Tentir Mikro.pdf

download Tentir Mikro.pdf

of 9

  • date post

    07-Apr-2016
  • Category

    Documents

  • view

    21
  • download

    6

Embed Size (px)

Transcript of Tentir Mikro.pdf

  • Muhammad Arif Rahman

    Tentir Mikro Kuliah Infeksi Bakteri, Jamur, dan Virus

    Tiga proteksi dasar untuk mencegah invasi dari agen infeksius

    1. Barrier alami

    Yaitu barrier yang mencegah masuknya agen, seperti kulit, mucus, epitel bersilia, asam lambung dan

    empedu

    a. Kulit: merupakan tempat yang tidak cocok untuk kebanyakan mikroorganisme bertahan hidup.

    Proteksi dikulit terdiri dari

    Asam lemak bebas yang diproduksi oleh kelenjar sebasea dan organisme lain

    dipermukaan kulit

    Asam laktat dikeringat

    Rendahnya pH dan keringnya kulit

    b. Epitel di mukosa dilindungi oleh sekresi mucus dan silia.

    Partikel yang bentuknya besar akan terjebak di mucus sedangkan partikel kecil yang berhasil

    masuk ke alveoli difagositosis oleh makrofag dan dibawa keluar melalui udara.

    Ditemukan lysozyme, lactoferrin, dan IgA pada sekresi berupa air mata, mucus, atau saliva

    dipermukaan mukosa.

    c. Lingkungan yang asam pada lambung, kandung kemih, ginjal, dan cairan empedu dapat

    meninaktivasi banyak virus dan bakteri

    d. Aliran urin dapat membatasi kemungkinan adanya infeksi

    e. Temperature tubuh (demam) -> mencegah terjadinya pertumbuhan banyak microba. Demam

    merupakan bagian dari respon umun dengan cara meningkatkan suhu tubuh.

    2. Imunitas non spesifik

    Yaitu imunitas yang merupakan bawaan dari lahir. Bekerja tidak spesifik untuk melawan antigen yang

    masuk. Sistem imun yang bekerja yaitu interferon, komplemen, neutrophil, makrofag, sel NK

    Inflamasi akut merupakan mekanisme pertahan pertama untuk menjaga bakteri agar tidak menyebar

    dan untuk memberikan sinyal ke respons imun spesifik. Respons inflamasi ini bias menyebabkan

    kerusakan jaringan.

    Ada 3 poin yang di alami tubuh saat terjadi inflamasi aku

    1. Ekspansi kapiler untuk meningkatkan aliran darah

    2. Peningkatan permeabilitas struktur mikrovaskuler yang membolehkan keluarnya cairan, protein

    plasma, dan leukosit dari sirkulasi.

    3. Perpindahan leukosit dari kapiler ke area kerusakan.

    Aktivasi komplemen

    Fungsi masing masing komplemen

    1. C1qrs Meningkatkan permeabilitas vascular

    2. C2 mengaktifkan kinin

    3. C3a dan C5a Kemotaksis yang mengerahkan leukosit dan juga berupa anafilatoksin yang

    dapat merangsang sel mast melepas histamine dan mediato mediator lainnya.

    4. C3b opsonin dan adherens imun

    5. C4a anafilatoksin lemah

    6. C4b opsonin

    7. C5-6-7 Kemotaksis

    8. C8-9 melepas sitolisin yang dapat menghancurkan sel

  • Muhammad Arif Rahman

    Terdapat 3 jalur dalam aktivasi komplemen, yaitu

    1. Jalur klasik

    - Aktivasi komplemen dimulai dari

    terjadi ikatan kompleks antigen

    antibody. Komponen yang

    aktif pertama kali yaitu C1.

    - C1 berikatan dengan Fc dapat

    mengaktifkan C4 dan C2 yang

    selanjutnya akan mengaktifkan

    C3.

    - Setelah itu pengaktifkan

    berlanjut hingga terjadinya lisis

    sel oleh MAC yang merupakan

    gabungan dari C5, C6, C7,C8, dan

    C9.

    2. Jalur alterative

    - Dipicu oleh dinding sel pada

    bakteri yang langsung

    mengaktifkan C3.

    3. Jalur lektin

    - Lektin merupakan protein larut yang mengenal dan mengikat residu manosa dari hidrat arang

    yang merupakan dinding sel dari mikroba sehingga disebut juga jalur MBL (Mannan Binding

    Lectin).

    - Lektin protein fase akut dan meningkat pada respons inflamasi

    - Aktivasi jalur ini diawali dengan ikatan antara polisakarida bakteri dengan lektin. Setelah itu

    mengaktifkan kompleks enzim yang disebut mannose binding protein-associated serine-

    esterase. Selanjutnya, jalur lektin berlanjut melalui jalur klasik C4.

  • Muhammad Arif Rahman

    Pertahanan tubuh berupa inflamasi akut yang diawali dengan aktivasi komplemen jalur alternative

    oleh bakteri

    1. Aktivasi C3bBb C3 oleh bakteri yang melepas C3b

    2. Mengikat bakteri, C3a, C5b

    3. Mengerahkan mediator sel

    4. Efek terhadap dilatasi kapiler dan eksudasi protein plasma

    5. Kemotaksis neutrophil terhadap bakteri yang diselubungi C3b

    6. Adherens dan aktivasi akhir neutrophil untuk membunuh

    7. Pemusnahan oleh neutrophil

    Aktivasi sel mast

    Pelepasan sel mast terdiri dari 2 jalur

    1. Pelepasan granul dari mediator mediator

    2. Aktivasi phospholipase A2 yang memicu

    lipoxygenase dan cyclo-oxygenase membentuk

    asam arachidonic.

  • Muhammad Arif Rahman

    3. Imunitas spesifik

    Yaitu imunitas yang didapat. Kerjanya melawan dan mengeliminasi pathogen yang berhasil melewati

    barrier alami dan imunitas non spesifik.

    Respons Imun terhadap infeksi bakteri, jamur, dan virus

    Mekanisme pertahanan imun utama terhadap pathogen

    Jenis Infeksi Mekanisme pertahanan imun utama

    Bakteri Antibodi, kompleks imun dan sitotoksisitas Mikobakteri DTH dan reaksi granulomatosa Virus Antibodi (netralisasi), CTL, dan Tdth Protozoa DTH dan antibody Parasit cacing Antibodi (atopi, ADCC) dan reaksi granulomatosa Jamur DTH dan reaksi granulomatosa

    1. Reaksi imun terhadap bakteri

    a. Bakteri ekstraseluler

    Mekanisme bakteri ekstra seluler menyebabkan sakit:

    1. Mengakibatkan inflamasi kerusakan jaringan di tempat infeksi

    2. Bakteri menghasilkan toksin

    - Imunitas non spesifik

    + Komponen imunitas nonspesifik utama terhadap bakteri ekstraseluler adalah komplemen,

    fagositosis, dan respons inflamasi

    - Imunitas spesifik

    a. Humoral

    Antibodi -> menyingkirkan mikroba dan menetralkan toksin melalui berbagai mekanisme.

    Efektor:

    1. IgG: opsonisasi bakteri dan meningkatkan fagositosis

    2. IgG dan IgM: menetralisasi toksin dan menghambat perlekatan pada sel target

    3. IgM dan IgG dapat mengaktivasi C

    b. Sitokin

    Respons utama -> produksi sitokin -> inflamasi dan meningkatkan fagositosis

    Jika pengeluaran sitokin berlebihan bisa menyebabkan syok septik.

    b. Bakteri intraseluler - Imunitas non spesifik + Efektor imunitas utama yaitu fagosit dan sel NK.

    + Sel NK yang dirangsang IL-2 menghasilkan IFN- sehingga mengaktivasi makrofaq + Sel NK melawan infeksi bakteri sebelum kekebalan spesifik terbentuk

    - Imunitas spesifik + Imunitas spesifik berupa imunitas selular yang terdiri dari 2 tipe reaksi, yaitu sel CD4+ Th1 yang memproduksi IFN-; dan sel CD8+/CTL yang memacu pembunuhan mikroba serta lisis sel. + Mematikan bakteri yang telah difagositosis dengan cara mengaktivasi makrofag yang dihasilkan oleh sel T (Terutama IFN)

  • Muhammad Arif Rahman

    Antibodi sebagai efektor pada infeksi bakteri ekstraseluler 1. Antibodi menetralisasi toksin bakteri 2. Aktivasi komplemen pada permukaan bakteri menimbulkan lisis 3. Antibodi dan produk hasil aktivasi komplemen C3a mengikat bakteri, berperan sebagai opsonin yang meningkatkan fagositosis. 4. C3a dan C5a yang dilepas oleh aktivasi komplemen dengan bantuan antibody, memacu degranulasi sel mast local, melepas mediator yang menimbulkan vasodilatasi dan ekstravasasi limfosit dan neutrophil. 5. Produk komplemen lain adalah kemotaktik untuk neutrophil dan makrofag

    Respons Fase Akut

    - Dipicu oleh inflamasi, kerusakan jaringan, IL-1, IL-6, TNF yang diproduksi makrofag, prostaglandin E1, interferon

    - Protein fase akut yang diproduksi dan dilepaskan ke dalam serum termasuk komplemen, protein koagulasi, LPS binding protein, protein transport, protease inhibitors dan adherence proteins

    - Demam dipicu oleh IL-1 dan TNF-, dan interferon - IL-1 menstimulasi hati untuk mengeluarkan C-reactive protein(CRP)

    Mobilisasi komponen komponen pertahanan

    Mikroba, melalui aktivasi komplemen atau efek langsung ke makrofag, melepaskan mediator

    yang meningkatkan permeabilitas kapiler yang membolehkan transudasi molekul molekul

    plasma bakteriocidal, dan secara kemotaksis menarik ke daerah infeksi.

  • Muhammad Arif Rahman

    Respons imun specific kepada bakteri

    1. Antibodi

    - IgM diproduksi lebih awal, mengikat bakteri promoting direct killing dan respons

    inflamasi

    - IgG antibody predominant terutama untuk rechallenge, memperbaiki komplemen

    kecuali IgG4 dan meningkatkan uptake fagosit bakteri melalui reseptor Fc di makrofag

    - IgA sekresi antibody pertama dan penting untuk proteksi membrane mukosa,

    netralisasi ikatan bakteri dan toksinnya di permukaan epitel.

    2. Th1 CD4 T cells

    - Memicu dan meningkatkan respons inflamasi melalui aktivasi IFN-

    - Pertumbuhan sel T dan sel B (IL2) untuk meluaskan respons imun

    - Memicu sel B memproduksi complement binding antibodies (IgM)

    - Melawan infeksi intraselular (makrofag dan DTH)

    - Peran CD8 tidak penting dalam melawan bakteri

    3. Th2 CD4 T cells

    - Digunakan belakang dan seringnya diinisiasi oleh presentasi sel B oleh antigen

    - Produksi IL-4, IL-5, IL-6, dan IL-10 yang menguatkan produksi IgG

    - Memicu diferensiasi terminal sel B ke plasma cell antibody factories atau produksi

    memory sel B

    Immunopatogenesis Bakteri

    - Aktivasi inflamasi dan respons fase akut bisa menginisiasi kerusakan jaringan dan sistemik

    - IL-1, IL-6, dan TNF- memicu respons proteksi pada infeksi local

    - Endotoksin makrofag pada liver dan spleen memicu pelepasan TNF- ke darah yang

    membuat gejala gejala sepsis

    - Bacterial antigen that share determinants with human proteins antibodies can initiate

    tissue destruction

    - Aktivasi nonspesifik dari CD4 sel T o