TUGAS TERSTRUKTUR

download TUGAS TERSTRUKTUR

of 25

  • date post

    12-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    66
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of TUGAS TERSTRUKTUR

TUGAS TERSTRUKTUR PENGARUH SHALAT BAGI KESEHATANDiajukan untuk memenuhi salah satu kriteria penilaian mata kuliah Pendidikan Agama Islam tahun akademik 2010/2011

Disusun Oleh : Ari Wirahyani G1B010051 KEMENTRIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN JURUSAN KESEHATAN MASYARAKAT 2010

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan karunia serta hidayah-Nya kepada penulis sehingga makalah ini dapat diselesaikan. Salawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan umatnya yang senantiasa istiqomah hingga akhir zaman, amin. Tidak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada : Bapak Drs. Tutur Chundori, MA, selaku dosen pengampu pada mata kuliah Pendidikan Agama Islam yang telah mengarahkan penulis dalam menyusun makalah ini. Teman-teman yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan makalah ini. Bapak dan Ibu penulis yang senantiasa memberikan doa restu kepada penulis. Semua pihak yang telah membantu penyelesaian makalah ini. Penulis menyadari bahwa karya tulis ini masih belum sempurna, karena itu penulis menerima saran dan kritik membangun dari pembaca. Semoga makalah ini mampu memberikan manfaat bagi pembaca.

Tasikmalaya, September 2009

Penulis

DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR...........................................................................................................i DAFTAR ISI........................................................................................................................... ii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah................................................................................................ 1 1.2 Rumusan Masalah..........................................................................................................1 1.3 Tujuan............................................................................................................................ 1 1.4 Metode yang Digunakan................................................................................................2 BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengaruh Shalat Bagi

Kesehatan...................................................................................3 2.2 Tata Cara Shalat yang Benar Menurut Islam..................................................................8 BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan.....................................................................................................................19 3.2 Saran...............................................................................................................................20 BAB IV DAFTAR PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Bagi orang islam shalat merupakan tiang agama, orang yang melakukan amal kebaikan tanpa dibarengi dengan kewajibannya melaksanakan shalat maka semua amal ibadahnya hanyalah sia-sia, tidak ada harganya, dan hanya membuang-buang tenaga saja, karena shalat adalah kunci dari segala amal ibadah, apabila shalat yang dilakukan sudah benar maka amal ibadah yang dilakukanpun akan ada harganya di mata Allah SWT serta semua amalnya pun akan diterima, sehingga pahala bisa diperoleh. Adanya makalah ini dilatarbelakangi oleh rasa ingin tahu penulis mengenai manfaat melaksanakan shalat dari segi kesehatan, selain shalat merupakan tiang agama tetapi shalat juga dapat memberikan pengaruh terhadap kesehatan jasmani dari mulai takbiratul ihram, ruku, sujud, tahiyat dan yang lainnya. Maka dari itu, beruntunglah bagi orang-orang islam yang selalu melaksanakan dan menegakkan shalatnya, karena bukan hanya pahala dan kesehatan dari segi rohani saja yang didapatkan tetapi dari segi jasmani juga sangat berpengaruh sekali. Rumusan Masalah Adapun yang menjadi rumusan dalam masalah ini adalah sebagai berikut : Apa manfaat shalat bagi kesehatan selain merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan orang islam ? Bagaimana cara-cara shalat yang benar agar sesuai dengan yang diperintahkan ?

Tujuan Masalah Adapun tujuan yang ingin penulis capai adalah sebagai berikut : Untuk mengetahui manfaat shalat bagi kesehatan. Untuk mengetahui cara-cara shalat yang benar dan sesuai dengan yang telah diperintahkan.

Metode yang Digunakan Adapun metode yang digunakan penulis adalah dengan mencari informasi lewat situs-situs yang ada di internet dan dengan melakukan wawancara kepada orang yang paham tentang agama. Dalam hal ini penulis mencari informasi melalui situs www.google.com.

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengaruh Shalat Bagi Kesehatan Selama ini sholat yang dilakukan lima kali sehari, sebenarnya telah memberikan investasi kesehatan yang cukup besar bagi kehidupan. Mulai dari berwudlu ( bersuci ), gerakan sholat sampai dengan salam memiliki makna yang luar biasa hebatnya baik untuk kesehatan fisik, mental bahkan keseimbangan spiritual dan emosional. Tetapi sedikit sekali yang memahaminya. Berikut rangkaian dan manfaat kesehatan dari rukun Islam yang kedua ini. Sebelum shalat orang islam melakukan wudhu terlebih dahulu. Adapun manfaat wudlu itu adalah kulit yang merupakan organ yang terbesar dalam tubuh fungsi utamanya adalah membungkus tubuh serta melindungi tubuh dari berbagai ancaman kuman, racun, radiasi juga mengatur suhu tubuh, fungsi ekskresi ( tempat pembuangan zat-zat yang tak berguna melalui pori-pori ) dan media komunikasi antar sel syaraf untuk rangsang nyeri, panas, sentuhan secara tekanan. Begitu besar fungsi kulit maka kestabilannya ditentukan oleh pH (derajat keasaman) dan kelembaban. Bersuci merupakan salah satu metode menjaga kestabilan tersebut khususnya kelembaban kulit. Kalu kulit sering kering akan sangat berbahaya bagi kesehatan kulit terutama mudah terinfeksi kuman. Dengan bersuci berarti terjadinya proses peremajaan dan pencucian kulit, selaput lendir, dan juga lubang-lubang tubuh yang berhubungan dengan dunia luar (pori kulit, rongga mulut, hidung, telinga). Seperti yang telah diketahui bahwasanya kulit merupakan tempat berkembangnya banyak kuman dan flora normal, diantaranya Staphylococcus epidermis, Staphylococcus aureus, Streptococcus pyogenes, Mycobacterium sp (penyakit TBC kulit). Begitu juga dengan rongga hidung terdapat kuman Streptococcus pneumonia (penyakit pneumoni paru), Neisseria sp, Hemophilus sp.Seorang ahli bedah diwajibkan membasuh

kedua belah tangan setiap kali melakukan operasi sebagai proses sterilisasi dari kuman. Keutamaan Berkumur Berkumur-kumur dalam bersuci berarti membersihkan rongga mulut dari penularan penyakit. Sisa makanan sering mengendap atau tersangkut di antara sela gigi yang jika tidak dibersihkan ( dengan berkumur-kumur atau menggosok gigi) akhirnya akan menjadi mediasi pertumbuhan kuman. Istinsyaq berarti menghirup air dengan lubang hidung, melalui rongga hidung sampai ke tenggorokan bagian hidung (nasofaring). Fungsinya untuk mensucikan selaput dan lendir hidung yang tercemar oleh udara kotor dan juga kuman. Dengan istinsyaq mudahmudahan kuman infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dapat dicegah. Begitu pula dengan pembersihan telinga sampai dengan pensucian kaki beserta telapak kaki yang tak kalah pentingnya untuk mencegah berbagai infeksi cacing yang masih menjadi masalah terbesar di negara ini. Setelah berwudhu umat islam melakukan shalat sebagai kewajibannya, setiap satu rakaat shalat terdapat gerakan-gerakan seperti takbiratul ihram, ruku, itidal, sujud, duduk iftirosy dan tawarruk, dan salam. Gerakan-gerakan ini mempunyai manfaat masing-masing. Misalnya: Takbiratul Ihram

Berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah. Manfaatnya adalah bahwa gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas. Ruku

sempurna ditandai tulang belakang

Rukuk yang yang lurus

sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang. Manfaatnya adalah bahwasanya postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah latihan kemih untuk mencegah gangguan prostat. Itidal

Bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak setelah, mengangkat kedua tangan setinggi telinga. Manfaatnya bahwa itidal adalah variasi postur setelah rukuk dan sebelum sujud. Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang baik. Organ-organ pencernaan di dalam perut mengalami lancar. pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih

Sujud Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai. Manfaatnya akan mengakibatkan aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Karena itu, lakukan sujud dengan tumaninah, jangan tergesa gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan. Di dalam otak manusia, terdapat urat saraf yang tidak dialiri oleh darah. Darah tidak akan memasuki urat saraf di dalam otak tersebut melainkan ketika seseorang tersebut sujud dalam shalat. Urat tersebut memerlukan dar