TUGAS TERSTRUKTUR KARBOHIDRAT

download TUGAS TERSTRUKTUR KARBOHIDRAT

of 21

  • date post

    18-Feb-2016
  • Category

    Documents

  • view

    228
  • download

    0

Embed Size (px)

description

ok

Transcript of TUGAS TERSTRUKTUR KARBOHIDRAT

TUGAS TERSTRUKTUR KARBOHIDRATKIMIA ORGANIK

Disusun oleh :

Doni Nurhidayah(A1M014023)Ika Mustikasari(A1M014048)Kris Imanias T(A1M014041)Malinda Dwi A(A1M014065)Revashidqii Baroto(A1M014058)Kifayati Rosiyanti Dewi(A1M014069)M. Sabdo Sampurno(A1M014062)

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGIUNIVERSITAS JENDRAL SOEDIRMANFAKULTAS PERTANIANPURWOKERTO2015

A. DefinisiKarbohidrat merupakan salah satu bahan makanan yang penting dantersebar luas dalaam jaringan binatang maupun tumbuh-tumbuhan. Karbohidrat adalah senyawa yang memiliki rumus umum Cn(H2O)mdengan harga n dan m bisa sama atau berbeda. Namun demikian ada senyawa bukan karbohidrat yang memiliki rumus Cn(H2O)m, misalnya asam etaneat CH3COOH dapat ditarik rumus Cn(H2O)2. Rumus umum karbohidrat CnH2nOm tetap digunakan karena semua karbohidrat memenuhi rumus tersebut, misalnya glukosa C6H12O6 dapat dituliskan C6H12O6. Berdasarkan gugus fungsinya karbohidrat merupakan polihidroksialdehid atau polihroksiketon. Berdasar reaksi hidrolisisnya karbohidrat digolongkan menjadi monosakarida, disakarida, dan polisakarida.

B. Jenis-jenis Karbohidrat1. MonosakaridaMonosakarida adalah satuan unit terkecil dari karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis lagi menjadi molekul karbohidrat yang lebih kecil. Berdasarkan gugusnya, monosakarida digolongkan menjadi golongan aldosa (mengandung gugus aldehid) dan ketosa (mengandung gugus keton). Golongan aldosa terdiri atas glukosa dan galaktosa sedang yang termasuk ketosa adalah fruktosa. Senyawa yang tergolong monosakarida diantaranya sebagai berikut :a) GlukosaMonosakarida yang terpenting, kadang-kadang disebut gula darah (karena dijumpai dalam darah), gula anggur (karena dijumpai dalam buah anggur), atau dekstrosa (karena memutar bidang polarisasi ke kanan). Glukosa digunakan makhluk hidup sebagai sumber energi. Glukosa relatif kurang manis dibandingkan sukrosa, tetapi lebih manis daripada xilosa.

Glukosa rantai Alifatik

Glukosa rantai Siklik

b) FruktosaFruktosa disebut juga levulosa karena memutar bidang polarisasi ke kiri. Fruktosa terdapat dalam buah-buahan, madu, maupun dalam sukrosa. Fruktosa merupakan gula termanis dengan kadar kemanisan 173,3. Fruktosa merupakan contoh monosakarida yang mengandung keton.

Fruktosa rantai alifatik

Fruktosa rantai siklik

c) GalaktosaGalaktosa terdapat dalam disakarida laktosa dalam keadaan terikat dengan glukosa. Galaktosa mempunyai rasa kurang manis daripada xilosa, tetapi lebih manis daripada laktosa. Gula ini kurang larut dalam air.

Galaktosa Rantai Alifatik

Galaktosa Rantai Siklik

d) XilosaXilosa tidak terdapat bebas di alam, tetapi dapat diperolehdari proses hidrolisis terhadap jerami atau kayu. Xilosa terdapat pada urine seseorang yang disebabkan oleh suatu kelainan pada metabolisme karbohidrat. Kondisi seseorang yang demikian disebut pentosuria. Xilosa mempunyai tingkat kemanisan lebih tinggi dibandingkan dengan maltosa.Xilosa Rantai Alifatik

e) RibosaRibosa adalah monosakarida yang membentuk sebagian kerangka polimer dari asam-asam nukleat.Ribosa Rantai Alifatik

2. OligosakaridaDua atau lebih monosakarida bergabung membentuk suatu senyawa dinamakan oligosakarida. Jumlah maksimum monomer yang tergolong oligosakarida tidak pasti, tetapi umumnya sampai delapan monomer. Disakarida terdiri atas dua monosakarida. Ikatan yang menghubungkan kedua monosakarida itu disebut ikatan glikosida, dibentuk dengan cara kondensasi gugus hidroksil pada atom karbon nomor satu dengan gugus hidroksil dari salah satu atom karbon nomor 2, 4, atau 6 pada monosakarida yang lain.a) SukrosaSukrosa tersusun dari molekul glukosa dan fruktosa. Hidrolisis dengan enzim sukrase, sukrosa akan terpecah dan menghasilkan satu molekul glukosa dan satu molekul fruktosa. Sukrosa digunakan sebagai zat pemanis secara langsung dan untuk mengawetkan buah dalam kaleng.

Sifat-sifat sukrosa adalah:1) Bersifat optis aktif putar kanan.2) Tidak dapat mereduksi larutan fehling dan tollens.3) Dapat mengalami hidrolisis menghasilkan glukosa dan fruktosadengan enzim invertase.

Pada hidrolisis ini disertai inversi, yaitu perubahan arah putar bidangpolarisasi cahaya dari arah kanan ke kiri (sehingga sukrosa disebut gula invert).4) Larut dalam air5) Pada pemanasan yang kuat menghasilkan karamel.

b) MaltosaGula ini merupakan disakarida utama yang diperoleh darihidrolisis pati. Hidrolisis maltosa dengan enzim maltase akan menghasilkan dua molekul glukosa. Maltosa mudah larut dalam air dan mempunyai rasa lebih manis daripada laktosa, tetapi kurang manis daripada sukrosa. Maltosa digunakan dalam makanan bayi dan susu bubuk beragi (malted milk).

Sifat-sifat Maltosa:1) Dapat mereduksi larutan fehling maupun tollens2) Dapat dihidrolisis menghasilkan glukosa dengan enzim maltaseMaltosaH+ glukosa + glukosa3) Larut dalam air4) Bersifat optis aktif putar kananc) LaktosaLaktosa merupakan disakarida alamiah yang dijumpaihanya pada binatang menyusui. Air susu sapi dan manusia mengandung sekitar 5 % laktosa. Laktosa diperoleh secara komersial sebagai hasil samping pabrik keju. Hidrolisis laktosa dengan enzim laktase akan menghasilkan satu molekul glukosa dan satu molekul galaktosa.

3. PolisakaridaPolisakarida terdiri atas rantai monosakarida. Polisakarida dapatdigolongkan ke dalam dua kelompok besar secara fungsional, yaitu polisakarida struktural dan polisakarida nutrien. Polisakarida struktural berfungsi sebagai pembangun komponen organel sel dan sebagai unsur pendukung intrasel. Polisakarida yang termasuk golongan ini adalah selulosa (ditemukan dalam dinding sel tanaman), kitosan, kondroitin, dan asam hialuronat.Polisakarida nutrien berperan sebagai sumber cadangan monosakarida.Polisakarida yang termasuk golongan ini adalah paramilum, pati, dan glikogen.Polisakarida merupakan polimer yang disusun oleh rantai monosakarida yang disatukan dengan ikatan glikosida, mempunyai massa molekul tinggi dan tidak larut dalam air atau hanya dapat membentuk emulsi. Hidrolisis lengkap akan mengubah polisakarida menjadi monosakarida (heksosa). Ikatan antara molekul monosakarida yang satu dengan yang lainnya terjadi antara gugus alkohol pada atom C ke-4 molekul yang satu (II) dengan gugus aldehida pada atom C ke-1 molekul monosakarida dengan yang lain.Polisakarida dibedakan menjadi dua jenis, yaitu polisakarida nutrien dan polisakarida struktural. Polisakarida nutrien berfungsi sebagai materi cadangan yang ketika dibutuhkan akan dihidrolisis untuk memenuhi permintaan gula bagi sel. Sedangkan polisakarida struktural berfungsi sebagai materi penyusun dari suatu sel atau keseluruhan organisme.Glikogen dan pati merupakan polisakarida nutrien yang terdapat pada tumbuhan dan manusia sedangkan selulosa merupakan polisakarida strukural yang berfungsi sebagai tulang semu bagi tumbuhan. Pati dan glikogen dihidrolisa di dalam saluran pencernaan oleh amilase, sedangkan selulosa tidak dapat dicerna. Namun, selulosa mempunyai peran penting bagi manusia karena merupakan sumber serat dalam makanan manusia.Berikut ini adalah uraian tentang polisakarida nutrien dan polisakarida struktural.1) Polisakarida Nutrien2) Polisakarida Struktural

C. Uji KualitatifAnalisa kualitatif meliputi Uji Molisch, Uji Barfoed, Uji Benedict, Uji Seliwanoff, dan Uji Iodin. 1. Uji MolischUji Molisch adalah uji kimia kualitatif untuk mengetahui adanya karbohidrat.Uji Molisch dinamai sesuai penemunya yaitu Hans Molisch, seorang alhi botani dari Australia.Uji ini didasari oleh reaksi dehidrasi karbohidrat oleh asam sulfat membentuk cincin furfural yang berwarna ungu. Reaksi positif ditandai dengan munculnya cincin ungu di purmukaan antara lapisan asam dan lapisan sampelSampel yang diuji dicampur dengan reagent Molisch, yaitu -naphthol yang terlarut dalam etanol.Setelah pencampuran atau homogenisasi, H2SO4 pekat perlahan-lahan dituangkan melalui dinding tabung reaksi agar tidak sampai bercampur dengan larutan atau hanya membentuk lapisan.

H2SO4 pekat (dapat digantikan asam kuat lainnya) berfungsi untuk menghidrolisis ikatan pada sakarida untuk menghasilkan furfural.Furfural ini kemudian bereaksi dengan reagent Molisch, -naphthol membentuk cincin yang berwarna ungu.2. Uji SeliwanoffUji Seliwanoff adalah sebuah uji kimia yang membedakan gula aldosa dan ketosa.Ketosa dibedakan dari aldosa via gugus fungsi keton/aldehida gula tersebut. Jika gula tersebut mempunyai gugus keton, ia adalah ketosa. Sebaliknya jika ia mengandung gugus aldehida, ia adalah aldosa. Uji ini didasarkan pada fakta bahwa ketika dipanaskan, ketosa lebih cepat terdehidrasi daripada aldosa.

Seliwanoff-ReactionReagen uji Seliwanoff ini terdiri dari resorsinol dan asam klorida pekat:Asam reagen ini menghidrolisis polisakarida dan oligosakarida menjadi gula sederhana.Ketosa yang terhidrasi kemudian bereaksi dengan resorsinol, menghasilkan zat berwarna merah tua.Aldosa dapat sedikit bereaksi dan menghasilkan zat berwarna merah muda.Fruktosa dan sukrosa merupakan dua jenis gula yang memberikan uji positif. Sukrosa menghasilkan uji positif karena ia adalah disakarida yang terdiri dari furktosa dan glukosa.3. Uji BenedictUji benedict adalah uji kimia untuk mengetahui kandungan gula (karbohidrat) pereduksi.Gula pereduksi meliputi semua jenis monosakarida dan beberapa disakarida seperti laktosa dan maltosa.Nama Benedict merupakan nama seorang ahli kimia asal Amerika, Stanley Rossiter Benedict (17 Maret 1884-21 Desember 1936). Benedict lahir di Cincinnati dan studi di University of Cincinnati.Setahun kemudian dia pergi ke Yale University untuk mendalami Physiology dan metabolisme di Department of Physiological Chemistry.Pada uji Benedict, pereaksi ini akan bereaksi dengan gugus aldehid, kecuali aldehid dalam gugus aromatik, dan alpha hidroksi keton. Oleh karena itu, meskipun fruktosa bukanlah gula pereduksi, namun karena memiliki gugus alpha hidroksi keton, maka