Tugas Terstruktur Ppip Gabungan Jadi

download Tugas Terstruktur Ppip Gabungan Jadi

of 38

  • date post

    25-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    184
  • download

    8

Embed Size (px)

Transcript of Tugas Terstruktur Ppip Gabungan Jadi

TUGAS TERSTRUKTUR PERENCANAAN PROYEK INDUSTRI PANGAN

STUDI KELAYAKAN PENDIRIAN INDUSTRI SIRUP MARIJENE DI WILAYAH KABUPATEN WONOSOBO

Disusun Oleh : Anisa Pujirahayu Novi Tri Wahyuni A1M010002 A1M010031

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS PERTANIAN PROGRAM STUDI ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN PURWOKERTO 2012

Latar Belakang

Pengembangan bidang industri menjadikan kebijakan yang prioritas pemerintahan dalam usaha menciptakan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kebijakan ini berorientasi pada keadaan sumber daya alam Indonesia yang sangat potensial dalam bidang industri. Aspek-aspek yang harus diperhatikan dalam pembangunan suatu industri adalah aspek-aspek mengenai studi klayakan. Studi kelayakan yang harus diperhatikan antara lain : aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan teknologis, aspek manajemen operasional, aspek yuridis, aspek finansial. Aspek-aspek

tersebut untuk memastikan agar produk yang dibuat diterima oleh masyarakat luas dan diterima dengan baik. Studi Kelayakan Bisnis (SKB) adalah suatu kegiatan yang mempelajari secara mendalam tentang suatu usaha atau bisnis yang akan dijalankan, dalam rangka menentukan layak atau tidak usaha tersebut dijalankan dengan menganalisis berbagai macam aspek. Namun investasi tersebut juga harus memperhatikan kondisi-kondisi dibidang ekonomi, hukum, politik, budaya, keamanan, perilaku dan perubahan lingkungan masyarakat karena sering kali terjadi ketidakpastian yang dapat mengakibatkan apa yang sudah direncanakan menjadi tidak tercapai. Bahan baku yang digunakan dalam perencanaan proyek industi pangan adalah kombinasi penggunaan jeruk nipis dan markisa. Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) termasuk salah satu jenis citrus Geruk. Jeruk nipis termasuk jenis tumbuhan perdu yang banyak memiliki dahan dan ranting. Batang pohonnya berkayu ulet dan keras. Sedang permukaan kulit luarnya berwarna tua dan kusam. Tanaman jeruk nipis pada umur 2,5 tahun sudah mulai berbuah. Bunganya berukuran kecil-kecil berwama putih dan buahnya berbentuk bulat sebesar bola pingpong berwarna (kulit luar) hijau atau kekuning-kuningan. Buah jeruk nipis yang sudah tua rasanya asam. Tanaman jeruk umumnya menyukai tempat-tempat yang dapat memperoleh sinar matahari langsung.

I.

Aspek Pasar dan Pemasaran

Aspek pasar dan pemasaran merupakan aspek yang pertama dianalisis dalam kajian ini. Analisis yang dilakukan pada aspek pasar dan pemasaran antara lain riset pasar yang meliputi proyeksi permintaan dan penawaran, perkembangan harga serta strategi pemasaran yang mencakup strategi harga, produk, tempat distribusi, dan promosi. Apabila permintaan pasar menguntungkan maka usulan proyek memiliki prospek atau layak jika ditinjau dari aspek pasar dan pemasaran. Kajian aspek pasar dan pemasaran bertujuan untuk mengetahui keadaan objek di masa lalu dan saat ini, sedangkan tujuan pemasaran dalam ilmu marketing adalah untuk mengendalikan pasar di waktu yang akan datang (Subagyo, 2007). Dalam melakukan penelitian terhadap aspek pasar dan pemasaran perlu diadakan penelitian terhadap beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu Permintaan, Penawaran, Proyeksi permintaan dan penawaran, Proyeksi penjualan, Produk (barang/jasa), Segmentasi pasar, Strategi dan implementasi pemasaran.

1. Permintaan dan Penawaran Sirup Marijene merupakan produk olahan sirup kombinasi antara markisa dan jeruk nipis yang baru akan dikembangkan di wilayah Kabupaten Wonosobo, sehingga sampai saat ini belum banyak diketahui jumlah penawaran secara pasti. Jumlah permintaan berhubungan dengan jumlah penawaran. Permintan adalah banyaknya jumlah barang yang diminta pada suatu pasar tertentu dengan tingkat harga tertentu pada tingkat pendapatan tertentu dan dalam periode tertentu. Sedangkan penawaran adalah mengukur responsif penawaran sebagai akibat perubahan harga. Dengan kualitas yang baik dan mengingat sirup Marijene merupakan produk baru di pasaran, maka peluang untuk penawaran sirup jeruk nipis masih sangat besar selain itu didukung dengan cara menentukan strategi pemasaran yang tepat.

2. Perkembangan Harga Bahan baku yang akan digunakan dalam pembuatan sirup Merijene (untuk 6 botol/ 1 dus) yaitu : Bahan-bahan Jeruk nipis Markisa Gula pasir Botol Dus Label Ukuran 3 Kg 3 Kg 6 Kg 6 1 6 Harga Rp. 9000 Rp. 9000 Rp. 36.000 Rp. 15.000 Rp. 500 Rp. 6000

Jumlah Rp. 75.500,- untuk 6 botol Modal per buah Rp. 75.500,- : 6 = Rp. 13.000,Harga jual per botol = Rp. 17.000,Harga jual per dus = Rp. 100.000,-

3. Saingan Usaha Potensi persaingan produk sirup berbahan dasar markisa dan jeruk nipis dapat ditinjau dari aspek persaingan produk sejenis. Persaingan produk sirup memang cukup tinggi dilihat dari bahan baku pembuatan sirup yang berbeda, misalnya sirup strawberry, melon, anggur, frambozen dan sebagainya. Akan tetapi sirup yang berbahan dasar kombinasi antara markisa dan jeruk nipis masih jarang ditemukan di pasaran dan sirup marijene ini merupakan produk baru yang dikembangkan di kabupaten Wonosobo. Wonosobo merupakan wilayah dengan dataran tinggi yang mudah untuk membudidayakan markisa dan jeruk nipis, sehingga bahan baku yang dibutuhkan akan mudah didapat.

4. Strategi Pemasaran Kotler (2003) menyatakan bahwa strategi pemasaran adalah pendekatan rata-rata yang akan digunakan oleh unit bisnis dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan lebih dahulu, didalamnya tercantum keputusan-keputusan

pokok mengenai target pasar, penempatan produk dipasar, bauran pemasaran dan tingkat biaya pemasaran yang diperlukan. Perusahaan juga memerlukan perencanaan dan pengawasan yang matang, serta tindakan-tindakan konkrit dan terprogram. Lebih lanjut Kotler (2003) menyatakan bahwa perusahaan dapat melakukan empat macam tindakan bauran pemasaran yaitu product, price, place and promotion (4P). a. Produk (product) Strategi produk adalah suatu strategi yang berkaitan dengan produk yang akan diproduksi dan dipasarkan oleh perusahaan. Strategi yang tepat dapat menjadikan produk lebih unggul dibandingkan dengan produk saingannya. Produk yang akan ditawarkan harus sudah melewati beberapa tahapan uji produk. Spesifikasi produk ditentukan sebagai standar kualitas yang meliputi bahan baku yang digunakan, proses pembuatan, ukuran, warna, rasa, tekstur, bentuk, dan sebagainya (Subagyo, 2007). Pihak perusahaan terlebih dahulu harus mendefinisikan, memilih, dan mendesain suatu produk disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan konsumen agar investasi yang ditanam dapat berhasil dengan baik. Strategi produk yang dilakukan oleh perusahaan dalam mengembangkan suatu produk adalah antara lain: Penentuan logo dan moto Logo merupakan cirri khas suatu produk, sedangkan moto merupakan serangkaian kata-kata yang berisikan misi dan visi perusahaan dalam melayani masyarakat. Baik logo dan moto harus dirancang dengan benar. Logo industri sirup yang akan kami dirikan adalah sirup kombinasi antara jeruk nipis dan markisa, dilogo tersebut ada buah jeruk nipis dan markisanya. Karena memang kami menggunakan buah jeruk nipis dan markisa sebagai bahan baku pembuatannya. Sedangkan moto dari industri ini yaitu Mie lokal rasa nasional Menciptakan merek

Merek merupakan suatu hal penting bagi konsumen untuk mengenal barang atau jasa yang ditawarkan. Pengertian merek sering diartikan sebagai nama, istilah, simbol, desain, atau kombinasi dari semuanya. Merek sirup dari industri yang akan didirikan yaitu Marijane. Menciptakan kemasan Kemasan merupakan pembungkus suatu produk. Penciptaan kemasan pun harus memenuhi berbagai persyaratan, seperti kualitas kemasan, bentuk, warna dan persyaratan lainnya. Penampilan produk sangat berpengaruh karena selain dapat melindungi produk juga sebagai daya tarik bagi konsumen. Sirup yang dihasilkan dikemas dalam botol kaca yang terjaga kebersihannya, tidak mudah terkontaminasi dengan lingkungan di luar kemasan. Kemasan yang digunakan menarik, pencatatan administrasi dan identifikasi pada kemasan dilengkapi oleh label yang berisi informasi mengenai produk seperti nama perusahaan, nama barang, tanggal produksi, berat bersih dan batas kadaluarsa. Pencantuman sertifikasi mutu dan instansi atau badan yang berwenang juga sangat membantu bagi pembeli untuk menjamin mutu barang. Keputusan label Label merupakan sesuatu yang dilengketkan pada produk yang ditawarkan dan merupakan bagian dari kemasan. Di dalam label harus dijelaskan siapa yang membuat, dimana dibuat, kapan dibuat, cara menggunakannya, waktu kadaluarsa dan informasi lainnya. Strategi yang tepat dapat menjadikan produk lebih unggul dibandingkan dengan produk saingannya. Keunggulan dari produk ini adalah keunikan karena produk ini merupakan produk baru yang lain dari pada produk yang selama ini ada dipasaran, serta kombinasi buah yang digunakan antara markisa dan jeruk nipis merupakan inovasi baru dalam industri sirup sehingga masyarakat ingin mengetahui lebih lanjut mengenai sirup markisa dan jeruk nipis dengan cara membeli produk tersebut. Selain itu, karena produk ini merupakan produk yang sangat bermanfaat bagi

kesehatan tubuh dan juga jenis produk ini masih jarang yang memproduksi.

b. Harga (price) Satu-satunya aspek dalam strategi pemasaran yang menghasilkan pendapatan adalah harga. Strategi penetapan harga produk dilakukan sebelum produk dipasarkan. Perusahaan akan menetapkan harga

berdasarkan analisis biaya produksi dan penjualan serta laba yang diinginkan. Besarnya biaya produksi sangat tergantung pada beberapa variabel seperti bahan baku, tenaga kerja, alat dan bahan produksi, besarnya investasi, perawatan, penyusutan dan kondisi pasar. Harga yang dipasarkan untuk satu botol sirup marijene adalah sebesar Rp 17.000,-. Dengan harga yang relatif murah dan dapat dijangkau oleh semua lapisan masyarakat serta sirup merupakan produk baru maka usaha sirup sangat memungkinkan untuk dikembangkan. Disamping itu manfaat dari kombinasi dua buah ini m