metabolisme sel-sel miokard inilah yang menstimulasi reseptor nyeri melalui symphatetic afferent di area korteks sensoris primer (area 3,2,1 Broadman) yang menimbulkan nyeri di dada.(4),(5)3. Mengapa nyeri dada menjalar ke rahang dan lengan kiri?

Jawab:

Nyeri dada yang dirasakan pasien menyebar ke lengan diklasifikasikan sebagai nyeri alih. Nyeri alih merupakan nyeri yang berasal dari salah satu daerah di tubuh tapi dirasakan terletak di daerah lain. Nyeri visera sering dialihkan ke dermatom (daerah kulit) yang dipersarafi oleh segmen medulla spinalis yang sama dengan viskus nyeri tersebut. Apabila dialihkan ke permukaan tubuh, maka nyeri visera umumnya terbatas di segmen dermatom tempat organ visera tersebut berasal pada masa mudigah, tidak harus di tempat organ tersebut pada masa dewasa.(4)Saat ini penjelasan yang paling luas diterima tentang nyeri alih adalah teori konvergensi-proyeksi. Menurun teori ini, dua tipe aferen yang masuk ke segmen spinal (satu dari kulit dan satu dari otot dalam atau visera) berkonvergensi ke sel-sel proyeksi sensorik yang sama (misalnya sel proyeksi spinotalamikus). Karena tidak ada cara untuk mengenai sumber asupan sebenarnya, otak secara salah memproyeksikan sensasi nyeri ke daerah somatik (dermatom).(5)Iskemia/infark miokardium menyebabkan pasien merasa nyeri hebat di bagian tengah sternum yang sering menyebar ke sisi medial lengan kiri, pangkal leher, bahkan rahang. Nyeri diperkirakan disebabkan oleh penimbunan metabolit dan defisiensi oksigen, yang merangsang ujung-ujung saraf sensorik di miokardium. Serat-serat saraf aferen naik ke SSP melalui cabang-cabang kardiak trunkus simpatikus dan masuk ke medulla spinalis melalui akar dorsalis lima saraf torakalis paling atas (T1-T5). Nyeri jantung tidak dirasakan di jantung tetapi beralih ke bagian kulit (dermatom) yang dipersarafi oleh saraf spinalis (somatik) yang sesuai, karena itu, daerah kulit yang dipersarafi oleh lima saraf interkostalis teratas dan oleh saraf brachialis interkostal (T2) akan terkena. Di dalam SSP tentunya terjadi sejumlah penyebaran impuls nyeri karena nyeri kadang-kadang terasa di leher dan rahang.4. Mengapa nyeri dirasakan seperti ditindih beban berat?

Jawab:

Nyeri seperti ditindih beban berat merupakan ciri khas angina, dimana jika nyeri dirasakan tajam, seperti disanyat-sanyat dan dirasakan pada saat inspirasi berarti kemungkinan besar nyeri tersebut berasal dari paru. Jenis nyeri inilah yang membedakan antara nyeri karena gangguan kardiovaskular dan non kardiovaskular.5. Mengapa nyeri tersebut berlangsung 30 menit?Jawab:

Pada IMA terjadi nyeri dada serupa dengan angina tetapi lebih intensif dan menetap ( 30 menit). Hal ini dikarenakan plak yang terbentuk sudah semakin tebal, sehingga apabila plak ini terbawa oleh aliran darah akan mengakibatkan oklusi total/hampir total. Semakin besar oklusi, maka akan semakin sempit lumen pembuluh darah sehingga aliran darah yang melewati lumen pembuluh darah tersebut semakin minimal.(4)6. Mengapa keluhan Tn. D timbul setelah main futsal (beraktifitas)?

Jawab:

Saat melakukan aktifitas fisik, kebutuhan oksigen dalam tubuh meningkat. Hal itu menyebabkan frekuensi pernafasan meningkat demi terpenuhinya kebutuhan jaringan. Saat frekuensi pernafasan meningkat, kerja jantung pun menjadi lebih cepat guna menghantarkan oksigen ke jaringan melalui darah. Meningkatnya kerja jantung membuat aliran darah menjadi lebih cepat. Aliran darah yang cepat ini dapat membuat plak di endotel pembuluh darah terlepas sehingga menyebabkan oklusi di lumen pembuluh darah. Oklusi ini akan menghambat penghantaran oksigen oleh darah. Apabila oklusi ini terjadi di arteri koroner, hal ini akan menimbulkan nyeri dada yang khas yang diakibatkan oleh kurangnya pasokan oksigen ke miokardium jantung.(4)7. Apa hubungan keluhan Tn. D dengan hipertensi, kolesterol tinggi dan kebiasaan merokok 3 bungkus sehari?Jawab:Ketiga hal tersebut merupakan faktor resiko terjadinya IMA, yang mana akan bermanifestasi menjadi nyeri dada yang khas akibat tersumbatnya arteri koroner.a. Kolestrol yang tinggi di dalam tubuh dapat menumpuk menjadi plak di endotel pembuluh darah. Jika konsumsi lemak tidak dibatasi, plak ini lama kelamaan akan semakin menebal dan kemudian mempersempit lumen pembuluh darah.

b. Pada rokok terdapat beberapa kandungan yang membahayakan bagi sistem kardiovaskular di dalam tubuh. Kandungan yang pertama adalah Nikotin, yang mana zat ini dapat mengeraskan dinding arteri sehingga elastisitas dinding arteri menurun. Kedua, Karbon Monoksida, zat ini dapat mengikat hemoglobin yang membuat tubuh menjadi kekurangan oksigen. Ketiga, Akrolein, zat ini dapat mengurangi kadar HDL. HDL bertanggung jawab mengumpulkan kelebihan LDL dalam aliran darah yang mengangkutnya kembali ke hati untuk dibuang.

Aklorein dapat merusak HDL sehingga mengganggu tugas HDL dalam mengumpulkan LDL. Penurunan kadar HDL memungkinkan LDL untuk menumpuk dan bergerak bebas dalam aliran darah. Aklorein memicu proses yang mengubah struktur molekul LDL, sehingga membuatnya menjadi tidak dikenali oleh system kekebalan tubuh. Sistem kekebalan tubuh mengeluarkan sel-sel darah putih untuk menyerang LDL, yang menyebabkan peradangan dab kemudian terakumulasi. Akumulasi ini akan menyebabkan penumpukan plak pada dinding arteri, yang kemudian mengeras seiring berjalannya waktu dan menyebabkan aterosklerosis.

c.