Tentir Gastrointestinal New

download Tentir Gastrointestinal New

of 185

  • date post

    22-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    183
  • download

    16

Embed Size (px)

description

Tentir GI

Transcript of Tentir Gastrointestinal New

  • TENTIR GASTROINTESTINAL

    SUMATIF I

    Oleh:

    MedArmy13

    SEMESTER GAZAL

    TAHUN AKADEMIK 2014/2015

  • Fisiologi Gastrointestinal

    Helloooooo,,, kita berjumpa lagi deh, , Kali ini devisi fisiologi akan

    menyajikan sarapan special buat temen-temen semua, insyallah

    bakalan mengeyangkan dan dapat menyehatkan your couple

    brain hehehehe. So, berdoa dulu yaa sebelum memulai !! Keep

    Smile, God Bless You,,, Fighting !!

    Ini merupakan bagian-bagian yang terkait dengan fisiologi sistem

    gastrointestinal, yukk kita cek sama-sama :

    a. CNS

    Sistem neuron sensorik pencernaan mengirimkan informasi ke

    otak yang mengintegrasikan sinyal dan kemudian mengirimkan

    feedback ke sistem pencernaan. Jadi otak ini juga bagian dari

    pencernaan karena semuanya itu perlu dikontrol oleh otak.

    b. Oral

    c. Pharyngeal - membantu meneruskan bolus makanan dari

    rongga mulut ke esophagus.

    d. Esophageal - membantu meneruskan bolus makanan dari

    faring ke lambung.

    e. UGI

    Upper GI; mulai dari mulut, faring, esofagus, gaster,

    duodenum, sampai proksimal jejunum

    f. LGI

    Lower GI; mulai dari distal jejunum, ileum, cecum, sampai

    kolon

    Proses Neurologis

    Informasi sensorik, bertanggung jawab untuk pengolahan informasi

    sensorik. Sistem sensorik ini terdiri dari:

    1. Penglihatan, diteruskan ke primary visual cortex. Ransangan

    ini merupakan yang paling kuat dalam merangsang rasa lapar.

  • Biasa kan kalau di restoran lebih tertarik kalo melihat

    gambarnya, iya kan?

    2. Pendengaran, diteruskan ke primary auditory cortex

    3. Pembauan, melalui bulbus olfaktori

    4. Sentuhan, diteruskan ke primary somatosensory cortex (area

    Brodmann 3,1,2)

    5. Pengecap, untuk membedakan berbagai macam rasa (manis,

    asin, asam, dan pahit)

    Sensasi yang kita rasakan seperti penglihatan, pendengaran,

    pengecapan dan olfaktorik (penghiduan), masing-masing itu

    mempunyai regio berbeda untuk memproses masukan sensorisnya.

    Jadi semua sensasi ini harus mencapai korteks agar dapat diproses oleh

    otak. Korteks visual berlokasi di lobus oksipitalis menerima informasi

    dari mata. Korteks auditorius berlokasi di lobus

    temporalis,menerima informasi dari telinga. Korteks Olfaktorius,

    suatu regio kecil di lobus temporalis menerima masukan dari

    kemoreseptor di hidung.Korteks Gustatorius menerima informasi

    sensorik dari pengecapan.

    Hypothalamus

    Udah pada tau dong ya sama hipotalamus, jadi hipotalamus itu adalah

    bagian otak yang mengatur rangsang lapar dan kenyang. Ada 2 jenis

    control di hipotalamus yaitu :

    a. Feeding Centre (pusat lapar)

    Area hipothalamus yang berfungsi sebagai pusat lapar adalah

    area hipothalamus lateral. Apabila area ini rusak pada kedua

    sisi hipotahalamus akan menyebabkan hilangnya nafsu makan

    yang kadangkala bisa menyebabkan kematian karena

    kelaparan.

    Stimulus yang paling kuat dalam lapar adalah kadar gula

    darah, jika kadar gula darah tersebut menurun maka akan

    menstimulasi rasa lapar. Stimulus untuk rasa lapar juga

    tergantung pada jam biologis masing-masing individu.

    b. Satiety centre (Pusat kenyang)

    Terletak di nuklei ventro medial, bila pusat ini diransang

    dengan listrik hewan yang sedang makan tiba-tiba

    menghentikan makan dan mengabaikan makanan tersebut.

    Namun, bila area ini dirusak secara bilateral hewan tersebut

    tidak dapat di puaskan, malahan pusat rasa lapar yang terdapat

    di hipotahalmus menjadi sangat aktif sehingga hewan menjadi

    sangat rakus.

    Stimulus untuk rasa kenyang sendiri itu adalah saat glukosa

    darah tiggi, peregangan pada lambung dan kontrol oleh korteks

    NPY dan Oreksin

    Ini sedikit penjelasan tentang NPY dan oreksin :

    Sebuah molekul sinyal kunci adalah neuropeptida Y (NPY), yaitu

    neurotransmitter otak yang tampaknya merupakan ransang bagi

    asupan makanan. Pada hewan berberat normal, leptin

    menghambat NPY melalui jalur umpan balik negative

    Peneliti juga baru menemukan peptida penginduksi lapar yaitu

    oreksin atau hipokretin dengan mengisolasi mRNA yang

    diekspresikan dalam suatu daerah hipotalamus. Peneliti lain juga

    menemukan bahwa peptida oreksin bekerja mundur dengan

    menggandeng protein G orphan untuk menemukan ligan

    peptidanya.

  • Gastrointestinal

    Sistem pencernaan melakukan enam proses pencernaan dasar :

    1. Ingesti

    Merupakan proses masuknya makanan ke dalam mulut. Di mulut

    itu ada pencernaan mekanis dan kimiawi. Pencernaan mekanis

    dibantu oleh gigi sedangkan pencernaan kimiawi dibantu oleh

    enzim, terutama enzim amylase yang memecah karbohidrat.

    2. Sekresi

    Setiap sekresi pencernaan terdiri dari air, elektrolit, dan

    konstituen organik spesifik yang penting dalam proses

    pencernaan, misalnya enzim, garam empedu, atau mukus. Sekresi

    semua getah pencernaan memelurlukan energi baik untuk transfor

    aktif sebagian bahan mentah kedalam sel maupun untuk sintesis

    produk sekretorik oleh RE. Dalam keadaan normal sekresi

    pencernaan direabsobsi dalam suatu bentuk kembali ke darah

    setelah ikut serta kedalam proses pencernaan.

    Sel-sel khusus menyeresi mukus. Mukus merupakn sekresi

    kental yang terutama terdiri dari glikoprotein yg secara kolektif

    disebut musin. Fungsi utama mukus adalah membentuk lapisan

    pelindung mukosa GI dan untuk membasahi isi saluran cerna.

    Sistem digesti menyereksi ion dan air. Sebagian besar dari 7 L

    cairan yg disekresi oleh sitem cerna setiap harinya terdiri dari air

    dan ion-ion, khususnya Na+, K+,Cl-,HCO3-, dan H+. Awalnya ion-

    ion disekresikan kedalam lumen saluran cerna kemudian

    direabsopsi. Air mengikuti gradien osmotik yang dihasilkan oleh

    perpindahan zat terlarut dari satu sisi epitel ke sisi lainnya melalui

    kanal membran atau diantar sel-sel ( jalur para seluler).

    Enzim pencernaan disekresi kedalam lumen oleh kelenjar

    eksokrin (kelenjar saliva dan prakreas) atau oleh sel-sel epitel

    mukosa lambung dan usus halus. Banyak enzim-enzim usus tidak

    di lepeas secara bebas ke dalam lumen tetapi enzim-enzim

    tersebut tetap terikat pada membran apikal sel-sel usus.

    Saliva merupakan sekresi eksokrin cairan hiposmotik

    kompleks yang disekresi oleh kelenjar saliva di dalam rongga

    mulut. Komponen saliva mencakup air, ion, mukus, dan protein

    seperti enzim dan imunuglobulin.

    Hati menyekresi empedu yang merupakan larutan non enzim.

    Komponen utama empedu adalah:

    1. Garam empedu, yang memfasilitasi pencernaan lemek secara

    enzimatik. Gram empedu di bentuk dari steroid asam empedu

    yang di kombinasi dengan asam amino.

    2. Pigmen empedu seperti bilirubin yang merupakan produksi

    sisa degradasi hemoglobin

    3. Kolestrol yang di ekskresi dalam feses

    3. Motilitas pencampuran dan propulsi

    Merujuk kepada kontraksi otot yang mencampur dan

    mendorong maju isi saluran cerna. Pada kontraksi ini terdapat dua

  • tipe dasar motilitas ; gerakan mendorong (propulsif) dan gerakan

    mencampur. Gerakan propulsif mendorong maju isi saluran

    cerna, dengan kecepatan bervariasi tergantung pada fungsi yang

    dilakukan oleh setiap saluran cerna. Gerakan mencampur

    memiliki fungsi ganda. Pertama, dengan mencampur makanan

    dengan getah pencernan, gerakan ini meningkatkan pencernaan

    makanan. Kedua, gerakan ini mempermudah penyerapan dengan

    memajankan semua bagian isi saluran cerna ke permukaan saluran

    cerna.

    Pergerakan bahan melalui sebagian besar saluran cerna terjadi

    karena kontraksi otot polos di dinding-dinding organ pencernaan.

    Kecuali di ujung-ujung saluran-mulut di bagian satu pertiga

    esophagus di awal dan sfingter ani eksternus di akhir- dimana

    motilitas lebih melibatkan otot rangka dari pada otot polos. (ingat

    contoh otot rangka yang ada di sistem pencernaan) Karena itu,

    tindakan mengunyah, menelan dan defikasi memiliki komponen

    volunter karena otot rangka berada di bawah kontrol sadar.

    Sebaliknya, motilitas di seluruh saluran lainnya dilaksanakan oleh

    otot polos yang dikontrol oleh mekanisme involunter kompleks.

    4. Digesti (Pencernaan)

    Pencerna merupakan penguraian biokimiawi struktur

    kompleks makanan menjadi satuan-satuan yang lebih kecil dan

    dapat diserap oleh enzim yang di produksi dalam sistem

    pencernaan. Manusia mengkonsumsi 3 kategori biokimiawi bahan

    makan seperti karbohidrat, protein, dan lemak.

    a. Karbohidrat

    Sebagian besar karbohidrat dalam makanan kita adalah

    disakarida dan karbohidrat kompleks. Disakarida ada dua

    yaitu: sukrosa ( gula pasir) dan laktosa (gula susu). Selulosa

    tidak dapat di cerna. Semua karbohidrat lainnya harus dicerna

    jadi monosakarida sebelum dapat diasobsi. Karbohidrat

    komplek yang dapat kita cerna adalah pati dan glikogen.

    Melalui proses pencernaan tepung glikogen dan disakarida

    diubah menjadi monosakarida konstituen-konstituennya,

    terutama glukosa dengan sejumlah kecil fruktosa dan glukosa.

    Monosakarida ini merupakan satuan karbohidrat yang dapat

    diserap.

    b. Protein

    Protein dalam makanan terdiri dari berbagai kombinasi asam

    amino yang disatukan oleh ikatan polipetida. Tidak semua

    protein dicerna dengan sama oleh manusia. Protein nabati