TUGAS TERSTRUKTUR KWN

download TUGAS TERSTRUKTUR KWN

of 21

  • date post

    23-Jan-2018
  • Category

    Documents

  • view

    310
  • download

    2

Embed Size (px)

Transcript of TUGAS TERSTRUKTUR KWN

  1. 1. TUGAS TERSTRUKTUR ANALISIS DAMPAK YANG DITIMBULKAN AKIBAT KABUT ASAP UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH KEWARGANEGARAAN Oleh : MOHASYM BUDI SYAHPUTRA F1F015006 JURUSAN HUBUNGAN INTERNASIONAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO 2015
  2. 2. KATA PENGANTAR Alhamdulillahirrabbilalamin, puji syukur kehadirat Allah SWT atas berkahan rahmad dan hidayahnya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik. Tugas ini adalah tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan oleh bapak Drs. Bambang Suswanto, M.Si Dalam menyelesaikan tugas ini penulis banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak Drs. Bambang Suswanto, M.Si yang telah memberikan bimbingan, kepada orang tua yang selalu memberikan dukungan dan semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian tugas ini. Penulis berharap tulisan ini dapat bermanfaat bagi khalayak umum, meskipun dalam penulisan tugas ini masih banyak kekurangan dan jauh dari kata sempurna, oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritikan yang membangun agar tugas ini dapat lebih baik lagi. Akhir kata penulis berharap agar tugas ini bermanfaat bagi semua pembaca PURWOKERTO, SEPTEMBER 2015 Penulis
  3. 3. DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG 1.2 RUMUSAN MASALAH BAB 2 PEMBAHASAN A. PENGERTIAN KABUT ASAP B. DAMPAK KABUT ASAP C. DAMPAK KABUT ASAP TERHADAP PEREKONOMIAN MALAYSIA DAN SINGAPORE D. USAHA PEMERINTAH DALAM MENANGANI KABUT ASAP E. BENTUK TANGGUNG JAWAB NEGARA BAB 3 PENUTUP 1.1 KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA
  4. 4. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Masalah asap kebakaran hutan di Indonesia adalah masalah yang tak kunjung selesai, kebakaran hutan selalu terjadi setiap tahunnya, bahkan kebakaran hutan dari tahun ke tahun tidak semakin berkurang malah semakin bertambah besar. Kurangnya sosialisasi pemerintah tentang resiko dari asap kebakaran hutan dinilai menjadi penyebab makin banyaknya kebakaran hutan setiap tahun. Hutan sendiri merupakan suatu sumber daya alam yang menyediakan berbagai kebutuhan manusia. Padahal hutan adalah komponen penting dalam dunia ini, hutan sendiri merupakan suatu atau asosiasi pohon-pohon yang cukup rapat dan menutup areal yang cukup luas sehingga akan dapat membentuk iklim mikro yang kondisi ekologis yang khas serta berbeda dengan areal luarnya.1 istilah hutan dianggap sebagai persekutuan antara tumbuhan dan binatang dalam suatu asosiasi biotis. Asosiasi ini bersama-sama dengan lingkungannya membentuk suatu sistem ekologis dimana organisme dan lingkungan saling berpengaruh di dalam suatu siklus energi yang kompleks.2 Penyebab dari masalah kebakaran hutan adalah karena banyak perusahaan ataupun warga yang membuka lahan perkebunan atau land clearing dengan cara membakar lahan, alasannya karena dengan membakar biayanya lebih murah dan efisien ketimbang harus 1 Anonimous. 1997. 2 Spurr. 1973.
  5. 5. dengan cara lain. Pemerintah memberikan hak penguasaan hutan (HPH) kepada pengusaha-pengusaha perkebunan sawit. kebanyakan lahan yang dibakar adalah lahan gambut sehingga menyebabkan bencana kebakaran yang begitu besar dan pada akhirnya menimbulkan masalah baru yaitu transboundary haze pollution. Penerapan metode land clearing dengan pembakaran hutan ini bertentangan dengan hukum nasional Indonesia sendiri. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 Bab III Pasal 5 ayat (1) menyatakan bahwa Setiap orang mempunyai hak yang sama atas lingkungan hidup yang baik dan sehat3.Selain itu, Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28 H ayat (1) UUD 1945 pasca Amandemen menyatakan bahwa Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.4 1.2 Rumusan Masalah Apa pengertian dari kabut asap ? Bagaimanakah dampak kabut asap bagi manusia dan lingkungan ? Bagaimanakah dampak polusi kabut asap yang terjadi di Riau terhadap negara Malaysia dan Singapura (transboundary haze) ? Bagaimana usaha pemerintah dalam menangani masalah kabut asap ? 3 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 BAB III Pasal 5 Ayat 1 4 UUD 1945 Pasal 28 HAyat 1
  6. 6. BAB 2 A. PENGERTIAN KABUT ASAP Seperti yang kita ketahui kabut asap merupakan kasus pencemaran udara berat yang diakibatkan mulai dari kebakaran hutan, hasil pembuangan asap mobil dan lain sebagainya. Kabut asap bisa terjadi berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Dalam keadaan cuaca yang menghalangi sirkulasi udara kabut asap bisa menutupi suatu wilayah dalam jangka waktu yang lama. Kabu asap senediri merupakan koloid jenis aerosol padat dan aerosol cair. Kabut sendiri terbentuk karena udara yang jenuh akan uap air didinginkan dibawah titik bekunya. Kabut asap yang berasal dari pembuangan asap mobil mobil dan polutan lainnya sangat berbahaya karena mengandung hidrokarbaon dan oksida-oksida nitrogen yang dirubah menjadi kabut berasap fotokimia oleh sinar matahari. 1.1 Jenis-jenis kabut Kabut Advection Kabut advection adalah kabut yang terbentuk dari aliran udara yang melalui suatu permukaan yang memiliki suhu yang berbeda. Salah satu contoh kabut ini adalah kabut Laut yang terjadi ketika udara yang basah dan hangat mengalir di atas suatu permukaan yang dingin. Kabut laut sering muncul di sepanjang pesisir pantai dan di tepi-tepi danau. Salah satu jenis yang lain dari Kabut Advection disebut Kabut Uap. Kabut ini terbentuk dari aliran udara dingin yang melalui air hangat. Uap air dari hasil penguapan permukaan air secara terus menerus, bertemu dengan udara dingin. Ketika udara mencapai titik
  7. 7. jenuh, maka kelebihan uap air secara cepat mengembun menjadi kabut yang berasal dari penguapan permukaan air. Kabut Uap sering muncul pada saat udara dingin bertiup di atas danau yang luas dan bertiup diatas danau yang hangat. Kabut Frontal Kabut frontal terbentuk melalui suatu pertemuan antara dua masa udara yang berbeda temperaturnya. Kabut ini terbentuk ketika hujan turun dari masa udara yang hangat ke dalam masa udara yang dingin tempat uap air menguap. Dengan demikian akan menyebabkan uap air pada udara dingin melampau titik jenuh. Kabut Radiasi Kabut radiasi terbentuk pada malam yang tenang dan bersih, ketika tanah memancarkan kembali panas ke dalam udara. Satu lapis kabut terbentuk di seluruh permukaan tanah, dan secara bertahap bertambah menjadi tebal. Kabut Radiasi sering muncul di lembah- lembah yang dalam. Kabut Gunung Kabut gunung terbentuk ketika uap air bergerak menuju ke atas melewati lereng-lereng gunung. Udara dingin bergerak ke atas lereng sampai tidak sanggup menahan uap air. Titik-titik kabut kemudian terbentuk di sepanjang lereng gunung.
  8. 8. B. DAMPAK KABUT ASAP 1.1 Dampak Kabut Asap bagi Manusia Penyebab dari kabut asap sendiri yaitu banyaknya kebakaran hutan yang terjadi, khususnya daerah Riau yang setiap tahun selalu terjadi kebakaran hutan, ditambah lagi disaat musim kemarau panjang, lahan gambut yang luas menjadi pemicu besarnya kebakaran hutan yang terjadi. Sampai saat ini masi belum ada penanganan yang tepat untuk menghentikan kebakaran hutan. Tercatat kebakaran hutan di Riau mencapai 55 hotspot (sumber Staf Analisa Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru Yesi Chisty kepada Okezone, Senin (14/9/2015). Hasil dari kebakaran ini jelas adalah kabut asap yang berdampak buruk bagi masyarakat Riau. Jalur transportasi masyarakat dari darat, laut, udara mulai terganggu akibat bencana kabut asap. Banyak kecelakaan lalu lintas terjadi akibat jarak pandang yang pendek hanya beberapa meter saja. Kabut asap juga sangat membahayakan kesehatan, sudah mulai banyak masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan. Infeksi pernapasan atau ispa adalah penyakit yang bnyak diderita masyarakat akibat menghirup asap. Dinas Kesehatan Riau menyebutkan hingga kini sebanyak 9.386 orang terjangkit penyakit akibat paparan asap. "Pasien berasal dari seluruh daerah di Riau," kata Kepala Dinas Kesehatan Riau, Andra Sjfril, saat dihubungi Tempo, Sabtu, 5 September 2015. Menurut Andra, pasien mengidap penyakit berbeda akibat asap yakni penderita saluran
  9. 9. pernafasan atas (ISPA) sebanyak 7.312 orang, asma 296 orang, pneumonia 290 orang, iritasi mata 485 orang dan iritasi kulit 903 orang. Berdasarkan Indeks Standar Pencemaran Udara yang dikeluarkan Badan Lingkungan Hidup Riau, kualitas udara berada dalam kategori tidak sehat hingga berbahaya terjadi di setiap daerah. Menurut Andra, dengan kondisi cuaca buruk akibat asap ini sebaiknya masyarakat Riau mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama bagi anak di bawah umur dan berusia lanjut. Dinas Kesehatan Riau telah memerintahkan seluruh Puskesmas mendirikan posko di setiap daerah serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat rawat inap dan gawat darurat. "Kami sudah salurkan 100 ribu masker ke seluruh wilayah," ujarnya. Kabut asap tidak hanya mendatangkan penyakit bagi warga Riau, tetapi juga melumpuhkan aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Kemarin, 52 penerbangan terpaksa dibatalkan akibat jarak pandang hanya 500 meter. Sedangkan untuk hari ini, Sabtu, 5 September 2015, delapan pesawat terpaksa menunda keberangkatan hingga siang. Sejumlah pesawat dapat terbang saat cuaca mulai membaik pada pukul 12.00. "Pesawat akan terbang jika jarak pandang berada di atas 1.000 meter," kata Manajer Bandara SSK II, Ibnu Hasan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru menyebutkan satelit Tera dan Aqua memantau 390 titik panas di Sumatera. Empat belas titik di antaranya terdapat di Riau. "Titik panas terpantau pukul 07.00 pagi," kata Kepala BMKG Pekanbaru Sugarin,
  10. 10. Sumatera Selatan masih menjadi penyumbang titik panas terbanyak mencapai 224 titik, disusul Jambi 92 titik, Lampung 25 titik, Bangka Belitung 13 titik, Sumatera Utara sembilan titik, Sumatera Barat lima titik, Bengkulu lima titik, dan Kepul